Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Wanita Cantik


__ADS_3

Sampai malam tiba, Shafa masih mengacuhkan Rayyan, meski ia telah mencoba untuk membujuknya berbicara. Shafa tetap saja diam menganggap seolah Rayyan tak ada.


Saat ini Shafa nampak sedang fokus dengan handphone nya seperti sedang memasang sim card pada handphone barunya. Handphonenya saat ini sangat beda jauh dengan miliknya sebelumnya yang telah ia jual saat ia pergi dari rumah. Di lihat dari harganya pun android yang yang ia pakai saat ini 12 kali lipat lebih murah dari miliknya dulu. Shafa memasang kembali nomor ponsel nya yang lama, karena tak ada alasan untuk bersembunyi lagi saat ia mereka sudah memukan nya.


Begitu ia mengaktifkan kembali ponselnya ribuan notifikasi masuk di handphone nya. Baik dari grup maupun chat pribadi. Entah berapa banyak lagi pesan yang mungkin sudah kadaluarsa lantaran terlalu lama ia menyimpan kartunya. Shafa mulai membuka pesan terbaru dari bagian paling atas.


Bebs Amel😘: Fa, Plese pulang. Lo dimana? Semua orang nyariin lo. Kita kangen sama lo Fa😭😭😭.


Gue juga kangen sama Lo Mel! Shafa membuka pesan berikutnya


Bebs Vira😘: Shafa Lo dimana? Apa lo baik-baik aja? Please jangan maen kabur-kaburan kaya gini. Kita semua Khawatir Fa.


Gue baik-baik aja kali Vir!


Briyan Utama: Fara! I'll find You!!! Jika dia tidak bisa membahagiakan mu, Aku yang akan membahagiakan mu!


Mata Shafa membelalak membaca pesan dari Briyan.


Kamu masih sama Bri. Kamu sama sekali tidak berubah!


"Kenapa sayang?" Tanya Rayyan yang baru keluar dari kamar mandi. Ia khawatir melihat istrinya melamun.


Shafa cepat-cepat menggeleng dan meletakan handphone nya di atas nakas. Rayan perlahan mendekatinya dan duduk di sebelah nya. Rayyan melirik sekilas pada handphone baru buatan korea selatan itu lalau mengeluarkan sesuatu dari dalam laci nakas.


"Ini milik mu, ambilah!" Rayyan meletakan ponsel lama miliknya di tangan Shafa. Shafa terlonjak melihat ponsel yang sebulan lalu ia jual seharga Tiga puluh juta rupiah itu kembali padanya.


Bagaimana bisa kamu menemukan ini Mas?


Shafa memandangi ponselnya lekat-lekat. Ia ingat persis bagaimana ia merengek pada Daddy nya agar di belikan ponsel dengan harga fantastis itu. Ia bahkan sampai melakukan aksi lari dari rumah demi mendapatkan keinginan nya itu. Dan sekrang Rayyan membeli kembali ponsel itu untuknya.


Shafa meletakan ponsel itu di atas nakas, seolah tidak membutuhkan benda itu lagi. Ia memilih mengambil ponsel yang ia beli sendiri.

__ADS_1


Rayyan kemudian membuka kembali laci nakas di sebelahnya. Ia mengambil dompet dan kunci mobil milik Shafa.


"Ini, juga. Mas kembalikan pada Shafa. Maafkan Mas, yang pernah jahat sama Shafa" Ujarnya tulus sambil memeberikan dua benda yang pernah ia minta kembali dari istrinya. Dan saat itu, adalah saat yang paling menyakitkan buat Shafa. Mengingat betapa marah nya Rayyan sebelum menguncinya di dalam kamar dengan wajah dan lengan yang memar.


Tanpa sadar, ia kembali menjatuhkan air matanya membuat perasaan bersalah itu kembali menggelayuti hati Rayyan.


"Tidak perlu! Karena semua ini milikmu. Dan agar kamu tidak perlu repot-repot memintanya kembali saat kamu marah padaku! Cukup berikan aku makan dan minum agar aku dan anak mu tetap hidup!" Ucap Shafa yang seketika membuat dada Rayyan sesak. Matanya memerah, ucapan istrinya barusan benar-benar memukul nurani nya yang terdalam.


"Aku harus bagaimana lagi agar kamu memaafkan ku Shafa. Haruskah aku bersujud di kakimu supaya kamu bisa memaafkanku? Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ujar Rayyan penuh dengan penyesalan.


"Tidak perlu. Biarkan waktu yang menjawab semuanya." Ucapnya lalu menarik selimut dan memejamkan matanya.


.


.


