
Baby Am hari ini memasuki usia tujuh bulan, ia semakin aktif dan menggemaskan, dan untuk pertama kalinya kami sekeluarga berlibur bersama. Bukan hanya keluarga kecilku, ibu, ayah dan mommy, tante Lilis, juga kak Jeff ikut serta dalam liburan akhir pekan yang bisa di sebut sebagai family gathering ini. Kita liburannya nggak jauh-jauh kok, cukup di pantai Anyer sudah cukup memuaskan jiwa emak-emak yang haus akan liburan sepertiku. Seingatku terakhir kali aku liburan pada saat di Aceh hampir dua tahun yang lalu. Liburan singkat yang menghasilkan Am di tengah-tengah keluarga kecil kami.
Untuk menunjang liburan berharga kami, daddy sengaja menyewa salah satu villa terbaik di tempat itu. My Pisita Anyer Resort menjadi pilihan daddy untuk kami menghabiskan liburan selama dua hari ini. Sebuah vila yang menawarkan fasilitas kolam renang, The Club Restaurant, outbound, taman bermain anak, lapangan tenis, karaoke, BBQ, poolside dinner, Jet Ski, banana boat, hingga penyewaan sepeda tandem akan menemani hari libur kami.
Sejak tiba di lokasi yang begitu sejuk dengan pemandangan pantai yang indah, Zafran dan Hafiz tak sabar untuk bermain di kolam renang.
"Mommy cepat!!!" Rengeknya, bahkan aku belum masuk ke dalam kamar.
"Sabar dong sayang, kita masuk dulu dan ganti baju" Ucapku sambil menggandengnya menuju kamar kami.
"Tante Yola, mau kemana?" Teriaknya saat melihat Yola berjalan keluar dari sebuah pintu tak jauh dari kamar kami.
"Jalan-jalan dong Zaf, tante mau foto-foto, mau lihat-lihat kolam, jajan, pokoknya mau senang-senang" Ucapnya mengiming - imingi bocah kecil itu. Walaupun dulu begitu menyebalkan, Yolanda aslinya adalah gadis yang manis, dia juga menyayangi Zafran seperti adiknya sendiri.
"Ikuuuut!!!" Ucap Zafran dan Hafiz bersamaan.
"Wani piro?" Yola tersenyum menaik turunkan alisnya menatap Rayyan dan Jeffri bergantian.
"Ck, Anak ini! sudah mulai matre ya?" Cibir Jeffri sambil mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dalam dompetnya.
"Bukan matre, kunyil-kunyil ini suka jajan kak, minggu lalu aja pas ikut aku ke minimarket, semuanya mau di beli, nanti aku tekor lagi" Ia menerima uang dari Jeffri dan segera mengantonginya.
"Hati-hati Yol, jangan main jauh-jauh" Tante Lilis mengingatkan.
"Okey mah. Ayo boys! Lets Go!!!"
"Lets go" Ucapnya bersamaan, sambil menggandeng Yola menuju ke luar villa. Pasti tujuan utamanya cafe yang terletak di bagian depan villa tadi. Pasalnya tempat itu tadi sedang ramai pengunjung, ada live music dan atraksi badut juga.
.
.
.
Setelah selesai meletakan barang-barangnya aku membaringkan tubuhku di sebuah ranjang empuk berukuran king size yang di dominasi oleh warna putih. Aku ingin sejenak bersantai setelah perjalanan yang lumayan melelahkan karena sepanjang jalan tadi aku menggendong Am yang bobotnya terus naik, padahal baru sebulan aku kasi MPASI.
Mas Rayyan ikut membaringkan dirinya di sebelahku, menenggelamkan wajahnya di leherku sambil memeluk erat perutku yang sudah mulai kembali ke bentuk semula. Bisa ku rasakan hangat hembusan nafasnya saat Menghirup dalam-dalam aroma wangi yang menguar dari tubuhku.
"Mas, nyusul Zafran yuk. Aku takut dia rewel" Aku memutar posisi berbalik hinga berhadapan dengan mas Rayyan.
