Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Belanja


__ADS_3

"Eeemmmmkh" Shafa menggeliat meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Guten morgen Mommy." Sapa Rayyan yang memperhatikannya sambil menopang kepalanya. Wajahnya terlihat begitu bahagia.


"Apa?" Jawab Shafa galak. Sambil mendelik.


Rayyan tersenyum sambil mencubit gemas pipi istrinya.


CUP!


Satu kecupan mendarat mulus di bibirnya.


"Udah ya mas! Aku capek nggak mau lagi!" Ujarnya sambil memindahkan tangan Rayyan yang sudah bertengger di dadanya.


Rayyan terkekeh mendengar kata-kata istrinya. Malam tadi benar benar menjadi malam kemenangan bagi Rayyan setelah sebulan lebih berpuasa full. Berasa seperti lebaran.


"Makasih Sayang." CUP! Ia mendekap istrinya penuh rasa sayang.


"Cuma makasih mas? Ini badan aku pegel semua tau nggak?" Ujarnya. Ia mengingat kembali bagaimana Rayyan kembali mengusiknya saat ia sudah terlelap karena kelelahan.


"Hehehe..Maaf Mom, Ayah nggak kuat, terlalu lama puasa." Ucapnya sambil menggesek gesekan hidungnya pada hidung mancung istrinya.


"Ya udah, Mommy maunya apa? Semuanya untuk mu dan anak kita Sayang." Imbuhnya saambil mendaratkan sebuah kecupan di kening istrinya.


"Aku mau jalan-jalan Mas, mumpung hari minggu, bosan di rumah terus kayak pengangguran tau nggak!" Ujar Shafa.


"Shafa mau jalan jalan kemana? Kata dokter kan Shafa harus banyak istirahat, nggak boleh capek." Tanya Rayyan yang masih belum berniat turun dari tempat tidurnya.


"Tapi aku stress mas di rumah terus. Kerjanya cuma makan, tidur aja."


"Bagus dong kalo gitu, supaya Shafa tambah gemuk" Cep! Rayyan cepat-cepat menutup mulutnya yang keceplosan. Bisa auto ngamuk dia!


"MAS!!!" Teriak Shafa.


"Ampun Sayang, Ampun....Istriku paling cantik. CUP! CUP!CUP!" Rayyan segera mendekap Shafa dan menghujaninya dengan ciuman ciuman lembut ada wajahnya.


"Biar aku gemuk aku tetep bisa muasin kamu mas! Mas lupa, tadi malam berapa kali mas "ea ea" in aku? ha?" Ucapnya penuh emosi.


"Iya sayangku iya, aku salah. Kamu yang terbaik. Pokoknya kamu the best" Ujar Rayyan masih mendekap istrinya.


"Awas ya mas, kalo aku denger lagi mas ngatain aku gemuk. Mas harus puasa sampai aku langsing kembali!" Ancamnya!

__ADS_1


Glek!


"Iya, Iya, Mas janji nggak akan ngulain lagi" Ujar Rayyan.


"Bagus!!!"


Akhirnya Drama Ibu hamil bangun tidur selesai dengan Shafa yang menjadi pemenang karena berhasil membuat Rayyan tak berkutik dengan ancaman mautnya.


.


.


.


Saat ini Rayyan dan Shafa tengah berada di salah satu pusat pebelanjaan. Shafa sama sekali tak mau melepasakan apitan tangannya pada lengan suaminya yang sedang mendorong troli. Matanya melirik kiri dan kanan kalau-kalau ada perempuan lain yang sekiranya mengusik penglihatannya.


"Sayang mau rasa apa?" Tanya Rayyan di berhenti pada rak yang menjual susu khusus ibu hamil.


"Strawberry sama coklat, yang ini juga, yang ini juga!" Shafa menunjuk hampir semua varian rasa susu yang ada.


"Anak ayah piter!" Ujar Ray yang merasa senang dengan pola makan istrinya. Ia tidak pilih-pilih susu seperti wanita hamil umumnya. Nafsu makannya juga sangat baik, selagi apa yang dia inginkan segera di penuhi.


"Yaaah, aku pengen yang itu mas!!!" Ia menunjukan wajah lesunya.


Gara-gara nonton TV sih!


Setelah selesai mengambil susu dan beberapa cemilan, mereka bergeser ke bagian yang menjual pakaian dan perlengkapan bayi. Mata Shafa langsung berbinar melihat pakaian, topi, sepatu serta pernak pernik bayi lainnya.


"Mas, yang ini bagus. Ini juga Lucu!" Ujarnya sambil mengambil sepatu bayi berwarna pink lengkap dengan topinya.


"Mau beli sekarang? Kan masih lama lahirannya. Kita juga belum tahu jenis kelaminnya" Ujar Ray yang merasa terlalu cepat bila harus membeli perlengkapan bayi sekarang.


