Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Keluarga Baru


__ADS_3

Malam ini aku bela belain Up lagi karena besok subuh aku harus ke luar daerah. Shafa selamat dari kecelakaan. Sekarang malah Authornya yang berduka. 😭 Pakde aku baru saja wafat. Mohon doanya ya.πŸ™ Dan jangan lupa like πŸ‘ and Vote nya.


_____________________________________


Setelah selesai mengurus pemakaman orang tua bocah yang bernama lengkap Zafran Al Azzam, Rayyan beserta Ayah dan Daddy segera menuju ke kediaman H.Usman Ali.


Setelah mendengar penuturan Shafa perihal anak yang di gedongnya tadi, Ayah dan Daddy segera mencari tahu keberadaan keluarga bocah tersebut. Tak lama berselang, datanglah H. Usman bersama istrinya. H. Usman merupakan Iman sebuah masjid yang terletak di kampung Duku. Sedangkan orang tua Zafran adalah pengurus masjid yang tinggal di perumahan tersebut.


H. Usman menjelaskan bahwa orang tua Zafran sejak kecil tinggal di lingkungan Masjid tersebut bersama almarhum orang tuanya yang sudah lebih dulu wafat. Ia tidak mempunyai sanak saudara lainnya. Begitu pula ibu Zafran. Ia adalah anak yatim piatu yang menikah dengan ayah Zafran.


Dalam kesehariannya, selain sebagai pengurus Masjid, pak Rahman dan bu Alifah bekerja membantu H.Usman mengurus usaha telur ayam nya. Sebelum kecelakaan terjadi, pak Rahman dan bu Alifah pergi untuk mengantar pesanan telur kepada pelanggan. Sepulang mereka dari mengantar pesanan tersebut, kecelakaan naas itu terjadi. Kini Zafran hanya tinggal sebatang kara tanpa orang tua dan sanak saudara.


Semua yang berada di ruangan itu terharu mendengar cerita H.Usman dan istri. Betapa seorang anak kecil yang belum genap berusia 4 tahun harus kehilangan orang tuanya. Di saat anak seusianya yang masih membutuhkaan kasih sayang dan belaian seorang ibu, ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya kini hidup seorang diri.


Mereka semua mengalihkan pandangan pada bocah kecil yang sedang di suapi oleh Shafa di ruangan sebelahnya. Sejak di rumah sakit, ia tidak mau berpisah dari Shafa. Bahkan ketika Shafa sedang melaksanakan Shalat Ashar, bocah tersebut setia menunggui di sampingnya.


"Saya akan segera mengurus surat-surat dan dokumen lainnya untuk mengadopsi Zafran!" Ujar Rayyan dengan penuh keyakinan.


"Kamu yakin Ray?" Tanya Daddy.


"Rayyan yakin Dad. Daddy lihat sendiri Shafa dan Zafran begitu lengket. Sejak di rumah sakit tadi, Shafa sudah meminta untuk membawa pulang Zafran, tapi Rayyan menolak karena kita harus mengikuti semua prosedur dan peraturan yang ada. Dan setelah mendengar penjelasan pak haji, Rayyan semakin yakin" Ujar Rayyan mantap.


"Kalau begitu Daddy setuju" Ujar Daddy.


"Ayah juga!" Sahut Ayah. Ibu dan Momny pun turut mengangguk pertanda setuju.


"Alhamdulillah, Ya Allah. Terimakasih Nak, kamu sudah bersedia untuk merawat Zafran. Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan untuk keluarga kalian" Ujar Pak Haji yang tak kalah haru.


"Shafaa... Kemari Nak!" Panggil istri H. Usman.


"Iya bu" Shafa muncul dengan Zafran yang mengekor di belakangnya memegang bajunya.


"Zafran sini Nak" Bu Haji meraih tubuh Zafran dan memangkunya. Pandangan mata Zafran terus melihat ke arah Shafa. Mungkin ia khawatir kalau Shafa akan meninggalkannya.


"Ada apa bu?" Tanya Shafa.


"Shafa, Mas sudah memutuskan untuk mengadopsi Zafran. Apa Shafa setuju?" Tanya Rayyan. Shafa menutup mulutnya saat mendengar ucapan Rayyan. Ada rasa bahagia yang tak terkira di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mas serius?" Tanyanya meyakinkan. Rayya menjawab dengan anggukan.


"Iya, aku setuju mas! Aku setuju!" Ujarnya dengan air mata berlinang lantaran bahagia.


"Zafran, mulai sekarang Zafran ikut sama tante ini. Zafran mau?" Tanya bu Haji. Zafran pun langsung mengangguk membuat semua yang berada di tempat itu serentak mengucap Alhamdulillah.


"Sini sayang!" Shafa mengangkat tanganya yang langsung di sambut oleh bocah kecil itu.


"Terima kasih banyak pak Haji atas bantuannya. Segera saya akan kabari pekembangan hak asuh atas Zafran" Ujar Rayyan sebelum berpamitan.