"Nggak akan rewel Mom, biarkan saja dia senang-senang sama Yola dan Hafiz, biasa juga kalau sama Yola dia tidak rewel" Ucapnya sambil mendekap tubuhku seperti guling. Enak sekali hidup anda pak Rayyan!
"Kalau gitu mommy ambil Am dulu. Takutnya dia nangis" Aku khawatir putra kecilku akan menangis pasalnya sejak berangkat tadi dia belum menyusu.
"Ga usah, Am nggak akan nangis sama ibu." Ucapnya tak mau melepaskan pelukannya pada tubuh Shafa.
"Siapa tau dia haus mas, tadi dia belum nyusu"
"Mas juga haus" Ucapnya sambil meraba-raba bagian depan tubuhku. Kebiasaan, nggak bisa denger orang ngomong susu sedikit aja langsung main *****-*****.
"Mass!!! Nggak usah macem-macem deh, ini masih siang. Lagian mas udah hitung bener-bener tanggalnya?" Tanganku menahan tangan mas Rayyan yang mulai meremas-remas lembut bagian favoritnya. Tangan nakal!
"Kalau malam boleh kan?" Tanyanya. Sejak kapan ia bertanya boleh atau tidak, biasanya langsung serang karena mas Rayyan sendiri yang menentukan kapan waktunya ia libur menyentuhku sesuai dengan kalender. Kami menghindari KB dengan obat, suntik ataupun memakai pengaman. Mas Ray mengajak aku KB secara alami dengan menghitung masa suburku setiap bulannya. Dimana pada masa yang di perkirakan subur, ia menghindari untuk berhubungan, dan itu sudah berhasil selama 4 bulan terakhir ini membuat ku tak lagi khawatir. Dia memang selalu bisa di andalkan dalam segala hal bahkan sampai masalah KB pun aku tetap mengandalkannya . Sungguh suami yang sangat multitalenta tak ada duanya dan tak ada tandingannya.
"Memangnya belum masuk masa subur?" Tanya ku. Aku sendiri tak punya waktu untuk menghitung jadwal masa suburku alias malas ribet, sehingga menyerahkan semuanya pada mas Rayyan.
"Hemm" Jawabnya singkat.
"Hemm apa?"
"Percaya pada mas!" Jawabnya tenang.
"Awas ya mas, jangan sampai meleset" Ancamku.
__ADS_1
"Iya sayang, iya... Kita serahkan saja sama Allah. Kalau Allah berkehendak jadi, maka jadi. Shafa jangan khawatir, Mas tidak akan meninggalkan Shafa, akan menemani Shafa selalu" Ucapnya.
"Gombal!"
"Sungguh!" Tatapannya itu loh! Duh, meleleh hati adik bang!
"Ya udah mandi yuk, baru kita temui Am" Ajakku. Badanku sudah terasa gerah dan lengket.
"Mandi sama-sama" Pintanya manja. Percuma menolak saat seperti ini, dimana hanya ada kami berdua. Mau tidak mau, suka tidak suka dia pasti akan menerobos masuk kamar mandi saat aku tak mengijinkannya. Jadi lebih baik iyakan sajalah.
"Ya udah Ayo" Ucapku.
Ritual mandi memandikan kali ini berlangsung cepat di bandingkan sebelum-sebelumnya. Ku lihat wajah mas Ray memberengut kesal setelah mendengar tausiah ustazah Shafa. Duh rasanya aku pengen ngakak dan guling-guling saat jin dan setan mesum yang mulai meracuni otak suamiku di dalam bathup tadi ngacir satu-satu, aku teringat akan perkataannya beberapa waktu lalu bahwa tak baik berlama-lama di kamar mandi, karena kamar mandi adalah tempatnya jin dan syaiton. Dan benar saja, wajahnya yang tadi berbinar bagaikan lampu philips 100 watt menjadi lesu seperti lampu kekurangan energi, redup!
"Mas ih!" Pekik ku saat tiba-tiba ia memelukku dari belakang. Baru saja aku mau memakai baju. Sepertinya mas Ray mau balas dendam atas insiden di dalam bathup tadi. Yah..yah..yaah... Tangannya mulai menyusup di balik bathrobe yang ku gunakan.
