Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Rencana Kunjungan


__ADS_3

Libur semester yang lumayan panjang, mengharuskan Rayyan lebih lama berada di rumah, menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Saat ini ia bersama Shafa sedang menghabiskan waktu di teras samping rumaahnya yaang juga terhubung dengan kolam renang. Zafran dan Rayyan sejak tadi sudah bermain air di dalam kolam sedangkan Shafa hanya berada di pinggir kolam. Hanya kakinya saja yang ia celupkan di air.


"Mommy belenang juga ayo" Panggil Zafran yang sudah berada di tengah kolam bersama ayah nya.


"Sebentarbya sayang mommy mau habisin buahnya dulu" Ujar Shafa yang masih menikamati potongan buah yang tersaji di atas piring.


Triiiing.....Triiiiiing.....


Suara ponsel Rayyan mengalihkan perhatian Shafa.


"Ayah ada telfon" Ujrnya memberitahukan Rayyan.


"Dari siapa Mom?"


Shafa swgera meraih poansel tersebut dan melihat panggilan dari kontak bernama Sonya Dosen.


"Dari bu Sonya yah" Ujar Shafa yang segera menggeser tombol hijau. Pasalnya sudah lamaa sekali ia tidak mendwngar kabar dari Sonya.


"Hallo, Assalamualaikum" Sapa Shafa.


"Waalaikumsalam... Hai bumil cantik apa kabar?" Tanya Sonyaa dari seberang telefon yaang terdengar sangat girang.


"Kabar baik. Bumil cantik ini sekarang udha berubah menjadi bumil gendut" Jawab Shafa sambil terkekeh.


"Walaupun gendut tetep cantik donk ya." Balas Sonya.


"Oh ya bu Sonya apa kabar. Lama banget nggak pernah ketemu. Kata mas Ray lagi liburan ya?" Tanya Shafa.


"Itu dia, duuh ceritanya panjang banget deh. Yang pasti sekarang aku udah nggak single lagi.he.he.he" Ujar Sonya sambil cengengesan.


"What? Bu Sonya sudah menikah? Kok nggak ngundang - ngundang sih?" Ujar Sonya yang nampak terkejut.


"Ih bumil satu ini ya, paling peka deh. Baru akad aja kok kemaren. Resepsinya 4 hari lagi. Itu makanya aku hubungin kalian. Kira-kira sebentar ada waktu nggak ya? Aku pengen jalan-jalan ke situ sekalian ngenalin suami aku. Aku juga udah kangen nih ma si baby...pasti perutnya udah gede ya?" Ujar Sonya.


"Tentu, pintu rumah kami selalu terbuka untuk bu Sonya. Iya nih si Baby boy udah gede, udah mulai suka nendang. Oh ya bu Sonya nikahnya dengan siapa? Jangan bilaang dengan Vino" Tebak Shafa, karena setahu Shafa Vino adalah gebetan Sonya.


"Bukan dong, aku menikah dengan calon yang papa pilihkan"


"Hah? Kok bisa? Bukannya bu Sonya ga suka. Eh aku sampai pernah mikir bu Sonya tuh kabur untuk menghindari pernikahan tau ga?"

__ADS_1


"Thas right... Awalnya gitu tapi ceritanya jadi beda. Ntar deh aku ceritain kalau udh ketemu" Ijar Sonya.


"Oke deh... Gimana kalau sekalian makan malam di sini? Aku akan masakin spesial buat pengantin baru ini?" Ujar Shafa.


"Oke deh"


"Siapa yang menikah mom?" Tanya Rayyan yang tak sengaja mendengar ucapan Shafa.


"Bu Sonya yah!" Jawabnya singkat.


"Oh ya, salam ya sama Mr. Ray... Duh aku jadi nggak enak, pasti beliau marah lantaran harus menghendel beberapa pekerjaanku" Ujar Sonya ynag merasa tak enak hati setelah menerima tawaran project penelitian kemudian pergi begitu saja.


"Nggak kok, Mas Ray mah oke oke aja."


"Ya udah sampai ketemu nanti malam ya, da! Assalmualikum"


"Waalaikumsalam" Jawab Shafa. Ia meletakkan kembali handphone Rayyan dan kini ikut menjeburkan diri kedalam kolam. Melihat mommynya ikut berenang Zafran menjadi sangat kegirangan.


"Nelfon siapa sih Cinta?" Tanya Briyan sambil merangkul bahu Sonya yang tengah duduk santai di sofa.


"Teman dosen aku. Kebetulan istrinya yang angkat" Jawab Sonya.


"Kok kayaknya akrab banget gitu sih?"


"Apa? Pasti cewe itu di hajar yah? Atau di cekek ya?" Tebak Briyan.


"No, dia langsung nelfon suaminya dan mengancam. Jika tidak keluar makan ia akan puasa malamnya. Padahal di situ masih banyak mahasiswa yang mau bimbingan" Ujar Sonya yaang di sambut gelak tawa.


"Wah parah istri temenmu itu. Kok temenmu mau sih punyaa istri galak gitu. Kamu jangan sampe kayak gitu ya Cinta. Bisa mati aku kalau kamu sampai mengancam kaya dia" Ujar Briyan sambil mendusel di leher Sonya.


"Gimana nggak mau kalau isyrinya itu cantik paripurna tanpa cacat dan cela. Udah gitu baik dan perhatian banget. Laki-laki **** aja yang nggak mau sama dia. Tapi aku salut banget sama dia loh yank. Dan pengen sih kaya dia. Prinsipnya untuk membasmi para pelakor yang ingin mendekati suaminya patut aku acungi jempol." Ujar Sonya.


