Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Guru-Guru


__ADS_3

"Daddy akan pergi sekarang?" Shafa menghampiri daddy nya yang sudah bersiap dengan memakai setalah jas berwarna hitam begitu pun mommy yang terlihat begitu anggun dengan kebaya berwarna putih yang di padukan dengan kain batik khas Indonesia.


"Iya, acaranya akan di mulai jam 10, daddy tidak boleh terlambat" Ujarnya. Sebelum pergi, mommy dan daddy tak lupa memberikan ciuman kepada cucu mereka yang hari ini berusia 2 minggu. Semakin hari baby Am semakin menampakan wajah tampannya yang menggemaskan.


"Setelah selesai acara, mommy akan langsung pulang ke rumah" Ujar mommy. Semalam mereka memang bermalam di rumah Shafa karena Zafran sedikit demam. Beruntung kedua orang tua Shafa adalah dokter sehingga tidak perlu membawanya ke klinik jika ada anggota keluarga yang sakit. Kecuali jika sakitnya cukup parah.


Sebuah alphard berwarna hitam yang di kemudikan oleh supir pribadi daddy memasuki pelataran sebuah hotel bintang lima. Di luar hotel nampak berbaris karangan bunga yang berisi ucapan selamat yang di tujukan kepada beberapa orang yang hari ini akan dikukuhkan dengan pangkat dan jabatan yang baru. Diantara nama-nama yang tertulis dalam karangan bunga tersebut, ada nama Jeffri Juniawan Eka Putra yang juga mendapat kenaikan pangkat sekaligus penghargaan atas perjuangannya menyelamatkan data penting negara sampai hampir kehilangan nyawanya.


Ada rasa bangga dan haru yang menyusup di hati daddy dan mommy Shafa saat menghadiri acara tersebut. Mereka ingat, bahkan saat Jeffri lulus dari pendidikan Akpol dulu, mereka hanya menyuruh orang kepercayaan daddy untuk mendampinginya. Alasannya masih sama, ia tak ingin orang lain curiga dan menyelidiki latar belakang hubungan antara Jeffri dan dr. Harsha. Di Sana juga nampak Aini yang mengenakan seragam khas ibu bayangkari yang berwarna pink.


Satu demi satu rangkaian acara telah di laksanakan termasuk pemberian penghargaan kepada Jeffri. Ia nampak begitu gagah dengan pakaian polisi dan atribut lengkapanya. Ini adalah pertama kalinya daddy melihat Jeffri berpakaian seperti polisi pada umumnya. Pasalanya selama ini ia hanya mengenakan pakaian santai ketika sedang bertugas.


"Dad..." Gumam mommy yang tak kuasa menahan air matanya melihat Jeffri yaang tengah berdiri gagah di podium. Rasanya sama seperti saat mereka menghadiri wisuda Shafa. Dimana saat itu ia menjadi lulusan terbaik yang mendapat kesempatan untuk berpidato di depan ribuan mahasiswa dan orangtua.


Bangga, bahagia, haru. Itulah yang tengah dirasakan oleh daddy dan mommy Shafa.


Setelah selesai dengan semua rangkaian acara, Jeffri menghampiri daddy dan mommynya. Di hadapan kedua orang tuanya ia hormat layaknyanya kepada atasannya.


"Daddy bangga padamu nak" Ujar Daddy sambil memeluk putra sulungnya tersebut.


"Jeffri tidak akan seperti ini tanpa kebaikan daddy dan mommy"


Jeffri menatap Fanny dengan wajah teduhnya. Ibu jarinya bergerak mengahapus air mata pada wajah wanita berumur 51 tahun itu.


"Terima kasih mom, Terimakasih untuk semua cinta dan ketulusan mommy." Jeffri meraih kedua tangan Fanny dan menciumnya.


"Mas, gimana kalau kita foto keluarga dulu. Di rumah belum ada foto bareng mommy dan daddy" Ujar Aini yang langsung mendapat anggukan setuju dari mommy.


Kali ini mereka pergi di studio foto terdekat dari tempat acara. Mereka mengambil foto dengan banyak gaya. Bagi Jeffri, ini adalah momen berharga sepanjang hidupnya. Ia berencana akan memajang besar-besar fotonya bersama kedua orang tuanya.


"Siap ya.."


"Satu"


"Dua"


"Tiga!" Flash! Kilat blits dari kamera fotografer kembali menyala untuk kesekian kalinya. Jeffri tersenyum bahagia melihat hasil jepretan sang fotografer yang sangat apik. Foto-foto tersebut merupakan bukti bahwa dirinya memiliki kelurga utuh seperti yang selama ini ia ridukan.


.


.


.

__ADS_1


.


"Nak ayo minum sirupnya biar cepat sembuh" Shafa membangunkan Zafran yang berbaring di ruang tengah bersama adiknya.


"Mommy, ayah kapan pulang?" Tanyanya dengan suara serak.


"Nggak lama lagi ayah pulang kok, apa abang ingin sesuatu?" Tanyanya sambi mengusap kepala Zafran.


"Atu mau di gendong ayah mommy" Jawabnya sambil membaringkaan kepalanya di paha Shafa.


