Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Buka Kado


__ADS_3

Shafa memasuki rumahnya dengan perasaan bahagia di ikuti dengan bi Lastri dan yang lainnya. Pak Madi terlihat sedang membawa beberapa kotak hadiah dari sahabat dan orang tua Shafa. sedangkan Zafran sudah tertidur sejak di mobil tadi.


"Mas bawa Zafran ke kamar dulu Mom" Ujar Rayyan, ia membawa anaknya tersebut ke dalam kamarnya. Sebuah kamar bernuansa Biru dengan poster berbagai macam tokoh kartun idolanya. Setelah itu barulah ia mengambil alih kotak yang di bawa oleh pak Madi.


"Ayaah..... makasih" Ujar Shafa sambil bergelayut manja pada suaminya.


"Ayah yang terimakasih untuk semua hal yang sudah Mommy lakukan buat keluarga kita." Balas Rayyan sambil mencium kening istrinya.


"Aku mau buka kadonya Mas." Ucapnya saat Rayyan sudah meletakan kotak-kotak tersebut di atas karpet.


"Ganti baju dulu yah, baru buka kado." Ujar Rayyan. Shafa pun segera masuk ke dalam ruang ganti dan mengganti pakaian dengan dress tidurnya. Tak lupa ia mencuci muka, menggosok gigi dan memakai cream malam nya. Setelah semua ritual bersih-bersih dan perawatan malamnya selesai, ia segera duduk di atas sofa di mana Rayyan berada.


"Mulai dari yang ini!" Ia mengambil kotak putih yang di bawa Vira tadi, kemudian membukanya. Bibirnya tersenyum saat mendapati isi dari kotak tersebut.


"Apa sayang?" Tanya Rayyan sambil menengok isi dalam kotak.


"Lihat Mas!" Shafa menunjukan 2 buah dress panjang yaang lebih cocok di sebut daster keluaran salah satu brand ternama. Di dalam kotak tersebut terdapat sebuah Note : Happy birthday Emaknya Bang Zaf. Wish You All the best. Tetap menjadi Shafa kesayangan kami. Ini kado spesial dari kita buat Lo pakai melewati masa-masa kehamilan Lo. Kita tahu pasti baju Lo banyak yang nggak muat kan? Love you so much our besties❤️


"Mereka ada-ada aja" Ujar Rayyan sambil terkekeh.


"Tapi aku suka. Mas, badan aku gendut banget ya?" Shafa menatap Rayyan.


"Emmmm.... Menurut mas sih normal, karena Shafa lagi hamil. Malahan akan tidak bagus kalau tubuh Shafa kurus, kaya mereka berdua" Ujar Rayyan.


"Tapi aku takut Mas Ray nggak suka lagi sama aku, Kalau badan aku melar mas Ray nggak tertarik lagi" Shafa cemberut membayangkan tubuhnya akan melar tiga kali lipat dan akan membuat Rayyan enggan untuk menyentuhnya.


"Siapa bilang? Malahan Mas semakin tertarik kalau lihat Shafa dengan tubuh seperti ini. Makin m*ntok sayang" Bisiknya membuat Shafa malu.


"Mas ih!" Shafa mencubit pinggang Rayyan.


"Memang bener kok, apa lagi ini nya. Bikin mas nggak kuat." Ujarnya sambil menunjuk bagian dada Shafa yang semakin membesar seiring dengan usia kehamilannya.


"Mas mes*m!" Ujar Shafa sambil memukul tangan Rayyan yang sudah bertengger di tempat favoritnya.


"Biarin, sama istri sendiri kok" Balasnya santai.


"Buka kado lagi Mas! Aku mau buka yang ini" Ia mengambil kotak berwarna merah muda bertuliskan nama nama pekerja mereka di rumah.


"Ya ampun, mereka kok repot-repot ngasih kado juga sih Mas?" Ujar Shafa. Ia merasa tidak enak karena mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi ini malah memberikan hadiah untuk majikannya.

__ADS_1


"Terima saja Mom. Hargai ketulusan mereka. Bulan ini nanti Mommy berikan bonus buat mereka." Ujar Rayyan. Shafa pun mulai membuka kotak tersebut.


"Wah daster Mas!!! Mereka tau aja kalau aku nggak punya daster" Ujar Shafa. Selama hamil ia memang tidak pernah memakai daster, alasannya karena ia ingin terus taampil cantik sepanjang hari dengan pakaian pakaian modisnya.


"Momny harus sering-sering pakai daster supaya nyaman bergerak dan leluasa" Ujar Rayyan.


"Tapi nanti nggak cantik lagi" Jawabnya.


"Cantik Mom, cantik! Mau pakai apa aja Momny tetap yang tercantik apa lagi kalau nggak pake apa-apa." Goda Rayyan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan mulai deh yah" Balas Shafa sambil melotot.


Masih tersisa dua kotak lagi yang sudah jelas dari ibu dan Mommy. Shafa mencari barang kali masih adaa kotak yang terselip. Karena seseorang yang paling ia harapkan memberikan hadiah belum menunjukan tanda-tanda memberi sesuatu.


"Itu masih dua, ayo kita lihat" Ujar Rayyan yang pura-pura tak tahu kalau istrinya mencari kado darinya.


"Iya..iya"


Shafa membuka kotak pemberian Mommy terlebih dahulu. Matanya berbinar melihat pemberian wanita kesayangannya itu. Sebuah tas limited edition yang baru launcing kemarin. Biar bagaimana pun seorang Shafa tetap lah wanita yang menyukai barang branded dan limited edition meski kini ia tidak pernah lagi membelinya, Tapi ia sangat bahagia saat ada yang memberikannya.


"Mommy memang terbaik" Ujarnya sambil memeluk tas berwarna hitam dengan aksen gold di berberapa bagian.


