Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Mr.Ray's Wife


__ADS_3

Rayyan memundurkan kursinya, mengangkat tangannya meregangkan otot-otot tubuhnya. Menjadi ketua jurusan yang merangkap sebagai dosen pembimbing tidaklah mudah. Ia harus bersabar menghadapi mahasiswa dengan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Ada mahasiswa yang langsung paham ketika di berikan arahan, ada juga yang masih berbelit dengan masalah yang sama hingga harus mengulang seminar. Dan hari ini adalah hari yaang sangat sibuk, karena jadwalnya mahasiswa tingkat akhir untuk melakukan bimbingan secara bergilir.


"Vino, Setelah makan siang kamu lanjutkan kembali" Ujar Rayyan pada asistennyaa yang bernama Vino, sekaligus pria yaang di gadang-gadang sebagai gebetan bu Sonya.


"Sedikit lagi Mr." Ujarnya sambil memberi tanda pada lembaran-lembaran kertas putih yang menumpuk.


Drrrttt...Drttttt....


Sebuah panggilan dengan ID My Wife ❤️Memanggil. Rayyan segera menggeser tombol hijau dan meletakan ponsel di telinganya. Belum sempat ia bersuara sudah terdengar teriakan dari balik telepon.


"Ayah!!! Keluar Sekarang Atau Puasa Nanti Malam dan Seterusnya...!!!!!" Teriak Shafa dengan penuh amarah.


Innalillaah... Dia disini lagi. Mati aku!


Rayyan segera berlari menuju pintu dengan perasaan was-was.


Ceklek,


"Mommy?" Panggilnya saat mata tajam itu sudah memberikan tatapan membunuh ke arahnya.


Sontak semua mahasiswa yang berada di situ menutup mulutnya. Begitu pun dengan Anna, Ia membelalak tak percaya jika perempuan yang sempat ia marahi adalah istri Rayyan.


Tanpa permisi Shafa segera masuk kedalam ruangan Rayyan.


"Bimbingan hari ini cukup. Yang belum bimbingan hari ini bisa mengirimkan filenya ke e-mail saya. Akan saya periksa nanti di rumah." Ujar Rayyan kemudian masuk kedalam ruangannya.


Begitu Shafa masuk ke dalam, Vino cepat-cepat keluar karena ia merasakan hawa mencekam dari wanita yang barusan masuk kedalam ruangan Rayyan.


"Astaga jadi itu tadi istriny Mr.Ray?" Ujar mahasiswa yang sama-sama duduk di bangku panjang tadi.


"Emang beneran cantik ya."


"Untung kita nggak ngomong macem-macem tadi" Imbuh yang lainnya.


"Rasain lo Anna, makanya jangan sok. Untung nggak di damprat sama istrinya Mr. Ray. Kalau aku jafi dia udah ku hajar kamu." Ujar salah satu dari mereka.


"Diam Lo!" Balas Anna ketus meninggalkan mereka yang masih terpaku di depan ruangan Rayyan.


Rayyan melihat istrinya yang tadi pagi cerah, ceria, riang, gembira bagaikan menang lotre sekarang berubah menjadi kecut, masam dan penuh aura menakutkan. Perlahan Ia mendekati Shafa yang sudah duduk bersila di atas sofa dengan tangan menyilang di atas dada. Ia pun ikut duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Anak ayah kesini kok nggak bilang dulu sih?" Ujarnya sambil membungkuk mengusap lembut perutnya.


"Makanya itu setan gepengnya di perhatikan jangan sibuk sama cewek judes itu. Aku udah 5 kali ngecat ya mas! 5 kali !!! Tapi di read aja enggak." Ujarnya ketus dengan menunjukan 5 jarinya.


Aduh, Salah lagi aku!


"Ya Allah Sayang, Maafin Mas yah. Tadi kan lagi kerja, jadi setan gepengnya di simpan dulu" Jawabnya sambil merangkul istrinya.


"Alasan!" Jawabnya singkat.


"Sumpah! Ayah nggak bohong sayang." Jawab Ray kali ini ia mendaratkan ciuman-ciuman kecil di perut istrinya.


"Itu tadi si boneka Annabel ngapain ada di dalam sini. Pake ngelarang aku masuk lagi" Ujar Shafa sambil menatap suaminya.


"Boneka Annabel? Uhhk.. Anna maksudnya?" Tanya Rayyan yang menahan tawa mendengar panggilan yang di berikan oleh sang istri.