Sudah 4 hari sejak kepulangan Shafa, ia masih bersikap sama pada Rayyan. Jangankan melayani nya menjawab pertanyaannyanpun ia enggan. Ego Shafa terlalu tinggi untuk di turunkan, meskipun ia tidak pernah menolak saat Ray memeluknya atau mencium perutnya. Rayyan pun berusaha untuk tetap sabar dan mengerti, karena keberadaan Shafa di sisi nya sudah cukup membuat hatinya tenang.


"Tidak bi, aku masih kenyang." Ujarnya setelah memakan seporsi iga bakar. Meskipun jarang berbicara secara langsung pada Ray, Shafa selalu terbuka jika ingin makan sesuatu. Ia akan menyuruh pak Madi atau bi Lastri menelpon Rayyan untuk membelikan sesuai dengan keinginannya seperti yang barusan di lakukan. Setiap hari Rayyan harus bolak balik kampus rumah yang jaraknya tidak dekat demi memenuhi keinginan istrinya.


"Mbak Shafa masih maarah sama mas Rayyan ya mbak?" Bi Lastri memberanikan diri untuk bertanya.


"Enggak kok bi." Jawab Shafa sekenanya.


"Kasihan mas Rayyan mbak. Selama mbak Shafa pergi mas Rayyan jarang ada di rumah. Setiap pulang pasti nggak lama pergi lagi, pulang-pulang udah malam." Kenang bi Lastri. Shafa jadi sedikit tertarik dengan ucapan bi Lastri.


"Memangnya kemana dia bi?" Tanya Shafa.


"Ya nyari mbak Shafa to. Mau kemana lagi, mas Ray juga kalau pulang selalu bawa banyak buah-buahan. Katanya siapa tahu mbak Shafa pulang semua sudah ada." Imbuh bi Lastri.


Shafa mulai tersentuh dengan ucapan bi Lastri.

__ADS_1


"Terus, tante Lilis dan Yola gimana kabarnya mereka setelah aku pergi?" Rasa penasaran Shafa semakin besar.


"Mas Rayyan sendiri yang mengusir mereka setelah ketahuan langsung oleh kami." Ujar bi Lastri.


"Ketahuan apa bi?" Tanya Shafa.


Kayaknya seru nih cerita nya.


"Jadi, sore itu Mas Rayyan nyuruh pak Madi jemput saya ke rumah Ibu Wina. Sampai disana, ibu Wina marah-marah, beliau meminta bibi untuk menceritakan apa yang bibi tahu. Ya bibi ceritakan semuanya. Bibi juga keceplosan bilang kalau Mas Rayyan habis mukul mbak Shafa. Ibu Wina dan Tuan Luthfi semakin marah sampai Mas Rayyan juga di pukul sama ayahnya."


"Hah? Ayah mukul mas Ray bi?" Tanya Shafa tak percaya.


"Iya mbak, tuan marah sekali sama Mas Rayyan. Setelah itu kita sama-sama ke mari untuk menanyakan langsung pada bu Lilis. Pas sampai rumah, kita nggak sengaja lihat bu Lilis dan mbak Yola bertengkar dengan mbak Nisa. Secara tidak langsung bu Lilis mengakui bahwa mereka akan merebut mas Rayyan. Dan mbak Nisa melawan sampai mbak Yola mendorong mbak Nisa yang menyebabkan dia keguguran." Terang bi Lastri.


Ya Allah, jadi Nisa benar-benar keguguran? Bagaimana kondisinya sekarang? Semoga dia baik-baik saja.


"Oh ya bi, perempuan yang kemarin, apa bibi pernah lihat sebelum nya selama saya pergi?" Tanya Shafa. Ia masih kepikiran wanita cantik yang membawakan nya kue kemarin. Sepertinya ngidam ibu benar-benar menurun pada Shafa.


"Enggak tuh mbak. Saya baru melihatnya pertama kali kemarin." Jawab Bi Lastri.


"Menurut Bibi, apa dia cantik?"


"Cantik Mbak. Tinggi, putih Langsing." Jawab nya polos.


What? Langsing? Awas saja kamu mas, karena badan ku yang mulai membesar kamu mau lirik-lirik cewek yang lebih langsing. Tidak akan aku biarkan setelah kamu bikin aku jadi gendut kamu mau enak-enakan sama yang langsing!!!


"Mbak Shafa kenapa?" Tanya bi Lastri melihat majikannya komat-kamit sendiri.


"Bi, Suruh pak madi panggil orang salon langgananku kesini! Aku mau perawatan! Sekarang!" Perintahnya yang tak mampu di bantah.


_______________

__ADS_1


Authornya pulang ngantor langsung up demi siapa? demi kalian readers.. So Tolong Like and Vote nya yah❀️😘😍😍😍


__ADS_2