
Hampir Semalaman Shafa dan Rayyan terus berdebat perkara nama anak mereka yang masih di rahasiakan oleh Rayyan. Rayyan berjanji akan memberitahukannya begitu mereka sampai di rumah. Selain itu hampir semalaman pula mereka tak tidur lantaran baby boy yang enggan untuk tidur. Begitu menjelang subuh, barulah ia mau menutup mata. Hal itu membuat Rayyan harus tidur kembali setelah shalat subuh lantaran rasa kantuk akibat begadang semalaman.
Pagi-pagi sekali ibu dan mommy sudah datang untuk menjenguk cucu mereka. Ibu membawakan sarapan dan beberapa tumbuhan dan rempah yang akan di gunakan untuk memandikan Shafa. Meski hidup di jaman modern, ibu tetap melestarikan tradisi leluhur yang menurutnya banyak memberikan manfaat dan sudah terbukti dari generasi ke generasi. Di bandingkan dengan mommy yang seorang dokter, ibu lebih cerewet dan teliti pada hal-hal kecil yang menyangkut perawatan menantunya itu. Jika mommy selalu menggunakan patokan medis, ibu selalu menggunakan ilmu warisan leluhurnya.
"Bu, ini apa? Kok banyak banget sih? Gunanya untuk apa?" Ujar Shafa yang sudah berada di dalam kamar mandi bersama ibu mertuanya.
"Itu rempah pilihan sayang. Mandi rempah ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, bisa menghilangkan pegal-pegal. Selain itu juga bisa membakar lemak dan memperbanyak ASI" Ini warisan leluhur ibu yang banyak sekali manfaatnya. Ayo sekarang masuk ke dalam. Titah ibu sambil memegang lengannya.
"Bu, ini kok ada sereh nya segala. Kaya mau masak soto aja" Ujar Shafa sambil memperhatikan aneka rempah yang ada di dalam bathup. Bahkan kelopak mawar pun ada. Sepertinya rempah-renpah itu ibu siapkan sepaket dengan aromatherapynya.
"Itu bisa membantu merelaksasi tubuhmu Fa. Tubuhmu habis bekerja keras kemarin jadi butuh di manjain juga" Balas Ibu sambil mengurut-urut lembut bahu dan punggung Shafa. Seperti di spa permisah.
"Bu, itu nya aku di jahit 3 loh. Gimana kalau nanti nggak balik seperti semula? Aku nggak pede dong bu" Keluh Shafa tanpa malu mengutarakan ketakutannya.
"V*gina wanita itu elastis Fa, pasti akan kembali seperti semula tergantung perawatannya" Ujar ibu yang masih menggosok punggung mulus mantunya itu.
"Ibu dulu gimana?" Tanya Shafa penasaran. Ibu tentunya lebih tau karena beliau mengalami hal yang sama, berbeda dengan mommy Shafa yang melahirkan melalui operasi cecar.
"Ibu dulu selama hampir 40 hari pake stagen, terus nggak makan sembarangan, makannya cuma sama sayur bening, bawang goreng, tahu tempe atau yang rebus-rebus aja, jamu juga tetap tiap hari harus di minum, belum lagi kalau habis lahiran duduknya harus rapet jangan suka ngangkang apa lagi pecicilan" Ujar ibu.
Shafa mendengarkan sambil manggut-manggut. Ia sudah niat dalam hati akan melakukan sesuai yaang ibu lakukan dulu. Bahkan jika harus makan dengan ala kadarnya. Namun masih ada hal lain yang masih mengganjal di hatinya.
"Usahakan Shafa jangan dulu berhubungan selama beberapa bulan ke depan. Bujuklah Rayyan agar tahan-tahan dulu nafsunya sampai tubuhmu benar-benar siap dari pada Shafa menyesal nantinya" Ujar ibu yang tengah mengurut bagian lengan Shafa. Ia seolah paham dengan kerisauan menantunya tersebut.
