
Luis Victoria menyapa dan memperkenalkan diri pada Shou dengan ramah, dia mengingatkannya pada sosok Lisa yang berada di desa While Warm.
Bagaimana kabar dia di sana ya?
“Shou, dia menyapamu!” Violet mencubit pinggang pemuda yang sedang melamun itu.
“Aduh, oh iya, maaf tadi aku salah melamun.” Shou menggaruk kepadanya yang tidak gatal sambil tertawa.
Raizen menatap Shou sinis, sepertinya dia cemburu dengan Luis yang memberikan perhatian lebih pada Shou.
Shou memperkenalkan diri secukupnya, dia tak mau pawang macan itu marah padanya. Meskipun Shou mampu melawan, merusak hubungan orang bukanlah hal yang baik.
Masuk ke dalam ruang kelas, bu guru Elizabeth benar-benar menjadi pengajar di kelas itu. Dia menyuruh semua muridnya untuk memperkenalkan diri sebagai formalitas, lebih tepatnya karena Shou belum mengenal orang-orang itu.
Setiap orang selain Raizen dan Shou memperkenalkan diri dengan nama keluarganya, mereka semua berasal dari kaum bangsawan terpandang. Orang-orang mungkin tak terlalu peduli dengan Raizen karena tahu dia asalnya bangsawan juga, tapi untuk Shou mereka tak mengenalnya sama-sekali.
__ADS_1
Banyak mata memandang Shou rendah, namun sebagian kecil dari mereka juga salah ada yang ingin berteman dengannya.
Bu guru Elizabeth mengeluarkan tekanan sihir yang sangat kuat, matanya berubah menjadi hijau terang dan membuat semua orang selain Shou ketakutan.
Dengan perkembangan Shou yang luar biasa, menciptakan sebuah pelindung untuk menghadapi tekanan seperti ini adalah hal yang mudah. Dia menciptakan pelindung lain untuk orang-orang yang tidak membuatnya jengkel, kemudian mengarahkan pantulan tekanan sihirnya kepada yang lain.
Ruangan kelas sampai retak, para murid sudah sangat ketakutan. Banyak yang memilih untuk pergi dari kelas tersebut demi keamanan, kurang dari setengah murid yang masih bertahan di kelas tersebut.
Bu guru Elizabeth menghentikan tekanan sihirnya, dia menyegel pintu masuk kelas dengan sihir angin agar para murid yang keluar tadi tidak bisa masuk lagi.
Hampir semua murid terkejut dengan hal itu, beberapa di antara mereka ada yang kelihatan tertarik seperti Luis Victoria dan Risa Flastasia.
Ya ampun, kupikir hari ini aku akan kesulitan. Gumam Shou dalam hati.
Bu guru Elizabeth mengeluarkan buku super besar dari balik meja, tebal buku itu setara dengan tinggi rata-rata anak kecil berusia 6 tahun.
__ADS_1
“Semua petunjuknya ada di sini, kalian pelajarilah sampai bisa.” jelasnya.
“Bu guru!” Luis mengangkat tangan kanannya.
“Ada apa Luis Victoria?” tanya bu guru Elizabeth.
“Bukunya hanya ada 1, kami tak bisa mempelajarinya bersama-sama. Lagi pula buku ini juga terlalu tebal, jika tak boleh pulang sebelum di antara kami ada yang bisa memahami sihir ini sepertinya aku tidak sanggup.”
Bu guru Elizabeth menunduk, dia tersenyum seolah-olah tak peduli.
“Pokoknya di antara kalian harus ada yang mampu menggunakan sihir ini. Jika tidak, kalian semua tidak boleh keluar dari kelas ini.” tegasnya.
Raizen ingin sekali melawan bu guru Elizabeth, namun ia tahu bahwa kemampuannya saat ini belum cukup.
Banyak juga siswa lain yang mengeluh karena kesulitan ini, hingga akhirnya ada provokator untuk melawan bu guru Elizabeth.
__ADS_1