
Shafa keluar dari toilet dengan perasaan kesal dan marah. Terlebih saat ia melihat Rayyan sedang berbincang-bicang dengan tiga orang wanita muda, membuat hati Shafa semakin memanas.
"Ayah!!!" Panggilnya setengah berteriak. Menegaskan bahwa ia sedang tidak senang.
"Eh, sudah selesai. Ayo sini!" Panggil Rayyan yang terlihat biasa meski hatinya panik bukan main. Shafa pun berjalan mendekat dengan wajah di tekuk.
"Kenalkan, ini Shafa istri saya yang paling cantik." Ujar Ray. Terpaksa ia melakukan itu untuk mengurangi kemarahan istrinya.
"Hallo Mem, Saya Dini"
"Saya Shella"
"Saya Alya Mem"
Mereka bertiga menyalami Shafa dengan Ramah.
"Benar, Istri Mr. Ray memang cantik. Mirip banget dengan selebgram cantik yang aku follow di IG" Puji salah seorang bernama Dini.
"Oh ya? Terima kasih?" Jawab Shafa ramah.
Ternyata kalian salah satu followers ku. he.he.he.
"Mem, boleh minta alamat IG nya?" Tanya salah seorang bernama Alya.
"IG saya sudah di tutup!" Jawab Shafa.
Semenjak percakapan tentang foto tempo hari, Shafa sudah membulatkan tekad untuk menutup akun IG lamanya. Karena banyaknya foto vulgar dan tidak senonoh yang akan sangat merepotkan bila harus di hapus satu per satu. Sehingga ia memutuskan untuk menutup akun IG nya. Yang secara otomatis menghentikan pundi-pundi rupiahnya.
"Baiklah, kalau begitu kami kembali ke meja kami dulu Mr, Mem." Pamitnya yang di angguki oleh ke duanya.
"Cieeh!" Ucap Shafa sambil meminum Strawberry Milk Shake yang ada di atas meja.
"Kenapa sayang cieh, cieh? Itu tadi mahasiswa bimbingan Mas, mereka cuma menyapa." Jawab Ray berusaha menjelaskan.
"Cieeh mahasiwa bimbingan." Ucap Shafa lagi dengan nada mengejek.
"Jangan bilang Shafa cemburu sama bocah-bocah itu!" Ray menatap istrinyaa yang terlihat acuh.
"Bocah apaan? Udah gadis gitu! Udah bisa di nikahin" Jawabnya tanpa melihat suaminya.
"Sayang, jangan berlebihan cemburunya. Mereka hanya mahasiswa Mas, nggak lebih!" Balas Rayyan. Ia harus ekstra sabar dan hati-hati menghadapi Bumil yang galaknya ngalahin badak.
"Berlebihan? Memangnya aku ngapain Mas? Aku cuma bilaang cieh, dan mas bilang itu berlebihan? Mas, aku ini lagi hamil anak kamu. Mood aku tuh suka berubah-ubah. Bisa nggak sih mas jaga perasaanku. Kalau aku bisa memilih, Aku juga nggak mau mas kayak gini. Aku nggak mau selalu merasa cemburu dan kesel saat kamu deket dengan wanita lain. Apa semua ini salah aku? iya?" Ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
"Ya Allah sayang, Mas nggak maksud kaya gitu. Maafin mas! Udah ya jangan nangis, cup. Kasian anak kita, kalau kamu nangis dia ikutan sedih." Bujuk Rayyan mendekap tubuh istrinya. Ia meletakan kepala Shafa di dadanya sambil mengelus kepalanya, sesekali mencium keningnya.
"Makanya mas jangan suka bikin aku kesel. Asal mas tahu cemburu itu nggak enak mas! Nggak enak!" Imbuhnya, tapi sudah mulai terlihat tenang.
"Iya, iya mas janji nggak akan buat Shafa kesal lagi. Besok besok kalau ada yang mau deketin mas, kalau perempuan mas suruh jauh jauh deh." Jawab Rayyan. Tidak ada pilihan lain, dari pada istrinya terus merajuk. Sepertinya anak dalam kandungannya memang tidak menginginkan ayahnya dekat dengan wanita lain selain Mommy nya.
Aku harus segera berguru pada ayah, bagaimana cara menakhlukan bumil ajaib ini.
"Ya udah, sekarang makan dulu ya? Anak ayah pasti sudah lapar" Ujarnya sambil mengusap air mata yang sempat lolos dari mata istrinya. Shafa hanya menganguk dengan bibir yang masih cemberut.
"Mau di suapin?" Tawarnya, sebisa mungkin Rayyan menyenangkan hati istrinya yang sangat sensitif itu. Shafa kembali mengangguk. Rayyan pun dengan sabar mulai menyuapkan makanan ke pada Shafa.
__ADS_1
"Mau makan sendiri" Ujar Shafa setelah beberapa saat.
"Tapi jangan marah lagi ya?" Tanya Rayyan.
"Iya"
Huh, Aman!
