Jodoh Pilihan Allah

Jodoh Pilihan Allah
Pengakuan Nisa


__ADS_3

Selamat Hari Raya Idul Fitri..Mohon maaf lahir dan batin๐Ÿ˜


Sebenarnya hari ini mau libur up tapi, takutnya readers kaangen sama Mas Rayyannya Shafa๐Ÿ˜


So, Happy Reading... Minta dukungannya ya supaya Mas Rayyan dan Shafa bisa lolos kontrak. Caranya Like,, Vote adn rate bintang 5. Jangan lupa jadiin favorite..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


____________________________________


"Mas..." Shafa menggoyang goyang tubuh Rayyan.


"Mau apa sayang?" Ucap Rayyan dengan mata yang masih terpejam. Dia hafal betul kalau jam segini pasti Shafa kelaparan.


Shafa membisikan sesuatu di telinga Ray. Sontak Rayyan tersenyum dan segera merengkuh tubuh istrinya.


Alhamdulillah hanya minta peluk, biasanya minta makan. Sepertinya dia benar-benar takut gemuk.


Sampai subuh tiba, Shafa masih terlelap dengaan posisi saling berpelukan. Dengan hati-hati Rayyan melepaskan pelukan Shafa dan segera mengambil wudhu. Setelah selesai wudhu Rayyan meengganti pakaiannya dengan pakaian sholat kemudian keluar kamar menuju dapur untuk mangambil air putih. Kebiasaan baru Shafa setiap bangun tidur ia akan merasa gerah dan haus.


Terlihat bi Lastri pun sudah bangun dan sedang mengepel lantai.


"Hana? Sedang apa kamu?" Rayyan melihat Hana sedang sibuk mengaduk sesuatu di atas kompor.


"Kak Zidane! Eh, maaf..maksud saya pak Rayyan" Nisa menutup mulutnya karena tak sengaja memanggilnya dengan sebutan Kak seperti yang biasa dia lakukan di Kairo.


"Tidak apa-apa Han, Oh ya kamu sedang apa?"


"Sedang buat sarapan Kak"


"Ga usah repot-repot biar bi Lastri saja yang memasak" Ujar Rayyan sambi menuang air putih ke dalam gelas.


"Apa Shafa belum bangun kak?"


"Belum... Oh ya Han, Kalau Shafa nanya yang aneh-aneh tolong jangan terlalu di tanggapi ya" Ujar Rayyan. Ia tidak mau hubungan keduanya menjadi renggang.


"Termasuk soal Hana?" Tanyaya membuat Ray terpaku sejenak.


Apakah dia sudah bertanya sejauh itu kepada Nisa? Apa yang kamu katakan Shafa? Apa kamu juga mengatakan bahwa aku pernah mengaguminya?


"Ya, saya hanya takut dia akan salah paham kepadamu jika tahu kamu adalah Hana. Kamu tahu sendiri bagaimana sifat possesive nya saat ini. Karena setahu dia Hana adalah salah satu teman perempuanku waktu di Kairo" Jawabnya.


Kenapa kamu tidak jujur saja padaku kak, kalau Hana adalah orang yang pernah singgah di hatimu. Apa kamu takut aku mengetahui perasaanmu yang sesungguhnya?


"Em... Kak..."


"Maaf ya, saya keatas dulu. Takutnya Shafa bangun dan mencariku" Rayyan memotong ucapan Nisa dan segera naik ke kamarnya.


Shafa masih tertidur pulas tanpa selimut. Rayyan tersenyum mengingat kembali tingkah- tingkah aneh istrinya seminggu terkhir ini.


"Sayang..Bangun sayang" Ray menggoyangkan bahu Shafa Namun tidak ada reaksi.

__ADS_1


"Sayang banguuun... sudah waktunya subuh" Shafa masih tidak bergeming. Jika pakai cara halus dan lembut tidak bangun terpaksa cara ekstrim pun di lakukan.


"Mas Raaaay" Teriak Shafa ketika merasakan bagian tubuhnya yang lain di sentuh.


"Ayo bangun" Rayyan membantu mendudukan istrinya kemudian menyodorkan segelas air putih sebelum Shafa memintanya.


"Makasih" CUP! tiba-tiba mencium pipi Rayyan.


Hari ini Shafa, Nisa dan Rayyan berangkat bersama. Shafa menuju sekolah, Nisa menuju toko dan Rayyan menuju Kampus. Karena kampus Rayyan melewati toko, sehingga Shafa mengajak Nisa berangkat bersama sekalian.


"Mas hari ini aku mau ke salon langgananku ya? Waktu itu kan ga jadi" Shafa meminta izin.


"Tapi di antar pak Madi ya? Supaya pulangnya ga repot" Shafa mengangguk setuju.


"Oh ya Nis, Gimana di toko? Kamu betah kan?" Tanya Shafa pada Nisa yang duduk di kursi belakang.


"Alhamdulillah Fa, aku betah" Jawabnya.


Mobil Rayyyan berhenti tepat di depan gerbang sekolah.


"Kalau ada apa-apa telfon Mas ya" Ujar Rayyan sambil membukakan seatbelt Shafa.


"Mas hati-hati ya, jangan nakal! jangan deket-deket sama cewek lain, jangan lirik-lirik yang lain" Ucapnya.


"Kamu juga" Jawab Rayyan.


"Kak Zidane.." Panggil Nisa lirih.


"Ya, ada apa?"


