Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Memberi Kejutan


__ADS_3

Hai..Hai author back!!!


Maaf ya untuk episode PELET sebekumnya up nya berulang. Karena wifi dirumah lagi error. Jadi pas aku up gagal, jadi aq up berulang ulang. Eh taunya di sistem udah ter up😁😁😁😁 Yang masih setiap sama mas Rayyan dan Mbak Shafa makasih ya....❤️😍


__________________


"Mas, kejutannya Mana?" Tanya Shafa sesaat setelah masuk kedalm kamarnya. Ia sangat antusias.


"Sabar Sayang, kejutannya kalau mau tidur ya baru Mas kasi" Kilah Ray. Padahal ia belum tahu harus memberi apa pada Shafa. Tapi, karena ide spontannya itulah mood Shafa jadi berubah lebih baik.


"Ih, kok nanti sih? Aku nggak sabar tau Mas. Selama ini kan mas nggak pernah ngasi aku kejutan" Ujar Shafa sambil menghentak hentakkan kakinya.


Rayyan sedikit tersinggung dengan ucapan Shafa. Memang benar, selama menikah ia tidak pernah memberikan hadiah ataupun kejutan kejutan lain. Karena Rayyan bukanlah tipe pria romantis. Dia lebih suka memberikan akses untuk semua tabungannya agar Shafa bisa membeli sendiri barang yang ia suka. Namun, demi menjinakkan istrinya yang galak ini dia rela jika mendadak jadi romantis.


"Memangnya Shafa ingin mas kasi apa? Bukannya uang Mas semua Shafa yang pegang, Shafa bisa beli apa yang Shafa mau" Jawabnya sambil menarik istrinya dalm pangkuannya.


"Mas!!! Peka dikit napa? Perempuan itu nggak sesederhana seperti itu. Sekecil apapun pemberian suami itu akan sangat berharga di matanya dari pada barang besar yang di beli sendiri. Ini bukan soal harga atau apa mas, ini soal ras mas RASA" Jelas Shafa. Seperti itulah wanita.


"Sayang, nggak ngerti soal begituan. Tapi demi kamu dan anak kita mas akan belajar. Okey?" Ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Membuat Shafa terpana.


"Mas Rayyan kuuuuuu" Shafa memeluk manja suaminya.


"Iya...iya, sekarang siap-siap sholat magrib ya?" Ujarnya yang langsung di angguki oleh Shafa


"Tapi kejutannya---"


"Iya..iya... Mas nggak lupa, udah di siapin pokoknya nanti kalau mau tidur mas kasih" Ujar Rayyan.


Shafa tersenyum bahagia. Mwmbuat Rayyan sedikit bersalah karena selama ini tidak begitu peka pada hal-hal seperti itu.


Setelah melaksanakan Shalat berjamaah, Rayyan menyimak hafalan Al-Quran Shafa. Meski tak sebanyak hafalan Rayyan setidaknya ada niat dalam hatinya untuk belajar menghapal walaupun itu di mulai dari surat-surat pendek. Itu merupakan hasil yang ia peroleh selama sebulan tinggal di pesantren. Rayyan bersyukur, dengan adanya kejadian yang hampir memisahkan dia dan calon anaknya itu, Shafa jadi belajar banyak tentang agama. Selalu ada hikmah yang Allah berikan dalam setiap kejadiaan.


"Mas aku ke bawah dulu ya bantu Bi Lastri nyiapin makan malam" Ujarnya pada Rayyan.


"Iya, turun tangganya hati-hati ya" Jawab Rayyan yang masih membaca Al- Quran.


Setelah Shafa keluar dari kamar, Rayyan segera mengambil ponselnya dan segera menelfon bu Sonya.


"Asslamualaikum bu Sonya"


"Waalaikum salam Mr. Ray" Jawab bu Sonya dari balik telepon.


"Maaf bu Sonya, saya ingin minta tolong ibu. Bisa?" Tanya Rayyan menunggu respon bu Sonya.


"Minta tolong apa itu Mr. Ray? Kebetulan saya mau bersiap kesana" Jawab bu Sonya.


"Mmm... Bisa minta tolong, belikan sesuatu untuk kejutan istri saya, nanti saya ganti uangnya" Ujar Rayyan.


"Kejutan?" Bu Sonya agak bingung dengan permintaan Rayyan.


"Jadi, saya ingin memberi kejutan untuk Shafa. Tapi saya tidak tau harus memberikan dia apa. Apa bu Sonya bisa bantu?" Terang Rayyan.


" Oh begitu. Dengan senang hati Mr. Ray. Memangnyaa Mr. Ray mau memberikan apa? Supaya bisa saya bantu carikan" Tanya Bu Sonya.


"Apa ya? Saya juga bingung karena ini mendadak. Yang pasti sesuatu yang bisa buat dia senang" Ujar Rayyan sambil berpikir.

__ADS_1


"Bagaimana kalau perhiasan? Kebetulan mama saya punya toko perhiasan. he.he.he" Ujar Sonya.


"Emm... boleh juga. Tolong carikan kalung yang cocok untuk istri saya bu Sonya" Rayyan memilih untuk memberikan kalung mengingat ia hanya pernah mbelikannyaa cincin.


"Oke saya akan kirim fotonya via Whatsapp, Mr. Ray pilih sendiri ya. Shafa tentu akan lebih senang jika itu pilihan Mr.Ray sendiri" Ujar bu Sonya.


Ah benar! Waanita memang satu pemikiran.


"Baik, saya tunggu segera bu Sonya. Asslamualaikum" Ujar Ray mengakhiri panggilan.


