Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 174 : Informasi Tentang Kembaran Raelan


__ADS_3

Selama berjalan kembali ke kerajaan Raelan hanya terdiam sambil terus menggendongku, dari wajahnya terlihat Raelan masih merasakan sakit yang luar biasa tapi aku hanya terdiam menatap wajahnya.


"Raelan! Astaga kau kemana saja!!!" Teriak Ravaro kencang.


"Dia berada di hutan."


"Hutan? Hutan disini sangat berbahaya, kamu jangan aneh-aneh Raelyn!" Ucap Ravaro dingin, Raelan menurunkanku dan memelukku erat.


"Dia bertemu dengan pria itu."


"Benarkah? Astaga, apa kamu terluka?" Tanya Ravaro khawatir dan aku hanya menggelengkan kepalaku. Ravaro sangat khawatir dan sedari tadi menceramahiku habis-habisan.


"Raelyn, kau dengar tidak?" Tanya Ravaro serius.


"Ya, aku mendengarnya kok..." gumamku mengambil lencana yang ada di sakuku dan membacanya.


"Naecan? Ketua Organisasi Kegelapan Utama? Mafia Serigala Merah? Kenapa aku tidak pernah mendengarnya ya?" Gumamku bingung.


"Eehh bagaimana kamu bisa mendapatkannya?" Tanya Raelan terkejut tapi aku hanya terdiam menatap lencana itu.


"Haish kamu masih saja pintar mengambil barang penting milik orang lain Sani..." gumam Fadil merebut lencana itu dan menatapnya dengan serius.


"Yaah hanya sebuah kebetulan saja."


"Fadil, bagaimana bisa anakku mengambil lencana pria itu dengan mudah?"


"Yaah dia memang ahlinya dan di kehidupan sebelumnya mafianya selalu mendapatkan tugas mencari barang-barang yang di tugaskan organisasi dengan mudah dan membunuh siapapun yang menjadi penghalangnya, apalagi kalau Raelyn mendapatkan tugas untuk membunuh... maka disitulah orang-orang akan ketakutan!" Ucap Fadil serius.


"Benarkah? Benar kata kamu Raelan, kalau adik kecilku ini akan sangat hebat nantinya!" Ucap Ravaro bangga.


"Aku ayah kandungnya jadi aku tahu apa yang akan terjadi kepada gadis kecilku..." gumam Raelan pelan.


"Kak Fadil cari tahu tentang pria itu..." bisikku pelan dan Fadil menganggukkan kepalanya pergi.


"Eehh kemana Fadil tadi?" Tanya Raelan bingung.


"Entahlah ayah, aku tidak tahu..." gumamku berjalan pergi.


"Kamu mau kemana anakku?"

__ADS_1


"Aku ingin istirahat..." gumamku terus melangkahkan kakiku masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhku diatas tempat tidur. Wajah yang ditutupi jubah hitam dengan topeng hitan yang menutupi kedua matanya membuatku susah mengenalinya, Naecan adalah nama yang asing bagiku apalagi di kehidupan sebelumnya aku terlalu fokus pada semua tugasku dari pada masalah yang lain.


Tiiiiinnggg


Suara pesan masuk ke ponselku, aku berjalan mengambil ponselku membawanya ke balkon kamar dan membaca pesan yang dikirim Fadil kepadaku.


"Naecan adalah salah satu raja terkejam dan misterius di seluruh kerajaan dan organisasi, pria itu tidak pernah sekalipun menunjukkan wajahnya apalagi wujudnya, tidak ada yang tahu bagaimana wujud Naecan itu dan hanya Raelan Raja Kerajaan Arsy yang sering bertarung dengannya secara terbuka..."


"... Raelan dan Naecan adalah kembar yang terpisah sejak kecil, selain itu ada lagi kembaran mereka yang bernama Daeran yang sama-sama dari keluarga Kim. Naecan sejak kecil diasuh ibunya, Raelan sejak kecil di asuh oleh ayahnya dan Daeran sejak kecil di asuh oleh Penjahat mafia. Kehidupan ketiga pria sangat rumit sejak kecil dan sangat kejam sehingga mereka bertiga berlatih keras, saat ini mereka terkenal sebagai tiga raja terkejam dan misterius yang ada di seluruh kerajaan dan organisasi mafia..." ucapku pelan.


"Sejak dulu Naecan sangat membenci Raelan dan Naecan selalu melakukan apapun caranya agar bisa membunuh Raelan, di kehidupan sebelumnya Raelan terbunuh karena hasutan mafia bawahan dari Naecan disaat Ravaro terbunuh. Raelan memang pintar dan licik tapi dia percaya dengan orang lain sehingga dia dapat terbunuh dengan mudah..." gumamku pelan.


"Benarkah? Apa karena itu ayah nampak terkejut melihatnya? Apa ayah tahu akan hal itu?" Gumamku pelan dan menatap langit malam di atasku.


"Raelan, Naecan, dan Daeran? Jadi itu nama raja yang terkejam dan misterius itu?" gumamku terkejut


"Lantas siapa lagi yang akan aku temui di kehidupanku saat ini? Apa mereka akan balas dendam padaku? Tapi apa alasan mereka ingin balas dendam padaku? Apa aku pernah berbuat salah?" gumamku pelan.


