Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Perkara Pakaian


__ADS_3

Besok aku dan mas Ray akan berangkat ke Aceh. Aku sangat antusias dan bersemangat. Akhirnya liburan juga walaupun singkat dan terkesan di paksakan aku ra popo.


Semua kebutuhan ku dan mas Ray sudah ku persiapkan. Mas Ray hanya membawa beberapa pasang baju saja. Sedangkan aku, hampir semua bagian koper ini berisi barang milikku. Baju, camera, tas, sepatu, make up. Complete.


"Sayang ikut aku yuk?" Ajak mas Ray.


"Mau kemana Mas?" Tanyaku penasaran. Aku kan lagi fokus nyiapin barang-barang buat besok.


"Ke Toko Mas"


"Toko?" Aku mengernyit bingung. Oh iya bukannya dia owner salah satu brand pakaian muslim ya. Tapi mau ngapain? Jangan bilang dia mau ngenalin aku ke karyawan nya.


"Mau ngapain mas?"


"Mau ikut ga? Kalau ga mau mas pergi sendiri aja" Jawabnya. Enak aja mau ninggalin aku sendiri.


"Iya..iya ikut" Aku segera mengambil outer panjang ku dan mengganti celana pendekku dengan kulot panjang.


Mobil mas Ray melaju di tengah padatnya jalanan ibu kota dan berhenti di sebuah bangunan 4 lantai. Di bagian depan terdapat sebuah plang besar dengan logo ZR. Sebuah logo yang sering kulihat di balik kerah kemeja koko mas Ray.


"Ayoo" Dia membuka pintu mobilnya. Aku segera turun dan berjalan mengikutinya masuk kedalam.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam, Eh Pak Rayyan. Silahkan" Ucap salah satu pegawai. Tak salah lagi, ini pasti toko milik mas Ray. Woow... Keren. di lantai 1 ini di penuhi dengan berbagai macam pakaian yang di gantung Rapi. di bagian depan juga berjajar manekin yang menghadap ke dinding kaca yang mengarah langsung ke jalan utama sehingga memungkinkan bagi orang yang melintas untuk melihatnya.


"Selamat datang pak Rayyan" Sapa karyawan yang lain nya.


"Ini istrinya ya pak?" Tanya salah seorang karyawan.


"Iya, Kenalkan ini Shafa istri saya" Ucapnya. Aku segera mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan karyawan mas Ray. Mereka nampak ramah dan sopan. Dan satu lagi, semua karyawan wanita di sini memakai kerudung. Sepertinya hanya aku menampakan rambut dan bagian leher ku. Aku merasa Miris!


"Apa bu Dian ada?"


"Ada pak, beliau lagi mengecek bahan di lantai dua"


"Ok, nanti suruh bu Dian ke ruangan saya ya"


"Baik pak"


Mas Ray kemudian menarikku ke sebuah lift yanh berada di sudut. Ia menekan tombol 4. Oh jadi ruangannya di lantai 4.

__ADS_1


TIING!!!


Pintu lift terbuka. Kami kemudian masuk ke sebuah ruangan. Ruangan ini di dominasi warna putih tulang terdapat sebuah sofa panjang, tv, kulkas, kursi putar, meja kerja dan lemari kaca.


"Mas, Kita mau ngapain di sini?" Tanyaku.


"Sayang, aku mau ngajak kamu milih baju buat di pakai besok"


"Untuk apa mas? Baju-bajunya udah aku sipin semua kok. Punya mas Ray juga udah siap semua" Jawabku.


"Shafa ingat kita mau kemana?" Tanyanya.


"Aceh" Jawabku singkat. Emang kita mau kemana lagi?


" Shafa tau, sebagai salah satu daerah istimewaan yang menjalankan syariat Islam, Aceh memiliki aturan mewajibkan wanita muslim untuk menutup aurat, wajib memakai pakaian yang longgar dan berhijab. Untuk wanita yang non muslim diwajibkan memakai pakaian yang sopan dan tidak ketat." Terangnya. Waduh, jadi gue harus pake hijab nih.


"Kok gitu sih mas?"


"Karena di aceh sangat menjunjung tinggi syariat islam"


"Itu namanya diskriminatif mas. Memaksakan sesuatu pada perempuan" Jawabku. Kalau harus berarti kan ga bisa di tawar-tawar.


"Termasuk bila yang di paksakan itu adalah kewajiban?" Tanyanya balik. Sumpah ga ngert gue.


"Terus kalau ga pake hijab gimana? Toh banyak juga muslim yang ga berjilbab. Jilbab itu masalah rasa mas. Kalau belum yakin jadinya buka tutup. Kan ga bagus"


"Sini deh!" Mas Ray meraih kepala dan menyandarkannya di dadanya.


