Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Yoga


__ADS_3

"Ray!!!"


"Kamu Rayyan kan?" Sapa seseorang tiba-tiba.


Rayyan yang merasa namanya di panggil pun langsung menoleh. Seorang gadis berambut panjang yang di kuncir tinggi dengan pakaian serba ketat yang membentuk lekuk tubuhnya. Ia segera mengalihkan pandangannya agar tidak berlama-lama bersitatap dengan wanita tersebut.


"Kamu lupa sama aku Ray?" Tanyanya sambil menyentuh lengan Rayyan membuat Shafa mulai kepanasan.


"Maaf, siapa ya?" Tanya Rayyan sambil berusaha menghindar.


"Astaga Ray, kamu sudah berubah banget ternyata. Aku Rara Ray! Temen SMA kamu dulu yang sering bolos bareng sama Aldo cs" Ujarnya dengan penuh semangat.


Astagfirullah. Bumil cantik ini pasti kepalanya sudah kemebul. Kenapa harus ketumu Rara di sini ya Allah.


"Oh iya... Iya aku ingat! Oh ya Ra, kenalin ini istriku" Ujar Rayyan sambil memperkenalkan Shafa.


"Hay... Aku Rara" Sapanya ramaah sambil mengulurkan tangannya.


"Shafa" Balas Shafa dengan seulas senyum.


"Istrimu cantik Ray, pasti kamu pake pelet ya?" Goda Rara.


"Astagfirullah... Sembarangan aja kamu Ra" Jawab Rayyan.


"Soalnya kan dulu waktu SMA kamu anti banget ama perempuan Ray. Eh giliran nikah dapat yang bening gini" Ujarnya.


"Ini namanya rejeki anak soleh Ra"


"Gaya lo Ray, kayak aku nggak tau aja masa mudamu. Ya udah ayok masuk, jadi kelamaan ngobrol kan" Ia segera mempersilahkan Shafa dan Rayyan menempati tempat yang telas di siapkan dalam ruangan tersebut. Sebuah ruangan berukururan 6 x 10 meter dengan salah satu sisinya terdapat cermin lebar. Selain itu terdapat matras lembut yang berjajar rapi setiap jarak satu setengah meter.


"Itu teman SMA ayah?" Bisik Shafa yang sudah tidak sabar menanyakan hal itu.


"Ia sayang, dia salah satu anggota geng mas dulu" Jawabnya.


"Oooh... Berarti aku bisa nanya-nanya soal mas dong" Balasnya lagi.


"Gak! Jangan! Gak usah" Jawab Rayyan. Ia tidak mau istrinya mengetahui kelakuan nakalnya dulu semasa SMA. Cukup ia tahu Rayyan adalah pria sholeh dan setia.


"Bunda sekalian, silahkan posisikan duduknya bersila seperti ini ya, supaya lebih nyaman. Untuk latihan pertama kita akan mulai latihan pernapasan terlebih dahulu" Ujar Rara yang ternyata merupakan instruktur kelas parenting tersebut.


Shafa mengikuti semua instruksi yang di berikan oleh Rara dengan seksama. Rara memberikan penjelasan dan arahan dengan cukup jelas dan baik.


"Selanjutnya kita akan peragakan latihan prenatal yoga couple ya bun. Latihan ini di lakukan untuk persiapan proses persalinan. Ini di lakukan berdua dengan bapak ya" Ujar Rara.


"Prenatal gentle yoga couple adalah yoga untuk ibu hamil yang dilakukan Bersama dengan pasangan. Pasangan dilibatkan dalam prenatal yoga agar juga dapat mempelajari bagaimana cara relaksasi saat ibu mengalami gelombang cinta (mules) dalam persalinan dan bagaimana cara mempersiapkan pasangan dalam membantu persalinan" Imbuhnya lagi. Ia memberikan penjelasan awal sebelum memperagakan gerakan yoga tersebut


