
“Ayah!!!” Panggil Shafa sambil menghentakkan kaki kanannya. Ia terlihat menenteng tas bekal dengan wajah yang sudah tidak bersahabat.
“Selamat berjuang Mr. Ray” Bisik bu Sonya kemudian mengode pak Benni untuk mundur alon-alon dan kabur.
“Sa..sayang, kok kamu di sini?” Tanyanya berusaha menetralkan dirinya agar tidak menimbulkan kecurigaan yang lebih besar di mata istrinya. Untung saja keadaan di tempat itu sepi sehingga tidak menimbulkan perhatian.
“Mas ngapain sama dia tadi?” Tanyanya ketus.
“Mas habis rapat sayang, ayo masuk dulu jangan di sini.” Ajak Ray sambil merangkul bahu istrinya. Ia harus menyiapkan jawaban yang pas agar bumil antik bin ajaib ini tidak mencak-mencak.
Rayyan mendudukan istrinya di atas sofa panjang yang ada di ruangannya. Di kampus, Rayyan merupakan ketua Jurusan salah satu program study sehingga ia memiliki ruangan tersendiri.
“ Ini bekal buat Mas ya?” Tanyanya sambil menyentuh kotak bekal berwarna hijau muda yang ada di atas meja.
“Bukan, ini punya baby” Jawabnya sambil menyambar kotak bekal di hadapannya dan memeluknya.
“Yah, padahal ayah lapar.” Ujarnya sambil menyadarkan diri di sebelah Shafa.
“Mas nggak usah mengalihkan topik pembicaraan! Mas tadi ngapain berdua ketawa-ketawa ha?” Tanyanya penuh intimidasi.
“Mas bertiga sayang bukan berdua.” Balas Rayyan.
“ I dont care!!! Mau berdua atau bertiga yang jelas Mas sama cewek langsing itu” Ujarnya ketus.
Sejak mengandung, Shafa selalu beranggapan setiap wanita yang dekat dengan suaminya adalah pelakor. Entah itu karena bawaan bayi atau trauma. Terlebih ia yang belum lama mengalami kejadian pahit yang di sebabkan oleh wanita yang terlihat sebagai keluarga nyatanya adalah srigala berbulu domba. Ia tidak akan begitu saja percaya dengan wanita-wanita yang dekat dengan suaminya. Karena penampilan luar itu terkadang sangat menipu, kenapa? Karena mereka semua adalah manusia biasa seperti Yola dan Nisa.
“Mas jelasin ya, tapi Shafa harus dengerin dengan baik!” Ray memperbaiki posisi duduk Shafa sehingga saling berhadapan.
“Kita tadi lagi ngomongin Bu Sonya, dia di paksa menikah dengan pilihan orang tuanya. Terus dia minta saran sama Mas” Jelas Rayyan. Shafa hanya manggut-manggut. Ia kemudian meletakan kotak bekalnya kembali di atas meja.
“Terus Mas jawab apa?” Tanya Shafa yang merasa tertarik dengan cerita tentang bu Sonya. Pasalnya cerita tersebut mengingatkan akan kisah cintanya dengan Rayyan.
“Mas belum sempat jawab, Mommy sudah datang. Jadinya bu Sonya dan pak Benni kabur karena takut Mommy marah.” Ujar Rayyan sambil mengelus perut istrinya.
“Kenapa takut? Memangnya aku hantu?” Balas Shafa.
“Karena Mas sudah bilang sama mereka untuk jaga garak. Karena anak ayah di dalam sini nggak suka ayahnya deket dengan perempuan lain.”
“Jadi mas bilang gitu?” Shafa terkejut, tak menyangka suaminya benar-benar melakukan itu.
“Iya, karena mas tidak mau terjadi salah paham di antara kita. Mas sayang dan cinta sama Shafa, sebisa mungkin mas tidak akan membuat Shafa sedih apalagi sampai berfikir yang tidak tidak.” Ujarnya membuat mata Shafa berkaca-kaca.
“Terima kasih ayah.... Aku juga sayang ayah” Ucapnya sambil memeluk Rayyan.
Alhamdulillah! Selamat lagi.
__ADS_1
“Jadi, apa ayah boleh minta bekalnya?” Tanya Rayyan.
Shafa cepat-cepat melepas pelukannya dan membukakan kotak bekal yang di bawanya.
“Semuanya untuk mas Rayyan!” Ujarnya, tersenyum bahagia.
“Terima kasih sayang.” CUP! Balas Rayyan sambil mengecup kening Shafa sekilas. Ia pun segera menikmati makan siang home made buatan istrinya. Ini adalah kali pertama Rayyan makan siang ala-ala anak sekoalh yang menggunakan kotak bekal. Keduanya larut dalam suasana hangat siang itu, saling menyuapi dan tertawa bersama. Sungguh sebuah nikmat yang tidak bisa di dustakan.
Setelah makan siang bersama, Rayyan mengajak Shafa ke Musholla yang berada di lantai dua untuk melaksanakan sholat Dhuhur bersama. Biasanya, ia akan melaksanakan Sholat di masjid besar kampus. Tapi, karena istrinya sedang berkunjung, ia memilih untuk melaksanakan Sholat di musholla gedung itu. Setelah melaksanakan sholat, keduanya kembali ke ruangan Rayyan.
Saat sedang menuruni tangga, Shafa melihat bu Sonya sedang duduk di kursi sambil mengetuk-ketuk keningnya dengan jari telunjuknya.