"Ga papa mas, kalau nanti-nanti malah nggak sempat beli. Pokoknya aku mau yang ini dan yang ini. Yang ini juga bagus." Ucapnya sambil memilih benda-benda kecil berwarna Pink.


"Kalau anaknya cowok gimana sayang? Masa semua serba pink?" Hampir semua pilihan Shafa berwarna Pink yang cocok di gunakan oleh bayi perempuan.


"Oh iya! Kalau gitu, aku mau beli warna pink dan biru" Ucapnya semangat. Rayyan hanya bisa pasrah.


Akhirnya, ritual belanja ala ibu hamil selesai juga. Rayyan di bantu oleh beberapa pegawai toko membawa semua belanjaan ke dalam mobil. Shafa yang tadinya hanya ingin membeli sepatu dan topi bayi, Nyatanya membeli semua perlengkapan bayi sampai handuk dan popok bayi pun tak luput dari pilihannya.


"Shafa mau makan apa?" Tanya Rayyan.

__ADS_1


"Apa ya...? Sembarang deh Mas." Jawabnya. Siang ini mood sangat bagus setelah membeli perlengkapan bayi.


Rayyan, memarkirkan mobilnya di sebuah cafe yang sering mereka datangi. Selain tempatnya yang nyaman, cafe ini menyediakan berbagai deset dan miniman kekinian yang pasti akan membuat mood ibu hamil doyan ngemil seperti Shafa stabil.


"Pesenin aku ini dan ini ya mas, aku mau ke toilet dulu" Ujar Shafa sambil menunjuk gambar yang ada di buku menu.


"Mas antar ya?" Rayyan sudah siap-siap bangkit tapi di tahan oleh Shafa.


"Nggak usah, cuma ke toilet ini. Mas di sini aja. Jagain harta benda ku" Ujar Shafa sambil melirik ke arah tas mahal miliknya yang bertengger di atas meja.


"Ya sudah hati-hati, jalannya pelan-pelan saja" Ujar Rayyan, yang sedikit khawatir.


Shafa berjalan menuju toilet. Kondisinya yang sedang hamil saat ini membuatnya lebih sering buang air kecil. Setelah selesai urusannya di toilet ia membasuh tangannya ada westafel yang ada di samping toilet. Ia juga bercermin sejenak memperbaiki posisi brosnya yang sedikit bergeser.


Tiba-tiba matanya menangkap sebuah pantulan seseorang dari cermin yang ada di hadapannya. Jangtungnya berdegup kencang. Shafa segera berbalik.


"B..Briiyan!" Matanya membelalak mendapati pria tampan itu semakin mendekatinya.


Bagaimana ini?


"Hai Fara! Kenapa kamu gugup?" Ujar brian dengan senyum di sudut kanan wajahnya.


"Mau apa kamu Bri?" Tanya Shafa dengan mode galak. Ia semakin terpundur ke belakang hingga menatap meja westafel. Pergerakan nya terkunci di situ.


"Kamu lupa siapa aku Fara? Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Kembalilah padaku! Aku tahu kamu tidak bahagia dengan nya" Ujar Briyan dengan tatapan lembut.


"Kamu gila Briyan! Aku sudah menikah Briyan! Aku bahagia dengan suamiku. Jadi berhentilah mengangguku!!!" Ujar Shafa tegas sambil mengalihkan pandangannya dari sosok yang ada di hadapannya itu.


"Benarkah? Kamu tidak akan pergi dari rumah jika kamu bahagia dengan nya. Tidak ada kebahgiaan yang di awali dengan keterpaksaan Fara!!! Jadi ku mohon, Kembalilah padaku. Aku selalu menunggumu Fara! Tidak bisakah kamu membuka kembali hatimu?" Ucap Briyan memohon.


"Tidak semua yang berawal dengan paksaan berakhir tidak bahagia Briyan. Bukankah cinta bisa datang karena terbiasa? Lebih baik kamu pergi, carilah wanita lain yang juga mencintaimu Bri" Jawab Shafa.


"Wanita Lain memang banyak. Bahkan Papa menjodohkan ku dengan wanita yang tak kalah cantik dari dirimu. Tapi, aku hanya mencintaimu SHAFA AZURA!!!" Ucap Briyan dengan penuh penekanan.


"Minggir Bri! Aku mau lewat, atau aku akan teriak" Ancam Shafa yang sudah mulai kesal.


"Baiklah! Tapi ingat satu hal. I love You and will always loving you!"


Shafa segera meninggalkan toilet dengan perasaan yang tak karuan.


Dasar laki-laki gila, nggak dulu nggak sekarang suka banget ganggu hidupku. Salah sendiri kamu dulu selingkuh Bri. Kamu pikir aku perempuan yang dengan senang hati akan menerima penghianatan yang berulang kali kamu lakukan. Kamu salah! Aku adalah wanita yang menolak keras sebuah penghianatan dalam hidupku dalam bentuk apapun!!!

__ADS_1


__ADS_2