" Bunda dan ayah juga perlu tahu bahwa, Prenatal Gentle Yoga Couple memiliki beberapa manfaat seperti, meningkatkan kesadaran tubuh, kekuatan, stabilitas, dan relakasasi yang lebih dalam sebagai persiapan persalinan baik untuk bunda maupun ayah. Karena persalinan adalah kerja keras dan para wanita membutuhkan dukungan yang penuh dari suaminya. Serta manfaat lainnya seperti dapat meningkatkan produksi hormon endorphin sehingga ibu hamil lebih happy, menguatkan otot-otot tubuh serta menjaga kebugaran badan dan kesehatan bunda dan ayah, melatih kemampuan bernafas dengan tenang dan menenangkan pikiran, menguatkan hubungan ayah dan bunda dengan meningkatkan kesadaran bahwa kehamilan, persalinan, dan menyusui adalah proses yang harus dijalani bersama oleh ayah dan bunda."


Setelah memberikan penjelasan secara gamblang barulah Rara memberikan instruksi kepada para peserta kelas. Para istri duduk rileks dan para suami ikut duduk bersila di belakangnya. Gerakan demi gerakan pun mulai di peragakan mulai dari gerakan sederhana dengan posisi duduk, sampai dengan gerakan dengan posisi berdiri. Suasana di ruangan yang berisi 7 orang ibu hamil tersebut terasa hangat dan ramai. Berberapa kali terdengar gelak tawa saat para ayah salah memperagakan gerakan yang pada akhirnya mendapatkan omelan dari sang istri.

__ADS_1


Setelah kurang lebih satu jam melakukan latihan yoga dan pernapasan. Para istri beristirahat sejenak sambil mendengarkan penjelasan-penjelasan penting dari dokter kandungan dan yang ada di tempat itu.


"Benar kata dokter Lily, tempat ini menyenangkan banget, aku jadi banyak tau soal krhamilan dan persalinan" Ujar Shafa yang sedang bersandar pada dada suaminya. Gerakan-gerakan yoga yang baru saja ia lakikan memang terlihat sederhana namun cukup menguras tenaga.


"Kalian mau langsung balik?" Tanya Rara menghampiri Rayyan dan Shafa setelah kelas berakhir.


"Ia, kasian anak aku dirumah nggak bisa kelamaan di tinggal" Jawab Rayyan.


"Udah mau dua Ray?" Tanya Rara keheranan.


"Satu anak adopsiku Ra. Oh ya kamu sudah lama jadi instruktur di sini?" Tanya Rayyan.


"Lumayan sih. Eh tapi aku masih penasaran sama jalan hidupmu Ray. Setelah pindah di pesantren waktu itu kamu beneran insyaf Ray?" Tanyanya lagi.


"Alhamdulillah Ra. Ya udah ya lain kali kita ngobrol lagi aku pulang dulu"


"Emm..mbak Rara, boleh minta nomor telponnya?" Tanya Shafa yang sudah memegang ponselnya.


"Untuk apa sayang? Nggak usah!" Cegah Rayyan.


"Kenape kamu Ray? ha.ha.ha... Pasti kamu takut kan kalau istrimu tahu masa lalumu di SMA" Ujar Rara sambil meledek.


"Enggak lah... Langsung pulang aya yuk Mom, kan minggu depan ketemu lagi" Bujuknya pada Shafa.


"Ih, Ayah kenapa sih? Mommy kan cuma mau nanya nomor hape doang. Kali aja mau konsultasi atau apa gitu" Balas Shafa.


"Kamu mau nikah Ra?"


"Iya iyalah Ray, emangnya kamu aja yang mau nikah. Aku juga udah bosen kali jadi jomblo terus. Tiap hari ngurusin orang hamil padahal diri sendiri masih jomlo. Sakit tau nggak Ray" Jawabnya. Rara merupakan salah satu teman Rayyan yang semasa SMA cukup tomboy dan juga hobi tawuran.


"Nikah sma siapa Ra? Siapa tahu aku kenal"


"Sama Aldo Ray" Jawabnya malu-malu.


"Aldo? Wah pasangan ajaib kalian" Ujar Rayyan geleng-geleng.


"Kenapa Yah?" Tanya Shafa penasaran.


