
"Ngobrolnya kita lanjutkan di meja makan yuk? Mommy Zafran tadi sudah menyiapkan makan malam buat kalian" Ujar Rayyan sambil mempersilahkan mereka menuju meja makan.
"Duh, jadi ngrepotin. Oh iya, ini ada oleh oleh buat ade Zafran" Sonya memberikan kotak berisi cup cake dengan toping warna warni.
"Wah... Terima kasih tante, Sayang lihat! Tante Sonya bawain abang kue" Ujarnya pada Zafran yang masih nemplok di dadanya. Zafran langsung mengangkat wajahnya dan berbalik melihat kotak yang di pegang mommy nya.
"Kue coklat mommy?" Ucapnya sambil menatap Shafa.
"Iya, ini ada yang coklat, abang suka yang coklat kan?" Tanyanya. Zafran hanya mengangguk.
"Ya udah, ayo kita makan kuenya di meja makan. Sini abang di gendong ayah ya?" Ujar Rayyan sambil mengangkat Zafran menuju meja makan.
"Pak Rayyan, boleh pinjam anaknya?" Ujar Briyan tiba-tiba saat menuju meja makan.
"Pinjam?"
"Maksud nya gendong. Aku jadi ingin segera punya yang tampan seperti ini" Ujar Briyan yang langsung mendapat sikutan dari Sonya.
"Ha.ha.ha... Pak Briyan sudah ga sabar rupaya. Itu kode bu Sonya" Balas Rayyan yang hanya di tanggapi senyum oleh Sonya.
Dasar Briyan ga punya malu!
"Sayang mau ikut om Briyan?" Tanya Rayyan pada Zafran. Namun Zafran hanya menggeleng sambil mengeratkan pelukannya pada Rayyan.
"Kasian deh, Zafrannya nggak mau" Ledek Shafa.
"Itu Zafran nya buat kita aja Fa, kamu kan bentar lagi mau melahirkan" Ujar Briyan yang merasa jiwa ke bapak an nya muncul setelah melihat Rayyan dan Zafran.
"Enak aja, Nggak boleh. Kamu bikin sendiri dong Bri" Balas Shafa.
"Beneran ini anak kalian? Kamu nggak nyulik anak orang kan Fa?" Tanya Briyan.
"Sembarangan!!! Aku dan mas Ray udah adopsi Zafran beberapa bulan lalu" Terang Shafa.
"Beruntung banget sih kalian. Punya langsung 2. Kayaknya aku harus belajar sama pak Rayyan biar bisa cepet jadi" Ujar Briyan.
"Anak itu bagian dari risqi dari Allah pak Briyan. Kalau sudah waktunya, pasti di kasi. Yang penting terus berusaha, berdoa dan jangan terlalu sering puasa" Jawab Rayyan yang membuat mereka semua tertawa.
Makan malam mereka berjalan dengan hangat. Rayyan dan Shafa di buat melongo dengan cerita Briyan dan Sonya terkait perjalanan cinta mereka hingga bisa bersama seperti saat ini. Yang pasti, apapun yang terjadi merupakan skenario dari Allah, karena jodoh, maut, dan riski semua sudah di tentukan oleh Allah. Pengorbanan Briyan mulai dari menguras tabungannya hingga nekat menemui orang tua Sonya merupakan satu pembuktian bahwa hatinya telah benar benar terpaut pada gadis dingin dan cuek seperti Sonya. Begitu juga dengan Sonya yang rela melakukan apapun demi keselamatan Briyan. Pada akhirnya semua di pertemukan dengan orang yang tepat dan saat yang tepat.
"Ayaaah...Jadi gimana rencana liburan kita?" Tanya Shafa setelaah menidurkan Zafran.
"Gimna ya? Kan bertepatan dengan resepsi bu Sonya. Shafa yakin mau datang di pernikahan bu Sonya? Perut Shafa sudah besar gini, Mas khawatir Shafa kelelahan" Ujar Rayyan sambil mengusap perut istrinya yang sudah hampir memasuki bulan ke 7.
"Mas khawatir atau malu, ngajakin aku yang gendut ini?" Tanya Shafa.
"Mas khawatir sayang, Selain itu, shafa semakin gendut kan semakin seksi, mas nggak rela kalau nanti Shafa di lihatin orang banyak" Balas Rayyan sambil mengeratkan dekapannya.
"Nggak kebalik mas? Yang harusnya khawatir itu aku mas, Mas Rayyan itu makin hari makin ganteng, pasti di sana nanti banyak yang ngelirik. Lagian siapa juga sih yang mau ngelirik wanita hamil yang udah mau mbrojol kaya aku" Ujar Shafa.
