Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Rencana Licik


__ADS_3

Setelah kecelakaan itu, Shafa telah melewati masa bedrest nya selama tiga hari dengan di temani oleh Ibu dan juga Mommy. Selama 3 hari belakangan ini, ibu dan Mommy selalu menginap di rumah Rayyan guna memastikan cucu dan anak mereka dalam keadaan baik. Mommy sendiri pula yang turun tangan langsung untuk membantu pemulihan Zafran pasca kecelakaan. Sebagai seorang dokter anak Mommy sangat paham dan mengerti akan kondisi Zafran.


Saat ini kondisi Zafran sudah semakin membaik. Dia merupakan anak yang sangat cerdas dan lincah. Ia juga sudah mulai terbiasa dengan keluarga barunya, terutama pada Mommy Shafa nya, dia sangat lengket dan selalu mengekor kemana pun Shafa pergi.



"Ayaahh" Zafran berlari ke arah Rayyan yang baru saja pulang dari kampus.


"Hallo Anak Ayah" Rayyan mengangkat tubuh Zafran dalam gendongannya.


"Abang Zafran sudah makan?" Tanya Rayyan sambil mencium pipi Zafran. Ia mengangguk melingkarkan lengannya di leher Rayyan.


"Ayah, Mommy belikan Zafran baju baru" Pamernya pada Rayyan sambil menunjukan baju yang ia kenakan.


"Wah, bajunya bagus banget. Anak ayah ganteng" Puji Rayyan sambil tersenyum memandangi bocah lucu itu.


"Mas, lihat deh! lucu banget kan?" Shafa memamerkan barang-barang Zafran yang baru di belinya via online. Ada tas, sepatu, celana dan baju dengan berbagai model.


"Punya anak seru juga ternyata" Ujaranya sambil senyum senyum membuka paketan yang lainnya.


"Ibu sama Mommy sudah pulang sayang" Rayyan duduk di sebelah Shafa sambil memangku Zafran.


"Sudah, habis Dzuhur tadi mereka langsung pulang" Ujar Shafa.


"Anak ayah yang di sini apa kabar?" Ujar Ray tak lupa mengusap perut istrinya.


"Adek baik ayaaah.... Kan sekarang ada abang Zafran yang nemenin Mommy" Balas Shafa sambil mencubit gemas pipi Zafran.


"Kamarnya sudah beres?"


"Sudah Mas, tinggal beliin pernak-pernik nya aja biar makin keren" Ujar Shafa.


Sejak kedatangan Zafran Shafa memutuskan untuk meengikuti keinginan Rayyan agar pindah kamar di lantai bawah. Selain untuk meminimalisir resiko jatuh dari tangga, Ia juga khawatir bila Zafran harus naik turun tangga karena usianya saat ini adalah usia bagi seorang anak yang sedang aktif aktifnya bergerak. Ia juga sudah menyiapkan kamar untuk Zafran yang letaknya bersebelahan dengan kamarnya.


"Bi.... Lastri ini nanti baju-bajunya di cuci dulu ya? Baru simpan di kamar Zafran" Titahnya pada bi Lastri yang sedang membawakan minuman kepada Rayyan.

__ADS_1


"Siap mbak" Jawab bi Lastri yang langsung membereskan pakaian -pakain yang masih berlabel tersebut.


"Mas Mandi gih, baru main lagi sama Zafran" Ujar Shafa yang melihat suaminya tengah asyik bermain dengan anak baru mereka. Ada sensasi baru yang Rayyan rasakan sejak kedatangan Zafran. Rasa lelah dan penatnya hilang seketika saat ia melihat bocah kecil itu menyambutnya sepulang kerja.


"Ayah ikut... Aku mau mandi di kolam" Ujar Zafran. Ia sangat suka berendam di dalam bathup yang ia sebut sebagai kolam.


"Kamu sudah mandi sayang, masa mau mandi lagi" Cegah Shafa.


"Ayaah" Zafran menatap Rayyan seakan meminta pertolongan.


"Iya.. ayo!"


"Ye..ye..ye" Teriak Zafran kegirangan.


"Sekali aja Mom, Okey" Rayyan mengedipkan sebelah matanya kemudian bergegas ke masuk ke kamar bersama Zafran.


"Mas, Malam ini kita makan di luar ya? Aku kok tiba-tiba pengen makan steak, sekalian kita ajak Zafran jalan-jalan. Mau kan sayang?" Tanya Shafa yang sedang merapikan rambut Zafran.


"Mau Mommy" Jawabnya.