"Gendong sama mommy aja ya?" Zafran menggeleng.


"Mommy tan punyanya adek" Jawabnya.


"Siapa bilang mommy hanya punyanya adek. Mommy juga kan mommy nya Zafran. Balas Shafa sambil menatap wajah sayu Zafran.


"Atu kangen umi" Ujar Zafran tiba-tiba membuat hati Shafa terasa tercubit. Apa Zafran sekarang merasa dirinya terabaikan? Kenapa tiba-tiba mengingat umi nya?


"Atu mau ikut umi" Ujarnya lagi.


"Nak, Zafran jangan bicara begitu. Kalau Zafran kangen umi, Zafran harus doakan Umi. Sekarang kan ada mommy. Apa Zafran nggak sayang sama mommy?" Shafa mengatakan hal itu dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sakit mendengar putra kecil berkata demikian.


"Atu sayang mommy" Ia langsung memeluk Shafa, menenggelamkan wajahnya di bahu Shafa.


Shafa langsung menekan panggilan pada kintak suaminya. Rayyan hari ini pergi ke yayasan untuk menggantikan ayah mengikuti rapat rutin sekolah.


"Hallo...Assalamualaikum" Sapa Rayyan dari balik telfon.


"Wa'alaikumsalam. Mas, masih lama baliknya?"


"Ini sudah mau balik, kenapa?"


"Zafran kangen mas" Shafa meletakkan ponselnya di telinga Zafran.


"Hallo Ayah" Panggilnya dengan suara lemas.


"Iya, anak ayah kenapa? Abang sudah minum obat belum"


"Atu mau di gendong ayah" Jawabnya.


"Sabar ya nak, ayah sebentar lagi pulang" Balas Rayyan. Zafran mendongak menatap mommynya.


"Mas, sekalian singgah di toko kue langganan ya, tolong belikan kue kesukaan Zafran" Ujar Shafa.

__ADS_1


"Iya, oh ya sayang, teman-teman guru mau kerumah. Kamu siap-siap ya." Ujar Rayyan membuat Shafa terkejut.


Teman-teman guru? Berarti ada Tania juga? OH MY GOD! Gue udah lama nggak lihat muka juteknya dan sekarang harus ketemu dia lagi?


"Halo sayang?"


"Ah.. I..iya... Aku siap siap kalau gitu. Ya udah ya mas, aku tutup. Assalamualaikum"


Duh, gimana nih? Aku harus mandi dan dandan yang cantik. Masa ia ketemu mereka dengan daster motif kucing garong gini.


Shafa memindai penampilannya dari atas sampai bawah yang terlihat masih kucel dengan daster rumahannya.


"Mbak Yati, tolong jaga Am dan Zafran dulu ya? Saya mau mandi" Ujar Shafa pada ART nya.


"Pake ini? Ah enggak, yang ini aja. Hmmm ini skebesaran. Duhhh, aku harus pakai baju mana?" Gumamnya sambil mengeluarkan daster dasternya dari dalam lemari. Kalau saja bukan guru-guru di sekolah tempatnya dulu mengajar yang akan bertamu, ia pasti takkan serepot ini.


"Aku pake ini aja ah, supaya gampang kalau tiba-tiba Am mau nyusu" Ia mengambil sebuah dress panjang berwarna hitam bermerk GUCCI dengan kancing di bagian depan.


Setelah selesai dengan pakaiannya ia segera mengambil kerudung berwarna hijau botol sesuai dengan aksen yang ada di pinggiran dressnya yaitu hijau merah, yang mencadi salah satu ciri khas merek kenamaan tersebut.


Ok, aku siap menyambut kalian!


Tak lama setelah Shafa keluar dari kamar, mobil Rayyan memasuki halaman rumah yang di ikuti oleh 2 mobil di belakangnya.


"Asalamualaikum" Rayyan langsung masuk kedalam rumah mencari keberadaan Shafa di ruang tengah. Ruang yang menjadi tempat istirahat dan bermain anak-anaknya saat siang hari.


"Waalaikum salam"


"Ayaaah" Zafran segera berlari dan langsung minta gendong ayahnya.


"Sayang mereka di depan" Ujar Rayyan. Shafa pun segera keluar menuju pintu depan.


"Assalamualaikum bu Shafa"


"Waalaikum salam, Bu Anne, bu Ita" Mereka saling berpelukan satu sama lain.


"Cuma bu Ita dan bu Anne aja yang di peluk?" Tukas pak Rudi yang juga ikut berkunjung. Pak guru single satu ini masih sama, suka guyon dan bercanda.


"Nggak usah ngarep! Kalau mau di peluk ganti tu celananya dengan rok!" Sahut bu Ita sinis. Mereka berdua masih saja sering adu mulut.


"Oh ya cuma berempat saja dengan pak Adit?" Tanya Shafa.


"Nggak, kita berlima. Nah itu dia bu Tania baru turun dari mobil" Ujar Bu Anne sambil menunjuk ke arah wanita seksi dengan dress ketat berwarna biru tua sebatas lutut.

__ADS_1


"Hai bu Shafa, lama tak jumpa" Sapanya sambil tersenyum kepada Shafa.


__ADS_2