Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Bertemu Bapak


__ADS_3

Hening...


Itulah yang menggambarkan suasana mencekam di sebuah rumah yang dipenuh dengan ornamen klasik khas Jawa.


Seorang wanita sedang bersimpuh di hadapan pria yang telah berusia lebih dari setengah abad itu. Ia bersimpuh sambil terisak dan memegang pipinya yang telah lebam. Sementara wanita yang juga sudah berumur nampak berada di belakang suaminya sambil memagang lengannya. Menahan agar ia tidak lebih menyakiti anak nya itu.


"Bapak tidak habis pikir sama kamu! Otakmu kamu simpan dimana ha? Kamu anggap kami ini apa Annisa!" Bentaknya dengan suara menggelegar.


"Maafkan Nisa pak..Hiks..hiks" Ujarnya sambil sesunggukan.


"Uwes pak...uwes!!! Kasihan Annisa. Dia baru datang." Ujar Ibu ikut menimpali.


Setelah memberikan surat pengunduran dirinya, Nisa nyatanya tidak langsung pulang kerumahnya. Ia bersembunyi terlebih dahulu di kosan sepupunya selama sebulan. Ia tak langsung pulang menemui orang tuanya karena mendengar bahwa bapaknya akan membunuhnya ketika pulang. Hingga pada akhirnya ia nekat untuk menemui orang tuanya dengan segala resiko dan konsekuensi yang siap ditanggungnya.


Bapak Annisa merupakan orang yang keras dan berpendirian teguh. Dia juga merupakan sosok yang di segani di tempatnya karena keberanian dan kekejamannya. Terlebih saat putra sulungnya menjabat sebagai kapolsek setempat membuat orang semakin segan mencari masalah dengan keluarga tersebut.


Pak Djatmiko nampak mengurut pilipisnya yang terasa pening. Beberapa kali ia mendengus kasar menatap anaknya yang tengah menunduk di bawah kakinya.


"Kemana saja kamu selama beberapa bulan ini Nisa? Dan bagaimana ceritanya sampai kamu keguguran?" Tanya Aryo, kakak sulung Annisa yang juga turut hadir di tempat itu.


"A..aku di rumah pak Rayyan mas" Ujarnya terbata.


"Anak kurang ajar!!! Kamu pergi dari rumah dan pergi ke rumah laki-laki Nisa?" Bentak pak Djatmiko yang sudah bersiap untuk melayangkan pukulan jika tidak di tahan oleh istrinya.


"Siapa Rayyan Nisa? Bicara yang jelas!" Tekan Aryo dengan tatapan mengintimidasi.


"Pak Rayyan, senior Nisa di Kairo mas. Dia suami Shafa" Ujar Nisa.


"Shafa"


"Shafa Azura?" Tanyanya sambil melotot pada Nisa.


"I..iya Mas" Jawab Nisa terbata.


Aryo menghempaskan punggungnya ke sofa sambil memejamkan matanya. Perasaan yang sudah lama terpendam kini muncul kembali setelah mendengar nama itu di sebut. Satu dari ketiga sahabat karib adiknya. Wanita yang pernah ia kagumi secara diam diam, yang pernah menjadi motivasinya untuk bekerja keras agar bisa pantas bersanding dengan putri tunggal pemilik HS Clicnic tersebut. Namun harapannya pupus setelah medengar Shafa berpacaran dengan Samuel Sinaga, pengusaha muda yang di swbut sebut sebagai pewaris perusahan keluarganya. Dan kini ia dikejutkan dengan pengakuan Nisa bahwa selama ini ia berada di rumah Shafa.


"Lalu, kandunganmu? Apa kamu sengaja menggugurkannya?" Tanya Aryo yang kembali menatap adiknya tersebut.


Nisa menggeleng, sambil menahan tangisnya.


"Aku bertengkar dengan tante dan keponakan pak Rayyan" Ujar Nisa terisak.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Gara-gara kami memperebutkan pak Rayyan! Mereka mendorongku sampai aku pendarahan" Ujar Nisa jujur. Ia mengatakan yang sejujurnya termasuk penyebab ia keguguran gara-gara bertengkar perihal siapa yang pantas mendampingi Rayyan.


"Apa!!! Kamu bertengkar memperebutkan suami orang Nisa? Kamu mau jadi perempuan murahan ha?" Teriak pak Djatmiko.