Sepertinya benar, bu Sonya sedang ada masalah. Kasian banget sih dia.
"Hai Bu Sonya?" Kali ini Shafa menyapanya lebih dahulu.
"Eh Hai.. Nyonya Ray" Jawabnya Ramah.
"Panggil saja Shafa. Bu Sonya sedang apa?" Tanya Shafa. Rayyan hanya diam saja membiarkan istrinya berbicara dengan rekan kerja nya itu.
"Emm.. Itu sayan sedang.." Sonya bingung mau mengatakan sedang apa. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya sedang galau tingkat dewa memikirkaan nasibnya kedepan. Jika itu bukan Briyan yang terkenal Play Boy sejak jaman dahulu kala pasti ia akan mempertimbangkannya. Terlebih saat dia menuduh dirinya sebagai l*sbian, membuat Sonya semakin hilang selera dengan pria itu.
"Kitaa ngobrol di dalam yuk? Bu Sonya harus mencoba puding buatan saya!" Tawarnya, membuat Sonya tercengang.
Bu Sonya sekilas melihat Rayyan. Dan akhirnya mengiyakan ajakan Shafa.
"Nah, silahkan di coba" Ujar Shafa yang duduk di sebelah bu Sonya.
"I.iya, terima kasih" Ujarnya, masih nampaak canggung. Ia harus wasada karena mood wanita hamil itu berubah-ubah, sebentar baik, sebentar galak.
"Em... Its so Yummy" Ujarnya setelah menikmati sepotong puding berwarna pink itu.
"Itu desert favorite saya bu Sonya" Ujar Rayyan yang duduk di kursi kerjanya.
"Wah, sejahtera sekali hidup anda Mr. Ray. Memiliki istri cantik, ramah dan pintar memasak." Puji Sonya.
"Alhamdulillah, Rejeki anak Sholeh bu Sonya. Makanya dapat bidadari seperti dia" Ujar Ray membuat Shafa tersipu.
"Apa karena saya nggak sholeh ya, makanya di jodohkannya pun dengan laki-laki edan seperti itu" Ujar bu Sonya lesu.
"Jadi bu Sonya beneran di jodohin?" Tanya Shafa..
"Yes!" Jawabnya singkat.
"Wah, kita sama!" Jawab Shafa kegirangan. Tanpa menghiraukan wajah sedih di sebelahnya.
__ADS_1
"Maksudnya? Mr. Ray and You?" Tanya Sonya tak percaya.
"Of course!!" Shafa mengangguk.
"Benarkah? Tapi kalian tidak terlihat seperti orang yang di jodohkan. Atau kalian pacaran dulu sebelum di jodohkan?" Tanya Bu Sonya. Obrolan mereka sudah mulai terlihat santai. Saling membuka diri satu sama lain. Shafa sepertinya lupa dengan ultimatumnya terhadap Rayyan.
"Tidak, kita bahkan nggak saling kenal. Aku punya pacar dan aku bukan tipe mas Ray. Tapi buktinya kita bisa bersatu malah sebentar lagi akan ada Rayyan junior." Ujar Shafa sambil menunjuk perutnya.
"Woow... Amazing!!! Bagaimana caranya kalian bisa saling mencintai?" Bu Sonya masih penasaran dengan cerita yang di dengarnya. Secara kasat mata Rayyan dan Shafa tidak terlihat seperti korban perjodohan.
"Kita berusaha saling menerima, dan iklas menjalani. Karen jodoh itu Rahasia Allah. Ketika sudah tiba masanya, pasti akan datang, dengan cara yang berbeda-beda. Bu Sonya terkadang yang baik menurut kita belum tentu baik di mata Allah, begitu pula sebaliknya." Ujar Rayyan.
"Apa bu Sonya punya pacar?" Tanya Shafa tanpa malu-malu. Bu Sonya hanya menggeleng.
"Dia bahkan mengataiku penyuka sesama jenis karena aku jomblo" Ujar bu Sonya.
"Ha? Emmm.... Kalau gebetan?" Tanya Shafa kembali.
.
"Gebetan?" Bu Sonya nampaknya tak paham dengan istilah keren itu. Maklum saja, dia adalah wanita yang tidak begitu tertarik dengan dunia percintaan meski usianya sudah 27 tahun.
"Gebetan itu..... Cowok yang di suka, kaya fans gitu deh" Terang Shafa.
"Emmm.... Ada ada!!" Ujar bu Sonya setelah berfikir cukup lama.
"Siapa?" Tanya Shafa.
Semoga bukan mas Ray. Kalau sampai dia nyebut suamiku. Aku habisi kamu di tempat bu Sonya!!!
"Vino" Jawabnya cepat.
"Vino mahasiswa bimbinganku bu Sonya?" Tanya Rayyan yang begitu terkejut.
"Yeah,he.he.he" Jawabnya sambil nyengir.
"Wallah, Brondong bu Sonya?" Shafa keheranan. Wanita, cantik, cerdas dan anggun ini ternyata pecinta brondong.
Gila masa suka brondong? Tapi baguslah, setidaknya dia nggak akan deketin ayah kamu Nak.
"Kenapa? Vino tampan, muda dan smart. Di usia saya sekarang, saya butuh yang muda buat penyegaran..he.he.he" Jawabnyaembuat pasutri yang ada di situ melongo.
____________
Alhamdulillah akhirnya bisa up 3x... Mohon dukungannya ya dengan cara Like and Vote... Gratissss😘❤️😍
__ADS_1