Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Bertemu Sahabat


__ADS_3

"Mas... Mas.... bangun" Shafa menggoyang-goyangkan tubuh Rayyan yang sudah tertidur.


"Hmmm... Kenapa sayang? Ayo bobo lagi" Ucapnya masih memejamkan mata kembali merengkuh tubuh istrinya.


"Maass... Gerah Mas, AC nya rusak" Ucap Shafa masih berusaha membangunkan Ray.


Ray mengerjap mencoba membuka matanya. Diliriknya jam di ponselnya sudah menunjukan pukul jam 1 malam.


"AC nya ga rusak sayang, ini sudah dingin kok." ucap Rayyan


"Mas ambilin kipas angin di bawah ya" Ucapnya memohon.


"Sayang nanti kamu masuk angin loh. Ini udah pas kok suhunya. Biasanya juga ga paa",


"Ga mas, aku gerah beneran, ga bisa bobo" Ucapnya. Dengan langkah yang masih sempoyongan Rayyan bagun dan menyalakan lampu kamar. Betapa terkejutnya dirinya mendapati Shafa yang hanya memakai dalaman. Rayyan yang tadinya ngantuk mendadak kembali terjaga melihat tubuh seksi istrinya.


"Tunggu sebentar" Ucap Ray kemudian keluar kamar untuk mengambil kipas angin di ruang tengah dan membawanya ke kamarnya.


"Hadapin sini mas" Titah Shafa yang menginginkan Ray mengarahkan kipas tepat mengenai tubuhnya. Ray pun menurut tapi ia memutar dengan kecepatan rendah karena khawatir Shafa masuk angin.


"Udah segini aja kencangnya" Ujar Ray kemudian menghampiri Shafa yang sedang menikmati angin dari kipas angin.


"Haaaaah, ini baru nyaman" Desahnya sambil memejamkan mata menikmati angin yang menerpa tubuhnya.


"Ini nya di buka sekalian biar ga panas" Ujar Ray memegang tali bra Shafa. Siapa yang tidak tergoda tengah malam di suguhkan pemandangan seperti yang ada di hadapan Ray ini.


"Mas Jangan nakal deh, Ini aku sakit. Kayaknya bengkak deh" Ujarnya sambil menunjuk dadanya yang beberapa hari ini terasa nyeri.


"Tapi Shafa udah kasi bangun mas, tanggung jawab dong" Ujar Ray sambil terus memberikan pijatan lembut di bagian depan tubuh Shafa.


"Hmmm" Akhirnya Shafa mengiyakan keinginan suaminya.


Setelah Ray mematikan lampu, mereka memulai permainan, suhu tubuh keduanya semakin memanas. Akhirnya kipas yang di minta Shafa ada gunanya. Keduanya larut dalam permainan mereka. Hanya suara desahan dan erangan yang terdengar di kamar itu. Sekesal apapun keduanya, jika sudah seperti ini mereka akan langsung melupakan amarahnya, dan kembali saling mencintai.


"Aku sayang kamu Mas"


"Mas juga sayang Shafa" Ucapnya setelah menyelesaikan ritual mereka. Shafa segera terlelap dalam pelukan hangat suaminya. Pelukan yang akhir-akhir ini bagaikan candu baginya.


***


Shafa sudah bersiap untuk bertemu dengan teman-temannya siang ini. Setelah sholat duhur ia segera mengambil tasnya dan mendekati suaminya yang tengah sibuk bekerja.

__ADS_1


"Maaas anterin aku" Ucapnya manja sambil memeluk leher suaminya.


"Sama pak Madi ya sayang, mas masih kerja" Jawabnya yang masih mengetik sesuatu di laptopnya.


"Aku maunya sama mas. Ga mau sama pak Madi. Lagian akhir tahun kok masih kerja sih mas. Ini kan tanggal merah" Protesnya masih tak beranjak dari sisi suaminya.


"Ini jurnalnya mau di kirim sebelum tahun baru sayang, jadi harus cepat di selesaikan" Ucapnya.


"Kalo gitu Mas anter aja deh, ntar pulangnya baru pak Madi yang jemput. Yah..yah.." Ucap Shafa dengan wajah sangat memohon.


"Hhhh... Iya..iya tapi cuma ngantar aja ya?" Shafa pun mengangguk kegirangan. Akhirnya Ray pun mengalah mengantar istri tercintanya.


Pada saat lampu merah menyala. Pandangan Shafa tertuju pada dua orang bocah yang berjalan dari mobil ke mobil dengan membawa kemoceng berharap ada orang yang dermawan mau memberinya sedikit risqi. Ke dua anak itu mendekat ke arah mobilnya dan mengelap kaca mobil tepat di samping Shafa. Shafa segera menurunkan kaca dan mengambil pecahan seratus ribu dari dalam tasnya.


