
Menjelang resepsi pernikahan Sonya dan Briyan, semua orang tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, tak terkecuali Shafa dan Rayyan. Saat ini mereka tengah berada di sebuah butik ternama untuk membeli gaun yang akan di pakai di acara pernikahan Sonya.
"Yang ini sangat cocok buat nyonya yang tengah mengandung. Gaun ini terbuat dari bahan yang dingin, lembut, dan sangat ringan. Sehingga memudahkan untuk bergerak. Ini outer bagian luar dengan detail yang di lengkapi oleh batu batu kristal menambah kesan mewah dan elegan" Ujar pegawai toko yang tengah menunjukan koleksi terbaik mereka.
"Bagaimana dengan yang itu?" Shafa menunjuk sebuah gaun panjang berwarna hitam dengan model rok rempel dengan bertabur kristal di bagial bawah rempelannya juga bagian ujung lengan.
"Yang Ini hanya ada satu warna saja nyonya, dan harganya dua kali lipat dari gaun yang saya tunjukan tadi, karena semua bahannya di import langsung dari korea, termasuk kristalnya ini, merupakana kristal dengan kualitas terbaik." Terangnya.
"Kamu suka sayang?" Tanya Rayyan. Shafa mengangguk.
"Kalau begitu yang ini saja mbak" Ujar Rayyan sambil menunjuk gaun hitam
"Baik, mari bu kita fitting dulu di dalam sebelum di packing" Ujar pegawai butik tersebut dengan ramah. Shafa pun mengikuti pegawai wanita tersebut masuk ke dalam ruangan fitting, sementara Rayyan dan Zafran menunggu di sofa bagian depan butik.
"Eh, Sya itu kayak Mr. Ray" Ujar Seorang wanita cantik kepada temannya sambil menunjuk ke arah Rayyan yang sedang duduk di dalam butik.
"Oh iya, pasti nganterin istrinya"
"Samperin yuk, sekalian kita pilih-pilih gaun" Ujarnya pada temannya.
"Takut ah, istrinya kan galak"
"Cemen banget sih, sama istrinya aja takut. Aku malah pengen liat istrinya kesel. Pasti seru" Ujarnya sambil menarik temannya masuk ke dalam butik.
"Eh... Mr. Ray disini juga." Sapa dua orang wanita cantik yang tak lain adalah mahasiswa Rayyan yang bernama Anna dan Marsya.
"Oh, kalian. Iya, ini lagi nemenin istri mencari gaun" Ujar Rayyan.
"Wah, kebetulan kita juga lagi nyari gaun buat di pakai di pernikahan bu Sonya" Ujar Marsya.
"Ayah mommy mana?" Tanya Zafran yang menoleh ke kiri dan ke kanan mencari mommy nya.
"Mommy di dalam sayang, bentar lagi keluar" Ujar Rayyan sambil memangku Zafran.
"Silahkaan di tunggu ya bun, barangnya sementara di packing" Ujar Pegawai toko mempersilahkaan Shafa kembali duduk.
"Udah Mom?" Tanya Rayyan.
"Udah tunggu di packing aja. Hhh, Mas aku haus pengen minum es kelapa muda" Ujar Shafa.
"Ini, minum ini dulu" Rayyan memberikan botol air mineral yang tadi di belinya. Saat ia sedang minum pandangannya tiba-tiba terfokus pada dua orang wanita yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Itu boneka annabel kan Mas?" Tanya Shafa sambil melirik ke arah Anna.
__ADS_1
"Iya sayang" Jawab Rayyan singkat.
"Tante itu siapa ayah? Kok tadi bicala sama ayah?" Tanya Zafran dengan polosnya.
"Anak mommy memang pintar." CUP! Shafa mencium pipi Zafran sambil melirik Rayyan.
"Anaknya nanya di jawab dong mas" Ujar Shafa.
"Oh itu mahasiswi di kampus ayah nak." Jawab Rayyan tenang.
"Mahasiswi itu apa ayah?" Tanyanya lagi. Rayyan harus ekstra sabar menjawab pertanyaan dari bocah yang memiliki rasa ingin tahu cukup tinggi seperti Zafran.
"Mahasiswi itu seperti anak sekolah sayang. Tapi sekolahnya di kampus." Jawab Rayyan
"Permisi mbak, kita lagi nyari gaun yang cocok buat kami, yang bisa membuat kami terlihat ramping dan seksi" Tanya Anna pada si pegawai butik. Ia sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar oleh Shafa. Menurut gosip yang mereka dengar, istri Rayyan sangat sensitif itulah sebabnya ia ingin melihat ekspresi kesal di wajah Shafa seerti saat ia melarangnya masuk ke dalam ruangan Rayyan dulu.
"Bagaimana kalau yang ini?" Pegawai tersebut menunjukan sebuah gaun panjang dengan potongan dada yang cukup rendah dan belahan panjang sampai paha.
"Cantik, apakah tubuh saya akan terlihat ramping? Takutnya cowo saya nggak suka kalau badan saya terlihat gemuk. Sama sekali tidak menarik" Ujarnya yang masih bisa di dengar oleh Shafa.
Shafa menoleh ke arah Anna dan Marsya yang terlihat seperti menyinggung dirinya.
"Tentu saja tidak, pacar nona pasti akan suka melihatnya" Jawab pegawai toko tersebut.
