Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Perdebatan Antar Teman


__ADS_3

" Hei, apa-apaan kau ini?" Ucap Lisa berontak.


" Apakah kamu bodoh, ingin mengatakannya secara langsung padanya." Bisik Lacasina di telinga nya Lisa.


Tetapi Shou sudah pasti mendengarnya, karena dia selalu mengaktifkan pendengaran jarak jauhnya untuk jaga-jaga, karena saat ini dia masih belum bisa memastikan seratus persen bahwa semuanya telah aman terkendali.


" Apa yang tadi ingin kamu katakan? " Tanya Shou.


" Tidak, bukan-apa-apa, bukan apa-apa." Jawab Lisa.


Shou pun terlihat bingung, tetapi dia tidak ingin menanyakannya lagi karena dia yakin nanti juga mereka akan memberitahunya tanpa harus diminta.


" Shou, kita harus segera pergi." Ucap Dewi Raffsha.


Mendengar itu, keempat kawannya Shou terlihat agak kecewa dan juga sedih.


" Apakah kamu akan lama Shou?" Tanya Lorrie.


" Tidak, paling juga seminggu."


" Kita baru saja bertemu lagi, Kenapa harus sudah berpisah lagi?" Gumam Rosse sedih.


" Iya Shou, kalau bisa ajak saja kami sekalian." Ujar Lisa.


" Maaf, tapi aku bukan pergi untuk main-main."


" Kami juga ingin membantumu Shou, meskipun kami tidak akan terlalu berguna kami, setidaknya kami bisa mengurangi beban yang kamu tanggung." Gumam Lacasina.

__ADS_1


" Maaf, sekali lagi aku minta maaf. Oh iya, dimana Riss?"


" Dia pergi dengan mantan komandan pasukan iblis Lezz dan mantan Diplomatik iblis Renzi, mereka pergi untuk bersosialisasi dengan pasukan iblis."


" Lalu bagaimana dengan Rezina?" Tanya Shou lagi.


" Katanya dia sedang pergi ke jurang griphon snake, dia ingin bertemu dengan king griphon dan dark snake."


" Jadi begitu Shou, kami tidak ingin menjadi bebanmu saja. Hampir setiap saat kamu yang membantu kami, sesekali aku ingin membantumu juga." Gumam Lacasina.


" Tapi…"


" Bawa sajalah mereka Shou, aku akan memastikan mereka tidak akan mengganggu penelitianmu." Ujar Dewi Raffsha.


Shou pun menghela nafas.


Mendengar itu, keempat kawannya Shou terlihat sangat senang.


" Terimakasih Shou!" Ujar Lisa sambil melangkah ke arahnya dengan tangan yang siap memeluk.


Namun sebelum sampai, Lacasina menariknya kebelakang.


" Sudah ku bilang, jangan curang!" Ujar Lacasina.


" Aku tidak curang, aku hanya berusaha. Kalau kamu mau, Kamu juga boleh memeluknya, aku tidak akan melarangmu." Ujar Lisa.


" Baiklah kalau begitu!" Ucapnya seraya melompat ke arah Shou.

__ADS_1


" Hei, kau curang!" Ucap Lisa.


" Tadi kamu bilang ini tidak curang, lagipula kamu tidak akan melarangku kan?"


" Baiklah, kalau begitu aku juga!"


Kemudian Lisa juga melompat ke arah Shou dan memeluk nya.


" Hei, apa yang kalian lakukan, aku merasa sesak." Ujar Shou sambil berusaha melepaskan diri dari Lisa dan juga Lacasina.


Namun mereka berdua juga tidak ingin melepaskan Shou dengan mudah, mereka malah mempererat pelukannya.


" Hei, kenapa kalian malah semakin erat, aku sangat sesak!" Ujar Shou.


" Sebenarnya aku tidak ingin menganggu kesenangan kalian, tetapi kita harus segera pergi." Gumam Dewi Raffsha.


Kemudian dengan perlahan, Lisa dan Lacasina melepaskan pelukannya.


" Huh, darimana kesenangannya, aku hanya merasa sesak." Ujar Shou.


" Sepertinya Shou terlalu muda untuk memikirkan hal itu." Gumam Lorrie. Dia tertawa kecil


" Bukan terlalu muda, dia terlalu sibuk. Tidak sepertimu yang selalu menggunakan waktu senggang mu untuk meminum minuman keras." Ujar Rosse.


" Hei, Memangnya kamu sendiri melakukan hal berguna seperti apa ketika waktu luang?" Tanya Lorrie kesal.


" Aku pernah memasak dan menghidangkan makanan untuk Shou, aku juga pernah membantu seorang anak kecil yang tersesat di kota."

__ADS_1


__ADS_2