Saat mereka sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba terdengar suara riuh tepuk tangan dari pengunjung cafe yang mayoritas terdiri dari kalangan anak muda. Pandangan mereka tertuju pada pria tampan bak vocalis band yang sedang naik ke atas panggung kecil yang tersedia di sudut ruangan.
"Tes.. Tes.. Selamat siang semuanya! Siang ini saya akan mempersembaahkan sebuah lagu untuk wanita yang sangat saya cintai sejak dulu, kini dan mungkin hingga nanti." Ujarnya yang langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari pengunjung. Pengunjung yang tadinya berada di meja luar kini masuk memenuhi meja kosong yang berada di dalam cafe.
"Bukannya itu pak Briyan sayang?" Ujar Rayyan.
"May be!" Jawab Shafa acuh. Shafa masih kesal dengan kelakuan Briyan di toilet tadi. Sudah bisa di tebak wanita yang di maksud Briyan adalah dirinya. Dan sekarang dia dengan terang-terangan menunjukannya bahkan di depan suaminya.
Jreng.....
Suara petikan gitar pertama berhasil membuat pengunjung cafe terdiam. Mereka tak sabar mendengarkan lagu yaang akan di bawakan oleh pria tampan ber kaos hitam itu.
Ku..
Selalu mencoba...
Untuk menguatkan hati..
Dari kamu yang belum juga kembali...
Baru lirik awal sudah mampu menghipnotis para pengunjung. Terutama para wanita yang langsung memegang dada mereka sambil tersenyum membayangkan bahwa dialah wanita beruntung itu. Lagu Menunggu Kamu ini sukses membuat baper para pengunjung cafe.
Yang membuatku bertahan...
Penantian ini kan terbayar pasti...
*Lihat aku... Sayang...
Yang sudah berjuang...
Menunggumu... Datang...
Menjemputmu pulang...
Ingat slalu... Sayang...
Hatiku kau genggam...
Aku takkan pergi, Menunggu Kamu di sini*...
Disaat semua mataa pengunjung mengarah pada Briyan di atas panggung, Shafa justru Asik memakan makanannya. Meski di hatinyaa yang terdalam ia merasa tersentuh denga lagu itu, tapi dia bukanlah perempuan konyol yang akan menyerahkan dirinya pada laki-laki berstatus mantan dan meninggalkan suaminya yang telah berhasil meluluhkan jiwa raganya hingga ia mengandung benihnya dalam rahimnya.
Rayyan yang sejak tadi memperhatikan istrinya menjadi sedikit terusik, pasalnya sejak bait pertama lagu dinyanyikan pandangan mata Briyan tidak teralih sedikitpun dari Shafa.
Rayyan ingin memastikan sekali lagi, Karena lagunya belum berakhir.
Jika... Bukan kepadamu...
__ADS_1
Aku tidak tahu lagi...
Pada siapa rindu ini kan ku beri...
Pada siapa rindu ini kan ku beri.. oooooh
*Lihat aku...b sayang...
Yang sudah berjuang...
Menunggumu... datang...
Menjemputmu pulang...
Ingat slalu... sayang...
Hatiku kau genggam...
Aku takkan pergiiii....
Aku takkan pergi...
Menunggu Kamu di sini*...
"I Will Always Love You and Waiting for You!!!" Ujar Briyan setelah mengakhiri lagunya yang langsung di sambut oleh riuh tepuk tangan dari para pengunjung.
"Lagiii"
"Keren"
"So sweet"
Teriakan - teriakan yang di lontarkan oleh beberapa pengunjung. Mereka semua terpukau dengan suara emas Briyan yang penuh penghayatan, seolah olah lagu itu benar-benar mewakili perasaannya.
Tidak seperti pengunjung lain, Wajah Rayyan memerah, rahangnya mengeras, Ia mengepalkan kedua tangannya.
Apa Shafa perempuan yang kamu maksud pak Briyan? Jika benar, Aku tidak akan memaafkan mu.
Rayyan beralih menatap istrinya yang sama sekali tidak bergeming, malah asyik menyendok jelly yang ada dalaam minuman Rayyan.
"Apa?" Tanya Shafa yang melihat suaminya menatapnya aneh.
"Apa kamu tahu siapa perempuan yang di maksud pak Briyan?" Tanya Rayyan datar.
"Nggak! Dia kan nggak nyebutin namanya. Mana aku tahu" Jawab Shafa santai.
"Jangan bohong!" Tanya Rayyan yang semakin datar.
Shafa menyentuh tangan suaminya yang sudah mengepal dan berbisik di telinganya.
"Jangan berlebihan Ayah, Cemburu itu nggak enak!" Bisiknya. Shafa ingin sekali tertawa melihat wajah suaminya yang menegang.
_________________________
Hai Readers.... Kok Likenya makin dikit ya😭😭😭 Habis baca jangan lupa Like yaaa Biar aku semangat up nya😍😘😘😘😘
__ADS_1