
"Kalian?" Ujar Shafa saat melihat siapa yang datang.
"Hai kak Shafa. Apa kabar? Seneng ya sekarang bisa leluasa membodohi kak Ray" Ujar Yola dengan senyum sinis. Setelah memastikan rumah dalam keadaan sepi, Yola dan tante Lilis segera melancarkan aksinya. Penampilan Yola dan tante Lilis pun berbeda dengan pada saat mereka datang. Yola bahkan tidak memakai kerudung. Ia mengenakan jeas biru dan kemeja denim. Penampilan Yola selama ini hanyalah untuk menarik simpati Rayyan, termasuk alasannya ingin kuliah di Kairo.
"Mau apa kalian kesini?" Tanya Shafa dingin. Ia merasakan bahwa Yola dan tante Lilis akan berniat jahat padanya.
"Apa seperti ini caramu menyambut tantemu ini Shafa? Sahut tante Lilis yang kemudian nyelonong masuk tanpa permisi.
"Keluar kalian dari rumahku" Usir Shafa saat Yola dan tante Lilis menerobos masuk dan sekarang sedang menuju ruang tengah.
"Wah..wah... Lihat!!! anak siapa ini?" Ujar tante Lilis sambil mendekati Zafran.
"Pergi kalian, jangan ganggu anakku!" Bentak Shafa dengan penuh kemarahan.
"Mommy... Mommy" Zafran berteriak memanggil Shafa saat tante Lilis mendekatinya. Sedangkan Yola menghadang Shafa.
"Zafraaan!!! Lepaskan anak ku!!! Kalian mau apa?" Shafa berteriak saat tante lilis mengangkat tubuh Zafran.
"Mommy... Mommy.." Zafran memberontak sambil merentangkan tangannya ke arah Shafa.
"Diamm!!! Anak sialan, Diam!!!" Bentak tante Lilis membuat Zafran ketakutan.
"Kalian keterlaluan! Minggir Yola!!!" Shafa berusaha mengahampiri tante Lilis untuk mengambil Zafran namun terus di halangi oleh Yola.
"Kamu benar-benar wanita murahan Shafa. Kamu mempunyai anak sebelum menikah dan sekarang kamu membawanya kesini meminta Rayyan untuk mengakui anak ini. Picik sekali!" Ujar tante Lilis.
"Lepaskan Zafran tante!!!" Bentak Shafa. Wajahnya sudah memerah terlebih saat melihat Zafran terus menangis tapi tak berani bersuara.
"Tidak!!! Aku akan melepaskan anak ini kalau kamu mau memenuhi persyaratan yang aku minta" Ujar tante Lilis mencoba memberikan tawaran.
"Bagaimana kak Shafa? Kamu tentu tidak mau melihat anakmu itu celaka kan?" Ujar Yola. Shafa sudah mengepalkan tangannya. Kalau saja Zafran tidak berada dalam gendongan tante Lilis dia pasti sudah menghajar Yola.
"Apa yang kalaian inginkan? Cepat katakan dan lepaskan anakku!" Ujar Shafa penuh penegasan.
"Biarkan Rayyan menikahi Yola. Maka aku akan melepaskan anak ini" Jawab tante Lilis.
"APA? Sampai mati pun aku tidak akan mengijinkan suamiku menikahi perempuan ular seperti kalian!" Teriak Shafa.
"Baik! Berarti kamu lebih memilih kehilangan anak ini! Ujar tante Lilis.
__ADS_1
"Kalian licik!!! Aku tidak akan pernah memaafkan kalian" Teriak Shafa. Tanpa teras air matanya sudah meleleh di pipinya.
"Ha.ha.ha.. Apa tante tidak salah dengar Shafa? Siapa yang licik? Ha?! Kamu jauh lebih licik daripada kami. Kamu telah menipu Rayyan! Tante tidak rela Rayyan mendapat perempuan murahan yang tak tau diri seperti kamu! Dan kami juga tidak butuh maaf darimu Shafa!" Balas tante Lilis.
"Aku akan mengembalikan anak ini jika Rayyan telah menikahi Yola!" Ujar Tante Lilis sambik berjalan menuju pintu keluar.
"Zafraan!!! Lepaskan dia tante!!!" Shafa terus berusaha menggapai Zafran mencoba menghindari halauan Yola.
"Mommy" Panggil Zafran lirih sambil terus sesunggukkan.
"Diam kamu Anak haram!!! Mommy mu yang murahan perlu di beri pelajaran agar dia tahu diri" Bentak Yola membuat kesabaran Shafa habis.
"B******* kamu Yola" Teriak Shafa
PLAK!!! PLAK!!!
DUG!
Shafa melayangkan tamparan di wajah Yola. Ia juga menendang kaki Yola sampai dia terjatuh kebelakang.
"Yola!!!" Pekik tante Lilis.
"Mamah tolong!!!" Pekik Yola saat Shafa mengarahkan pecahan botol itu di samping wajah Yola.
"Jangan bermain-main dengan ku tante!" Ujar Shafa sambil terus mencengkeram tangan Yola.
