Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Tiba Di Arsy


__ADS_3

Ketika Shou dan yang lainnya keluar dari pintu tersebut, mereka disambut oleh pemandangan yang sangat memukau.


Suara gemericik air yang terdengar membuat suasana lebih tenang dan nyaman, langit yang berwarna ungu kebiruan ikut menyihir sehingga tatapan Shou dan keempat kawannya itu hanya tertuju padanya.


Meskipun begitu, angin sejuk tidak ingin mengalah. Dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya, ia memberikan rasa damai di hati semuanya.


Masih banyak keindahan-keindahan lainnya yang tak ingin terkalahkan, seperti alunan melodi dari sebuah alat yang di tengahnya terdapat piringan hitam.


Piringan hitam itu terus berputar searah sesuai dengan porosnya, dan sebuah benda seperti terompet besar menafsirkan langkahnya sehingga melodi yang indah itu bisa terdengar ditelinga dan terasa sampai ke hati.


" Wah…., luar biasa!" Ucap Rosse takjub.


" Benar-benar indah." Gumam Lacasina sambil terus memandang keatas.


" Sepertinya tak sia-sia aku datang kesini, ini sangat menakjubkan. " Ujar Lorrie sambil melihat ke sekeliling.


" Benar-benar luar biasa, suasana nya jauh lebih menenangkan daripada di desa ku." Ucap Lisa sambil menutupkan matanya.


" Sesekali aku ingin mengunjungi tempat ini untuk tidur siang. " Gumam Shou.

__ADS_1


" Hei, ini bukan tempat untuk tidur siang!" Ujar Dewi Ruzmi.


" Aku tinggal membuat ranjang disini, tak ada masalah kan?"


" Eh…..?" Dewi Ruzmi terlihat tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Shou, tetapi Shou benar-benar ingin membuat tempat yang indah itu bisa dipakai untuk tidur siang.


Ketiga dewi agung lainnya hanya tertawa kecil, begitu pula dengan keempat kawannya Shou.


" Tidak apa-apa Shou, lagipula tempat ini bisa dibilang terlalu luas jika hanya ditinggali oleh kami berempat." Jelas Dewi Raffsha.


" Eh….?"


Dewi Ruzmi terkejut, dia tidak menyangka Dewi Raffsha akan mengatakan hal itu.


" Memangnya tidak boleh ?" Tanya Dewi Raffsha balik.


" Bukan begitu, setidaknya…."


" Tenang saja, aku akan membuatkan ranjangnya untuk mu juga." Ujar Shou.

__ADS_1


" Kami berempat tidak butuh tidur." Jelas Dewi Ruzmi.


" Hmmm… sangat disayangkan, padahal tidur itu sangat enak. Memangnya kalian tidak bisa tidur sama sekali?" Tanya Shou.


" Kalau hanya sebatas tidur kami mungkin bisa, namun kami tidak tahu berapa lama waktu yang terlewat untuk tidur jika kami benar-benar tidur, dan juga aku tidak tahu efeknya akan seperti apa setelah kami bangun." Jelas Dewi Laxmi.


" Jadi daripada membuang-buang waktu untuk hal seperti itu, lebih baik kami tidak tidur sama sekali." Ujar Dewi Ruzmi.


" Hmmm…., tidur itu sangat enak lho!" Ucap Shou menggodanya.


" Memangnya apa saja manfaatnya bagi kami, lagipula aku tidak yakin bahwa tidur itu bisa menghemat energi, karena aku pernah melihat seseorang yang baru saja bangun tidur, perutnya langsung bersuara keroncongan." Gumam Dewi Ruzmi.


" Kamu tidak akan bisa mengetahui nya sampai kamu mencobanya." Ujar Shou.


" Kenapa kamu tidak memberitahuku saja, kau kan sudah pernah tidur."


" Jika aku menjelaskannya dengan kata-kata, mungkin bisa saja melenceng. Karena pasti setiap orang akan merasakan sensasi yang berbeda-beda, jadi jawaban untuk pertanyaan ini tidak ada yang bisa dibilang paling benar dan juga tidak ada jawaban yang salah." Jelas Shou.


" Apakah kamu tidak bisa menggunakan kata-kata yang lebih sederhana Shou, kalau tidak bisa lebih baik aku tidak akan memedulikan tentang itu lagi."

__ADS_1


" Seperti biasa, dia akan mudah menyerah jika ada kata-kata yang membuatnya bingung. " Bisik Dewi Shelly. Namun bisikkannya itu terdengar agak keras, sehingga Dewi Ruzmi pun mendengarnya.


Dia pun terlihat kesal dan pergi dengan alasan yang tak masuk akal.


__ADS_2