Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Aceh


__ADS_3

Aku membongkar kembali isi koper ku. Ku keluarkan baju-baju kesayangku dan menggantinya dengan pakaian beberapa pemberian mas Ray. Tak tanggung tanggung dia membelikan berbagai macam atasan, rok, outer dan dress panjang. Sepertinya mulai sekarang aku harus belajar memakai semua pakaian ini.


"Mas, pakai celana boleh kan? Aku ga biasa pakai rok" Tanyaku. Karena aku tidak melihat ada celana dalam daftar pakaian yang barusan di kirim.


"Lama-lama juga akan terbiasa sayang" Jawabnya. Dia ga jawab boleh, itu artinya aku ga boleh make celana. Aku diam sejenak, membayangkan betapa panasnya dan aku tidak akan bisa bergerak leluasa. Sebagai pemula harusnya mas Ray kasi kompensasi dong ke aku.


"Sayang..." Mas Ray menghampiriku. Aku masih diam. Padahal tadi aku udah searching outfit of the day yang kece banget.


"Ya udah, iya boleh tapi jangan ketat ya" Ujarnya sambil mengusap kepalaku. Nah kalo gini kan enak. Aku langsung tersenyum sumringah.


"Thank you mas.. Muach..Muach..Muach" Aku memberikan ciuman bertubi-tubi.


"Jangan gini ah, nanti mas kepancing" Ujarnya.


"Ga papa kali mas, aku udah bersih kok" Jawabku. Aku baru saja bersih dari datang bulan ku yang pertama sejak menjadi istri mas Ray yang sesungguhnya. Itu artinya, misi pertama ngasih cucu buat Ayah dan Daddy gagal. Tapi tenang, masih ada misi ke dua dan seterusnya. Dan selama aku datang bulan mas Ray selalu sholat berjamaah di masjid kompleks jadi ga tau kalau aku sudah boleh Sholat.


"Shafa sudah sholat?" Tanyanya.


"Udah dong mas"


"Ya udah sekarang bobo, besok kita berangkat pagi" Dan akhirnya aku terlelap dalam pelukan suamiku tercinta. Pelajaran hari ini cukup melelahkan, semoga menjadi kebaikan untuk ku dan untuk imamku.


***


Aku berangkat dengan menggunakan kerudung berwarna hitam yang membutuhkan waktu cukup lama untuk memasangnya. Walaupun memakai kerudung aku harus tetap kelihatan cantik, ga boleh kusut apa lagi dekil. Aku memakai kaos berwarna hitam yang ku padukan dengan outer motif dan jeans longgar.


Sepanjang perjalanan aku di sibukkan dengan terus memegangi kepalaku. mengecek apakah kerudungku tetap pada posisinya. Kan ga lucu udah cantik membahabna tiba-tiba kudungnya miring atau bergeser.


"Udah cantik sayang" Mas Ray meraih tanganku dan menggenggamnya. Kalau dia muji aku gini rasanya biar tidur aku mau pake kerudung deh. Senang banget... ga papa lah kepanasan dan kegerahan yang penting dianya suka. Menyenangkan suami kan bagian dari ibadah juga.


Setelah kurang lebih 4 jam mengudara akhirnya kami tiba di bandara Sultan Iskandar Muda International Airport Banda Aceh. Mas Ray memakai kaca mata hitamnya saat turun dari pesawat karena cuaca mulai panas. Ganteng, Tampan, Cool saat melihatnya berjalan dengan menarik koper membuatku tak sanggup untuk tidak menggandengnya. Aku ga boleh jauh-jauh darinya.


"Mas, gimana penampilanku? Berantakan ga?" Tanyaku lagi sambil berjalan di sebelahnya.

__ADS_1


"Ga, sayang. Udah cantik banget ga ada yang kurang" Ucapnya. Dia mah sepuluh kali aku nanya pun jawabannya akan tetap sama.


Setelah menunggu beberapa saat, mobil jemputan kami pun tiba. Kami menginap di Grand Arabia Hotel. Begitu memasuki hotel aku mendapati pemandangan yang baru pertama kali ku lihat. Semua pegawai di hotel ini memakai pakaian muslim. Untuk laki-laki memakai jas koko dengan celana hitam yang di beri lilitan sarung Khas Aceh sebatas paha tak lupa peci hitam dengan bis dibagian pinggirnya. Begitu juga dengan resepsionis dan lainnya, mereka mengenakan kerudung dan pakaian yang sangat bersahaja.


Tubuhku mulai terasa lelah dan lapar. Kami menuju ke sebuah kamar di lantai 7. Kamar yang kami tempati cukup luas dan nyaman. Aku langsung ambruk di atas tempat tidur yang empuk.