"Baik tunggu sebentar ya nona"
Anna dan Marsya kemudian duduk di sofa tak jauh dari tempat Rayyan duduk. Shafa belum beranjak karena gaun yang ia beli masih dalam tahap packing. Memang agak lama karena mereka sangat berhati-hati dalam mem packing gaun mahal tersebut.
"Eh Sya kamu lihat nggak cewek yang di cafe tadi? Gila gendut banget, udah kaya drum minyak" Ujar Anna sambil tertawa.
"Iya bener. Kok bisa sih cewe punya body segede gitu. Nggak takut apa kalau cowonya berpaling ama yang lebih langsing" Balas Marsya.
"Cowonya juga palingan males punya pasangan gendut gitu, Nggak ada seksi-seksinya sama sekali. Lo tau kan kalau cinta itu dari mata turun ke hati. Nah kalau ceweknya gak enak di pandang mata, udah pasti nggak akan masuk ke hati" Ujar Anna sambil sesekali melirik Shafa.
Shafa mengepalkan tangannya mendengar obrolan mereka yang nampak di sengaja untuk memanasi dirinya.
"Udah, jangan di dengerin, nggak baik nguping pembicaraan orang." Bisik Rayyan sambil merengkuh kepala istrinya, membawanya bersandar di dadanya.
"Tapi mereka kaya nyindir aku mas, aku gendut gendut." Ujar Shafa dengan bibir yang sudah manyun.
"Biarin aja. Mau seperti apapun tubuh Shafa mas tetap cinta. Apalagi kalau gendutnya karna mengandung anak mas, mas jadi makin cinta. Lagi pula Shafa kan makin seksi kalau lagi hamil." Bisik Rayyan mencoba menenangkan istrinya.
" Eh Sya tau nggak, kemarin aku baca berita ada perempuan lagi hamil besar bunuh diri gara-gara suaminya selingkuh" Ujar Anna kembali memanasi Shafa.
__ADS_1
"Kok bisa sih An?" Tanya Marsya.
"Yah, katanya lantaran nggak bisa muasin suaminya, secara kan dia lagi hamil. Wanita hamil kan biasanya loyo dan nggak bisa ngapa-ngapain. Wajarlah kalau suaminya selingkuh sama yang lebih bening, seksi dan menggairahkan." Terang Anna yang sambil cekikikan melihat Shafa yang tengah di rangkul Rayyan. Ia yakin Shafa pasti sedang menangis bombay.
"Maaas?" Shafa mendongak melihat Rayyan dengan tatapan melas.
"Jangan dengerin Sayang, yang mereka bilang semuanya nggak berlaku buat Shafa. Shafa lebih dari sekedar memuaskan, malah semakin menggairahkan saat hamil, apalagi kalau udah pake baju tidur. Asal Shafa tahu mas tiap malam harus beristigfar menahan diri agar tidak kebablasan" Bisiknya agar tidak terdengar Zafran. Shafa tersenyum mendengar ucapan Rayyan.
"Ayah, kok bisik-bisik sama Mommy?" Protes Zafran yang sejak tadi bingung melihat mommy dan ayahnya bisik-bisik.
"Enggak kok sayang" Ujar Rayyan.
"Bu, pakaiannya sudah selesai di packing silahkan menuju kasir" Ujar salah seorang pegawai wanita. Mereka pun berjalan menuju kasir. Setelah selesai bertransaksi Rayyan dan Shafa segera meninggalkan butik tersebut.
"Lo liat ekspresinya istrinya Mr. Ray nggak Sya? lucu banget, pasti darah tingginya langsung naik" Ujar Anna sambil tertawa terbahak-bahak.
"Asli gue puas banget ngerjain dia!!! Gue jadi nggak sabar buat ketemu lagi di acara nikahannya bu Sonya."
"Emang lo mau ngapain Ann?" Tanya Marsya.
"Nggak ngapa-ngapain, cuma mau ngerjain kaya tadi lagi.ha.ha.ha"
"Permisi mbak, Bajunya sudah di packing silahkan menuju kasir" Ucap salah satu pegawai tersebut. Anna pun seger menuju kasir untuk membayar gaun yang tadi di pilihnya.
"Totalnya 2.999.900 mbak" Ucap kasir tersebut.
"Hah? 2,9 Juta? Nggak salah mbak?" Tanyanya terkejut. Lantaran terlalu fokus mengerjai Shafa Anna sampai tidak memperhatikan harga baju yang di pilihnya.
"Benar mbak, ini sudah di packing jadi tidak bisa di cancle ya mbak" Ujar kasir butik tersebut.
"Glek!" Anna menelan ludahnya.
"Maaf mbak, saya lupa memberi tahu. Kalau barang mbak sudah di bayar" Ujar seorang pegawai pria yang tiba-tiba muncul.
"Hah? sudah di bayar? Sama Siapa?" Tanya Anna keheraanan.
"Sama wanita cantik yanh sedang hamil tadi." Ujar pria tersebut membuat Anna dan Marsha membelalakan matanya.
Wanita cantik? Hamil? itukan istri Mr. Ray!!! Tidakkkkkkkk!!!!!!
_______________
Aku udah Up maksimal... Please Like and Votenya juga maksimal❤️❤️❤️
__ADS_1