"Biar hamil tapi kan tetap cantik" Balas Rayyan sambil mencium pipi istrinya yang kian membulat.
"Pokoknya kalau mas pergi, aku harus pergi. Titik!!!"
"Mas akan ajak Shafa tapi ada syaratnya" Ujar Rayyan.
"Apa mas?" Shafa menatap Rayyan. Rayyan menyeringai dengan senyuman mencurigakan.
__ADS_1
"........" Ia membisikan sesuatu di telinga Shafa.
Shafa pun langsung menganguk menyetujui sarat pertama yang di ajukan oleh Rayyan. Ia segera berbalik dan meraih bibir Rayyan. Tanpa di mintapun untuk syarat pertama ini, Shafa tentu dengan senang hati akan melakukannya. Selain karena hormon kehamilan yang membuatnya selalu ingin di sentuh suaminya, ia sendiripun selalu merindukan kehangatan dari suaminya.
Mereka menghabiskan malam dengan penuh cinta, menikmati risqi yang Allah berikan kepadanya. Keduanya tak kalah romantis dari pasangan pengantin baru yang juga tengah menikmati malam panjang bersama pasangan halalnya.
.
.
.
.
"Yang, Udah ya. Aku capek!" Keluh Sonya yang merasa tubuhnya lemas setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Terima kasih cinta" CUP! Briyan mengecup kening Sonya setelah menutup tubuhnya dengan selimut.
"Apakah kamu bahagia menjadi istriku Sonya?" Tanyanya sambil merengkuh tubuh polos istrinya.
"Tentu, selama hanya aku yang kamu cintai" Jawab Sonya.
"Pasti, hatiku rasanya sudah tidak tertarik melihat wanita lain, karena di depanku ada wanita luar biasa yang telah berhasil membuatku tergila-gila" Ujar Briyan.
Drt....Drt....
Terdengar suara getaran dari ponsel Briyan yang sengaja ia silent agar tidak mengganggu aktifitas menyenangkaan mereka.
"Siapa Yang?" Tanya Sonya yang melihat Briyan mengacuhkan panggilan tersebut.
"Ga penting Cinta. Ayo bobo lagi" Ujarnya, namun Sonya menolak.
"Ia itu" Jawab Briyan acuh.
"Angkat!" Perintah Sonya.
"Tapi Cinta?!"
"Angkat aku bilang!!!" Titahnya yang tidak ingin di bantah.
"Ini Video call sayang" Ujar Briyan.
"Baguslah, jadi dia tahu bahwa kamu sudah beristri dan tidak akan menggangumu lagi. Kecuali jika kamu mau merahasiakan pernikahan kita dari mantan-mantanmu" Ujar Sonya.
"Baiklah baiklah, aku angkat nyonya!" Ujar Briyan sambil menggeser tombol hijau pada layar ponselnya. ID pemanggil yang tertulis dalam layar tersebut adalah Devi Seksi membuat Sonya sedikit geram.
"Hallo Briyan sayang, kok lama banget sih ngangkatnya" Ujarnya manja. Ia nampak hanya menggunakan dress tidur seksi yang menunjukan belahan dadanya.
"Sorry Dev, aku lagi sibuk" Ujar Briyan sambil menoleh kepada Sonya. Ia tak ingin melihat penampakan tak senonoh di layar ponselnya.
"Kamu sibuk ngapain Bri? Itu kayaknya kamu lagi mau tidur. Mau di temenin nggak?" Balasnya dengan nada super menggoda. Sonya yang merasa geram langsung memiringkan ponsel Briyan agar wajahnya nampak di layar. Iya sengaja memeluk Briyan erat dengan wajahnya yang berada di dada Briyan.
Si ondel-ondel pasti panas!
"Sayang, kamu lagi sama siapa?" Tanya Devi yang terdengar kesal.
"Ini istriku Dev. Sorry Dev sebaiknyaa kamu jangan hubungi aku lagi" Uajr Briyan.
__ADS_1
"Kamu pasti bohong kan Bri, aku nggak percaya kamu secepat itu menikah. Bukankah beberapa hari lalu kita janjian mau liburan bareng. Please sayang, kamu jangan nge prank aku dong" Balasnya masih tak percaya dengan ucapan Briyan.
"Eh, kamu denger nggak sih suamiku bilang apa? Aku ini istri sahnya Briyan. Jadi jangan coba-coba deketin dia atau.."