"Sayang, mandi dulu yuk..." Mas Ray menghampiriku yang sudah sangat nyaman dengan posisi tengkurap.


"Ntar mas, Aku masih capek" Ucapku malas.


"Mas pesenin makanan ya?" Tawarnya.


"Hmm"


Setelah memesan makanan mas Ray ikut merebahkan tubuhnya di sebelahku. Aku sempat terlelap sebentar sebelum terdengar suara pelayan yang mengantarkan makanan.


Segera ku buka mataku. Karena dorongan cacing-cacing yang mulai berdemo di dalam perutku. Yang pertama ku lirik adalah minuman berwarna merah segar diatas meja. Itu pasti jus Strawberry kesukaanku. Mas Ray bahkan memesan 2 gelas untukku.


"Minum dulu!" Mas Ray membawakan gelas tersebut kepadaku yang masih duduk lemas di atas tempat tidur. Aku merasa seperti mendapat asupan energi setelah meminum setengah gelas jus, baru aku beranjak ke meja tempat makanan.


"Hummm...Enak.... Mas Coba deh" Aku menyuapkan sesendok pada mas Ray.


"Makanan Nusantara itu emang paling enak" Ucapnya.


"Aku mana?" Ujarku pada mas Ray. Biasanyakan dia selalu nyuapin makanannya buat ku coba.


"Mas lupa, ini aa.." Aku memakan suapan dari tangannya. Sate Matang nya pun tak kalah nikmat. Bumbunya begitu merasap pada daging kambingnya.


Selesai makan kami membersihkan badan melaksanakan Sholat Dzuhur bersama.


"Mas, habis ini mau ngapain?" Tanyaku sambil melipat kembali mukenahku. Aku kembali berada pada mode sexy hanya memakai dress dengan satu tali sebatas lutut.


"Shafa maunya ngapain? Mau istirahat aja atau mau langsung jalan-jalan" Tanyanya.

__ADS_1


"Mas Ray emang ga sibuk?"


" Enggak, seminarnya baru besok pagi. Jadi hari ini bisa buat jalan-jalan" Ujarnya. Jadi mas Ray ke Aceh ini untuk menhadiri undangan salah satu kampus Negeri sebagai pembicara dalam acara seminar. Keren kan suamiku.


"Aku mau boboan aja deh sambil peluk mas Rayyan" Ucapku manja. Sebelum jalan-jalan aku harus meng charge dulu tubuhku caranya ya dengan tidur siang sambil meluk-meluk makhluk Tuhan paling ganteng di hadapanku ini.


"Ya udah , Ayo.." Ia langsung menuju tempat tidur dan berbaring di atasnya. Tanpa aba-aba langsung ku peluk tubuhnya yang selalu wangiiiii. Ini lebih menenangkan dari pada spa di salon. Mas Ray mengarahkan tangannya mengusap punggungku dengan lembut.


"Mas, Makasih mas udah terima Shafa apa adanya...." Ucapku sambil mengeratkan pelukanku.


"Terima kasih juga, Shafa udah mau menemani mas sampai saat ini"


"Kalau ga ada kejadian waktu di bogor, mungkin aku ga akan sedeket ini sama mas Ray" Ucapku. Sambil kembali mengenang masa dimana kita tak saling mengenal.


"Nggak juga" Jawabnya.


"Kok nggak, emang kalau aku ga jadi istri mas, mas mau deket sama aku?" Aku mendongak menatapnya.


"Kan Ayah sama Daddy memang mau jodohin kita. Shafa ga tau ya?" Ujarnya.


"APA? yang bener mas?" Tanyaku tak percaya.


"Bener...mungkin Daddy belum kasi tau Shafa, tapi Ayah sudah memberitahu mas sebelum Shafa bergabung di yayasan" Jelasnya. Pantesan si Daddy maksa aku jadi guru. Ternyata hanya akal-akalan Daddy biar aku deket sama mas Ray.


"Terus mas mau?"


"Mas ga nolak sih, tapi ga nerima juga. Mas cuma bilang sama Ayah untuk memikirkannya dulu sambil mengamati. Tapi, seperti apapun kondisi kita dulu, intinya Shafa sekarang adalah istri nya mas, belahan jiwanya mas. Allah telah mengabulkan keinginan orang tua kita dengan caraNya yang tidak terduga"


_________________


Ready to go to Aceh😍 Udah cantik belum??


__ADS_1


Pak Ray nya Shafa keren banget yah🤭😍



__ADS_2