
Iringan lagu berjudul you are the reason mengalun indah membuat tamu yang hadir ikut larut di dalam syahdunya musik. Lagu ini cukup familiar di telingaku. Lagu yang sering dia nyanyikan saat dia melakukan kesalahan. Lagu yang membuatku luluh lagi dan lagi meski telah berulang kali di sakiti. Dan karena kehadiran seorang Samuel 2 tahun terakhir, aku mampu melupakan lagu ini.
Dan malam ini lagu ini kembali mengalun di hari bahagiaku. Seorang pria berjas hitam tengah bersiap untuk menyanyi. Aku tak begitu jelas melihatnya karena jarak yang cukup jauh di tambah dengan banyaknya undangan.
There goes my heart beating
(Jantungku berdetak)
Cause you are the reason
(Karena kaulah alasannya)
Aku menutup mulutku saat bait pertama lagu itu terdengar. Astaga!!! He is Back. Suara ini, suara yang dulu selalu menjadi penghantar tidur nyenyak ku. Para undangan nampak hanyut dalam alunan merdu yang di bawakan oleh seorang Briyan Utama.
I'm losing my sleep
(Tidurku tak nyenyak)
Please come back now
(Kumohon, kembalilah)
There goes my mind racing
(Pikiranku berpacu)
And you are the reason
(Dan kaulah alasannya)
That I'm still breathing
(Aku masih bernafas)
I'm hopeless now
(Kini aku putus asa)
I'd climb every mountain
(Kan kudaki semua gunung)
And swim every ocean
(Dan kurenangi semua laut)
Just to be with you
(Demi untuk bersamamu)
__ADS_1
And fix what I've broken
(Dan perbaiki yang tlah kulakukan)
Oh, cause I need you to see
(Oh, karena kuingin kau tahu)
That you are the reason
(Bahwa kaulah alasannya)
There goes my hands shaking
(Tanganku bergetar)
And you are the reason
(Dan kaulah alasannya)
My heart keeps bleeding
(Hatiku terus terluka)
And I need you now
If I could turn back the clock
(Andai bisa kuputar kembali waktu)
I'd make sure the light defeated the dark
(Kan kupastikan cahaya kalahkan gelap)
I'd spend every hour, of every day
(Kan kuhabiskan seluruh waktu, setiap hari)
Keeping you safe
(Pastikan kau aman )
Lagu di akhiri dengan tepuk tangan meriah para undangan. Apa maksudmu Briyan datang dan menyanyikan lagu itu di acara pernikahanku.
"Sayang, kamu kenapa?" Mas Ray menggenggam tanganku, menatapku khawatir.
"Ah, enggak papa mas" Ucapku menutupi rasa gugupku. Jangan sampai mas Ray mikir macem-macem. Cukup dia tau aku punya mantan Sam, ga dengan yang lainnya. Huh, jadi ini Briyan Utama yang di maksud bu Anne tempo hari. Aku tak menyangka bahwa dunia ini hanya selebar daun kelor. Ku kira dia telah hilang di telan bumi.
Briyan berjalan ke arah pelaminan dan langsung menyalami ayah. Benar kan, dia adalah guru baru yang akan mengajar di sekolah. Aku harus lebih berhati-hati sekarang.
__ADS_1
"Selamat pak Luthfi" Ucapnya yang terdengar jelas di telingaku.
"Terimakasih pak Briyan, saya fikir anda tidak akan datang karena masih di luar negeri"
"Saya tidak mungkin melewatkan acara penting ini pak" Ujarnya. Brian pun bergeser menyalami mas Ray. Dia terlihat begitu ramah.
"Selamat Fara, semoga bahagia dengan pilihanmu" Aku melihat dia menatapku dengan senyuman.
"Thaks" Ucapku singkat. Aku segera mengalihkan pandanganku kepada tamu yang lain yang juga sedang mengantri memberi ucapan selamat. Dia masih saja memanggilku Fara. Fara adalah nama panggilan keren ku waktu SMA, yang merupakan singkatan dari Shafa Azura. Dan Briyan, dia adalah ketua tim basket di sekolahku. The most wanted Man yang di gilai oleh seluruh siswi di sekolah. Dia tampan, keren, cool dan pintar menyanyi membuat para gadis rela melakukan apa saja demi dekat dengannya. Tapi jangan lupa, kalau dia adalah seorang play boy kelas paus yang memiliki pacar di mana-mana. Termasuk aku, siswi berprestasi tak banyak neko-neko yang sempat jatuh hati padanya.