"Bu, menurut ibu Shafa harus KB atau enggak?" Tanya nya sambil sedikit menoleh pada ibu yang tengah memberikan pijatan pijatan lembut ada lengannyam
"Menurut ibu sih nggak usah. Ibu dulu, setelah melahirkaan Rayyan langsung pasang kb, setelah Rayyan besar dan ibu ingin nambah momongan, ternyata sampai Rayyan dewasa Allah hanya memberikan Rayyan sebagai penerus kami. Padahal menurut dokter, kami berdua sehat dan tidak ada kendala apapun. Di situlah ibu menyesal, padahal ayah juga melarang untuk kb tapi ibu maksa. Takutnya Rayyan masih kecil terus ada adeknya, eh ternyata dugaan ibu salah" Ujar Ibu.
"Anak itu adalah rejeki dari Allah Fa, sekalipun kamu KB kalau Allah berkehendak jadi maka jadi. Banyak temen ibu yang kaya gitu. Tapi lebih baik tidak usah kb. Banyak anak banyak rejeki, dan akan terasa ketika kalian tua nanti. Kalian tidak akan kesepian seperti ibu dan ayah" Ujar Ibu yaang telah menyelesaikan kegiatannya.
"Ibu jangan bilang begitu. Sekarang cucu ibu ada dua. Shafa nggak keberatan kok bu, buat bikinin ibu cucu banyak-banyak supaya rame." Shafa meraih lengan mertuanya sambil tersenyum padanya. Bisa di lihat raut bahagia dari wajah ibu saat mendengar ucapan Shafa.
"Terima kasih sayang. Shafa memang mantu terbaik ibu" Jawab ibu setelah melabuhkan sebuah kecupan di kening Shafa.
"Mantu ibu kan cuma satu, jelas terbaik lah" Jawab Shafa dengan percaya diri.
"Ayo sini ibu bantu!" Ibu membantu Shafa keluar dari bathup dengan masih menggunakan bsahannya. Kemudian menyiram tubuhnya dengan air hangat yang yang juga telah di beri aromatherapy yang menyegarkan.
__ADS_1
Selesai mandi ibu langsung mengambilkan pakaian dalam Shafa. Sebelum memakai stagen, is harus memakai pakaian dalam terlebih dahulu.
"Aaaaaaaaaaaa ibuuuuuu" Teriak Shafa histeris setelah membuka handuknya dan melihat pantulan tubuhnya di dalam cermin yang hanya menggunakan pakaian dalam saja. Perutnya nampak bergelambir dengan bekas steachmark bergaris -garis yang begitu nampak jelas terlihat. Tubuhnya terlihat 360 derajat berbeda dari yang dulu.
"Kenapa Fa? Tanya ibu panik. Ia langsung memeriksa sekeliling kamar mandi, siapa tahu menemukan sesuatu yang mungkin mumbuat Shafa takut.
"Kenapa?" Tanya ibu lagi saat melihat menantunya bengong dan menunduk sambil menangis.
"Ibu lihat!" Ia menunjuk dirinya di dalam cermin.
"Lihat apa? Nggak ada apa-apa" Ujar ibu yang mengira Shafa melihat sesuatu yang ghaib dan tak kasa mata.
"Lihat perutku bu hiks..hiks" Uajrnya sambil menangis. Bagi shafa itu bahkan lebih mengerikan dari makhluk tak kasat mata sejenis suster susteran.
Fix! Tubuh gue rusak!!! Hidup gue udah hancur sekarang! Apa gue harus oprasi palastik buat perut kembali seperti dulu?
"Ya ampun, ibu kira apa!" Ibu merasa lega sambil mengelus dadanya meski menantunya masih berada ada mode sedih tak terkira.
"Shafa, itu sudah lumrah terjadi ada wanita yang baru melahirkan! Nanti juga akan kembali seperti semula. Makanya Shafa harus pakai stagen" Terang ibu mencoba menenangkan menantunya yang sangat syok tersebut.
Aku takut dia kecantol sama cewe lain yang lebih seksi, cantik dan yang pasti belum turun mesin kaya aku.
"Enggak bakalan sayang, ibu jamin! Rayyan akan tetap nafsu sama kamu . Nggak akan ada yang berubah asal Shafa denger dan nurut apa yang ibu bilang" Ujar Ibu sambil menatap mataa menantunya yang sudah basah itu.