"Dia cuma bantuin Vino sayang. Vino itu asisten Mas. Vino itu cowok yang tadi di sini, yang pernah di ceritain sama bu Sonya." Ujar Rayyan, mengalihkan pembicaraan untuk menarik perhatian Shafa.


Sorry Vin, Sonya. Saya pinjam nama kalian dulu!


"Pokoknya aku nggak mau tau. Aku nggak mau lagi liat si boneka Annabell itu lama-lama di sini! Dia tadi marah-marah mas sama aku." Adu Shafa pada suaminya.


Tok..Tok...


Suara pintu di ketuk.


"Masuk" Jawab Ray.


"Hai Bumil cantik" Sonya muncul dari balik pintu melambaikan tangannya pada Shafa.


"Hai bu Sonya" Sahut Shafa ramah.


"Kayaknya habis ada live streaming seru nih" Ujar bu Sonya sambil tersenyum. Tak sengaja ia mendengar bisik-bisik mahasiswa di ruang dosen bahwa istri Rayyan datang dan mengancam jika Rayyan tak keluar.


"Hu.um... Tuh si boneka Annabell, marah-marah ngelarang aku masuk kesini." Ujar Shafa.


"Annabell?" Sonya nampak bingung.


"Si Anna bu Sonya, pacarnya Vino" Ujar Rayyan.

__ADS_1


"Hah? Vino sudah punya pacar Mas?" Tanya Shafa.


"Cocok banget tuh namanya Annabelle. Mahasiswa sibuk yang selalu ngekorin Vino" Sahut bu Sonya yang juga terlihat tak suka pada Anna.


"Tapi aku tadi udah lihat yang namanya Vino loh bu Sonya." Ujar Shafa yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.


"Really? Gimana menurut bumil cantik ini si Vino itu?" Tanya Sonya. Kini Bumil cantik dan dosen jomblo terlihat asyik ngobrol sendiri. Rayyan bisa sedikit bernafas lega.


"Benar kata bu Sonya, dia muda, keren dan ganteng. Tapi masih gantengan Ayahnya Rayyan Junior sih." Ujar Shafa membuat bu Sonya dan Rayyan tertawa.


"Ya sudah saya keluar dulu ya, Mau makan siang. Tadi cuma mau ketemu sama Mommy cantiknya baby ini" Ujar Sonya sambil mengusap perut Shafa.


"See you Aunty." Jawab Shafa menirukan suara anak kecil.


"See you, Bye." Sonya menianggalkan ruangan Rayyan. Tinggallah sepasang suaami istri yang baru saja melewati masa tegang.


"Mommy, ayah lapar" Ujar Rayyan manja sambil menyandarkan kepalanya di bahu Shafa.


"Ayah ih, Manja" Jawab Shafa kemudian meraih kotak bekal yang ada di hadapannya. Kini giliran ia yang dengan telaten menyuapi suami tercintanya. Rayyan sengaja bermanja-manja agar Shafa melupakan Anna yaang sempat membuatnya naik pitam.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Rayyan mengajak Shafa melaksanakan Shalat Dzuhur di Musholla tempatnya sholat kemarin. Shafa keluar dari ruangan dengan menggandeng lengan Rayyan. Membuat perhatian mahasiwa aang masih berada di sekitar ruang dosen sepenuhnya teralih pada mereka. Dengan hati-hati Rayyan memegang pinggang istrinya saat menaiki tangga yang menghubungkan lantai 1 dan lantai dua. Para mahasiswa yang melihat berdecak kagum menyaksikan kemesraan dosen idola mereka dengan istrinya. Pasalnya Mr. Ray yang selama ini di kenal tegas dan datar ternyata merupakan sosok lembut yang penuh perhatian kepada istrinya.


"So sweet banget sih Mr.Ray" Uajr salah satu mahasiswi yang berada di lantai satu sambil menggigit bibirnya.


"Aku mau dong jadi istrinya" Balas yang lainnya.


"Beruntung banget sih yang jadi istrinya Mr Ray"


Beda Mahasiswi beda pula mahasiswa. Mereka juga terpana melihat wajah cantik Shafa dalam balutan kerudung Cream itu.


"Gila istrinya Mr. Ray cakep banget dan masih muda." Ujar salah satu pria yanh juga berada disitu.


"Kok mau sih dia sama Mr.Ray yang galak gitu. Pasti nikahnya di jodohin" Cicit Mahasiswa lain. Karena dalam dunia kampus dosen idola merupakan musuh terbesar para mahasiswa.


________________________


Melepas rindu dulu sama mas Rayyan😘😘😍


__ADS_1


__ADS_2