Memiliki pacar seperti Briyan membuatku ketar-ketir dan sering makan hati karena dia yang selalu di kerumuni oleh gadis-gadis cantik nan modis, sedangkan aku saat itu tidak begitu suka berpenampilan. Aku cukup lama berpacaran dengan Briyan, kurangblebih 3 tahun. Namun selama itu pula entah berapa kali dia bermain di belakangku dengan wanita lain. Dan bodohnya, aku selalu luluh dengan mulut manis dan suara emasnya. Kadang aku merasa dia tulus namun tak jarang aku mendapati dia tengah jalan dengan perempuan lain. Hingga pada saat itu aku tidak mampu lagi memaafkan dia yang secara terang-terangan mencium wanita lain di depan mataku. Sejak saat itu ku putuskan untuk menjauh darinya. Aku mengganti nomor telponku. Aku mencoba untuk move on dengan merubah penampilanku. Mencari kesibukan mengikuti berbagai kelas dan kegiatan. Sampai akhirnya aaku bertemu dengan Sam dan benar benar melupakannya.
Malam ini Sam pun nampak hadir bersama Karina. Kulihat mereka sangat bahagia. sepertinya Karina telah berhasil membuat Sam jatuh cinta sama seperti mas Rayyan yang telah membuatku tak maampu lagi berpaling.
***
Pukul 10.30 Aku dan mas Ray meninggalkan tempat pesta menuju kamar yang telah di sediakan. Mas Ray masih menggandeng mesra tanganku. Begitu memasuki kamar, aku di buat terkejut dengan penampakan kamar yang sangat jauh beda dari sebelum kami meninggalkannya tadi. Aku melihat kamar ini di hias menjadi lebih indah, di atas sprei putih terdaat taburan kelopak mawar berbentuk hati. Kemudian nyala lampu yang redup menambah kesan romantis dalam kamar ini. Sangat cocok bagi mereka yang hendak melepas rindu dengan kekasih halalnya.
"Wow.." Aku takjub dengan pemandangan kamar yang begitu indah di hadapnku. Kamar ini pun sudah beralaskan karpet lembut berbulu tebal yang memungkinkan penghuninya untuk berbaring di atasnya.
"Siapa yang nyiapin ini semua mas?" Tanyaku pada mas Ray yang sedang membuka sepatu di atas sofa.
"Shafa suka?" Ia meraih tanganku hingga jatuh di atas pangkuan nya. Aku menatapnya mengangguk.
"Ini semua untuk Shafa, Bidadariku" Ucapnya mencium tanganku. Hiyaaa... Gue kaya berasa mimpi di awang-awang.
"Jadi mas yang nyiapin ini semua?" Ku kalungkan tanganku memeluk lehernya.
"Mas hanya ingin memberikan apa yang seharusnya Shafa dapatkan di malam pertama kita" Ucapnya. Astaga! Mas Ray. Kau kah ini? Aku ingat betul bagaimana malam pertama kami yang harus di bumbui dengan drama menunggu dan kelaparan tengah malam.
"Malam pertamanya kan udah lewat mas" Ucapku malu.
Dia tersenyum menatap wajahku yang sudah merona.
"Kan bisa di ulang" Bisiknya membuat tubuhku merinding. Mas Ray meraih daguku meengecup bibirku lama. Ia merubah posisi menjadi berdiri. Dengan lembut ia melepaskan satu persatu benda yang melekat di tubuhku. Mulaindari mahkota indah yang bertengger di kepalaku, hingga gaun mewahku ini. Kemudian menggendongku menuju kamar mandi yang juga telah di penuhi kelopak mawar di dalam Bathup nya.
Kami menghabiskan waktu cukup lama berendam di dalam bathup, saling mengabsen inci demi inci bagian tubuh kami. Mas Ray sangat lembut memperlakukan ku membuatku terbuai tak mampu menolak setiap sentuhan yang ia berikan.
Setelah berendam dia mengangkatku menuju tempat tidur. Romantis. Aku merasa seperti pengantin baru yang sedang di mabuk cinta. di sini kami saling melepaskan gejolak yang membuncah di dalam jiwa. Menyatukan diri dalam sebuah kenikmatan dunia. Tidak ada aku dan kamu, yang ada hanyalaah kita. Kita yang akan selalu menerima, mencintai hingga maut memisahkan.
.
.
.
Bersambung
Untuk para pembaca JODOH PILIHAN ALLAH, terima kasih sudah mampir. Jangan lupa Like, Vote, and Rate bintang 5 ya. Biar authornya semangat. Selamat berpuasa. Semoga selalu di berikah keberkahan sampai di akhir Ramadhan๐คฒ๐๐๐๐
__ADS_1