Tiba-tiba angin bertiup kencang yang membuatku terkejut, di atas dua pohon berdiri dua orang pria berjubah hitam dan merah yang terus menerus menatapku dan di atas salah satu pohon besar aku melihat Raelan dengan jubah hitamnya berdiri sambil menatap dua pria itu. Pria berbaju hitam itu berdiri di depanku dan melepas tudung jubahnya ke arahku.


"Gadis kecil... tidak aku sangka kau sangat cerdik juga ya..." gumam pria itu berjalan kearahku dengan langkah kaki pelan.


"A-apa maksudmu?" Tanyaku terkejut, pria itu menggenggam erat leherku yang membuatku terkejut.


"Kau polos juga ya gadis kecil, beritahu aku bagaimana kamu bisa mengambil lencanaku diam-diam?" Tanya pria itu dingin.


"Hanya sebuah kebetulan..." gumamku tersenyum dingin.


"Kebetulan? Kau hanya gadis kecil yang lemah jadi kau jangan belagu!" Gerutu pria itu kesal.


"Benarkah? Lalu apa kau kira aku akan memaafkan perilakumu kepada ayahku di kehidupan sebelumnya? Ciih kau tidak tahu kan kalau aku tahu semuanya..." ucapku melepaskan cengkraman tangan pria itu dan berdiri di atas genting kerajaan. Bulan purnama yang tadinya bersinar dengan warna putih alaminya kemudian berubah warna menjadi merah darah, aku mengambil ponselku dan melihat kalender yang ternyata hari ini waktunya bulan merah muncul kembali.


"Padahal dulu tidak pernah ada bulan merah tapi kenapa di kehidupan saat ini bisa muncul bertepatan bulan purnama sempurna tiba?" Gumamku pelan.


"Hei kau gadis kecil, kembalikan lencana milikku atau aku akan..."


"Atau apa? Kau mau melaporkanku ke organisasi keadilan? Kau tahu... mereka lebih percaya aku dari pada kau..." ucapku dingin.


"Ciihhh siapa kau sebenarnya?" Tanya pria itu serius.

__ADS_1


"Aku ya... aku hanya gadis biasa saja kok paman tenang saja..." gumamku pelan, tiba-tiba datang Fadil berdiri di sampingku dengan setumpuk kertas di tanganya.


"Ini berkas yang kau minta Sani."


"Oh mmm terimakasih kak Fadil..." gumamku pelan.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu ada di atas genting?"


"Tuh ada pria itu..." gumamku menunjuk pria di bawahku.


"Naecan ya? Kenapa dia disini?"


"Entah, dia mau mengambil lencananya katanya."


"Dan kau ingin bermain-main dengannya?" Tanya Fadil serius.


"Yaah begitulah..."


"Astaga tapi Sani, kau punya surat penting..." gumam Fadil memberikan sebuah surat hitam kepadaku dan aku segera membukanya.


"Tugas di pesta sebelum pertemuan seluruh organisasi mafia di mulai ya?" gumamku pelan dan Fadil menganggukkan kepalanya pelan sambil memegang jubah milikku.


"Heeiii gadis kecil, beritahu aku... siapa kau sebenarnya?" Teriak pria itu dengan keras.


"Aku ya? Aku hanya gadis biasa anak dari raja Kerajaan Arsy dan tidak lebih dari itu..." gumamku mengambil jubah di tangan Fadil dan memakainya.


"Kau kira aku akan percaya dengan ucapanmu?"


"Yaah mau percaya atau tidak itu terserah kau lagi pula kau tidak penting bagiku paman..." gumamku dingin dan menunjukkan lencana milik pria itu di tanganku.


"Kau menginginkan ini kan? Ambil sendiri dengan tanganmu kalau tidak lencana ini tidak akan kembali padamu... mudahkan?" Ucapku dingin.


"Kau... kau mau bermain permainan anak kecil apa?" Protes pria itu kesal.


"Kau kira ini sebuah permainan? Ciiihh apa kau kira aku masih sekecil itu? Bodoh!" Ucapku dingin dan memasukkan kembali di sakuku.


"Ya sudahlah... ayah aku pergi dulu sebentar ada urusan mendesak... nanti kita bertemu di pertemuan saja..." gumamku memakai topeng wajah milikku.


"Tapi kan masuk ke pertemuan itu akan susah dan..."

__ADS_1


"Ayah jangan khawatir, aku pergi dulu dan kalian berdua... awas saja kalau kalian melukai ayahku, aku akan menghabisi kalian sampai bawahan kalian tanpa sisa!" Ucapku dingin dan pergi bersama Fadil.


Yah walaupun aku malas dengan tugas untuk saat ini tapi aku tetap harus melakukannya apalagi aku harus mencari bukti untuk membantu Raelan di pertemuan nantinya, ada banyak musuhku di pertemuan nanti jadi aku harus melindungi Raelan dan Ravaro dan untuk di kerajaan ini aku sudah meminta agar bawahanku mengawasi Raelan dan Ravaro apalagi kedua kembarnya ada didalam kerajaan.


__ADS_2