"Nisa memang salah waktu itu pak. Tapi sekarang Nisa sudah sadar" Ujar Nisa berusaha menenangkan bapaknya yang tengah murka.


"Apa Shafa diam saja Nisa dengan tindakan kamu?" Tanya Aryo.


"Tidak mas, dia marah sama Nisa tapi saat itu Shafa pergi dari dari rumah jadi Nisa tinggal di rumahnya dengan tante dan keponakan pak Rayyan"


"Apa yang sudah laki-laki itu lakukan ada kamu Nisa? Jawab!!!" Pak Djatmiko menggoyang-goyangkan bahu Nisa.


"Tidak pak, Pak Rayyan hanya membantu Nisa. Bahkan Nisa di beri pekerjaan dan tempat tinggal di tokonya" Jelas Nisa pada bapaknya yang sudah naik pitam tersebut.


"Bohong! Tidak ada laki-laki yang akan membantu dengan cuma-cuma Nisa! Kakakmu juga laki-laki. Pasti dia punya niat terselubung padamu" Ujar Aryo.


"Bapak tidak terima. Dia harus bertanggung jawab, telah menyembunyikan anak gadis orang bahkan sampai membuatnya keguguran" Ujar pak Djatmiko dengan penuh amarah.


"Tidak pak, Pak Rayyan dan Shafa justru menolong Nisa saat bapak mengusir Nisa" Ujar Nisa memberanikan diri menatap bapaknya.


"Siapa yang mengusir kamu Nisa? Bapak hanya mengatakan tidak ingin melihatmu saat itu bukan berarti bapak mengusirmu! Kamu anggap kami ini apa ha? Biar bagaimana pun kamu tetap anak kami. Dan tindakan kamu itu telah mencoreng nama baik keluarga kita! Bapak tidak ingin semakin malu karena kamu pulang dalam kondisi keguguran!"


"Apa yang bapak akan lakukan! Nisa mohon pak jangan menyakiti keluarga Shafa. Dia sudah sangat baik pada Nisa. Karena dia juga Nisa bisa pulang ke Indonesia" Ujar Nisa.


"Oh... Jadi sejak kamu di Kairo dia sudah terlibat Nisa, termasuk kepulangan mu yang tidak memberitahukan kami atas bantuannya. Jangan-jangan kamu dan laki-laki itu sudah merencanakan semuanya. Iya!" Ujar pak Djatmiko semakin geram.


"Sudah pak, sudah" Istri pak Djatmiko berusaha meredam dengan menarik suaminya masuk ke dalam kamar.


"Aryo! Urus semuanya! Pastikan laki-laki itu bertanggung jawab atas perbuatannya!" Tekan pak Djatmiko. Kemudian berlalu masuk ke dalam kamarnya.


"Mas, Nisa mohon jangan Mas. Mereka nggak salah mas" Nisa menghampiri kakaknya meminta pertolongan. Ia paham kakaknya memiliki kekuasaan hukum yang dengan mudah bisa melaporkan Shafa atau Rayyan ke pihak berwajib dan menjatuhkan pidana pada mereka.


"Maaf Nisa, hukum tetap harus di tegakkan. Mas tidak akan diam saja melihat kamu seperti ini dan laki-laki itu bisa begitu saja menikmati hidupnya" Ujar Aryo tanpa menatap Nisa.


"Tolong Mas, Shafa lagi hamil. Pak Rayyan benar-benar tidak salah mas. Semua tuduhan bapak semuanya salah!!!" Ujar Nisa meyakinkan kakaknya.


"Apa kamu sangat mencintainya Nisa, sampai kamu begitu membelanya. Kasihan Shafa harus bersuamikan laki-laki seperti itu!" Ujar Aryo sambil melaangkah masuk ke dalam kamarnya.


"Maaaassss!!! Nisa mohon Mass!!!!" Teriak Nisa sambil terisak. Ia tidak tahu harus bagaimana jika bapak dan kakaknya bertindak. Ia takut mereka akan menyakiti Shafa dan keluarganya.

__ADS_1


Shafa, harusnya aku dulu tidak menyerah begitu saja. Jika pada akhirnya bukan Samuel Sinaga yang kamu nikahi. Aku tentu akan berusahaembahagiakanmu dan menjadikan kamu satu-satunya. Hanya satu satunya!!! Aryo memejamkan matanya memikirkan langkah apa yang harus ia ambil selanjutnya.


