
Hai..hai... Author kece is back. Aku sengaja bikin part ini supaya kalian sekali-kali tegang juga lahπ€£, Masa mau seneng seneng terus, hidup itu kan nano-nano nggak selamanyaa manis dan yang yang bernyawa pun nggak selamanya hidup...
Happy readingππππ
_____________________________________
Rayyan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju titik terjadinya kecelakaan yang di katakan Vino. Sepanjang jalan ia melafalkan doa dan permohonan agar istri dan anaknya baik- baik saja. Tatapan mata Shafa yang sendu sebelum meninggalkan ruangannya terus telintas di kepalanya. Saat ini yang ia inginkan hanya satu. Bertemu dengan Shafa dan membawanya pulang.
Sayang... Tunggu aku...
Tiiiin...tiiiin... Ia terus menekan klakson mobilnya saat kemacetan panjang terjadi di salah satu jalan yang ia lalui. Peluhnya sudah mulai membasahi pelipisnya. Ia memukul stir mobilnya sambil berusaha mencari cela untuk bisa menerobos kemacetan.
Astagfirullah haladzim.... Astagfirullah halazim.... Mulutnya terus beristigfar memohon ampun kepada Allah.
Kurang lebih 15 menit ia berhasil lolos dari kemacetan panjang. Ia semakin melanjukan mobilnya agar segera sampai di lokasi yang di tuju. Sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, polisi telah memasang garis kuning. Nampak pula ambulance dan mobil polisi berada di lokasi.
Rayyan menepikan mobilnya sekitar 100 meter dari lokasi yang di pasangi garis polisi itu. Ia keluar dari mobilnya dan berlari secepat mungkin mendekati lokasi kecelakaan tersebut. Ia berusaha masuk menerobos keruman orang yang ingin melihat kejadian tersebut dari dekat.
"SHAFAAAA!!!" Teriaknya di tengah kerumunan orang yang memadati lokasi tersebut. Ia terus menerobos berusaha mencari celah hingga sampailah ia di posisi paling dekat dengan garis polisi yang di jaga oleh beberapa polisi.
Di sana nampak sebuah mobil mobil pick up yang berada di bagian paling depan ringsek karena bertabrakan dengan sebuah mobil dari arah berlawanan. Di belakang mobil pick up tersebut ada 3 mobil yang juga saling bertabrakan secara beruntun dengan mobil mobil yang ada di depannya. Di antara ke tiga mobil tersebut. Rayyan melihat mobil yang di tumpangi Shafa berada paling belakang yang artinya hanya bagian depan mobil yang menabrak mobil di depannya.
Pandangan mata Rayyan keemudian tertuju pada darah yang berceceran di sekitar mobil yang di tumpangi Shafa. Meski berada di posisi paling belakang, mobil tersebut juga mengalami ringsek yang cukup parah di bagian depan.
Tubuhnya terasa limbung seketika. Ia merasa ada seseorang yang menahan punggungnya agar tidak jatuh.
"Bapak tidak apa-apa?" Tanya seorang petugas berseragam coklat tersebut.
"Saya mencari istri saya. Tadi dia menumpangi mobil ini." Rayyan menunjuk mobil Ayla berwarna merah.
"Semua korban sudah di larikan di rumah sakit pak. Silahkan bapak mengecek di sana" Ujar polisi itu. Rayyan segera kembali menuju mobilnya dan memutar menuju rumah sakit.
Ya Allah tolong lindungi anak dan istriku ya Rob.....
Tidak sampai 10 menit, ia sudah sampai di rumah sakit. Rayyan berlari menuju UGD, mencari keberadaan Shafa. Bau amis dan anyir begitu menyeruak di ruangan tersebut. Isak tangis dan jeritan dari keluarga korban terdengar begitu menyayat hati. Rayyan melihat para medis berlalu lalang kesana kemari memberikan pertolongan kepada pasien. Perasaan Rayyan saat itu sudah tidak bisa digambarkan lagi. Dunianya terasa runtuh seketika.
__ADS_1
"Maaf pak, keluarga harap menunggu di luar" Ujar salah satu perawat yang berada di UGD lantaran Rayyan terus berusaha untuk masuk.
"Saya sedang mencari istri saya suster!" Ujar Rayyan dengan nada tinggi.
"Tenang pak, kami sedang bekerja. Tolong jangan menambah kekacauan." Balas perawat itu yang bersikeras meminta Rayyan keluar.
"Istri saya salah satu korban kecelakaan itu, dan saya hanya ingin memastikan kondisinya! Dia sedang hamil. Dan anda masih bisa meminta saya tenang?" Ujar Rayyan dengan wajah yang sudah merah menahan marah.
"Ada apa suster?" Tanya seorang dokter paruh baya yang menghampiri suster tersebut.
"Bapak ini memaksa masuk dokter." Ujar suster itu.
"Maaf dok, saya hanya ingin mencari istri saya, dia sedang hamil. Tolong dok!" Ujar Rayyan dengan ekspresi penuh permohonan.