Setelah melaksanakan Shalat Isya, Keluarga kecil Rayyan berangkat menuju sebuah Mall terdekat. Shafa berjalan di sebelah Rayyan, sedangkan Rayyan menggendong Zafran. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia. Setiap mata yang memandang akan merasa iri dan kagum dengan mereka. Rayyan terlihat seperti hot Daddy yang amat mencintai keluarganya.


"Mah...mah lihat!!! Itu bukannya kak Ray dan kak Shafa?" Ujar Yola sambil menarik mamanya yanh sedang melakukan transaksi di sebuah toko.


"Mana yol?" Tante Lilis nampak celingukan mencari keberadaan mereka.


"Itu mah, itu!!!" Yola menunjuk pasangan ynag sednag berjalaan memasuki sebuah restaurant.


"Iya benar... itu siapa yang gendong Rayyan Yol? Bukannya Shafa baru saja hamil?" Ujar Lilis.


"Aku juga nggak tahu mah. Kak Shafa kapan pulangnya yah? Bukannya waktu itu dia pergi dari rumah. Kenapa nggak pergi selamanya aja sih" Ujar Yola bersungut sungut.


Setelah keluar dari Rumah Rayyan tante Lilis dan Yola tidak langsung pulang ke Surabaya. Ia memilih menetap di ibu kota dengan menempati sebuah apartemen peninggalan ayah Yola.


"Ayo mah kita ikuti mereka" Ajak Yola yang segera di iyakan oleh sang mama. Mereka pun masuk kedalam restoran yang sama dengan menggunakan masker. Mereka sengaja duduk di meja yang saling membelakangi agar tidak ketahuan.

__ADS_1


"Mommy itu apa?" Zafran menunjuk jus Strawberry di depan Shafa.


"Ini Jus Strawberry sayang, Zafran mau?" Zafran pun mengangguk. Shafa segera mengarahkan pipet ke bibir Zafran yang duduk di pangkuan Rayyan.


"Makan lagi ya sayang" Rayyan kembali menyuapkan makanan ke mulut Zafran.


"Mommy" Zafran mengangkat tangannya ke arah Shafa.


"Sini sama Mommy, ayah makan dulu gih. Abang biar Mommy yang suapi" Shafa mengambil alih Zafran ke dalam pangkuaannya.


"Anak Mommy harus makan yang banyak, biar cepet besar" Ujar Shafa sambil meenyuapkan makanan ke dalam mulut Zafran.


Lilis dan Yola seketika membelalak sambil menutup mulutnya saat mendengar bocah tersebut manggilnya Mommy.


"Jadi itu anak kak Shafa mah!" Bisik Yola pada mamahnya.


Merasa telah mendapatkan informasi yang ingin di ketahui, Lilis dan Yola segera keluar meninggalkan cafe tersebut.


"Astaga Mah! jadi kak Shafa sudah punya anak!" Ujar Yola masih dengan ekspresi terkejut.


"Sudah mama duga, dia itu perempuan nggak bener!" Balas Lilis yang terlihat sangat marah.


"Kak Rayyan kok bisa sih di bodohin sama kak Shafa? Aku nggak habis pikir bisa-bisanya kak Rayyan nerima kak Shafa"


"Pasti dia menggunakan janin dalam kandungannya sebagai alasan. Buktinya selama ini dia nyembunyiin anak itu. Dia munculin anak itu saat dia sedang hamil, sehingga Rayyan tidak bisa menceraikannya. Dasar Licik! Mamah nggak akan tinggal diam. Gara-gara dia, Rayyan jadi benci sama kita" Ujar Lilis yang tengah berfikir untuk merencanakan sesuatu.


"Iya mah! Kita harus kasi pelajaran sama perempuan nggak tahu diri kayak dia. Punya anak diluar nikah tapi masih berlagak sok suci." Ujar Yola dengan wajah sinisnya.


"Oke! Besok pagi kita kesana. Mamah sudah dapat ide yang akan meembuat dia dengan sukarela meninggalkan Rayyan" Ujar Lilis dengan penuh keyakinan.


"Mamah yakin? Kalau kak Rayyan tahu gimana?"


"Kita datang saat Rayyan sudah ke kampus dan pembantu itu ke pasar. Besok adalah jadwal bi Lastri untuk berbelanja. Jadi kita bisa bebas" Terang Lilis dengaan senyum menyungging.


"Benar mah! Mamang hebat" Ujar Yola ke girangan.

__ADS_1


Kedua wanita itu akhirnya pergi meninggalkaan Mall dengan rencana licik yang telah tersusun di kepala mereka.


__ADS_2