Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Bi Lastri


__ADS_3

Setelah membaca surat dari Shafa, baik Mommy maupun ibu telah bersepakat untuk tidak mencarinya. Namun tidak dengan Rayyan, dia secara diam-diam masih menyuruh beberapa orang untuk mencari tahu keberadaan Shafa.


Selama Shafa pergi, Rayyan jarang berada di rumah. Dia juga memutuskan untuk berhenti dari yayasan karena ingin fokus mencari Shafa. Setiap pulang dari kampus, ia pun tak tak langsung pulang ke rumah, melainkan berkeliling untuk mencari Shafa ke segala penjuru. Satu-satunya harapan yang yang ia tunggu saat ini adalah surat ke dua dari Shafa. Ia tidak sabar mengetahui kondisi istri dan anak yang di kandung nya.


"Mah, kak Ray kok jadi jarang di rumah sih? Gimana mau deketin kalau dia jarang di rumah. Percuma Yola tiap hari masak kalau nggak pernah di makan" Ujar Yola yang saat ini tengah menatap kepergian Ray dari teras rumah.


"Sabar dong Yol, Ray butuh waktu. Dia sedang marah pada istrinya jadi sebisa mungkin kita jangan dulu mengganggunya. Tetap bersikap biasa saja." Jawab tante Lilis. Mereka sama sekali belum tahu bahwa Shafa pergi dan belum di ketahui keberadaan nya. Ray dan keluarga sengaja menyembunyikan hal itu dari mereka.


"Terus itu temen nya kak Shafa kok nggak pergi-pergi sih ma dari sini. Jangan jangan emang bener lagi dia juga berminat sama kak Rayyan. Bakal nambah dong saingan Yola" Ucap Yola kesal, mendapati kenyataan bahwa Nisa masih tinggal di situ.


"Mamah nggak akan biarin hal itu. Teman nya Shafa pasti nggak jauh beda dengan Shafa. Buktinya dia hamil tapi suami nya nggak jelas. Kita lihat saja besok. Mamah akan kasi dia peringatan" Ucap tante Lilis.


Malam ini Rayyan menghabiskan waktunya di rumah orang tuanya. Ia butuh support dan dukungan dari ayah dan ibu nya.


"Bagaimana Ray? Apa kamu sydah cari tahu tentang Yola dan mamah nya?" Tanya ayah.


"Ray bingung ayah, tante Lilis dan Yola masih tetap bersikap seperti biasa. Tidak ada yang aneh dan mencurigakan. Tante Lilis juga beberapa kali ingin pindah mencari kontrakan lantaran tidak ingin Shafa merasa tidaka nyaman. Apa mungkin tante Lilis akan setega itu sama Ray dan Shafa?" Jawab Ray. Memang tidak ada alasan untuk Rayyan mencurigai tante Lilis. Karena selama ini dia memang sangat baik pada Rayyan.


"Ray, Sebenarnya ayah tidak mau mengatakan ini pada mu. Tapi, mungkin sudah saatnya kamu tahu." Ayah menarik nafas panjang. Seperti ada hal seriuss yang ingin ayah katakan pada Rayyan.


"Ayah mau ngomong apa sih? Ibu kok jadi deg deg-an" Sahut ibu.


"Sebenarnya, Sebelum kamu bertemu Shafa, Lilis sudah jauh hari berniat menjodohkan kamu dengan Yola. Alasan nya agar hhubungan kekerabatan kita tidak terputus. Tapi ayah dan ibu menolak karena kami fikir kamu sudah menganggap Yola seperti adikmu sendiri." Ujar Ayah membuat Rayyan terkejut.


Jadi tante Lilis pernah berniat menjodohkan aku dengan Yola. Itu artinya dia tidak benar-benar menganggap aku seperti anaknya. Astagfirullah..!!!


"Dan juga...." Ayah menggantungkan kalimatnya, beralih menatap wajah ibu.


"Apa yah?" Tanya ibu penasaran. Ayah kembali menghela nafas panjang.


"Setelah kepergian ayah Yola. Lilis sempat beberapa kali mendekati ayah. Awalnya ayah sangsi kalau dia memeliki niat terselubung. Tapi ayah jadi yakin setelah dia sendiri yang mengatakan ingin menjadi istri ke dua ayah. Alasannya supaya Yola tidak kehilangan sosok seorang Ayah" Ujar Ayah membuat ibu melotot.

__ADS_1


"Apa!!! Jadi ayah pernah berniat menikah lagi!! Kenapa Ayah ga pernah cerita sama ibu ha? kenapa?" Omel ibu sambil berkecak pinggang di hadapan Ayah.


"Bu, dengar dulu. Ibu kebiasaan! Ayah belum selesai bicara. Ayah sengaja menutupinya dari ibu supaya ibu tidak marah. Sama yang di lakukan Ray terhadap Shafa. Sayangnya Ray tidak mau mencari tahu kebenaran ucapan Shafa dan langsung menghakimi nya." Imbuh Ayah.