"Saya juga berterima kasih pada Nak Rayyan dan keluarga yaang telah berbesar hati menerima Zafran di keluarga kalian. Kami hanya bisa mendoakan semoga di bawah asuhaa kalian, Zafran menjadi anak yang sholeh"


"Amiiin"


Setelah meninggalkan kediaman H.Usman, mereka semua langsung pulang menuju ke rumah Rayyan. Raut bahagia tidak bisa di sembunyikan dari wajah Shafa. Ia terus saja menciumi bocah tampan yang ada dalam pelukannya. Tak menyangka ia secepat ini mendapatkaan seorang anak.


Malam ini kediaman Shafa dan Rayyan terasa sangat ramai. Kedatangan Zafran di rumah di sambut hangat oleh semua orang termasuk bi Lastri dan pak Madi. Zafran yang tadinya hanya diam, kini sudah bisa tersenyum dan berceloteh.


Sebelum pulang tadi, Mommy dan ibu menyuruh Pak Madi dan bi Lastri menyipakan semua kelengkapan untuk Zafran termasuk mainan dan susunya. Mereka juga memesan secara online pakaian dan kebutuhan lainnya untuk cucu baru mereka.


"Ayah" Ujar Zafran menirukan ucapan Rayyan.


"Iya, ini Ayah. Dan ini Mommy" Rayyan menunjuk dirinya kemudian menujuk Shafa.


"Mommy" Zafran segera beralih memeluk Shafa yang sedang sibuk memilih perlengkapan balita di handphone nya.


"Pintar, Anak Momny" Ujar Shafa sambil menciumi pipinya.


"Shafa, sekarang kamu sudah benar-benar menjadi seorang ibu. Daddy harap Shafa bisa menjadi ibu yang baik untuk Zafran dan anak yang ada dalam kandungan Shafa. Shafa harus lebih dewasa dan bijak. Karena menjadi seorang ibu itu tidak mudah." Ujar Daddy pada putri semata wayangnya itu.


"Benar Nak, kalian sekarang orang tua bagi Zafran. Peliharalah dia dengan baik karena dia bisa menjadi perantara kalian untuk meraih surga Allah." Imbuh Ayah.


"Insha Allah ayah, Daddy" Ujar Rayyan.


"Shafa, jangan lupa pesan dokter. Kamu harus banyak istirahat" Mommy mengingatkan.


"Kalian lekas istirahat, besok kami kemari lagi" Sahut ibu.

__ADS_1


Setelah kedua orang tua mereka pulang Rayyan menggendong Zafran menuju kamarnya. Malam ini untuk pertama kalinya mereka akan tidur bertiga. Rayyan meletakan Zafran di tengah-tengah di antara dirinya dan Shafa.


"Zafran, bobo ya. Mommy dan ayah temenin" Ujar Shafa pada anak lelakinya tersebut. Zafran terdiam menatap langit-langit kamar Shafa. Kemudian bibirnya bergetar dan menangis.


"Ummi... Ummi....Ummi...Abiii... Abiiii"


Tangisnya sambil memanggil manggil "Umi" dan "Abi" nya. Rayyan daan Shafa segera merangkul bocah tersebut. Perasaan mereka ikut teriris melihat Zafran memanggil orang tuanya yang telah tiada. Shafa pun ikut menangis sambil mendekap bocah lelaki itu.


"Zafran dengar ayah Nak, Zafran sayang sama umi dan abi?" Tanya Zafran berusaha menenangkan. Zafran mulai diam tapi masih sesunggukan. Ia mengangguk mendengar pertanyaan Rayyan.


"Zafran ingin bertemu Ummi dan Abi?" Tanyanya lagi, dan lagi lagi Zafran mengangguk dalam pelukan Shafa.


"Kalau Zafran ingin bertemu Ummi dan Abi, Zafran harus belajar jadi anak yaang kuat. Tidak boleh cengeng. Zafran juga harus menurut pada Mommy Shafa dan ayah" Ujar Rayyan.


"Ummi mana?" Tanya Zafran berbalik menatap Rayyan.


"Ummi dan Abi ada di surga" Jawab Rayyan sebisa mungkin menahan air matanya yang sudah meengintip di balik kelopak matanya.


"Surga itu di mana ayah?" Tanya Zafran lagi.


"Surga itu dilangit sayang. Disana Ummi dan abi sedang melihat Zafran. Jadi Zafran tidak boleh nangis lagi yah?" Ujar Rayyan sambil mengusap lembut kepala Zafran. Zafran pun mengganguk mengusap matanya dengan tangan mungilnya.


"Sekarang Ayah adalah abi Zafran, dan Momny Shafa adalah Ummi Zafran" Ucap Rayyan. Zafran nampaknya sudah muali paham dengan ucapan Rayyan.


"Zafran akan tinggal disini bersama Mommy dan Ayyah. Ini adalah rumah Zafran sekarang" Imbuh Shafa. Zafran pun mengangguk. Ia kembali berbalik memeluk Shafa dan mulai terlelap dalam mimpinya.


Zafran Al-Azzam, Bocah kecil yang yang di kirim Allah untuk melengkapi kebahagiaan Shafa dan Rayyan. Tak ada yang kebetualan di dunia ini. Selalu berbaik sangkalah kepada Allah karena di setiap air mata selalu ada tawa bahagia❀️


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa LikeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ Vote yang banyakk dan Rate bintang 5😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2