"Sayang, menutup aurat bagi wanita muslim itu wajib sama seperti Sholat. Apabila di kerjakan mendapat pahala apabila di tinggalkan berdosa." Imbuhnya.


"Mas, aku mau perbaiki diri ku dulu. Kan percuma berhijab kalau kelakuan masih banyak kurangnya. Kaya temen kuliah ku ku dulu. Dia berhijab eh ternyata hamil di luar nikah juga" Ucapku.


"Jilbab dan akhlaq adalah 2 hal yang berbeda sayang. Wanita berhijab belum tentu akhlaqnya baik. Tapi wanita yang berakhlaq pasti akan memakai hijab. Kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari hijabnya. Menganggap seseorang yang sudah memakai hijab berarti sudah sempurna tanpa cela, Itu Salah. Hijab itu KEWAJIBAN yang di perintahkan langsung oleh Allah melalui surah AnNur ayat 31 dan surah Al Ahzab ayat 59. Dan ini berlaku bagi semua muslimah terlepas apakah dia baik atau buruk. Bahkan seorang p*lacur sekalipun, apabila ia muslim ia wajib memakai hijab" Terangnya.


Tok..Tok...Tok...


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam, masuk!!" Ucap mas Ray.


"Maaf pak, bapak manggil saya?"

__ADS_1


"Oh iya bu Dian" Tolong bawakan beberapa baju yang cocok buat istri saya. Sekalian Khimar nya yah" Perintahnya. Aku hanya diam tak berkomentar. Aku belum siap ya Allah.


"Baik pak, segera saya siapakan" Ucapnya kemudian meninggalkan ruangan.


Mas Ray menarik tanganku menuju sebuah pintu yaang ternyata di dalamnya terdapat seebuah tempat tidur, lemari, kamar maandi dan kaca yang cukup besar.


"Sayang, lihat mas!" Ucapnya memegang kedua bahuku. Eh mau ngappain nih di kamar main tatap tatap. Kalau mbak yang tadi masuk gimana? Aku menatapnya sesuai dengan perintahnya. Matanya sangat teduh dan menenangkan


"Shafa, Sayang sama mas? Tanyanya.


"Apaan sih nanya kaya gitu. Jelas sayang lah, sayaaang banget" Jawabku sambil menyentuh pipinya.


"Tolong, bantu mas" Ucapnya memohon. Jadi ga tega aku liatnya.


"Bantu apa mas?"


Mas Ray memeluk tubuhku erat. "Mas sangat mencintai Shafa, mas ingin kebersamaan kita bukan hanya sebatas di dunia. Mas ingin kelak di akhirat Shafa lah yang akan menjadi pendamping mas. Bantu mas agar menjadi imam yang baik untuk Shafa. Bantu mas agar terhindar dari api neraka. Semua yang mas lakukan kepada Shafa tak lain adalah demi kebaikan Shafa. Karena mas sangat mencintai Shafa" Ujarnya. Hatiku terasa menghangat, ada cairan yang meleleh di sudut mataku.


"Aku juga mencintaimu mas. Maafin Shafa yang belum bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Ray. Tolong bimbing aku, jangan pernah tinggalkan aku dengan semua kebodohan ku" Ucapku..


Mas Ray, melepaskan pelukannya dan mengusap mataku lembut. "Kita sama-sama belajar. Yang penting Shafa mau dengerin ucapan mas" Ujarnya penuh kelembutan. Aku mengangguk, dia tersenyum dan mencium keningku.


"Terimakasih".


***


Mas Ray terlihat sangat bahagia ketika aku mencoba pakaian yang di bawakan oleh bu Dian. Aku sangat tersentuh dengan ucapan mas Ray tadi. aku berputar-putar di depan kaca dengan pakaian panjang yang baru ku gunakan. Not Bad! Baiklah, mulai sekarang aku harus belajar membuka hatiku untuk menerima perubahan demi perubahan. Selama mas Ray berada di sisiku tidak ada perlu aku khawatirkan.


"Cantik..." Ucapnya.


"Makasih" Jawabku genit. Biarin Lah sama suamiku ini.


"Dian, kirimkan semua model pakaian wanita beserta khimar ke rumahku" Ujarnya.


"Makasih.. Much..much" Aku memeluknya dan mencium pipinya, membuat mas Ray merona.


"Duh, romantisnya pak Rayyan" Ucap bu Dian.


"Alhamdulillah, Nikmat dari Allah" Ujarnya tersenyum bahagia.


Akhirnya sampai pulang kerumah, kerudung ini masih melekat di kepalaku.

__ADS_1



Otw Hijrah😍


__ADS_2