"Baiklah, silahkan anda masuk tapi tolong jangan mengacaukan pekerjaan kami" Ujar dokter itu.
Rayyan segera masuk dan mengecek satu persatu brangkar yang berisi pasien. Ia sudah memeriksa hampir semua brangkar tapi ia sama sekali tidak menemukan Shafa di dalamnya. Hatinya mulai di gelayuti rasa takut.
"Bagaimana pak?" Tanya dokter itu.
Dokter tersebut menepuk bahu Rayyan. Menarik nafas panjang.
"Coba bapak cek di ruangan jenazah, karena barusan ada satu korban meninggal berjenis kelamin perempuan yang baru di pindahkan" Ujar dokter tersebut pelan agar Rayyan tidak syok.
"Tidak mungkin!!!"
Rayyan meninggalkaan UGD dengan langkah gontai. Ia berhenti di sebuah kursi ruang tunggu. Fikirannya benar-benar kacau bahkan untuk menghubungi keluarganya pun ia tak sanggup.
Sayang... Kamu nggak mungkin ninggalin aku kan?
"Aaargghh" Rayyan menunduk dengan kedua tangannya mencengkeram kepalanya.
"Shafa.....Harusnya aku membiarkanmu tinggal tadi" Sesalnya karena telah memaksa istrinya untuk pulang.
"Maafkan aku Shafa" Cicitnya sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi.
__ADS_1
"Yang sabar pak" Seseorang menepuk bahu Rayyan. Ia menoleh, mendapati seorang pria sedang duduk di sebelahnya.
"Saya juga korban kecelakaan itu. Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan hidup"
Rayyan hanya menanggapi ucapan orang di sebelahnya dengan seulas senyum. Ia belum berani melangkahkan kakinya meenuju kamar jenazah yang di katakan dokter. Jauh di lubuk hatinya ia berharap semoga Shafa dan anaknya masig hidup. Ia tidak pernah membayangkan akan di tinggal orang yang sangat ia cintai dengan cara seperti ini.
"Lapaskan...!!!!! Anakku..... Anakku masih hidup!!!! Kalian semua pembohong...!!!!" Teriak seorang wanita yang sedang di tahan oleh beberapa orang karena histeris. Ia nampak memukul orang yang ada disekitarnya. Melihat pemandangan itu, hati Rayyan semakin tak karuan. Ia memberanikan diri untuk melangkah menuju ruangan yang paling menakutkan di rumah sakit, yaitu ruang jenazah.
"Apa anda salah satu keluarga korban?" Tanya tim medis yang berada berjaga di depan pintu.
Dengan cepat Rayyan menggeleng. Ia memilih menjauh dari ruangan itu. Ia masih tidak bisa menerima kenyataan bila Shafa harus pergi secepat ini. Ia duduk di sebuah bangku yang menghadap ke taman rumah sakit. Tiba-tiba matanya membesar. Beberapa kali ia mengerjap memastikan penglihatannya. Ada semburat kebahagiaan yang membuncah di hatinya. Ia melihat sosok yang sangat ia kenali sedang duduk di sudut taman memeluk anak kecil dengan tatapan kosong.
Rayyan segera berlari mengahampirinya. Beberapa kali ia harus menabrak perawat yang berlalu lalang lantaran terburu-buru.
"Shafa!!! Shafa!!!" Panggilnya sambil berlari ke arahnya. Wanita itu tidak bergeming tatapannya masih kosong sambil memeluk erat bocah laki-laki dalam pelukannya.
"Sa..yang..." Suara Rayyan tercekat saat jarak mereka hanya tinggal beberapa meter saja. Ia mendekati Shafa.
"Sayang" Panggilnya sambil menyentuh bahu istrinya. Shafaa menoleh tapi ia masih terdiam tanpa ekspresi. Terlihat luka memar biru kemerahan di bagian sudut pelipisnya.
"Ini aku sayang, Mas Rayyan nya Shafa" Ujar Ray terisak sambil menyentuh wajah istrinya yang pucat itu. Shafa meletakkan bocah kecil tadi di bangku sebelahnya kemudian memeluk leher Rayyan dan menangis tersedu sedu. Begitupun dengan Rayyan, ia mendekap tubuh istrinya dengan rasa syukur yang teramat dalam karena semua ketakutannya selama perjalanan tadi telah terbantahkan.
Alhamdulillah...Terima kasih ya Allah... Terima Kasih
Shafa tak henti-hentinya menangis hingga seluruh tubuhnya bergetar. Ia terlihat begitu syok dengan kejadian yang baru saja di alami. Bocah kecil yang sedari tadi di peluknyaa hanya melongo menyaksikan dua orang dewasa yang tengah menangis tersedu.
"Terimakasih ya Allah...terima kasih" Berulangkali kata itu meluncur dari bibirnya.
_________________________
Cieh yang penasaran dari pagiπππ Tenang aja Author nggak akan buat Shafa meninggal kok. Author juga sayang dengan mereka berduaππππππ
Jangan Lupa Likeπ nya yaaaahπ
Next episode aku kasi visualnya mas Ray dan Shafa lagi.......
__ADS_1