Shafa mengusap air matanya kasar, sambil menatap ibu.
"Jadi aku harus giman bu?Apa perut aku bisa kembali seperti semula?" Tanyanya sambil berkaca-kaca. Ia berharap ibu bisa memberikan jawaban yang mampu membuatnya kembali percaya diri.
"Shafa harus pake stagen dan minum jamu. Insha Allah begitu masa nifas Shafa berakhir, perut Shafa pun akan kembali seperti semula. Ibu juga sudah siapakan lulur tradisional yang bisa menghilangkan bekas strachmark secara cepat" Ujar Ibu sambil mengusap bahu Shafa.
"Makasih ibu" Ujarnya sambil memeluk ibu. Ia merasa mendapatkan kembali oksigennya yang sempat tertahan. Bagi seorang wanita bersuami, tidak ada hal yangblebih menakutkan daripada godaan para VALAKOR. Sehingga sebisa mungkin harus tetap mempertahankan keharmonisan rumah tangga apapun caranya.
"Iya, sekarang ayo pake stagennya" Ibu pun mulai melilitkan kain panjang molor yang di sebut centing dalam bahasa jawa untuk melilit perut sampai pinggul Shafa.
Berasa kaya mumi deh ih. Demi tubuh cantik ideal apapun aku lakukan. Sabar ya perut. Aku akan mengembalikanmu seperti semula.
"Bu?"
__ADS_1
"Iya"
"Tiap hari harus pake ginian?"
"Iya"
"Sesak bu" Keluhnya. Baru juga sebentar ia sudah merasakan sesak.
"Kalau malam di longgarin aja"
Setelah selesai mandi dengan segala ritual pelengkapnya Shafa keluar dengan wajah yang sudah segar. Rambutnya hanya di cepol keatas membuatnya benar-benar terlihat lebih segar dan cantik alami.
"Baby belum bangun mom?" Tanyanya pada mommy yang tengah melepas pakaian Zafran untuk di mandikan.
"Belum. Tidurnya nyenyak banget deh sampai momny gantiin popok juga nggak bangun" Ujar mommy.
"Semalam dia ngeronda mom. Makanya jam segini belum bangun" Ujar Shafa yang tengah selonjoran di atas kasur sambil bersandar pada kepala ranjang.
"Hhmm... Kamu wangi banget sayang? Sabunnya ganti ya?" Tanya Rayyan yang tak sengaja mencium wangi tubuh istrinya yang terasa berbeda saat ia membenarkan susunan bantal di belakang Shafa.
"Iya dong mas, ini tuh nggak ada dijual di pasaran ya. Ini dipesan khusus oleh ibu buat aku. Supaya mas Rayyan nggak bisa jauh-jauh dariku" Ujar Shafa sambil menatap wajah tampan suaminya yang selalu membuatnya ingin menciumnya.
"Pasti ada jampi-jampinya ya?" Ledeknya sambil menarik hidung mancung Shafa.
"Mana ada jampi-jampi" Balasnya.
"Nah ini, kenapa mas makin nempel? Nggak bisa lepas" Uajrnya sambil menenggelamkan wajahnya di leher Shafa tanpa malu pada ibu yang tengah membereskan bekas ompol bayinya. Untung saja mommy sedang memandikan Zafran sehingga tidak melihat ulah mantu semata wayangnya itu.
"Nggak usah modus deh mas. Wajah polos mu itu nggak mempa ya mas!" Ujar Shafa sambil mencubit pinggang suaminya.
"Aww sakit sayang. Shafa kok jadi galak sih sama mas?" Protesnya.
"Habisnya mas nempel-nempel gitu pake modus segala"
"Kalau nggak modus emang Shafa mau di tempelin sama mas?" Balasnya sambil menatap wajah Shafa dengan tatapan jahilnya yang membuatnya salah tingkah.
"Ingat pesan ibu Fa, 3 bulan!" Sahut ibu dengan santainya. Membuat Rayyan mendengus kesal.
__ADS_1