Tok...tok...
"Fa, Am nangis!" Terdengar suara dari balik pintu yang ku kenal sebagai suara mommy. Aku segera melangkah ke pintu menemui anak gantengku. Lagi-lagi mas Ray mendengus kesal.
"Uuuh... Anak mommy kenapa?" Dia langsung diam setalah aku menggendongnya. Aku membawanya duduk di atas sofa tunggal hendak menyusuinya.
"Am!" Ia yang lagi asik minum susu langsung mendongak saat mendengar namanya di panggil.
"Mas ga usah ganggu deh" Ku lihat mas Ray memainkan hidung Am dengan memencet dan melepaskannya membuat kegiatan minum susunya terganggu.
"Siapa yang ganggu mas cuma mau main aja kok sama anak ganteng ku ini."
"Mas mau?" Tanyaku kesal karena sejak tadi ku lihat dia terus saja mengusili anaknya yang lagi minum. Sekalian aja ku tawari, kalau nggak malu dengan anaknya.
Mas Ray malah menatapku dengan senyumnya manisnya. "Nanti malam aja" Ucapnya singkat.
***
"Sayang, terima kasih sudah melengkapi kebahagian mas. Sungguh, mas sangat bahagia memiliki kamu dan anak-anak kita" Ucapnya menoleh ke arahku.
"Terima kasih juga mas sudah mau menerimaku dengan segala kekuranganku. Aku jauh lebih bahagia, memiliki suami seperti mu" Ucapku memandang wajah teduh nan menenangkan itu.
Cup! Ia melayangkan satu kecupan di keningku. "Semoga Allah senantiasa memberkahi pernikahan kita. Semoga kita bisa saling menguatkan dalam mengarungi bahtera ini, Saling mendoakan di kala berjauhan, saling mengingatkan di kala khilaf dan saling percaya di saat goyah. Semoga Allah memberikan kebaikan, di setiap langkah kita" Ucapnya sambil mengelus puncak kepalaku.
"Amiin, mas jangan tinggalin aku!" Ucapku.
"Kecuali, jika Allah berkehendak. Tapi, harus Shafa ingat dan tanamkaan dalam hati" Ia meletakkaan tangannya di dadaku, tepat di mana jantungku berdetak.
"Selama mas bernyawa, selama darah ini masih mengalir dan jantung ini masih berdetak. Mas tidak akan meninggalkan Shafa. Hanya akan ada Shafa di hati mas, kemarin hari ini dan selamanya. Kalaupun mas sedang pergi, yakinlah bahwa mas akan kembali, karena Shafa adalah tempat untuk mas pulang. Shafa adalah rumah mas, tempat berlabuhnya hati ini. Dan karena Shafa adalah Jodoh terbaik pilihan Allah"
Kata-kata mas Ray begitu dalam membuat cairan bening ini tak sengaja tumpah. Akan aku ingat selalu dan ku pegang ucapannya sebagai janjinya padaku.
***
"Masss!!! Mas Ray ngapain?" Tanyaku panik Saat ku dapati ia mencium perutku mengusapnya lembut setelah pergulatan panas kita. Jantungku mendadak jadi abnormal. Aku teringat akan kejadian di Aceh kala itu. Dimana setelahnya aku mengandung Am. Ya Allah! Jangan sampai mas Ray nekat.
"Masss!!! Kamu nggak sedang ngerjain aku kan?" Tatapan tajam langsung tertuju pada tersangka yang bahkan belum memakai pakaian itu. Hanya berbalut selimut sebatas pinggang.
"Maaf sayang, mas lupa" Ucapnya tanpa rasa bersalah di iringi dengan senyuman yang terlihat sangat bahagia.
"Ya Allah mas!" Aku panik, benar benar panik aku berusaha bangun untuk segera ke kamar mandi namun tubuhku di tahannya agar tetap berbaring.
"Mas! Kamu pasti sengaja kan? Kalau aku hamil gimana?" Omelku.
