
Happy Reading๐๐
Thank you yaang sudah mampir, jangan lupa like, vote and rate ya๐
Komen kalian membuatku semangat untuk Up...
Ini baru konflik awal ya. Akan ada konflik berikutnya yang menunjukan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Termasuk mas Rayyan๐๐
__________
Setelah melaksanakan Sholat subuh aku kembali meringkuk di bawah selimut karena dingin. Sedangkan Mas Ray setelah menyimak bacaan Al Quran ku dia melanjutkan dengan mengaji. Biasanya sekitar 10 sampai 20 menit.
"Ughh...Dingin" Padahal AC sudah di naikan suhunya.
"Sayang kenapa?" Mas Ray menghampiriku yang sedang berbungkus selimut.
"Dingiiin Mas" Ucapku tanpa melihatnya.
"Sini mas angetin" Tawarnya.
"Aku pengen peluk aja Mas" Aku mendongak kearahnya.
"Iya...tapi jangan tidur ya?" Ujarnya. Mas Ray selalu melarang ku tidur lagi setelah subuh. Padahal kan waktu subuh adalah waktu yang paling nikmat untuk meluk guling berbalut selimut.
Mas Ray segera memposisikan tubuhnya di sampingku. Segera saja kupeluk tubuhnya yang Masih memakai sarung dan baju koko.
Anget! Nyaman! Bobo ah! Baru aku hendak menikmati nyamannya tidur subuh Mas Ray sudah menarik pipiku.
"Jangan Tidur" Ucapnya
"Iya..iya" Aku membuka paksa mataku dan kembali memejamkan nya.
"Sayang jadi pakai hijab kan" Tanyanya.
"Hmm"
"Sayang, Mas kangen masakan kamu" Ucapnya. Ish berisik banget sih.
"Hmm"
"Mas mau sarapan buatan Shafa"Ucapnya menarik narik hidungku. Ya Allah mas. Niat banget mau nyiksa aku. Baru juga nyaman mau terlelap udah di gangguin.
"Hmm" Jawabku masih pada mode merem. Alu merasa tangannya sudah berpindah posisi lagi dari hidung sekarang berada di dada. Bermain main di sana membuatku benar-benar terusik.
"Mau sarapan apa?" Aku membuka mataku. Ku lihat dia menyunggingkan senyum nya. Curang! bilang aja cuma mau gangguin aku tidur.
"Apa aja yang penting Shafa yang buat. Mas maunya sekarang" Ucapnya. Aku membelalakan mataku. Sekarang? Ini masih jam 5 kurang loh.
__ADS_1
"Mana ada orang sarapan subuh Mas" Tanyaku kesal.
"Ada. Sekarang aja yuk biar bisa berduaan lebih lama" Ucapnya. Ah, benar juga. Tumben suamiku pinter. Eh? Emang pinter sih. Kalau kita sarapan duluan Yola ga akan punya kesempatan buat lirik-lirik suami gue di meja makan. Demi kamu mas aku rela meninggalkan kenyamanan tidur subuhku.
"Ayo" Ucapku turun dari ranjang. Kupakao jubah tidur tipisku untuk menutupi dress pendek ku. Mas Ray tersenyum lebar melihat ku begitu bersemangat.
Ku lihat dapur masih sepi. Tante Lilis dan Yola sepertinya belum bangun. Bi Lastri nampak sedang mengepel lantai.
"Mbak Shafa sudah bangun" Sapa bi Lastri.
"Iya bi, saya mau buatin sarapan mas Ray"
"Sarapan? ini kan masih subuh mbak?" i Lastri keheranan mendengar jawabanku.
"Ga papa bi" Ucapku yang di angguki oleh bi Lastri.
Aku menuju ke dapur sambil mikir mau masak apa? Yang pasti aku ga mau bikin nasi goreng. Ah aku bikin kebab aja deh biar ala-ala timutlr tengah gitu.
"Sayang mau di bantuin?" Tanya Mas Ray yang sudah berdiri di belakaangku.
"Mas duduk manis di sana aja ya" Aku menunjuk meja makan tak jauh dari tempatku berdiri.
Aku mulai mencampurkn beberapa jenis tepung telur kemudian mengaduknya menjadi adonan. setelah itu aku mulai membuat isian berupa campuran daging yang ku cincang halus, bawang bombai, daun bawang telur dan pelengkap lainnya. Setelah selesai untuk isian aku mulai mencetak adonan untuk roti kebab di sebuah teflon.
25 menit berlalu dan Selesai. Aku membawakan piring berisa 3 buah kebab buatanku semoga mas Ray suka.
"Wah, Shafa bisa buat kebab?" Dia keheranan.