"Kurang ajar Lilis! Pantasan dia bersikeras mau tinggal di rumah Ray. Ternyata dia punya niat jahat. Tidak dapat ayahnya sekarang anaknya yang di jadikan sasaran" Geram ibu.


"Ayah juga kenapa baru cerita sekarang!" Ujar ibu sambil menunjuk ayah. Ayah diam tak menjawab. Ia tahu kalau ibu sudah ngomel maka semua penjelasan yang ia katakan adalah salah.


"Ray! Panggil bi Lastri sekarang! Suruh pak Madi antar ke sini. Ibu sudah wanti-wanti dia untuk memata-matai kalian berdua, malah tidak becus!" Perintah ibu yang segera di kerjakan oleh Rayyan. Ia menghubungi pak Madi untuk mengantar bi Lastri ke rumah ibu.


"Lalu bagaimana dengan teman Shafa Ray?" Ayah mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan agar ibu sedikit meredam.


"Lusa dia akan pindah ke toko ayah bersama beberapa karyawan lain. Rayyan tidak mungkin memecatnya karena dia butuh pekerjaan itu" Jawab Ray.


"Bagus! Ini pelajaran untuk kamu Ray. Lain kali jangan pernah memasukan orang lain dalam rumahmu dalam waktu yang lama. Karena kita tidak pernah tahu hati manusia." Ucap Ayah sambil menepuk bahu putra semata wayang nya itu.


15 menit berselang, Pak Madi sudah tiba di depan rumah Pak Luthfi.


"Waalaikum salam"


"Bi Lastri sini cepat!" Ibu menarik bi Lastri, segera mendudukkan nya di atas sofa.


"A..ada apa ini buk?" Bi Lastri nampak ketakutan.


"Bi Lastri, bibi saya tugaskan ke rumah Rayyan, untuk mengawasi semua gerak gerik Rayyan dan Shafa. Benar?" Ibu memulai pertanyaan pembuka dengan ekspresi datar membuat bi Lastri semakin ketakutan.


"Be..benar buk" Jawabnya gemetar.


"Sekarang ceritakan! Apa yang bi Lastri ketahui tentang Shafa, Yola dan ibunya selama mereka tinggal di rumah Rayyan" Ibu menuntut penjelasan dari pekerja kepercayaan nya itu.


"Se..sebenarnya..." Bi lastri menelan ludah kasar. Ia memberanikan diri untuk menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Bibi minum dulu. Tenang, ibu tidak akan ngapa ngapain bibi. Bibi ceritakan saja semua yang bibi tahu" Ujar ayah sambil menyodorkan air yang langsung di teguk habis oleh Bi Lastri.


Setelah menarik nafas panjang. Bi Lastribmulai bercerita.


"Maaf buk, Se..sebenarnya mbak Shafa nggak salah" Kalimat pertama yang ia ucapkan. Air mata nya pun ikut menyapa.


"Waktu itu mbak Shafa keluar kamar teriak memanggil mbak Nisa. Mbak Shafa memang sedang terlihat marah. Lalu mbak Yola dan bu Lilis menghalangi jalan mbak Shafa. Bu Lilis bilang mbak Shafa gak tau malu dan nggak pantas jadi istrinya mas Rayyan. Mbak Yola juga ngata-ngatain mbak shafa sebagai....." Bi Lastri menjeda ucapan nya.


"Sebagai apa bi?" Rayyan mulai penasaran.


"Maaf... Sebagai J*****." Ujarnya membuat semua yang ada di ruangan itu terlonjak kaget.


"Beberapa kali mbak Yola juga bu Lilis mencaci mbak Shafa juga menyebutnya murahan. Dan yang membuat mbak Shafa marah ketika mbak Yola mengatakan Mas Ray lebih pantas untuknya, Mbak Shafa langsung menampar mbak Yola. Saat bu Lilis mau membalas mbak Shafa menahannya dan mendorong bu Lilis" Ujar bi Lastri sesunggukaan.


"Astagfirullah haladzim" Ayah pun ikut berkaca-kaca mendengar penuturan bi Lastri.


"Kenapa bibi nggak cerita sama Rayyan bi?" Tanya Rayyan sedikit marah.


"Ma..maaf Mas, Bibi nggak berani karena setelah mas Rayyan menampar mbak Shafa, bibi jadi takut. Takut kalau mas Rayyan nggak percaya?" Terangnya.


"APA? Kamu menampar Shafa Ray" Jerit ibu tak percaya.


"Maafkan Ray bu"


PLAAAK..!!!


"Ayah tidak pernah mengajarkan kamu berbuat kasar pada istri mu Ray!!! Percuma kamu menimba ilmu sampai ke Mesir kalau akhlaq mu seperti ini. Ayah kecewa sama kamu Rayyan!!!" Kini Ayah yang tidak bisa menyembunyikan amarah nya setelah melayangkan satu pukulan di wajah Rayyan.


_____________________


Mbak Shafa aku umpetin dulu ya.. Yang kangen ama tante Lilis, Yola dan hana ada di eps selanjutanya😍😍😍

__ADS_1


Janga lupa Vote, Like, Comen Rate bintang 5.


__ADS_2