"Mas akan tanggung jawab, mas nggak akan ninggalin Shafa, mas akan ikutin semua maunya Shafa, mas akan selalu berada di samping Shafa" Ucapnya beruntun seolah meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja.
"Tapi Am masih kecil mas. Dia harus minum ASI setidaknya sampai 2 tahun. Ya Allah mas Ray, mas kok nekat sih?" Tak tau lagi aku harus berkata apa pada suamiku yang tanpa beban ini.
__ADS_1
"Mas ingin anak cewek sayang" Mas Ray semakin mengeratkan pelukannya.
Cup! Pake cium-cium pipi segala, aku lagi sebel tau!!!
"Iya, tapi nggak secepet ini juga mas"
"Mas keburu tua sayang" Ck, alasan macam apa itu.
"Sayang, jangan ngambek" Rayunya. Males!
"Mas punya sesuatu"
"Apa?" Astaga! Mulut dan leher ini refleks saat ia menyebutkan kata sesuatu. Malu!!! Sumpah gue maluuu. Apalagi saat senyumnya itu seolah menampakkan kemenangan
"Hah? Cincin?" Aku terpana saat ia memasukkan cincin di tangan kiriku. Yang pasti bukan cincin kawin. Apakah dia sedang nyogok?
"Mas mau nyogok aku?" Tapi sumpah cincinnya cantik banget.
"Nggak, anggap aja DP nya" ucapnya sambil menunjukkan jajaran gigi putihnya.
"Mas nyicil? Kalau hamil gimana? Wani piro?" Tantangku sekalian. Bodo ah, mau hamil mau enggak aku pasrahkan pada sang pemilik hidup.
Cup! Di mengecup lembut bibirku dan menarikku dalam dekapan hangatnya. Nyaman sekali. Ah, aku harus berterimakasih pada ibu, mommy dan tante Lilis yang sudah bersedia menjaga Am dan Hafiz hingga aku bisa menikmati malam panjang bersama mas Rayyan.
"Apa masih kurang semua cinta yang mas berikan?" Tanyanya lembut. Aku menggeleng. Ucapannya, perhatiannya semua lebih dari cukup untuk menggambarkan betapa ia mencintaiku.
"Aku mencintaimu karena Allah, dan ingin hidup Sakinah bersamamu, hingga maut memisahkan" Dekapannya semakin erat dan hangat. Dekapan yang akan selalu ku rindukan.
"Kalau hamil lagi, anaknya harus mirip aku!!!" Ucapku membuatnya tergelak melepaskan dekapannua dan menatap dalam mataku.
"Aku ayahnya"
"Aku mommy nya"
"Aku yang buat"
"Kalau nggak ada aku, mas mau apa?"
"Iya mommy... Iya, semoga mirip mommy tapi jangan salahkan ayah kalau keluarnya seperti Am" Ucapnya.
"Nggak! Harus seperti mommy"
"Kalau gitu mommy harus yang semangat buatnya hm?" Ia menaik turunkan alisnya dengan tatapan genit.
"OKEY!!! SIAPA TAKUT!!!"
Pergulatan panas itu pun kembali di mulai, keduanya kembali hanyut dalam subuh yang dingin nan Syahdu. Setelah ini tinggal menunggu, apakah usaha Rayyan kali ini akan menghasilkan Shafa junior atau Rayyan junior.
"Alhaamdulillah" Ucap Rayyan selah menyelesaikan hasratnya. Shafa nampak telah tumbang di atas tubuhnya.
Cup!
"Ana uhibbuki fillah" Bisiknya lembut sambil mendekap tubuh polos istrinya dalam balutan selimut.
________________
HAI...HAI READER TERCINTA SEMUANYA. HARI INI SEQUELNYA RILIS LOH JANGAN LEWATKAN YA "SAKINAH BERSAMAMU" JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE.❤️👍👍
SEQUELNYA INI LEBIH SERU, BIKIN BAPER MESKI MENGANDUNG BAWANG..HUHUHU❤️
__ADS_1