Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Tamu


__ADS_3

Setelah Zafran lelah bermain, Rayyan dan Shafa memutuskan untuk pulang. Waktu sudah menunjukan pukul 09.20 malam. Zafran sudah terlelap dalam pangkuan Shafa.


"Mas, terimakasih sudah mau membawa Zafran ke tengah-tengah keluarga kita." Ujar Shafa ada suaminya yang sedang meengemudi.


"Tidak perlu berterimakasih sayang, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyanyangi Zafran. Dia ini merupakan bagian dari investasi akhirat kita. Adanya Zafran di tengah-tengah kita merupakan karunia yang tak tehingga dari Allah" Ujar Rayyan.


"Kenapa bisa Mas?"


"Asal Shafa tahu, banyak sekali keutamaan yang Allah janjikan kepada setiap Muslim yang mau memelihara dan menyayangi anak yatim. Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga berdekatan dengan Rasulullah SAW. Dimana kedekatannya seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). Dan masih banyak keutamaan lainnya" Terang Rayyan.


" Masya Allah! Aku merasa kaya mimpi Mas. Baru beberapa hari lalu kita kemana-mana berdua. Sekarang udah bertiga, nggak lama tahun depan udah ber empat. Allah baik banget sama kita" Ujar Shafa sambil membelai kepala Zafran.


"Allah itu maha baik Sayang. Allah akan selalu menambahkan nikmatnya kepada hambanya yang selalu bersyukur. Oleh karena itu dalam kondisi apapun kita harus tetap bersyukur kepada Allah. Dan jangan lupa, Setiap manusia yang ada di muka bumi tidak di biarkan begitu saja tanpa adanya ujian. Setelah ujian kemarin yang kita lewati tentu akan ada ujian lain di kemudian hari. Semoga kita tetap istiqomah dalam melewati lika-liku rumah tangga ini" Jelas Rayyan.


"Mas tau nggak ujian terbesar menurutku?" Tanya Shafa, bebalik menatap suaminya.


"Apa?"


"Ngeliat mas di deketin sama cewek-cewek cantik!" Ujar Shafa. Rayyan terkekeh mendengar ucapan Shafa.


"Mom, sekarang sudah ada Zafran dan akan ada adiknya Zafran. Jadi hilangkan fikiran-fikiran yang seperti itu. Karena di mata Mas, hanya Shafa satu satu wanita yang mas cintai, nggak ada yang lain!" Ujar Rayyan.


"Sekarang aja mas bilang gitu. Tapi nanti, nggak ada yang tahu Mas. Apalagi kalau badan aku udah semakin melebar, pasti aku akan kalah dari mahasiswi mahasiswi mas yang masih muda dan bening. Seperti kata pepatah mas, rumput tetangga selalu lebih hijau " Balas Shafa.


Memang sudah menjadi ciri khas dari bumil cantik dan seksi ini. Dia tidak akan pernah merasa tenang jika suaminya berada di sekitaran wanita-wanita cantik. Meskipun Rayyan sudah berulang ulang kali mengatakan bahwa dirinyabtidak akan berpaling, tapi tetap saja rasa cemburunya tidak berkurang sedikitpun. Apakah itu normal? Semuanya akan normal jika berhubungan dengan wanita hamil.


Sesampainya di rumah, Rayyan segera mengambil Zafran dari pangkuan istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar. Meskipun mereka sudah menyiapkan kamar untuk Zafran, untuk saat ini mereka masih tidur bertiga. Dengan telaten dan penuh kelembutan Shafa melepaskan sepatu dan mengganti pakaian Zafran dengan pakaian yang lebih nyaman.


"Mas ih, genit!" Ujar Shafa saat Rayyan tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Moom, Ayah kangen" Ujarnya manja.


"Disini ada Zafran yah! Nanti kalau dia bangun gimana?" Ujar Shafa berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Zafran ayah pindahkan di kamarnya dulu. Nanti ayah bawa kembali kesini. Yah?" Balasnya. Shafa pun mengangguk setuju. Dengan semangat 45 Rayyan segera mengankat tubuh Zafran dan membawanya ke kamarnya.

__ADS_1


"Zafran disini dulu yah sayang. Ayah ada urusan sama Mommy" Ujarnya sambil mencium kening bocah yang tengah tertidur lelap.


