Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Bertemu Abah


__ADS_3

"Mau ada acara apa sih Qis, kok pada nyari gamis baru" Tanya Shafa. Pagi ini Ia sedang berjalan-jalan di pasar bersama Bilqis dn mbak Nurul. Hampir sebulan di sini, Shafa sudah terbiasa menginjakkan kakinya di pasar. Jika sebelumnya ia berbelanja di Mall atau butik, maka sekarang beda cerita.


"3 hari lagi acara milad pesantren kak" Jawab Bilqis sambil memilih milih khimar yang tegantung.


"Milad? Sejenis hajatan gitu?" Taanya Shafa, yang belum familiar dengan istilah tersebut.


"Milad itu ulang tahun Neng. Para santri akan tampil membawakan Sholawat, qasidah rebana dan lain-lain, makanya kami bersiap karena akan banyak tamu yang hadir" Terang mbak Nurul. Shafa hanya manggut manggut.


Mbak Nurul sudah seperti sosok kakak buat Shafa. Meski umur nya hanya terpaut 3 tahun, tapi mbak Nurul begitu dewasa dan sabar.


"Nah yang itu bagus Qis, Nanti kakak dandanin deh biar makin cantik" Ujar Shafa sambil menunjuk satu set gamis berwarn peach.


"Kata abah, nggak boleh ber tabaruj kak. Karena itu dapat mengundang nafsu laki-laki yang melihat" Balas Bilqis yang membuat Shafa terbengong.


"Itu apaan lagi Qis?" Tanya Shafa bingung.


"Tabaruj itu berdandan kak. Kata abah wanita tidak boleh dandan berlebihan kecuali di hadapan suaminya kak." Terang Bilqis.


Abah bener-bener hebat. Bocah seusia ini sudah ngerti yang begituan. Ya Allah semoga anak ku kelak bisa seperti Bilqis.


"Ini brapa mbak?" Tanyaa Nurul pada penjual gamis tersebut.


"Lima ratua dua puluh ribu dek." Ujar penjual itu.


"Apa nggak bisa kurang mbak"? Mbak Nurul mencoba untuk menawar.


"Nggak bisa mbak, ini bahannya bagus dan model terbaru." Ujar penjual tersebut.


"Kita pindah ke penjual lain yuk kak, ini mahal sekali" Bisik Bilqis.


"Mbak, saya ambil yang itu satu ya!" Ujar Shafa menunjuk gamiss peach yang di pilih Bilqis tadi.


"Lho kak? Kenapa di beli. Itu mahal kak." Ujar Bilqis.


"Nggak papa Qis, anggap saja kenang-kenangan dari kakak." Shafa nyengir melihat anak remaja itu terkejut.


"Terima kasih kak Shafa." Bilqis memeluk Shafa bahagia.


Setelah selesai berbelanja pakaian mereka bersiap untuk kembali ke pesantren. Bukan hanya Bilqis dan Mbak Nurul, Shafa juga membeli sebuah gamis panjang berwarna sama dengan milik Nurul. Ia berencana memakainya pada acara Milad pesantren.


"Pak, berhenti di toko buah sebentar ya." Ujar Shafa pada supir pesantren.


"Nggih Mbak!" Ujar nya sopan.

__ADS_1


"Neng Shafa mau beli buah?" Tanya mbak Nurul.


"Ia mbak, aku ingin buat puding Strawberry. Rasanya sudah lama aku nggak makan Strawberry" Ujar Shafa, yang tiba-tiba menginginkan buah kesukaan nyaa itu.


"Nanti Bilqis bantu ya kak" Ujar Bilqis antusias.


Shafa pun membeli 2 kg buah Strawberry. Sesampainya di rumah ia segera membersihkan buah-buah tersebut. Mereka berdua membuat puding Strawberry yang dulu selalu menjadi makanan yang di sukai Rayyan.


"Kak, kenapa nangis?" Tanya Bilqis. Shafa segeraa mengusap air mata yang tidak sengaja jatuh.


"Nggak papa Qis, kakak cuma ingat seseoranh. Dulu ada orang yang nggak suka makan makanan Manis, tapi pas kakak buat ini, malah di habisin semuanya." Terang Shafa, mengingat Rayyan.


"Oh... pasti ayahnya dedek bayi ya kak?" Tebak Bilqis.


Shafa mengangguk.


"Ya udah, ayo kita lanjutin kak. Mungkin dedek bayi lagi kangen sama ayah nya kak." Ujar Bilqis sambil mengaduk campuran bahan lain.


Apa benar kamu kangen sama ayah mu nak? Mommy juga kangen. Tapi, apa ayah mu masih ingat sama kita? Mungkin sekarang dia sudah bahagia dengan Hana.


Setelah selesai membuat puding, Shafa dan Bilqis bersiap menuju pondok putri. Hari ini adalah hari libir Nasional sehingga Bilqis bisa menemani Shafa sejak pagi. Biasanya kalau Bilqis sekolah, Shafa hanya akan berada di rumah bersama Umi, belajar mengenai hal-hal yang belum ia ketahui. Atau kalau tidak, dia akan berjalan-jalan ke pondok putri bersama para pembina santri seperti mbak Nurul.


