
Seusai mengajar aku tak langsung pulang ke rumah. aku meminta pak Madi untuk mengantarku ke sebuah cafe. Hari ini aku janjian dengan Amel dan Vira. Aku butuh teman curhat dan berbagi.
"Pak Madi tunggu di dalam saja, saya pesankan kopi" Ucapku pada supir utusan suamiku.
"Baik bu terima kasih"
Amel dan Vira sudah berada di dalam cafe. Ah, selalu saja aku yang telat.
"Hey.... sorry ya, gue telat" Ucapku cengengesan.
"Udah biasa!" Jawab Amel.
"Gue udah pesen buatbkita bertiga. sekarang lo duduk!" Ucap Vira. Aku pun segera duduk senyaman mungkin.
"Ok. Kita mulai dari masalah lo dulu deh. Kenapa lagi rumah tangga lo sama pak Ray?Jangan bilang lo berubah pikiran lagi." Ujar Vira.
"Enak aja. Gue sama mas Ray baik-baik aja" Aku kemudian menceritakan tentang kedatangan tante Lilis dan Yola yang ingin tinggal di rumah. Begitu juga dengan sikap Yola dan tente Lilis yang secara terang-terangan menyudutkn ku di depan suamiku. Aku sangat tidak nyaman dwngan ke hadiran mereka.
"Yola naksir kali Fa sama laki lo" Ujar Amel.
"Kalau gue liat-liat sih gitu. Loe taukan kalo gue tuh peka banget dengan gerak gerik model Yola gitu"
"Iya..iya...gue percaya, Lo kan pernah jadi detektifnya kak Briyan selama 3 tahun. Jadi taulah..hahaha" Ujar Amel.
"Sialan loe!" Aku menimpuk kepala Amel pakai kertas menu di depan ku. Memang benar sih aku pernah jadi detektif dadakan untuk menangkap basah perselingkuhan Briyan. Dari situ juga aku bisa tau gelagat para wanita penggoda itu. Mereka akan cenderung mencari perhatian, bermulut manis dan sok baik.
"Kalau menurut gue sih Fa. Kayak nya emang udah waktu nya lu nutup aurat. Bukan nya lo bilang kalau suami lo seneng ngeliat lo berhijab? Sebenarnya omongan mak nya si Yola ada benernya juga. Lo harus sadar posisi lo saat ini dan dengan siapa lo nikah" Ujar Vira.
"Lo jadi belain mereka sih Vir" Ucap ku kesal.
"Gue ga ngebelain Fa, gue cuma menyarankan. Loe coba dulu deh. Setidaknya mereka ga akan ganggublo lagi"
"Bener Fa, lo coba dulu. Kalo perlu depan mereka lo pake cadar sekalian" Imbuh Amel.
__ADS_1
"Lo ga pernahbdenger ceramah ya Mel? Make kudung tu kalo keluar rumah. Kalo di dalam rumah gaa wajib" Ucapku. Memang seperti itu yang pernah di katakan Mas Ray. Memakai kerudung di dalam rumah kecuali ada orang lain yang bukan muhrim kita.
"Nah itu tahu. Pinter lo sekarang Fa!" Goda mereka.
"Tapi lo yakin kalau gue make kudung, Mereka ga akan nyari gara-gara lagi?"
"Yakin! Kecuali mereka memang benar-benar berniat ganggu lo. Pasti mereka akan cari cara lain" Ucap Vira sembari mencecap kopinya.
"Hmm..." Aku manggut-manggut.
"Oh ya, lo udah dapat kabar terbaru tentang Annisa? Gue sedih banget tau ga sih pas denger dia digituin sama suaminya. Rasanyaa pengen gue injak-injak tu lakinya Nisa" Ujar Amel. Lo pengen injak-injak, nah gue pengen nyincang-nyincang "anu" nya.
"Bener banget, gue penasaran mukanya tu lakinya Nisa kek gimana sih. Belagu banget. Terus Nisa kapan pulang Fa" Tanya Vira.
"Katanya dua minggu lagi sih, dia masih nyelesain urusan nya disana. Gara-gara dengwrin cerita Nisa, gue sampe di bentak sama mas Ray lantaran ga kuat buat ga ngatain tuh cowok brengsek. Gue juga jadi parno soal poligami. Hii" Aku bergidik ngeri membayangkan diri di poligami. Harus berbagi suami.