"Ini ambil, terus pulang ya!" Ucap Shafa sambil mengusap sekilas kepala bocah tersebut.


"Terimakasih kak" Ujar mereka. Nampak rona bahagia di wajah kedua bocah tersebut.


Rayyan tersenyum melihat tingkah istrinya tersebut. Itu bukan kali pertama Shafa melakukannya. Ia biasa malah dengan sengaja memanggil mereka atau pedagang asongan ketika mobilnya berhenti di lampu merah.


"Kok ngasihnya banyak banget sayang?" Tanya Rayyan.


"Kenapa sih mas? Lagian duitnya mas banyak ini. Ga bakalan berkurang sekalipun aku ngasihnya ke semua bocah yang ada di lampu merah tadi" Jawabnya enteng. Seperti itulah Shafa yng tidak pernah perhitungan terhadap uang yang di keluarkannya. Termasuk yang ia keluarkan untuk merawat tubuhnya di salon.


"Mas ga mau masuk?"


"Mas langsung pulang aja, masih banyak kerjaan. Oh ya nanti kalau mau pulang telfon pak Madi saja ya" Ujarnya sambil membukakan seatbelt istrinya. Shafa mengangguk.


"Peluk dulu" Ujarnya tiba-tiba sebelum turun. Rayyan pun segera memeluk dan mencium keningnya berkali-kali.


"Kamu sekarang manja ya" Ucap Rayyan mencolek ujung hidung istrinya.


"Ga tau ni mas, aku lagi seneng aja di pelukin mas Ray" Jawabnya.


"Ya udah, nanti peluk-peluknya di lanjutin di rumah. Sekarang Shafa turun, kasian teman-teman mu pasti sudah nungguin".


Begitu memasuki cafe, Shafa celingak celingut mencari keberadaan Amel dan yang lainnya.


"Shafa..!!! Disini" Teriak seorangbwanitabyang tak lain adalah Amel. Ia melambaikan tangannya. Shafapun segera berjalan kearah nya


"Yang lain mana Mel?"

__ADS_1


"Si Virong lagi ke toilet, Annisa belum kelihatan. Tadi sih katanya udah di jalan" Kata Amel sambil menyedot jus Alpukat yanh sudah di pesan nya.


"Eh bagi dong minumnya. gue haus" Ucap Shafa langsung menyerobot gelas milik Amel dan meminum nya dengan lahap.


"Tumben lo doyan jus Alpukat. Kirain lo doyannya cuma sama strawberry doang" Cibir Amel yang memang tahu persih kesukaan Shafa. Dia tidak pernah memesan minuman lain selain Jus Strawberry.


"Emh, ga enak" Ujar Shafa menyodorkan gelas yang sudah kosong.


"Ga enak tapi habis juga. Dasar lu. Makanya apa-apa jangan cuma lihat dari casing nya kalau belum tau rasanya"


"Kaya gue kan" Shafa menaik turunkan alisnya.


"Hey Fa. Lo udah dateng? Wuih makin cakep aja. Pak Ray pasti makin cinta sama loe. Ya kan?" Seru Vira yang baru saja bergabung kembali dengan mereka.


"Iya dong, aku kan mau belajar istiqomah" Ucap Shafa yang disambut gelak tawa ke dua sahabatnya.


"Ha.ha.ha. Ampuh bener nih pak Rayyan. Pake istilah istiqomah segala lagi" Balas Amel.


"Eh terus gimana, tante lo sama anaknya?" Tanya Vira.


"Ya, seperti yang gue ceritain kemarin. Anaknya udah ga pernah komentarin gue sekarang giliran emaknya tuh yang sok ngedrama gitu" Ucap Shafa. Mengingat kembali apa yang dilakukan tante Lilis semalam. Persih dengan yang ia lihat di senetron. Dimana seorang ibu berusaha mencari perhatian anak lelakinya agar menyudutkan istrinya.


"Lo sabar aja Fa, semoga tante lo sama anaknya cepet sadar" Ujar Vira.


Ditengah obrolan mereka seorang wanita berkerudung biru datang menghampiri mereka.


"Assalamualaikum" Ucapnya.


"NISAAAA..!!!" Teriak ketiganya kompak langsung mengahambur memeluknya.


"Nisa gue kangen"


"Nisa lo baik baik ajakan?"


"Giman kondisi lo?"


Pertanyaan demi pertanyaan di luncurkan oleh ke tiga sahabat itu


_____


Otw ketemu Sahabat😍

__ADS_1



__ADS_2