
Shou menginap lagi di ruangan rahasia semalaman, ditemani oleh Hikari. Sesekali Hikari menjahili tuannya karena bosan, dan kali ini Shou meladeninya sambil meredakan jenuh.
“Tuan, hentikan! Aku sangat geli, tuan!” Hikari berusaha menangkap tangan Shou yang terus menerus menggelitikannya, namun gerakan Shou sangat cepat dan tidak bisa di prediksi. Melihat Hikari sudah kelelahan tertawa, baru lah ia menghentikan gelitikannya.
Hikari terengah-engah, “ampun, aku lelah!”
Shou tersenyum puas, kali ini dia ingin lebih merasakan hidup. Hidup bersama orang lain dan melakukan banyak hal yang menyenangkan. Walaupun ribuan masalah sedang menanti, kali ini dia tak ingin menanggung semua nya sendiri.
“Sepertinya sihir-sihir di buku ini bisa digunakan oleh para ksatria suci, Hikari bisa tolong bantu aku menyalinnya?”
Tanpa disuruh lagi, Hikari langsung mengambil pena dan sebuah buku kosong. Dia menghampiri Shou dan menuliskan semua hal yang dibacakannya.
Mereka berdua begadang hingga pagi hari, dan kembali ke istana sambil membawa beberapa buku catatan.
Sebelum pergi ke alam mimpi, Shou memberikan catatan-catatan itu pada raja Leophard. Raja kemudian menyuruh Shou untuk datang ke ruang tahta siang nanti, karena dia akan mengadakan pertemuan penting.
Karena Shou sangat kelelahan, ia langsung meng-iya kan nya dan pergi ke kamar. Hikari juga nampak sangat kelelahan, dia terus menggenggam lengan Shou dan bersender padanya. Walaupun merasa berat, Shou membiarkannya karena Hikari telah membantu sangat banyak.
__ADS_1
Shou dan Hikari langsung terlelap. Saking lelahnya, 5 jam mereka tidur hanya terasa sepuluh menit bagi mereka. Saat dibangunkan oleh pelayan, Erisa dan Putri Lina tertidur disampingnya.
Shou langsung terbangun, kesadarannya langsung pulih dalam beberapa detik.
“Tuan, maaf mengganggu. Yang mulia menyuruh anda pergi ke ruangan tahta setengah jam lagi.” Jelas pelayan itu.
Selesai mandi dan makan siang, Shou bergegas pergi ke ruangan tahta seorang diri. Disana tampak banyak orang yang telah menunggu.
Kenapa semuanya disini, bahkan Ranzie dan semua pasukanku juga. Seharusnya mereka masih belum selesai membuat 5 ribu unit senjata api.
“Shou, akhirnya kau datang!” Raja Leophard menghampirinya.
“Kemarilah!” Raja Leophard berjalan ke tahtanya, akan tetapi dia tidak duduk diatasnya.
“Kenapa anda tidak duduk, yang mulia?” Shou bercakap lebih formal.
“Karena sebentar lagi, tahta ini bukan lagi milikku.” Jelasnya.
__ADS_1
Shou sangat terkejut mendengar hal itu, bahkan bukan dirinya saja yang terkejut.
Lione, salah satu dari keempat komandan tertinggi ksatria suci merasa keberatan dan menghadap sang raja. Ketiga komdan tertinggi lainnya juga menhadap padanya.
“Keputusanku sudah bulat, dan aku akan menyerahkan tahta ini pada raja baru, Hayama Shou.”
Jantung Shou berdetak lebih kencang, “apa maksud yang mulia?” Dia tak percaya bahwa dirinya akan menjadi raja yang baru.
“Apakah ada yang keberatan dengan hal ini? Jika ada maju ke depan, kalian akan menjadi kandidat lainnya jika terpilih.”
“Aku tidak ingin tahta ini!” Jelas Shou.
“Jika kamu tidak menjadi raja di kerajaan ini, maka tidak akan ada orang yang memerintah. Aku sudah memutuskan untuk berhenti, tidak akan kembali meskipun kau memaksanya.”
Shou tahu bahwa raja picik itu memaksa Shou untuk menjadi raja agar Shou berpikir lebih keras demi menyelamatkan kerajaan ini. Meskipun begitu, dia sangat kesal. Bagi nya, raja yang menggunakan cara sepicik itu tidak layak duduk diatas tahta.
Shou mengepalkan tangan dan memukul mantan raja itu, “baiklah kalau itu mau mu, aku akan menjadi raja di kerajaan ini. Sebagai ganti nya, aku akan mengangkat seseorang dari kaum Dark Elf untuk menjadi wakilku. Ranzie, kemarilah!”
__ADS_1
Semuanya terkejut, sekaligus mantan raja sebelumnya. Tak ada yang menyangka Shou mengangkat Ranzie untuk menjadi wakilnya, termasuk Ranzie itu sendiri.