"Ya..ya.. Kalau itu aku setuju. Yang penting nggak pake ngancam puasa malam segala" Balas Briyan.


"Kenapa? Aku rencananya malam ini malah mau puasa" Jawab Sonya santai.


"Eh jangan? Nggak boleh puasa, kita harus rajin menanam biar cepat tumbuh"


"Kamu nggak lihat aku jalan aja masih susah, udah mau nanam aja. Emang semalaman nggak cukup?" Ujar Sonya kesal lantaran Briyan yang terus mengganggu tidurnya.

__ADS_1


"Namanya jugaa pertama cinta. Ntar juga nggak sakit lagi"Balasnya sambil meraih tubuh Sonya dalam dekapannya.


"Emmm... Sayang, mantan kamu yang waktu itu kamu bilang, mau di undang juga ga?" Tanya Sonya.


"Iya, dia kan anaknya pak Harsha. Suaminya pernah jadi teman kerja aku, mertuanyaa juga baik banget sam aku. Kadi nggak enak lah kalau nggak di undang. Lagi pula aku udah nggak ada perasaan kok sama dia. Hati aku sepenuhnya buatmu cintaku" Ujar Briyan sambil mengecup kening istrinya.


"Kamu dulu cinta banget yah sama dia? Namanya Siapa?" Tanya Sonya yang sedikit penasaran dengan mantan Briyan yang pernah ia perjuangkan meski telah bersuami itu.


"Namanya Fara, Aku juga bingung apakah aku memang benar cint atau hanya rasa bersalah saja" Jawab Briyan.


"Maksudnya?"


"Dia dulu pacar aku sejak SMA sampai aku kuliah. Seperti yang kamu bilang aku dulu memang play boy, aku punya banyak pacar di belakang dia. Tapi, baiknya dia selalu maafin aku sampai pada suatu ketika dia memergokiku sedang bersama perempuan lain dan disitulah dia benar-benar marah dan memutuskanku. Dia punya prinsip bahwa mantan itu adalah sampah, yang tidak akn pernah ia pungut kembali. Setelah itu aku merasa sangat bersalah kepadanya hingga saat melihatnya terluka atau tersakiti aku merasa ingin menyembuhkannya. Tapi itu dulu, sekarang tidaak ada yang lebih penting selain istriku ini. Seperti apapun masa laluku dulu, itu adalah masa lalu yang tidak bisa aku rubah. Masa laluku boleh dwngan baanyak wanita tapi masa depanku hanya bersama kamu dan anak-anak kita" Ujar Briyan dengan penuh ketulusan.


"Kamu emang bermulut manis sayang, kenapa waktu di singapura galak dan jutek banget sih?" Tanya Sonya ssambil mengingat kembali sikap Briyan dulu.


"Kamu juga gitu! Tapi aku tidak menyesali semuanya, karena itulah yang membuat cinta kita berbeda. Aku hanyalah pria biasa yang ingin mencintaimu dengan cara luar biasa!" Jawab Briyan. Dia memang paling pintar merangkai kata membuat Sonya semakin tak berdaya dengan ucapan manisnya.


Di sebuah Swalayan tempat ia biasa berbelanja Shafa sedang membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam bersama Sonya dan suaminya. Oa sangat antusias ingin mendengar cerita Sonya yang tiba-tiba menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Saat sedang memilih serbuk agar-agar ia menangkap bayangan wanita yang tidak asing tengah menghampiri suaminya yang sedang memilih susu untuk Zafran. Nampak wanita itu tengah berlagak kemayu dihadapan Rayyan meski perutnya sudah membuncit seperti Shafa.


"Zafran sayang, lihat tante itu sedang dekatin ayah Zafran. Zafran ke ayah gih supaya tantenya cepat pergi." Ujar Shafa pada Zafran yang tengah mengekor padanya. Zafranpun langsung mengangguk dan berlari ke arah ayahnya.


"Ayah...Ayaaah" Panggil Zafran yang membuat wanita bernama Sinta yang pernah di tolongnya pada saat kelas kehamilan itu menoleh. Rayyan segera menggendong putra kecilnya itu.


"Ini anaknya kak?" Tanyanya yang sok akrab.


"Iya ini anak pertama saya" Jawab Rayyan seperlunya.


"Ayah, ayo ke mommy" Rengek Zafran.


"Ayo, maaf saya permisi dulu" Ujar Rayyan pada gadis muda yang tadi menyapanya.


"Eh kak tunggu! Bisa tolong ambilkan susu ibu hamil yng rasa vanila? aku nggak nyampe soalnya" Ujarnya sambil menunjuk dos susu yang berada di rak paling atas.


"Permisi mas!" Panggil Rayyan pada salah satu pegawai swalayan tersebut.


"Iya pak? ada yang bisa saya bantu" Tanyanya sopan.


"Mbak ini minta di ambilin susu, dia nggak nyampe. Mungkin mas bisa bantu" Ujar Rayyan.

__ADS_1


"Oh iya, yang mana bu yang mau di ambilkan?" Tanyanya pada Sinta yang terlihat kesal. Sedangkan Rayyan telah pergi menghampiri Shafa


"Gak jadi!!!" Jawab Sinta ketus kemudian mwlwnggang pergi begitu saja.


__ADS_2