Tak lama berselang, Sonya mengirimkan beberapa gambar kalung perhiasan. Ray memperhatikan dengan seksama dan pilihannya jatuh pada sebuaah kalung berwarna putih dengan model polos bertahtakan sebuah berlian di bagian tengahnya. Simple tapi elegan. Ia segera memesan kalung tersebut untuk istrinya. Rayyan meminta Sonya untuk menyimpan kalung tersebut dalam map yang berisi dokumen agar tidak di ketahui oleh Shafa.


Alhamdulillah satu misi beres!


Setelah menyelesaikan misinya Rayyan segera turun ke bawah untuk bergabung di meja makan. Ia mengecup sekilas keni g Shafa sebelum duduk di kursinya.


"Mas, bu Sonya kok belum datang ya?" Tanya Shafa.


"Tunggu saja, mungkin sebentar lagi" Jawab Ray.


"Mas, emang mahasiswa mas yang namanya Bino itu ganteng ya? Kok bu Sonya ampe suka gitu sih?" Tanya Shafa yang jiwa keponya mulai bangkit.


"Nggak, gantengan suaminya Shafa" Jawab Rayyan asal.


"Mas ih, nyebelin. Di tanya baik-baik kok jawabnya gitu"


"Biarin. Lagian nggak perlu ngurusin urusannya bu Sonya sayang." Uajr Rayyan mengingatkan.


"Kan penasaran Mas"


"Jangan penasaran dengan laki-laki lain , cukup penasaran sama Mas" Ujar Rayyan.


.


.


"Makannya jangan kebanyakan sayang, ntar sakit perut" Rayyan mengingatkan Shafa yang sejak tadi terus saja mengunyah.a


"Mas, aku kok ngerasa badan aku gemukan ya?" Ujar Shafa.


"Ya kan Shafa lagi hamil. Berarti bagus dong, tandaanya anak kitaa nggak kurang gizi" Jawab Rayyan. Pembahasan soal berat badan memang harus di jawab dengan ekstraa hati hati. Salah sedikit akan berakibat fatal.


"Aku tahu tapi bb aku kayaknya naik banget deh mas"


Memang, lebih berat dari karung beras! Batin Ray.


"Nggak usah di fikirin soal bb yang penting sehat. Mas suka kalau bb Shafa naik. Jadi makin montok" Kelakar Ray yang mendapat cubitan dari sang istri.


"Mas genit!!!" Ujarnya.


Ting..Tong..


Suara bel rumah, menghentikan kegiatan mereka berdua.


"Mungkin bu Sonya" Rayyan segera berdiri untuk mengecek pintu.

__ADS_1


"Hallo, Assalamualaikum Mr. Ray" Ujar bu Tania dari balik pintu. Nampak juga dua orang pengawalnya di belakang.


" Waalaikum salam silahkan masuk bu Sonya" Rayyan mempersilahkan.


"Itu Siapa?" Shafa menunjuk dua orang yang berdiri di dwpan pintu mobil Sonya.


"Pengawal, Biasalah anak gadis...hehheeh" Ujarnya.


"Oh ya, Mr. Ray, ini dokumen penelitian yang sudah saya kerjakan" Sonyaa memberikan map coklat sambil memberi kode bahwa pesanan Rayyan sudah beres.


"Terima kasih bu Sonya. Oh ya katanya bu Sonya mau cuti ya?" Tanya Rayyan.


"Benar Mr. Ray. Mungkin lusa saya akan pergu" Jawab Sonya.


"Kemana?" Shafa yang sedari tadi diam ikut bicara.


"Emmm.... Liburan sejenak" Ujar Bu Sonya yang nampak canggung.


"Kalau begitu saya permisi dulu yah, kasian pengawal saya" Pamit bu Sonya.


"Hati-hati bu Sonya" Ujar Shafa sambil memeluknya.


"Oke... See You. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


"Mas..mas... Dugaanku pasti bener bu Sonya pasti mau melarikan diri dari perjodohan" Ujar Shafa serius.


"Hussst... Biarin aja, nggak baik ikut campur urusan orang sayang" Ujar Rayyan sambil mengelus kepala istrinya. Selain sensitif ternyata Shafa juga menjadi sangat kepo dengan urusan orang lain.


"Mas, mana kejutannya!" Tagih Shafa saat mereka baru memasuki kamar. Rayyan tersenyum melihat wajah penasaran istrinya.


"Iya..iya.. Sekarang Shafa tutup mata dan berhitung sampai 10" Perintah Ray.


Tanpa basa-basi Shafa segera menurup matanya dengan tangannya san mulai berhitung.


Satu... Dua...


Rayyan segera membuka Amplop dokumen dari bu Sonya dan secepat kilat mengeluarkan sebuah kotak panjang berwarna hitam dari dalam map tersebut.


Tujuh... Delapan... Sembilan... Sepuluh...


"Taraaaaa" Rayyan menjatuhkan kalung tersebut saat Shafa menurunkan tangannya sehingga langsung menjadi pemandangan pertama yang di lihatnya.


"Kalung?" Tanyanya dengan raut bahagia.


"Semoga Shafaa suka ya?" Ujar Ray kemudian mbalikkan tubuh istrinya dan memasangnya. Shafa tak bisa berhenti tersenyum lantaran bahagia.


"Makasih Ayaaaah" Ujarnya sambil memeluk Rayyan.


"Sama-sama Mommy" CUP!


"Ayaaah.... Em... Mommy juga punya hadiah buat ayah" Bisiknya dengan senyuman menggoda.


______________

__ADS_1


Di Novel ini sengaja aku sisipin kisahnya Briyan si Play Boy dan Sonya si Wanita Es biar nggak ngebosenin. Tapi part Rayyan dan Shafa tetap yang menjadi fokus utama. semuanya akan saling berkaitan.


Happy Reading.... jangan Pelit Like and vote ya👍🤗❤️😍


__ADS_2