"Lepaskan Yola J*****!!!" Teriak tante Lilis.
"Kalian yang mulai! Aku akan lepaskan Yola kalau tante melepaskan Zafran dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku!" Ujar Shafa. Matanya memanncarkan kemarahan yang amat besar.
Tante Lilis masih tak bergeming ia masih medekap Zafran dengan erat meski bocah itu beberapa kali memberontak.
"Mamah tolong!!!" Ujar Yola dengan air mata berlinang. Ia sangat takut Shafa akan melukainya.
"Bagaimana Yola? Apa kamu masih berniat menjadi istri suamiku? Kalau ia mungkin aku harus meemberikan sedikit goresan di wajaah cantikmu ini agar setiap kali kamu bercermin kamu akan ingat, apa yang telah kamu lakukan padaku dan anak!" Ujar Shafa yang terdengar sangat menakutkan.
"Shafa!!!! Astagfirullahaladzim!!" Teriak Rayyan yang baru saja masuk ke dalam rumah. Rayyan terpaksa kembali pulang karena ada beberapa berkasnya yang ketinggalan.
"Ayaaaah!!!" Zafran segera berteriak begitu melihat kedatangan Rayyan. Sedangkan Shafa masih tidak melepaskan cengkeramannya pada Yola.
__ADS_1
"Sini Nak, Rayyan segera mengambil Zafran dari tante Lilis. Tante Lilis tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Ray... Tolong Yola Ray. Istrimu ingin mencelakainya" Adu tante Lilis dengan ekspresi sedih.
"Mereka duluan Mas!!! Mereka mengancamku menggunakan Zafran" Ujar Shafa.
"Benar itu tante?" Tanya Rayyan yangbsudah terlihat marah.
"Nggak Ray, dia bohong. Tante hanya ingin berkunjung tapi dia malah menyerang Yola lagi" Bela tante Lilis. Rayyan kali ini tidak begitu saja percaya dengan ucapan tante Lilis.
"Katakan yang sebenarnya tante!!! Atau Yola akan merasakan sakitnya tertusuk pecahan kaca ini!" Kini Shafa berbalik mengancam.
"Sayang, buang itu!!! Lepaskan Yola" Ujar Rayyan. Ia sangat takut istrinya memegang benda-benda berbau tajam seperti itu. Ia khawatir pecahan kaca itu justru mengenai kulitnya.
"Nggak mas! Sebelum mereka mengakui semuanya!" Ujar Shafa.
"Ayaah tante itu nakal, Zafran nggak boleh ketemy Momny" Adu Zafran sambil menunjuk tante Lilis.
"Kali ini Rayyan tidak akan tertipu lagi oleh ucapan tante Lilis dan Yola" Terang Rayyan. Ia mendekati Shafa. Shafa segera membuang pecahan kaca ynag di pegangnya dan langsung memeluk Zafran.
"Mommy...." Zafran menangis dalam pelukan Shafa.
"Anak Mommy nggak papa kan?" Taanya Shafa sambil mengusap air mata Zafran.Zafran menggeleng kemudian memeluk leher Shafa dengan erat. Shafa membawa Zafran masuk ke dalam kamar karena ia tidak ingin Zafran melihat kembali pertengakaran antara tante Lilis yang kini sudah berhadapan dengan Rayyan.
"Kenapa tante masih saja mengusik keluarga Rayyan tante? Apa yang sebenarnya tante inginkan. Kenapa Kalian tidak pernah puas menggangu Shafa" Tanya Rayyan dengan perasaan marah. Ia sudh lupa akan tujuannya pulang untuk mengambil dokumen penting, setelah melihat kejadian mengerikan di rumahnya. Entah apa yang terjadi kalau saja ia tidak datang. Mungkin Yola atau Zafran bisa saja terluka.
"Ray, Buka mata kamu Ray! Mau sampai kapan kamu membela istrimu itu. Kamu selalu memujinya, mebutupi kebusukannya. Sekarang terbukti kan, dia punya anak sebelum menikah dengan kamu! Apa namanya kalau bukan J*****!!!" Ujar tante Lilis .
"Tante salah! Shafa memang Mommy nya Zafran tapi dia bukanlah wanita yang melahirkan Zafran. Kenapa tante selalu berburuk sangka kepada Shafa? kenapa tan? Zafran itu sama seperti Yola tante. Dia tidak memiliki ayah. Beruntung Yola masih memiliki tante sebagai ibu. Tapi Zafran? Ayah dan ibunya semuanya telah tiada dan kalian dengan teganya menuduhnya sebagai anak yang terlahir dari hubungan terlarang" Balas Rayyan dengan tegas.
Tante Lilis dan Yola langsung bungkam. Mereka tak menyangka bahwa anaknitu bukan anak kandung Shafa.
________________
Dear pembaca setia๐
Mulai besok aku hanya akan up 2 kali aja perhari tapi eps akan lebih panjang. Dari 1000 kata jadi 2000 kata..๐
Jangan lupa like and votenya yaaah๐๐๐
__ADS_1