"Atau apa? Eh tunggu, kamu kan cewek yang waktu itu dipantai kan? Astaga Briyan, kamu keterlaluan tau nggak. Dia kan yang waktu itu kamu bilang adek kamu kan? Dek, udah dong ngerjainnya" Ujar Devi semakin tak percaya setelah melihat wajah Sonya.
"Adek? Apa adek bisa seperti ini?" Sonya menyetuh wajah Briyan kemudian mencium bibirnya dengan mesra, Briyan pun menikmati ciuman Sonya dan saling membalas membuat seseorang di yang masih aktif di dalam panggilan video call itu teriak histeris.
"Briyaaaann!!!! Nooooooo!!!!" Tut..tut... Panggilan terputus. Sonya pun melepaskan ciumannya dan berbaring sedikit menjauh.
"Yah, kok udahan cinta?" Protes Briyan.
"Jadi sudah berapa banyak wanita yang kamu tiduri Bri?" Tanya Sonya dingin. Ia tak yakin dirinya adalah wanita pertama yang di sentuh Briyan.
"Cuma kamu sayang. Nggak ada yang lain" Jawabnya sambil mencoba mendekati istrinya tersebut.
"Jangan bohong? Bukankah kamu dulu selalu di kelilingi oleh wanita-wanita cantik dan seksi. Mustahil jika kalian hanya bertemu tanpa melakukan lebih?" Ujar Sonya tak mau menatap Briyan.
"Demi Tuhan sayang, aku hanya sebatas pacaran, pegangan tangan, pelukan tidak sampai melakukan seperti yang baru saja kita lakukan" Jawab Briyan meyakinkan Sonya.
"Kalau ciuman?" Tanyanya lagi.
"Kalau itu ya, iya, tapi...."
"Sama siapa saja? Apakah dengan istri Pak Rayyan kamu juga melakukannya?" Tanya Sonya memotong ucapan Briyan.
"Tidak Cinta. Shafa yang dulu bukanlah wanita yang dengan mudah untuk di dekati. Kami hanya berpengan tangan tidak sampai ciuman seperti yang kita tunjukan pada Devi tadi" Jawab Briyan jujur.
"Bagaimana dengan yang lainnya? Apakah kamu melakukan seperti ciuman kita tadi?" Cecar Sonya.
"Ampun Cinta, tapi itu dulu waktu aku kuliah di LA, kau tau sendiri pergaulan di sana seperti apa. Tapi aku berani sumpah, untuk hal yang paling intim aku hanya melakukannya denganmu. Suami mu ini masih perawan cinta" Sonya yang tadinya kesal mendadak tertawa mendengar ucapan Briyan. Iya berbalik menatap wajah melas suaminya.
"Perawan?" Tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Eh.. Perjaka maksudku. Aku beneran masih ori. Baru kamu yang merenggut kesucianku" Ujar Briyan sambil mendekap Sonya.
"Enak aja. Yang ada kamu yang udah mengambil kesucianku!!! Kenapa jadi seperti kamu korbannya?" Ujar Sonya sambil memukul lengan Briyan.
"Sama aja Cinta. Kita sama-sama udah nggak suci lagi." Jawab Briyan enteng.
"Yang?"
"Ya Cinta"
"Aku mau kamu ngundang wanita tadi dan semua wanita yang masih sering berhubungan dengan mu di resepsi pernikahan kita!"
"What?" Briyan membelalakan matanya.
Matilah aku! Kalau Sonya tahu ada berapa wanita yang pernah dekat denganku!
"Kenapa?"
"E..enggak cinta, tapi.. itu" Briyan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Suamiku, aku bukannya cemburu atau ingin mengungkit kembali masa lalumu. Aku hanya ingin pernikahan kita di ketahui oleh semua orang termasuk mantan pacarmu. Agar kejadian seperti tadi tidak terulang kembali. Aku tidak ingin kamu sembunyi dari bayang-bayang masa lalu mu. Menghindari mantanmu berarti kamu tidak siap untuk mengakuiku sebagai istrimu di depan mereka. Aku hanya ingin mereka tahu bahwa Briyanku yang play boy ini sudah berubah. Dengan begitu mereka tidak akan mengusik kita lagi" Ujar Sonya lembut sambil mengusap pipi suaminya. Briyan sungguh tersentuh dengan ucapan Sonya.
"Terima kasih Sonya, telah menerimaku dengan sepenuh hati. Aku beruntung memilikimu" Briyan memeluk Sonya dengan penuh cinta seakan tak ingin melepaskannya.
__ADS_1
Terimakasih Tuhan telah mengirim malaikat sebaik dia untuk menjadi pendampingku!