"Kotak terakhir, ini dari ibu" Ujar Rayyan sambil mengambil kotak terakhir yang belum di buka.


"Astagaaaaa ibu" Shafaa melongo membaca note tersebut.


"Semua bisa di atur." CUP! Ujar Rayyan santai seoalah mengiyakan keinginan orangbtua mereka.


"Jangan bercanda Mas, memangnya aku kucing mau mbrojol tiap tahun?" Balas Shafa .


"Banyak anak banyak rejeki Mom." Balasnya sambil merangkul istrinya.


"Tapi nggak tiap tahun juga yah! Ntar siapa yang ngurusin mereka? Kan kasian kalau masih bayi terus ada adeknya" Ujar Shafa yang membayangkan betapa repotnya jika memiliki anak dengan usia rapat.


"Tapi mas nggak mau ya Shafa KB" Terangnya membuat Shafa semakin melongo.


"Udah ah, bobok yuk? kadonya juga sudah di buka semua" Ujar Rayyan mengajak istrinya beralih ke tempat tidur.


"Emmm... Tunggu" Tahan Shafa. Ia sebenarnya masih mengaharapakan kado dari sang suami.

__ADS_1


"Tunggu apa sayang?" Ray terkekeh dalam hati.


"Ya udah ayo"


Ayahmu sepertinya tidak menyiapakan kado buat Mommy sayang. Apa mungkin kejuatan di restorant tadi adalah kadonya. Shafa bergumam dalam hati.


"Mom"


"Hmm" Jawabbya singkat.


"Mommy tau nggak, kalau wanita hamil itu memiliki banyak kemuliaan dan keutamaan di sisi Allah?" Ujar Rayyan yang kini sudah membawa Shafa dalam dekapannya.


"He.em... Ummi dan Abah pernah bilang, kalau seseorang yang meninggal pada saat melahirkan itu meninggalnya di anggap mati Sahid. Sahid itu siapa mas? Apa dia Sahabat Nabi?" Tanya Shafa sambil menatap wajah suaminya.


Rayyan tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.


"Mati Syahid itu artinya mati di jalan Allah sayang. Wanita yang meninggal pada saat melahirkan akan di berikan kedudukan yang sama dengan para mujahid yang berperang di jalan Allah." Terang Rayyan.


"Jadi harus mati dulu mas, baru dapat pahala besar? Aku nggak mau Mas!!!" Ujar Shafa sambil mengeratkan pelukannya.


Enak aja, udah susah payah mengandung terus modar. Ayahmu pasti akan nikah lagi kalau Mommy nggak ada. Tidak akan ku biarkan! Kamu harus sehat ya Nak, bantu Mommy agar bisa ngeluarin kamu dengan selamat. Biar kamu dan abang Zaf nggak merasakan punya ibu tiri.


"Ya tidak lah sayang. Shafa dengar baik baik ya?"


"Nabi SAW bersabda pada putrinya, Fatimah RA, "Wahai Fatimah, jika wanita mengandung anak di perutnya, maka para malaikat akan memohonkan ampunan baginya, dan Allah SWT menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, menghapuskan seribu kejelekannya. Ketika wanita itu merasa sakit karena melahirkan, maka Allah SWT menetapkan baginya pahala para pejuang dijalan Allah SWT. Jika ia melahirkan bayinya maka keluarlah dosa-dosanya seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya. Dan akan keluar dari dunia dengan tidak membawa dosa apapun. Di kuburnya akan ditempatkan di taman-taman surga. Allah memberinya pahala seribu ibadah haji dan umrah dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat." 


"Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, "Apalah kamu tidak rela, salah seorang dari kamu, wahai sekalian wanita, bahwa jika ia hamil dari suaminya, sedangkan suaminya ridha padanya, maka ia akan memperoleh pahala, seperti pahala orang yang berpuasa yang sedang berjuang fi sabilillah. Dan jika dia merasa kesakitan (ketika melahirkan), maka ia akan mendapatkan pahala yang penduduk langit dan bumi belum pernah melihat pahala yang disediakan untuknya dari pandangan mata yang menyenangkan. Dan jika ia melahirkan, maka tiadalah keluar seteguk susunya yang kemudian anaknya menghisap susunya, melainkan setiap tetesan susunya tersebut akan berpahala satu kebaikan. Dan jika ia tidak dapat tidur semalam suntuk (karena anaknya), maka baginya pahala seperti memerdekakan 70 hamba sahaya di jalan Allah dengan penuh keikhlasan" Terang Rayyan.


"Itu beneran Mas?" Shafa mendongak menatap suaminya.


"Iya sayang" Ujar Rayyan mengecup kening istrinya.


"Mas kok tahu sih?" Tanyanya. Ia benar benar kagum dengan pengetahuan Rayyan.


"Kan Mas belajar sayang!" Jawabnya


"Kalau gitu aku mau deh hamil terus." Balas Shafa dengan senyum mengembang.


"Terimakasih sayang. Sekarang bobo ya, Shafa pasti lelah." Dan tidak butuh waktu lama, Shafa telah berada di alam mimpinya. Ia lelap dengan wajah tenang penuh kedamaian dalam pelukan hangat suaminya.

__ADS_1


Saat Shafa sudah terlelap dalam tidurnya, Rayyan menarik laci nakas di sebelahnya. Ia mengambil sebuah kotak berisi gelang emas dengan gantungan berbentuk hati dan bulat yang di tengahnya terdapat permata permata kecil. Dengan hati-hati ia memasangkan di lengan kiri istrinya.


"Thank You for Everything Mom" Ucapnya, mencium tangan istrinya sebelum ia terlelap dalam buaiaan sang malam.


__ADS_2