
Satu bulan sudah berlalu, sejak pagi itu Yuzan tidak pernah terlihat lagi. Shou sudah berulang kali untuk memanggil nya menggunakan sihir kontrak nya tetapi dia tidak pernah menerima panggilannya Shou. Bahkan saking khawatir nya setelah pulang dari akademi Shou mencari nya kemana-mana, dia juga sudah menggunakan sihir pendeteksinya namun dia tidak berhasil mendeteksi Yuzan.
“ Selamat pagi semuanya!” Ucap Bu Guru Elein di dalam kelas. “ Tahun ini akademi sihir kita akan mengikuti World Arena kembali, tahun lalu kita kalah di babak perempat final. Tapi Ibu harap tahun ini kita berhasil memenangkan nya, karena di tahun ini banyak murid\-murid berprestasi yang memiliki bakat sihir yang luar biasa, dari kelas kita ada 2 orang yang terpilih sebagai perwakilan akademi Kita, Shou, Riss, silahkan maju ke depan!” Jelas Bu Guru Elein. Kemudian Shou dan Riss pun maju ke depan.
“ Hei, World Arena itu apa?” Tanya Lorrie berbisik pada Chelly.
“ World Arena adalah pertandingan antar kelompok yang terdiri dari 5 orang, setiap kelompok diperbolehkan untuk menyerang lawannya hingga lawannya itu menyerah atau tidak bisa melanjutkan pertandingan.” Jawab Chelly.
“ Mereka adalah 2 orang perwakilan dari kelas kita yang akan mewakili akademi kita untuk mengikuti World Arena. Bagi kalian yang tidak terpilih jika ingin mengikuti nya mungkin jika kalian berusaha di tahun depan kalian yang akan mewakili akademi kita.” Jelas Bu Guru Elein.
“ Shou sepertinya tidak bersemangat.” Ujar Lorrie.
“ Tentu saja, dia kehilangan peliharaan kesayangannya dan kali ini dia harus mengikuti Pertandingan seperti ini, aku jadi merasa khawatir.” Ujar Rosse.
“ Ya, aku juga jadi merasa khawatir jika Shou mengikuti Pertandingan ini.” Ujar Lacasina.
“ Chelly, apakah kita bisa menonton Pertandingan nya Shou?” Tanya Lisa.
“ Tentu saja, biasanya para siswa di akademi sihir menggunakan proyeksi sihir untuk melihat Pertandingan ini. Namun kita bisa saja membeli tiket untuk menonton Pertandingan nya secara langsung.” Jawab Chelly.
__ADS_1
“ Memangnya berapa harga tiket nya?” Tanya Lorrie.
“ Untuk satu kursi biasa harganya 1 keping emas.” Jawab Chelly.
“ Buset, harga 1 kursinya sama dengan 1 botol anggur terbaik!” Ujar Lorrie terkejut.
“ Kalau kursi di barisan paling depan berapa?” Tanya Rosse.
“ kursi di barisan paling depan itu kalau tidak salah Seribu keping emas.” Jawab Chelly.
“ berarti kita tidak bisa menyaksikannya di barisan paling depan.” Ujar Lisa.
“ Tenang saja, kita bisa menonton nya di barisan paling depan.” Ujar Chelly.
“ Benarkah?” Tanya Lisa Semangat.
“ Tentu saja, karena kalian adalah perwakilan dari kekaisaran. Mereka akan sangat menghormati orang-orang dari kekaisaran.
“ Memangnya kenapa kami sangat dihormati sampai sebegitunya?” Tanya Rosse.
__ADS_1
“ Karena mereka berhutang budi yang banyak pada kekaisaran.” Jawab Chelly.
“ Wah, aku jadi seperti bangsawan kelas atas.” Ujar Lorrie terlihat sangat senang.
Seminggu pun telah berlalu
“ Hore, ternyata aku benar-benar bisa mendapatkan kursi terbaik!” Ujar Lorrie sangat senang.
“ Tidak, kursi terbaik hanya untuk yang mulia kaisar.” Ujar Chelly sambil duduk di kursinya.
“ Wah iya, itu benar-benar kaisar!” Ujar Rosse sambil menunjuk nya.
“ Kau benar, lalu disamping nya ada Chentya, Thev, dan juga Balx.” Ujar Lorrie. Lalu dia pun melambaikan tangannya kepada mereka. Mereka pun melambaikan tangannya kembali pada Lorrie.
“ Kalian ternyata memang benar-benar orang dari kekaisaran, bahkan yang mulia kaisar pun sampai melambaikan tangannya pada kalian.” Ujar Chelly.
“ Tentu saja!” Ucap Lorrie bangga.
Tak lama kemudian suara gong berbunyi dan para peserta World Arena memasuki Arena
__ADS_1