
"Mas Ray nya Shafa" Gumamku masih mengapit lengannya. Sejak keluar dari hotel hatiku rasanyaa berbunga-bunga, ga pengen jauh-jauh dari belahan jiwaku ini. Di dalam mobil pun aku masih terus bergelayut mandja di lengannya sambil menyandarkan kepalaku di bahunya. Mas Ray sesekali melirik kemudian tersenyum. sambil mengacak rambutku.
"Kita makan siang dulu yah?" Tanyanya padaku. Aku pun langsung mengangguk setuju.
"Pak Madi, kita mampir dulu di IFC ya pak" Perintahnya pada supir kami. IFC atau Indonesian Food Center adalah restaurant yang menyediakan aneka macam makanan khas Nusantara, Hampir seluruh makanan khas Nusantara tersedia disini. Tempat ini merupakan tempat favourite aku dan mas Ray. Karena kami berdua pencinta masakan Lokal.
Aku masih tak melepaskan tanganku dari lengan mas Ray, terserah deh orang mau mikirnya gimana, udah sah ini. Biar mereka semua tahu bahwa mas Ray ini punyaku seorang.
"Suamiku mau makan apa?" Tanyaku padanya. Sumpah aku merasa jadi bucin banget sekarang. And I enjoy it.
"Coto makassar sama es degan ya"
"Mas, Coto Makassarnya satu, Soto Banjar satu. Minumnya es degan sama jus Strawberry ya mas" ucapku pada pelayan yang sudah berdiri di sebelahku. Suasana mendung dingin gini emang paling cocok makan yang panas-panas dan berkuah.
"Mas, habis ini mau langsung pulang kan?
"Hmmm" Jawabnya irit.
"Ish, mas lagi chatingan sama siapa sih, kok akunya di cuekin" Aku mencoba mengintip apa yang sedang di lihatnya pada layar ponselnya.
"Ga ada sayang, mas cuma lagi baca pesan WA nya teman-teman." Jawabnya. Ini kesempatanku buat ngeliat isi hp nya. Kira-kira dia nyimpan fotoku ga ya?
"Mm... Mas, boleh pijem hpnya ga?" pintaku sambil tersenyum manis, menunjukan barisan gigiku yang putih dan rapi.
"Mas juga boleh ga pinjem hpnya Shafa ga?" Tanyanya balik. Yaelah, pasti di giniin. Sabar Shafa ... Sabar. Suamimu ini memang kadang ngeselin.
"Silahkan!" Ucap pelayan yang datang dengan membawa pesanan kami. Sehingga perhatiaanku soal hp berpindah pada makanan yang ada di depanku.
Hmmm...Wangi dan nampak lezat. Tanpa banyak bicara kami mulai memakan makanan kami masing-masing.
"Mas, aku boleh coba itu ga?" Aku menunjuk mangkuk mas Ray. Makanan mas Ray kelihatan enak. Jadi pengen coba.
"Ini, aaaa...." Dia menyuapkan sesendok penuh potongan daging beserta kuahnya. Hmm... Emang beneran enak, rasa rempah yang kuat ditambah gurihnya kuah kacang menjadi perpaduan yang pas di lidah.
"Lagi?" Tanyanya. Aku mengangguk dan dia kembali menyuapkan suapan ke dua.
"Udah" Ucapku, perutku memang sudah terasa kenyang.
"Mau coba ini juga ga?" Ia menawarkan minumannya.
"No, Strawberry juice is the best" Ucapku. Setiap kali makan di luar aku tak pernah absen memesan jus Strawberry. Aku sangat menyukai semua hal yang berbau Strawberry. Mulai dari makanan, minumam, parfum sampai sabun aku suka.
__ADS_1
***
Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju kediaman pribadi kami yang sudah 3 hari di tinggalkan. Kedatanganku di sambut oleh bi Lastri dengan wajah bungah sumringah.
"Selamat datang mbak Shafa, Mas Ray" Sapanya. Kita udah kaya majikan yang baru pulang mudik aja.
"Hallo bi Lastri, apakah semua aman selama kita pergi?" Tanyaku. Sebagai nyonya rumah aku harus memastikan semua aman.
"Semua aman terkendali mbak, silahkan masuk, kamarnya sudah saya bereskan. Sip" Ucapnya sambil mengangkat jempolnya.
Oh iya, aku baru inget. Aku harus ngecek tasku satu persatu untuk menemukan mahar yang pernah di kasi mas Ray.
"Ayo mas" Aku segera menarik tangan mas Ray menuju kamar kami.
"Pelan-pelan sayang" Ucapnya saat aku berlari kecil menaiki tangga.
Ceklek,
Ku buka pintu kamar, ,..........aku terpaku sejenak melihat kamar yang yang biasa ku tempati sudah berubah derastis. Ku tahu ini pasti ulah Suamiku tersayang. Aku menoleh ke arahnya. Dia terlihat cuek pura-pura ga tau.