Banyak hal positif yang ia lakukan selama berada di pondok. Bacaan Al-Quran nya pun sudah sangat baik. Shafaa juga belajar menghapal surat-surat yang berada di Juz 30 dan beberapa surah seperti Al-Mulk dan Ar-Rahman. Ia juga rutin membaca surah Yusuf dan Maryam. Abah dan Umi selalu mengajarkan amalan-amalan yang baik di kerjakan oleh wanita yang sedang mengandung.


"Assalamualaikum mang, Pak kyai nya ada?" Tanya nya pada supirn pesantren yang sedang melintas di halaman.


"Waalaikum salam mas, Abah ada di dalam, barusan pulaang dari masjid" Jawabnya sopan.


Rayyan segera menuju rumah utama. Setelah beberapa kali mengucapkan Salam akhirnya abah keluar dari dalam rumah.


"Masya Allah, Rayyan. Ayo silahkan masuk" Sambut abah. Rayyan menyalami pak Kyai dan ikut masuk ke dalam ruang tamu beliau.


"Maaf, saya datang tanpa mengabari dulu Bah" Ujar Rayyan pada laki-laki yang sudah hampir 10 tahun ini menjadi guru nya.


"Tidak apa-apa, kamu datang sendiri? Kenapa tidak mengajak istrimu kemari?" Tanya abah. Seketika wajah Rayyan menjadi sendu.


p


"Apa ada masalah lagi dengan istri mu Nak? Kamu masih belum berhasil membujuk nya? Tanya abah. Ia begitu peka, langsung mengetahui jika Rayyan sedang ada masalah.


"Bukan itu abah, Rayyan sudah berhasil membujuk nya tapi---" Ia menggantungkan ucapan nya. Entah ingin mulai bercerita dari mana.


"Tapi kenapa Nak?" Tanya abah.

__ADS_1


Rayyan memejamkan matanya sejenak. Menenangkan hatinya. Ia pun mulai bercerita dari awal mula Shafa marah padaa tante Lilis dan Yola, kedatangan Hana, sampai saat mereka bertengkar dan Shafa pergi tanpa membawa apapun.


Abah mendengarkan dengan seksama cerita Rayyan dan mencoba menarik benang merah dari penuturan nya tersebut.


"Saya sudah mencarinya kemana-mana abah, Saya juga sudah membayar orang untuk menemukan nya, tapi keberadaannya sama sekali tidak di ketahui. Saya harus bagaimana abah?" Tanya Rayyan yang tak bisa menyembunyikan rasa terpukul nya.


"Insha Allah istrimu baik-baik saja. Yakinlah bahwa ada Allah yang akan menjaga nya." Ujar abah.


"Dalam setiap rumah tangga, ujian pasti ada Nak, dan kunci dari utama dari rumah tangga itu adalah rasa percaya dan saling terbuka kepada pasangan. Jangan sesekali kamu menyembunyikan sesuatu yang pada akhirnya menjadi boomerang untuk kehidupan mu. Dan Rumah tangga mu. Dan semarah apapun kamu, jangan pernah menyakiti tubuh istrimu Nak. Karena wanita itu ibarat tulang rusuk yang bengkok. Apabila kamu terlalu keras maka ia akan patah." Ujar abah. Penyesalan begitu nampak di wajah Rayyan.


"Ummi" Panggil abah pada ummi yang berada di ruang tengah.


"Iya bah, ada apa?" Jawab umi.


"Apa Bilqis masih di pondok putri?" Tanya abah.


"Ia bah, mereka sedang latihan untuk acara Milad pesantren" Jawab ummi.


"Oh ya mi, tolong bawakan kue yaang di buat Bilqis dan kakaknya tadi" Pinta abah.


"Nak Rayyan. Abah hanya ingin menitip satu pesan pada mu. Bila nanti Istri mu telah kembali. Tolong...Tolong jaga dia dengan baik. Jangan pernah menyakitinya semarah apapun kamu, tahanlah tanganmu dari menyentuh tubuhnya. Karena istri adalah penyempurna agama suami, ladang pahala dan sumber kebahagiaan hidup Nak. Jangan pernah berhenti meeminta kepada Allah agar kalian segera di perteemukan." Ujar abah.


"Insha Allah abah."


"Silahkan Nak Rayyan, ini tadi Bilqis yang belajar membuatnya" Ujar umi sambil menghidangkan puding Strawberry di atas meja.


"Ayo nak silahkan di coba, buatan cucu abah" Ucap abah mempersilahkan.


Rayyan pun mengambil sepotong puding, diletakannya di atas piring. Saat ia memakannya tiba-tiba matanya berkaca-kaca.


"Ada apa Nak? apa rasanya tidak enak?" Tanya Abah yang melihat Rayyan terlihat sangat sedih.


"Tidak abah, Ini... Sama persis yang Shafa sering buatkan untuk saya" Ujarnya.


Abah tersenyum, sambil menepuk bahu Rayyan.


"Datang lah 3 hari lagi kemari bersama orang tua mu" Ujar abah.


_________


Maaf ya... Nunggu lama. Author kehabisan kuota semalamπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Sekarang udah Normal kembali... Jangan Lua LIKE, VOTE AND RATE BINTANG 5 YA....

__ADS_1


Sabar... Eps selanjutnya Mereka akan ketemu. Siapin tissu ya🀭🀭😘😘😘😘


__ADS_2