Di sisi Lain Shafa sedang bersantai di halaman belakang yang sudah sebulan ini menjadi spot favorite nya. Ia sedang duduk di samping pohon anggur yang buahnya menjuntai menggoda selera. Tak hanya pohon anggur, disana juga terdapat beberpa pohon yang tengah berbuah seperti pohon mangga, kelengkeng, jambu bangkok, strawberry, alpukat dan jeruk. Ada juga beberapa pohon yang belum berbuah dan masih berkembang. Kebun belakang rumah Shafa sudah telihat seperti kebun buah, meski sebagaian besar tanamannya di tanam di dalam pot.


"Sayang, kok buahnya pada di anggurin semua?" Tanya Rayyan yang melihat istrinya tak memakan satu pun buah yang tersedia.


Padahal untuk mendapatkan semua pohon itu, Rayyan harus belerja keras mengerahkan beberapa mahasiswanya untuk mencari informasi tentang penjual bibit yang sudah berbuah. Dan beberapa buah yang kini berjajar rapi di halaman belakangnya itu bahkan di belinya dari warga yang kebetulan memiliki pohon tersebut dan sudah berbuah. Tentu saja dengan harga yang tidak wajar. Semua Rayyan lakukan demi memenuhi nyidam sang istri.


"Aku malas makan yang asem-asem mas. Mas aja deh yang makan" Ujarnya sambil meluruskan kakinya di kursi santai. Di usia kandungannya yang hampir memesuki bulan ke 6 ini, ngidam Shafa memang sudah banyak berkurang. Hanya saja berat badannya kian melonjak seiring dengan pertumbuhan janin dalam kandungannya yang kian membesar. Bahkan beberapa kali ia merasakan gerakan gerakan kecil dari dalam perutnya.


"Mommy aku mau itu!" Zafran menunjuk buah Strawberry yang menggantung indah di rak kayu yang di buat oleh pak Madi dan pak Ali.


"Mbak Yati tolong ambilkan baskom berisi air minum ya mbak, buat nyuci Strawberry" Ujar Shafa pada Mbak Yati yang tengah membersihkan daun-daun yang berguguran di sekitar halaman.


"Iya Mbak"


"Ayo Sayang!!!" Shafa menuntun Zafran menuju ke tempat tanaman Strawberry itu berada. Ia membiarkan Zafran memetik buah yang berada di bagian bawah.


"Yang di petik yang warna merah saja sayang" Ujar Rayyan yang juga ikut memanen buah pada polibag yang di atur bersusun yang berjumlah 21 buah itu.


Setelah selesai memetik Strawberry itu, Shafa mencucinya satu per satu sebelum di nikmati bersama keluargaa kecilnya sore itu.


"Mas, apa Sonya belum kembali?" Tanya Shafa di sela sela mengunyahnya.


"Belum, sepertinya dia belum puas dengan liburannya, padahal ini sudah haampir 2 bulan" Jawab Rayyan.


"Mas, nggak lama lagi libur semester, kita mau liburan kemana?" Tanya Shafa. Ia merasa jenuh karena berada di rumah sepanjang hari.


"Nanti ya Sayang, kalau sudah lahiran. Sekarang mas nggak berani bawa Shafa pergi jauh" Ujar Rayyan.


"Kalau nunggu lahiran masih lama mas, belum lagi nunggu babynya besar, pasti lebih lama lagi. Aku maunya dalam waktu dekat ini. Biar yang deket-deket aja nggak papa kok" Ujar Shafa.


"Emm.... Gimana kalau ke puncak? Di sana ada villa tante Mas"


"Tante?" Shafa langsung mengerutkan dahinya.


"Bukan tante Lilis sayang, tapi tante Ulfah, adiknya ayah" Ujar Rayyan. Ia paham, bahwa Shafa masih sakit hati dengan tante Lilis, sehingga ia akan mendadak sensitif jika mendengar nama yang di awali dengan kata tante.


________________


Hai...Hai... Author balik lagi menyapa kalian para readers tersayang. Kalau ada yang nanya kok ada konflik lagi sih? Tenang! ini konflik terakhir di novel ini sebelum tamat. Terima kasih buat yang sudah membaca sejauh ini. Aku mohon jangan lupa untuk tinggalkan Like๐Ÿ‘๐Ÿ‘ setelah membaca novel ini tiap episodenya. Gratis kokโค๏ธ Karena jumlah Like mempengaruhi mood author untuk update๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2