Rayyan pun segera kembali ke kamarnya. Ia tersenyum cerah saat mendapati istrinya telah berganti pakaian dengan dress tidur kesukaannya. Ia segera mendekat, melingakarkan tangannya di pinggang istrinya.


"Mommy cantik" Bisiknya sambil mengecup bibirnya.


"Ayah juga ganteng" Balas Shafa sambil membelai wajah yang selalu ia kagumi.


Tanpa basa-basi Rayyan mengangkat tubuh istrinya ke atas tempat tidur. Kali ini tanpa mengeluh berat atau lelah. Ia segera mencumbui istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Akhirnya satu dari ibadah bagi pasangan suami istri tersebut telah tertunaikan.


"Zafran Ayah" Ujar Shafa sesaat setelah mereka selesai menunaikan kewajibannya. Masih dengan nafas tersengal.


"Iya Mom, iya" Rayyan segera memakai celana pendeknya dan keluar menuju kamar Zafran. Ia mengangkat kembali bocah kecil itu menuju kamarnya. Kamar yang penuh dengan kenyamanan. Kamar yang membuat Zafran merasa bahwa dirinya bukanlah anak sebatang kara.


*******


"Bi, nanti kalau belanja, tolong beli ikan merah ya?" Ujar Shafa pada bi Lastri.


"Iya mbak. Mas Zafran belum bangun mbak?" Tanya bi Lastri.


"Sayang, Mas sebentar pulangnya agak sore. Soalnya ada rapat penting di fakultas" Ujar Rayyan yang sudah rapi dengan baju batik lengan panjang dan celana kain hitam nya.


"Hmmm... Ingat jangan dekat-dekat cewek cantik apalagi boneka Annabel" Ujar Shafa. Pesan yang selalu ia ucapkan setiap suaminya hendak bepergian.


"Iya sayang, Mas nggak mungkin dekat-dekat boneka Annabel saat boneka barbie ada sisi mas" Balas Rayyan.


Shafa memicingkan matanya, menatap Rayyan.


"Siapa boneka barbie yah?" Tanyanya dingin.


"Siapa lagi kalau bukan istriku yang paling cantik ini" Jawab Rayyan sambil mentoel dagu Shafa.


"Mas nyindir aku?" Tanyanya dengan tatapan tajam.


"Nyindir gimana sayang. Emang bener kok Shafa kaya boneka barbie" Balas Rayyan.

__ADS_1


"Boneka barbie itu langsing ayah!" Ujar Shafa ketus.


Ya Allah... Salah lagi!


"Itu kan barbie luar negeri kalau barbie lokal ya kayak Shafa ini" Ujar Rayyan mencari alasan yang tidak menyinggung istrinya.


Tak ada yng berubah dari mereka berdua. Shafa masih dengan sifat possesive dan nyidamnya yang kadang tak masuk akal. Dan Rayyan masih dengan sifat sabar dan tenangnya menghadapi segala macam sifat istrinya yang tengah mengandung anaknya itu.


"Nah, anak Mommy udah ganteng! Sekarang saatnya sarapan". Ujar Shafa setelah memandikan dan mendandani Zafran


Setelah Rayyan berangkat ke kampus, Shafa langsung membuat sarapan untuk Zafran. Sedangkan bi Lastri dan pak Madi baru saja pergi belanja ke pasar Tradisional, karena disana bahan makanan yang dijual lebih segar terutama ikan dan daging.


Shafa menyuapi Zafran di ruang tengah sambil menonton televisi.


"Mommy, itu apa?" Tanyanya sambil menunjuk ke arah layar televisi. Anak seusia Zafran ini memang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Setiap apa yang ia lihat, ia selalu bertanya.


"Itu namanya Zebra sayang. Zebra itu mirip seperti kuda. Tapi warnanya hitam putih" Terang Shafa.


"Ooo"


Ting ...Tong


Ting ...Tong


Suara bel terdengar begitu nyaring dari ruang tengah.


"Siapa ya pagi-pagi bertamu. Ah, mungkin paketan barang yang aku pesan semalam" Shafa meletakan piring makan Zafran di atas meja.


"Mommy buka pintu dulu ya" Ujar Shafa pada Zafran. Ia pun mengangguk.


Clak!!!


Shafa membuka pintu rumahnya. Dn mendapati dua orang tengah berdiri di depan pintu.


"Kalian?" Ujarnya dengan ekspresi datar.

__ADS_1


__ADS_2