
Aku melangkahkan kakiku menuju sebuah gedung yang sangat besar di depan landasan helikopter, tepat di kananku aku melihat sebuah bangunan yang tinggi dan terlihat sangat besar, aku menatapnya dan berpikir kalau itu markas organisasi kegelapan, walaupun aku ingin pergi kesana tapi aku harus mengikuti pertemuan ini terlebih dahulu.
"Haish hujan lagi..." gumamku segera berlari menuju gedung depanku.
Tepat di depan gedung, berdiri dua pria yang bertubuh besar dan tinggi dengan membawa senjata yang terlihat tajam.
"Tunjukan identitas!" Ucap dua orang itu bersamaan, aku menunjukkan lencana ketua organisasi tapi dua pria itu mengembalikannya dengan tatapan menyebalkannya.
"Kau ingin menipu kami? Organisasi tersembunyi sudah dihadiri ketuanya dan kau berpura-pura menjadi ketuanya?" Ucap pria di depanku dingin.
"Hei aku ketuanya lah!" Protesku kesal.
"Kau dilarang masuk!"
"Tapi kan..."
"Jika tidak berkepentingan dilarang masuk!"
"Haish menyebalkan.." desahku menunjukkan lencana mafia penguasa kegelapan milikku yang membuat kedua orang tersebut ketakutan.
"Eehh mmm m-maaf nona muda... anda boleh masuk... ruangannya ada diujung jalan ini..." gumam dua pria itu ketakutan.
"Kalian kenapa sih? Aneh!" Gerutuku memasukkan kembali lencanaku dan berjalan masuk ke dalam gedung.
Belum sampai di depan ruangannya, aku mendengar suara ejekan dan sindiran yang merendahkan organisasi tersembunyi.
"Ciiihh sudah aku bilang kan ketuanya datang!" Protes Frey kesal.
"Datang? Apa kau akan terus membual? Sudah berapa kali ketua kalian tidak datang, kalau selemah itu tidak perlu jadi ketua!"
"Ya organisasi tersembunyi benar-benar mengalami kemunduran!"
"Ya benar!" Teriak seluruh orang kesal.
"Apaan sih mereka? Ribet banget jadi orang..." gumamku berjalan menuju ke ruangan di depanku.
"Kalau ketua organisasi tersembunyi tidak datang maka apapun yang menjadi usulan maupun pendapat organisasi tersembunyi tidak akan di dengar dan organisasi tersembunyi akan di turunkan dari peringkat tertinggi organisasi!" ucap seorang pria dengan suara dingin dan dalamnya.
"Lalu... kalau ketuanya datang... apa kau masih saja berlagak sombong seperti itu? Dasar ya ketua organisasi kegelapan tidak tahu diri!" Ucapku dingin dan berjalan masuk yang membuat semua orang terkejut.
"Heei siapa kau! Beraninya kau menyebut ketua organisasi kegelapan tidak tahu diri!" Protes beberapa orang dengan kesal, Frey langsung pergi dari kursiku dan aku tanpa memperdulikan apapun hanya terduduk santai di atas meja dengan tatapan dinginku.
__ADS_1
"Raelyn duduklah..." gumam tetua Ben dingin tapi aku hanya terdiam menatap Rhys di depanku.
"Raelyn!" Teriak tetua Ben kencang dan aku hanya menghela nafasku dalam.
"Apa anda kira aku akan membiarkan orang lain menghina organisasi tersembunyi? Tidak tetua!" Ucapku dingin yang membuat tetua Ben terdiam.
"Siapa kau?" Tanya Rhys menatapku serius, benar merah ditangannya benar-benar terhubung denganku yang membuatku masih tidak percaya.
"Oh ya... aku lupa memperkenalkan diri... aku... Raelyn... ketua organisasi tersembunyi atau kau bisa memanggilku dengan nama Sani Shin... ketua mafia penguasa kegelapan... dan kau pasti mengenalku... Sebastian..." gumamku menunjukkan dua lencanaku yang membuat semua orang terkejut bahkan Rhys juga terkejut.
"Haish kau masih saja langsung menunjukkan identitasmu Sani..." gumam Fadil terduduk di sampingku sambil membuka tudung kepalanya.
"Yaahh lagian ketua organisasi sekarang sangat sombong yang membuatku sangat muak!" ucapku berjalan menuju ke depan Rhys dan terduduk di meja Rhys, aku mengarahkan kakiku kearah dada Rhys yang membuat sepatu heelsku menginjak dada Rhys.
"Kau masih saja menyebalkan ya Sebastian, apa kau benar-benar bosan hidup?" Tanyaku dingin dan Rhys hanya tersenyum dingin kearahku.