"Apasih yang aku ga bisa mas? Buat kamu jatuh cinta aja aku bisa ha.ha.ha" Ucapku sambil menggodanya.
"Kita makan di teras belakang yah?" Mas Ray mengangkat piringnya menuju teras belakang. Spot favorit kami berdua.
"Bi. tolong bawakann air putih dan madu hangat ya" Perintahku pada bi Lastri.
.
.
.
"Gimana? Enak gak?" Tanyaku saat mas Ray mulai menggigit potongan kebabnya.
"Hm.. Enak sayang, lebih enak dari yaang biasa mas makan di Kairo" Ujarnyaa kembali menggigit potongan ke dua dengan semangat. Aku tersenyum puas.
"Ini, Aa" Ia menyodorkan kebab di mulutku. Sepertinya saling menyuapi sudah meenjadi kebiasan kami selama hampir 3 bulan ini.
Setelah selesai sarapan subuh kami kembali ke kamar. Aku menyiapkan pakaian yang akan di pakai mas Ray dan diriku. Untuk pertama kalinya aku masuk sekolah dengan memakai kerudung. Aku memilih blouse berwarna putih yang kupadukan denga rok panjang berwarna peach tua dan sebuah pasmina hijau botol. Aku sengaja memilih pasmina karena ini yang paling mudah di gunakan.
__ADS_1
Setelah menyiapkan pakaian mas Ray aku kembali mandi. Walaupun subuh tadi aku sudah mandi tetap saja aku berkeringatbkarena habis membuat sarapan.
Waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi. Mas Ray sudah tampan dengan Jas birunya. Sedangkan aku masih sibuk memoles wajahku di depan cermin. Aku agak santai aja lah toh kita udah sarapan dan tinggal berangkat aja. Ada perasaan ragu saat aku hendak memasang kerudungku. Aku takut aku tak bisa bertahan dengan penutup kepala ini. Gimana kalau besok aku udah ga kuat. Ah, setidaknya coba dulu. Mas Ray pernah bilang kalau niat baik pasti akan di beri kemudahan.Bismillah.
Tepat pukul setengah 7 Aku keluar dari kamar dengan penampilan baruku. Mas Ray tersenyum melihatku. Kami bersama-sama menuruni anak tangga.
Di meja makan Yola dan tante Lilis sudah menata rapi makanan di atas meja.
"Pagi Ray Shafa" Sapanya.
"Pagi tante" Jawabku. Dia nampak terkejut mwlihat penampilan baruku memakai hijab. Begitu juga dengan Yola dia terlihat tersenyum sinis.
"Ayo sarapan dulu kak" Yola menarik kursi mas Ray kemudian duduk di kursi sebelah kanannya. Sedangkan aku duduk di sebelah kirinya. Aku berusaha bersikap baik dan ramah kepada mereka.
"Oh ya Ray, Yola ini tadi udah buat sup ayam, kamu coba ya?" Ujar tante Lilis. Gila, cuma mas Ray yang di tawarin, gue enggak. Padahal ini kan rumah gue.
Mendengar sup ayam, mendadak aku jadi lapar, tadikan ga kebagian, kebabnya dimakan mas Ray semua.pas banget dingin-dingin gini makan sup ayam.
"Shafa boleh coba tante?" Tanyaku.
"Oh iya silahkan" Ucap tante Lilis.
Aku mulai menyendokan sup ayam ke dalam mangkuk. Hmmm harum. Ga rugi Yola masak ini, aku jadi bisaa menikmati sup panas ini.
"Kak Ray aku ambilin ya?" Ujar Yola.
"Ga usah Yol, Kakak tadi sudaah sarapan kebab buatan kak Shafa" Jawab Mas Ray yang memilih untuk meminum tehnya.
Aku menikmati sup panas buatan Yola juga menikmati ekspresi kesal di wajahnya.
"Em.. kak Shafa pake hijab sekarang" Sindir Yola mengamati penampilanku dengan mimik meremehkan. Pen nyolok matanya deh gue.
Aku tersenyum mwnjawab se ramah mungkin "Iya Yol, doain ya semoga istiqomah" Ucapku. Padahal aku ga tau istiqomah itu apaan. he.he.he. Cuma biasa denger aja.
"Oh, tapi itu gak Syar'i kan kak Rey? Itu mah berpakaian tapi telanjang. Dadanya aja masih berbentuk dengan jelas"
WHAAAT?? Braninya dia menghinaku seperti itu. Aku segera meletakan sendok ku dan pergi meninggalkan meja makan.
____________
Penampilan baru Shafa saat mengajar๐๐
Mas Ray udah siap nih๐๐
__ADS_1