"Eh iyaa juga sih Fa, gimana kalo si Yola minat jadi bini ke dua laki lo...hahahaha" Mereka malah menggoda ku. Tapi ada benernya juga sih. Dalam Islam kan boleh beristri lebih dari 1 baahkan sampai 4. Oh my GOOOOOOOOOD!!!
"Mas, aku mau ngomong" Aku menghampiri Mas Ray yang sedang nonton tv di dalam kamar.
"Mau ngomong apa sayang? Soal Yola lagi?" Tanyanya. Aku menggeleng.
"Terus mau ngomong apa?" Ia menarikku untuk duduk di pangkuan nya.
"Emm...Mas, aku besok pake kerudung ya kalau mengajar" Ucap ku Ragu. Udah mantapkah hatiku? Aku harus mencobanya demi keutuhan rumah tangga ku.
Mas Ray tersenyum.
"Shafa serius?" Tanyanya memastikan. Aku mengangguk saja lah.
"Alhamdulillah... Terima kasih bidadariku" Ucapnya sambil mengecup pipiku. Duh, kuat ga ya aku? Harus kuat deh! Pas di Aceh waktu itu aku tahan make kudung dari pagi ampe sore. Sekarang jugaa harus tahan dong. Masalah Rambut pikir belakangan. Nanti aku cari produk perawatan rambut terbaik di dunia.
"Apa perlu mas suruh Dian untuk meengirimkan pakaian lagi?" Tanyanya. Yang bener aja. Itu yang di lemari aja baru beberapa yang aku pake, ini malah mau di kirimin lagi.
__ADS_1
"Ga Usah mas, yang di lemari masih banyak kok. Kalau aku mau nanti aku beli sendiri Ucapku"
Tok..Tok..Tok...
"Kak Ray...."
Suara panggilan dari luar kamar kembali terdengar. Heran gue ama ni bocah demen banget gangguan kitabpas lagi kaya gini. Lihat aja! Malam ini gue ga akan kasih ijin mas Ray buat lo ganggu.
"Maaas, Aku gak mau di tinggal. Pengen di peluk-peluk mas Ray" Ucapku Manja sambil memeluk lehernya. Biasanya kalau aku udah dalam mode seperti ini apapun dia akan ikutin.
"Sebentar ya, Mas liat dulu" Ujarnya keemudiaan mengecup keningku dan beranjak menuju arah pintu.
"Kak Ray, temenin Yola belajar yuk. Yola mau ngecek hafalan kosa kata" Ujarnya. Sok manis. Sok Imut. Kebapa juga sih lo harus kursus bahasa Arab Yol. Mending kursus bahasa Jerman. Biar bisa gue tampol muka lo pake kamus gue.
"Maaf ya Yola, kak Ray ga bisa, Kak Ray masih ada pekerjaan lain. Kalau mau belajar sama kak Ray sehabis makan malam aja ya" Ucap mas Ray. Yess gue berhasil.
"Ya udah deh kalau gitu" Yola terlihat lesu. Emang enak! Lagian udah jam 9 malam pake acara mau belajar. Mas Ray kembali menutup pintu dan menguncinya.
"Mas memangnya ada kerjaan lain apa?" Tanyaku penasaran. Dia ga beneran lagi sibuk kan? Gue kan lagi pengen manja-manjaan sama dia.
"Pekerjaan.......... Ngerjain istri Mas" Ia langsung memeluk ku. Mulai menciumi leher jenjangku yang mulus tanpa terhalang apapun.
"Maaash, jangan di merahin" Ucapku terbata menikmati sensasi aneh yang menjalari tubuhku.
"Ga papa sayang, besok kan pake kerudung jadi ga kelihatan" Ucapnya dengan suara serak menahan hasrat.
"As you wish honey" Aku membalas ciumannya pada bibirku. Tangan kirinya benahan pinggangku sementara taangan kanannya memegang tengkuk ku memperdalam ciuman kami. Nafasnya mulai memburu seiring dengan detak jantung yang kian cepat. Kamar yang semula dingin terasa begitu panas. Memaksa kami melakukan lebih dari sekedar berciuman. Mas Ray menggendong ku menuju tempat tidur dan mulai mencumbuiku merasakan kenikmatan dunia yang Allah berikan kepada kami.
Sepertinya mulai besok, aku harus siaga setiap malam agar dia tidak keluar kamar untuk menemui Yola. Karena kamu milik ku Mas! Hanya milik ku!!!
_______
Jangan lupa tinggalin jejak di bawah😍😘
__ADS_1