"Oh semenyebalkan itukah? Tapi... lama tidak bertemu denganmu Sani, kau masih saja bersikap kurang ajar padaku ya..."
"Lalu? Apa kau kira aku akan berlutut padamu saat kau berada setara denganku? aku masih memiliki dendam padamu, apa kau tahu!" Ucapku dingin, aku melihat tangan kirinya menggenggam senjatanya yang membuatku menggenggam senjataku juga.
"Dendam ya? Itu sudah berlalu untuk apa kau dendam padaku?" Aku mengarahkan senjataku ke lehernya dan Rhys juga mengarahkan senjatanya ke leherku.
"Kau kira aku memaafkan kelakuanmu di masa lalu? Sampai kapanpun aku akan sangat dendam padamu Rhys!" Gerutuku mendorong Rhys dan terduduk di kursiku kembali.
"Kalian... yang selama ini menghina organisasi tersembunyi... akan ku bunuh kalian!" Ucapku dingin yang membuat beberapa orang ketakutan dan terus memohon ampun padaku.
"Haish kau masih saja kejam Raelyn..." desah Tetua Ben pelan dan aku hanya terdiam menatap Rhys kesal.
"Hmmm lama tidak bertemu denganmu Raelyn..." ucap seorang pria tua santai, aku menatap pria itu ternyata dia sesepuh organisasi tertinggi.
"Oh mmm lama tidak bertemu dengan anda tuan, maaf kalau saya tidak sopan hari ini..." gumamku segera berdiri dan menundukkan badanku.
"Tidak apa, aku tahu kekesalanmu. Oh ya selama ini kamu menghilang kemana?" Tanya pria itu serius.
"Hanua menyelesaikan beberapa tugas penting tuan."
"Selama bertahun-tahun?"
"Iya tuan."
"Oh hmmm kamu harus menjaga dirimu, kamu wanita yang hebat jangan sampai kamu menyakiti diri karena tugas!"
__ADS_1
"Baik tuan, terimakasih nasehatnya..." gumamku pelan dan kembali terduduk di kursiku.
"Ya sudah lanjutkan pertemuan ini!" Ucap pria itu dingin san pertemuan kembali di mulai.
Selama pertemuan ini. Fadil yang mewakiliku sedangkan aku hanya terdiam menatap Rhys dengan kesal. Nama asli Rhys adalah Sebastian, aku lebih sering memanggilnya Sebastian dari pada nama samarannya dan hanya aku yang mengetahui nama aslinya.
"...Baiklah kalau begitu, itu keputusannya ya... hmmm kenapa kau sama sekali tidak pernah datang Raelyn, kalau kau datang pastinya pertemuan ini akan selesai lebih cepat!" Ucap sesepuh organisasi tertinggi pelan tapi aku hanya terdiam menatap Rhys kesal.
"Raelyn?"
"Raelyn?"
"Heei Sani sesepuh memanggilmu tuh!" Ucap Fadil mengagetkanku.
"Eehh mmm m-maaf tuan, ada apa ya?"
"Hmmm tidak ada, ini kunci kamarmu dan kunci kamar wakilmu. Kalian berdua bersama ketua organisasi lainnya harus tetap disini..." ucap pria itu melemparkan dua buah kunci padaku.
"Eehh tapi tuan..."
"Selama seminggu ini akan ada pesta di wilayah organisasi kegelapan dan kalian harus ikut serta."
"Pesta? Pesta apa?"
"Ulang tahunku, mumpung kalian berdua datang jadi kalian harus ikut juga..."
"Tapi tuan..." gumamku menatap tetua Ben dan Tetua Ben hanya menganggukkan kepalanya.
"Oh mmm baik tuan..." gumamku pelan.
"Ya sudah kalian semua istirahatlah dan para tetua tetap ditempat, kita rapatkan masalah tadi..." gumma pria itu pelan dan para ketua organisasi segera keluar ruangan.
"Kak Fadil ini kuncimu..." gumamku memberikan kunci yang tertulis namanya.
"Oh baiklah, kamu harus tidur malam ini Sani..." gumam Fadil berjalan pergi.
"Adikku kamu harus menjaga dirimu tahu!" ucap Alvaro mengacak rambutku dan aku hanya menganggukkan kepalaku sambil tersenyum pelan.
"Baiklah aku pergi ya.." gumam Alvaro berjalan pergi. aku menghela nafasku dalam dan berjalan pergi.
Hari ini aku benar-benar lelah apalagi perjalanan yang lumayan jauh ditambah pertemuan yang lama dan membosankan membuatku benar-benar mengantuk, aku ingin segera pergi untuk tidur malam ini.
__ADS_1