"Maaf..." Ujar Nisa lirih.


"Maaf untuk apa Nis?" Rayyan berusa agar tak memanggilnya Hana lagi.


Nisa terdiam. Ia ragu untuk mengatakannya.


"Sudah Sampai Nis" Ujar Rayyan saat melihat Nisa masih diam di kursinya.


"Emh.. Kak Zidane. Harusnya sejak di Kairo Hana mengatakannya. Sekarang semua sudah terlambat. Tapi, Hana hanya ingin kakak tahu bahwa Hana juga mengangumi kak Zidane." Entah kebranian dari mana Nisa mengatakan hal itu kepada Rayyan. Yang pasti melihat sikap Rayyan kepada Shafa membuat Nisa merasa iri. Terlebih saat ia tahu bahwa Rayyan pernah memiliki rasa padanya.


Maafkan aku Fa, bukannya aku tak tahu diri tapi bukankah aku juga berhak bahagia? Bahkan bila harus jadi yang kedua.


"Apa maksudmu Nisa?" Rayyan merasa semakin tidak nyaman.


"Afwan Jiddan (Maaf sekali). Ana uhibbuka kak Zidane (Aku menyukaimu kak Zidane)" Nisa menunduk. Hatinya begitu tak tenang. Di satu sisi ia merasa bersalah namun di sisi lain ia merasa perlu mengatakannya karena memang ia juga pernah menyukai Rayyan dan kini perasaan itu tumbuh lagi bahkaan semakin besar saat ia mengetahi bahwa ia Rayyan pernah menyukainya.


Mendengar pengakuan Nisa tersebut membuat Rayyan terkcekat.


Bagaimana mungkin kamu mengatakan hal itu Hana?

__ADS_1


"Maaf kak, Hana turun. Assalamualaikum" Nisa segera turun dari mobil dan berlari kecil masuk ke dalam toko.


Sepanjang perjalanan menuju kampus fikiran Rayyan menjadi tak tenang. Ini adalah kali pertama ia berada di situasi seperti ini.


Bagaimana kalau Shafa tahu? Dia pasti akan mengamuk. Bisa saja dia melakukan hal buruk pada Hana, dan hubungan keduanya pasti akan memburuk. Ya Allah apa yang harus aku lakukan. Aku memang belum sepenuhnya melupakan Hana dan kini ia ada di tengah-tengah kami. Tapi aku tidak mungkin menghianati Shafa. Aku mencintainya meski dengan segala kekurangannya. Beri hamba petunjuk Ya Allah.


Selesai mengajar, Shafa langsung menuju ke salon langganannya yang berada di salah satu pusat perbelanjaan. Tujuan utamanya datang ke salon adalah untuk melakukan treatment rambut. Namun baru saja masuk kedalam salon ia langsung berlari keluar sambil menutup mulutnya. Pak Madi yang mengikutinya pun menjadi panik.


"Bu... Ibu kenapa?" Tanya pak Madi khawatir saat mendapati Shafa keluar dari toilet dalam keadaan pucat.


"Saya ga papa pak madi, hanya tidak tahan dengan bau menyengat di salon tadi" Ujarnya sambil mengelap bibirnya dengan menggunakan tisu.


"Apa perlu saya telfon bapak?"


"Tidak usah pak Madi, Mas Ray mungkin sedang di perjalanan pulang. Kita minum teh dulu pak Madi, perutku masih mual" Shafa berjalan menuju salah satu cafe di Mall tersebut.


"Apa tidak sebaiknya ke dokter bu?" Tanya pak Madi. Ia masih khawatir melihat majikannya tersebut.


"Ga perlu pak madi ntar juga baikan"


Rasa lemas dan mual Shafa seketika menghilang ketika ia melewati toko yang menjual berbagai macam buah-buahan. Tak tanggung tanggung is membeli hampir semua jenis buah yang ada di dalamnya.


"bu, ini banyak sekali. Ibu gak salah beli?" Pak Madi keheranan melihat begitu banyak kantong berisi buah.


"Ga pak madi, Aku mau diet jadi harus banyak makan buah" Ujarnya sambil menggigit sebuah apel hijau yang nampak asam.


Rayyan masih berada di kampus memeriksa beberapa disertasi mahasiswa. Konsentrasinya terpecah saat mendapati sebuah pesan masuk di handphonenya. Sebuah nomor baru yang tidak di kenalnya.


+6281321xxxxxxx


Asslamualaikum Kak Zidane. Hana ingin minta maaf atas ucapan Hana tadi. Bukan bermaksud tidak sopan, Hana hanya ingin mengutarakan perasaan Hana yang sesungguhnya. Hana tidak punya maksud apa-apa. Wassalam


Rayyan memijat pelipisnya. Mendenguss kasar merasakan pening di kepalanya. Rayyan tidak membalas pesan tersebut.


Tok..tok...


"Permisi pak, ada keluarga pak Rayyan yang sedang menunggu di luar" Ucap salah satu staf.


Keluarga? Siapa?


Rayyan segera memasukan handphonenya ke dalam saku dan menganbil tasnya. Kebetulan sudah bertepatan dengan jam pulang.


______________


Sekedar Info. Kita sudah dekat dengan Konflik yang sesungguhnya.. Ea๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Karena pada dasarnya tidak ada rumah tangga yang tanpa ujian.๐Ÿ˜˜


Jangan lupa Like, Comen and Voteโค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2