
" Untuk soal itu kamu cari tahu sendiri saja, masih banyak yang harus kuurus."
" Yah…., baiklah tapi dimana kerajaan Fio itu?" Tanya Shou.
" Cari tahu sendiri saja."
" Yaampun, sepertinya ini akan susah."
" Itu juga sebagai ujian dari ku, tetapi sebaiknya kamu harus beristirahat terlebih dahulu, karena misi ini sangat susah."
" Itu malah membuatku semakin semangat. "
" Aku ini berkata yang sebenarnya, jika kamu menyepelekan misi ini kamu akan mati."
" Baiklah kalau begitu, aku akan beristirahat selama sehari."
" Tidak, itu tidak cukup. Kamu harus beristirahat setidaknya sampai minggu, jika kau tidak bisa melakukan itu aku tidak akan memberitahumu cara membuat dimensi buatan."
" Tapi masih banyak…"
" Jika kau sudah tidak sayang pada nyawamu silahkan saja."
" Raja iblis yang ku tahu hanyalah Dycius dan Rezina, selain mereka memangnya ada raja iblis lain yang lebih kuat dari mereka? "
__ADS_1
" Jika memang kenyataannya seperti itu aku tidak akan memperingatimu, lagipula raja iblis ini tidak tinggal di dimensi yang sama dengan tempat tinggalmu sekarang."
" Kalau begitu bagaimana caraku untuk sampai ke dimensi raja iblis itu tinggal?"
" Apa kamu ini benar-benar bodoh, padahal aku sudah memberitahumu lokasi portalnya."
" Eh?"
" Sudahlah, sekarang kamu cepat pergi dari sini. Kalau tidak aku akan memaksamu pergi!"
Kemudian ia mengambil sebuah sabit panjang yang ia simpan di dalam sebuah peti.
Dia mengacungkan sabit itu pada Shou, Shou pun terkejut karena sabit itu hampir menyentuh hidungnya.
Kemudian Shou pun menghilang seketika menggunakan sihir teleport nya.
" Jika kau tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini, kau tidak berhak menerima gelar King Of God. Shou ya, anak itu benar-benar membuatku tertarik."
Kemudian dia mengembalikan Sabit yang ia pegang ke dalam peti tadi.
Sementara itu Shou sudah kembali ke perpustakaan, ia berpikir bahwa persyaratan yang di buat oleh Wolfred itu agak aneh.
" Dia bilang aku harus beristirahat sampai minggu karena misi ini terbilang sulit, tetapi ia malah tidak memberi tahu rinciannya tentang ini. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada putri itu dan bagaimana cara menyelamatkannya karena dia berada di dimensi berbeda, apa aku harus ke ruang antar dimensi lagi dan mengecek setiap dimensi satu persatu, tidak itu sama sekali tidak efektif dan menghabiskan banyak waktu, dia juga bilang bahwa ia pernah memberitahuku tentang lokasi portalnya tetapi kapan, eh iya aku juga disuruh olehnya jangan pernah mencari-cari lokasinya sampai hari minggu, kalau tidak dia akan membatalkan janji nya untuk mengajariku menciptakan dimensi buatan. Hmmm, dia itu agak membingungkan, seharusnya jika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan kita harus segera menolongnya, tetapi ia malah membuatku menunggu sampai hari minggu, meskipun begitu ia hanya menjelskan sebagian, seolah sebagiannya lagi adalah teka-teki yang harus ku pecahkan sendiri meskipun ia sudah tahu jawabannya, yaampun benar-benar membuat ku pusing saja lebih baik aku segera beristirahat saja."
__ADS_1
Kemudian Shou pun menggunakan sihir teleport menuju kamar nya.
Setelah sampai disana ia mendengar suara ketukan pintu.
" Shou, apakah kau ada disana?"
" Iya, ada apa Rosse? "
" Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu."
" Kalau begitu masuklah, pintu nya tidak dikunci, mungkin."
Kemudian Rosse pun membuka pintu kamarnya Shou dengan pelan.
" Permisi!"
" Apa yang ingin kamu bicarakan malam-malam begini?" Tanya Shou.
" Aku hanya ingin tahu kenapa kamu menyuruhku untuk pulang ke rumah meskipun aku sudah bilang tidak ingin."
Shou menghela nafasnya, ia Kemudian duduk diatas kasurnya.
" Ayo duduk dulu!"
__ADS_1
Kemudian Rosse pun menuruti apa yang di katakan oleh Shou, ia duduk disampingnya.