"Yang satu rajanya tawuran yang satu ratunya bolos" Jawab Rayyan mengingat kembali sahabat lamanya itu.


"Jangan salah Ray, Aldo sekarang sudah berubah. Dia sekarang udah jadi polisi yang siap menjaga dan melindungi aku 24 jam. Padahal dia dulu anti banget ama polisi eh taunya sekarang malah jadi polisi" Ujarnya sambil terkekeh.


"Itula Ra, jangan terlalu membenci sesuatu sebab apa yang kita benci bisa jadi itu yang terbaik untuk kita, begitu pun sebaliknya" Balas Rayyan.


"Seperti kata Aksara Citra penulis novel Jodoh Pilihan Allah, Benci dan Rindu itu bedanya tipis, keduanya sama-sama ada di hati" Ujar Shafa.


Setelah perbincangan singkatnya dengan Rara, Rayyan dan Shafa bersiap untuk pulang. Mereka berjalan bergandengan menuju tempat perkir mobil.


"Awhh... Aduhhh!!!" Pekik seseorang tak jauh dari mobil mereka.

__ADS_1


"Hei... Kamu nggak papa?" Tanya Shafa pada seorang wanita yang juga tengah hamil seperti dirinya. Jika di lihat dari usianya dia seperti masih sangat muda. Mungkin dia juga salah seorang peserta kelas kehamilan yang berada di ruangan lain.


"Perut aku sakit" Ujarnya sambil memegang perutnya.


"Suami kamu mana?" Tanya Rayyan. Namun dia diam tak menjawab.


"Kami antar ke rumah sakit ya?" Tawar Shafa.


"Kalau boleh, aku tolong antar aku pulang saja" Ujarnya.


"Ya sudah, ayo" Balas Shafa. Ia pun mengajak wanita itu menuju mobilnya.


"Aku nggak bisa duduk di belakang" Ucapnya tiba-tiba yang membuat Shafa melotot seketika.


Udah di tolongin ngelunjak. Gue tinggal juga lo!!!


"Ya udah burun masuk!" Jawab Shafa sedikit kesal. Tapi mereka tidak mungkin meninggalkannya yang sedang kesakitan seorang diri.


"Rumah kamu di mana?" Tanya Rayyan yang sudah mulai menjalankan mobilnya.


"Perumahan Permata Hijau Permai kak" Jawabnya.


Aneh nih bocah, tadi kesakitan sekarang kelihatan baik-baik aja. Gumam Shafa yang mengamati wanita muda tadi dari kursi belakang.


Alamat yang mereka tuju tidak begitu jauh dari tempat yoga, sehingga hanya membutuhkan waktu 15 menit sudah sampai tujuan.


"Berhenti di depan kak" Ujar gadis itu menunjuk sebuah rumah dengan pagar berwarna merah muda.


"Kak tolong bukain seatbelt nya" Ujarnya manja. Rayyan langsung menoleh ke arah Shafa. Ia tahu istriny pasti sedang dalam mode siap ngamuk. Sejak di perjalanan tadi Rayyan sudah memperhatikan ekspresi Shafa dari kaca depan. Shafa terlihat beberapa klai mencebikkan bibirnya bahkan komat kamit sendiri saat gadis muda yang mengaku bernama Sinta itu berceloteh.


"Sini gue bukain!" Sahut Shafa dengan nada ketus membuat gadis itu segera membuka seatbelt nya sendiri.


Makasih ya kak, sampai jumpa lagi ujarnya sambil melambaikan tangan setelah keluar dari mobil.


"Sampai jumpa mbah mu!!!" Gerutu Shafa.


"Mommy pindah di depan ya?" Ujar Rayyan sambil menoleh sekilas pada istrinya.


"Ga sudi!!! Mommy nggak mau duduk di depan sebelum Ayah cuci bersih mobil ini sampai bagian dalam-dalamnya" Sahutnya.


.


.


._______________


Hei..hei Udah Like and komen belum? Jangan lupa tinggalin jejak ya?😍❤️.


Eh kira-kira Briyan aama Sonya lagi ngapain ya? Yang penasaran, sabar! Tunggu besok ya?😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2