Cup! "Thank You, I love it " Ucapku setelah mendaratkan satu kecupan di pipinya. Dia hanya tersenyum mengikutiku masuk kedalam kamar. Warna dinding yang tadinya dominan abu dan putih kini berubah menjadi putih dan Peach muda. Semuanya sesuai dengan seleraku. dan itu! Foto pernikahan kami semalam terpajang indah di dinding kamar dengan ukuran yang cukup besar.
"Mas, ini cantik banget" Ucapku kagum.
Aku melangkah menuju ruang ganti. tak banyak yang berubah dari ruangan ini hanya cat pada dindingnya dan ada tambahan sebuah kaca besar di sisi ruangan. Ku buka lemari paling pinggir yang berisi puluhan tas milikku. Meski tak semuanya berharga fantastis, namun semua koleksi tasku adalah tas berkualitas bukan kaleng-kaleng. Sebagian adalah endors dari beberapa online shop ternama, sebagian besar ku beli dengan menggunakan uang Daddy, dan beberapa tas yang masih berlabel itu ku beli dari uang mas Ray.
"Shafa nyari apa sih?" Tanya mas Ray. Mungkin dia bingung melihatku membuka tasku satu-demi satu.
"Bantu aku Mas, aku nyari uang mahar yang dari mas itu loh" Ucapku mulai putus asa. Sudah hampir 10 tas ku periksa tapi hasilnya nihil.
"Coba tas yang itu" Ia menunjuk sebuah sling bag berwarna putih dengan merk Charles & Keith. Ku ambil tas tersebut dan mulai memeriksanya. Semoga uang nya ada di sini.
"Yeee...Ketemuuuu" Aku berteriak kegirangan memegang sebuah amplop berwarna putih.
"Mas Ray kok tau sih" Tanyaku.
"Kebetulan ingat aja"
Aku membuka amplop tersebut dan mulai menghitunng uang merah di dalamnya. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas. Alhamdulillah masih utuh.
Masih di ruang ganti, ku lihat mas Ray mengganti pakaiannya dengan kaos biasa dan celana pendek.
__ADS_1
"Cepat ganti baju dan temani mas Tidur siang" Ucapnya. akupun segera memilih pakaian santaiku. Toh didalam kamar ini ga papa lah ya pake tank top dan celana levis di atas paha.
"Ngapain lagi sayang?"
"Aku mau nyimpen ini mas" Ku tunjukan uang sebelas lembar ku.
"Ini tuh berharga tau ga, kadi harus di simpan di tempat special" Aku memasukan uang tersebut kedalam kotak perhiasanku dan menyimpannya di dalam laci khusus barang-barang berhargaku.
"Sini!" Mas Ray menepuk tempat kosong di sampingnya. Aku pun menghampirinya, berbaring disebelahnya.
"Maas....."
"Hmm.."
"Mas, Bahagia ga?" Pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari bibirku.
"Bahagia... Sangat bahagia" Ia memiringkan tubuhnya memelukku.
"Mas, mas ga mau ngajakin aku honeymoon gitu? kaya orang-orang" Aku baru kepikiran buat honeymoon. Kan lumayan sekalian jalan-jalan. Udah lama banget rasanya aku ga pernah liburan. Terakhir jalan-jalan ke Thailand, eh pulang-pulang dapat siraman rohani dari Mommy dan ancaman dari Daddy kalau aku ga mau kerja.
"Shafa mau honeymoon kemana?" Tanyanya.
"Hmmm... terserah mas Ray deh, aku ngikut" Jawabku. Kemanapun itu asal bersama mu aku siap mas.
"Gimana kalau bulan depan? Sekalian liburan akhir tahun. Kalau sekarang-sekarang ini mas masih banyak tanggung jawab yang ga bisa di tinggal" Ucapnya. Yah, padahal kan pengennya dalam waktu dekat. Masa nunggu sebulan lagi sih.
"Jangan cemberut" Mas Ray menarik pipiku.
"Ya udah ga papa deh" Jawabku
"Mmm.. 2 minggu lagi mas ada kegiatan di Aceh selama 2 hari. Shafa mau ikut?" Tawarnya. Wah, Aceh! aku kayaknya belum pernah kesana deh. Mau ajalah.
"Mau-mau" Aku mengangguk cepat, sebelum dia berubah pikiran. Ga papa deh cuma 2 hari dari pada ga sama sekali. Yes... Aceh Im Coming!!!
.
.
.
.
__ADS_1
❤️Untuk para Readerku tercinta, Sorry ya beberapa hari ke depan mungkin agak slow up nya, tapi aku usahain buat up tiap hari. Jangan bosen buat Like, Vote and Rate Gratisss kok!!!😘😍
Ga kerasa udah Malam 17 Ramadhan malam Nuzulul Qur'an. Jangan lupa baca Al-Quran juga ya. Semoga puasanya lancar😍