
Setelah mandi dan berganti pakaian, aku segera keluar kembali ke kamar Lyraen. Di dalam kamar Lyraen sedang berdiskusi dengan wakilnya dengan tatapan serius. Di sepanjang langkahku, aku mencoba mendengar ucapan mereka berdua dan sedikit mencari informasi yang berguna buatku.
"Begitu Lyraen, bagaimana pendapatmu?" Ucap wakilnya serius.
"Kalau aku..."
"Tidak setuju!" Ucapku dingin.
"Hei! Kenapa kau yang... eeehh mmm m-maaf permaisuri saya tidak.." gumam wakilnya terkejut menatapku.
"Kenapa kamu tidak setuju istriku?" Tanya Lyraen serius.
"Itu hanya jebakan, sekarang coba kamu pikir... mana ada musuh yang menyetujui kerjasama yang bisa menguntungkanmu? Lagi pula itu jebakan lama dan aku pernah terjebak oleh jebakan seperti itu..." gumamku menunjukkan buku catatanku yang membuat Lyraen dan wakilnya terkejut.
"Jadi ini jebakan dari pria yang bernama Ray dan Samuel?"
"Benar, aku mendapatkan semua bukti di kehidupanku yang lalu dan aku abadikan di buku catatanku ini."
"Tapi kenapa... di balik kertas-kertas ini tertulis keinginanmu untuk mati?" Tanya Lyraen membuka kertas yang menjadi pengecoh buku catatanku apabila ada orang lain yang melihatnya.
"Eehh itu... rahasia!" Gerutuku merebut buku catatanku dan menyembunyikannya di belakang badanku.
"Jadi katakan... apa alasannya?" Tanya Lyraen berdiri di depanku dan mendekatkan wajahnya di depanku.
"Itu... haish kenapa kamu tahu sih! Itu hanya pengecoh saja jika ada orang lain yang melihatnya!" gerutuku menundukkan wajahku.
"Benarkah? Apa kau membuatnya sendiri?"
"Ya begitulah, aku sejak kehidupan yang sebelumnya adalah mata-mata. Dulu namaku Sani Shin tapi nama mafiaku Raelyn, aku pikir Raelyn di berikan hanya karena itu saran saja tapi ternyata itu nama asliku. Yaah di kehidupan sebelumnya aku sering di siksa dan di kucilkan sampai akhirnya aku bertemu dengan wakilku dan membentuk mafiaku itu..."
"Itu kehidupan keduamu?"
"Ya benar, nama mafia kegelapan adalah satu-satunya nama mafia yang ada di pikiranku dan muncul secara tiba-tiba. Aku dulu lemah dan wakilkulah yang membuatku kuat dan kami memikirkan strategi bagaimana bisa ditakuti seluruh dunia mafia sampai akhirnya banyak yang takut denganku dan mafiaku bahkan aku mafia pertama yang terkenal kejam di wilayah yang mungkin kalau dibilang empat wilayah saat ini adalah wilayahku dan saat aku memasuki wilayah utama di usiaku ke sepuluh tahun aku terjebak di keluarga Li dan melakukan kesalahan dengan Han yang membuatku memiliki anak bahkan aku selalu di permainkan dengan banyak pria yang hanya menjebakku...yaah begitulah inti kehidupanku..." gumamku membuka lembar demi lembar buku catatanku.
"Jadi... mafia kegelapan yang dibilang orang sangat menakutkan dan terkejam bahkan ketuanya di sebut gadis pembunuh itu... anda permaisuri?" tanya wakil Lyraen terkejut.
"Yaah bisa dibilang begitu, percaya atau tidak terserah sih hanya saja ini memang semua kejadian yang ada di kehidupanku yang lalu..." gumamku pelan, Lyraen merebut buku catatanku dan membacanya dengan serius.
"Oh begitu ya... aku paham sekarang..." gumam Lyraen pelan.
"Apa yang kau dapatkan Lyraen?"
"Informasi yang bisa menjadi dasar kita, untung istriku mencatat semuanya... terimakasih sayang..." gumam Lyraen mencium keningku lembut dan merangkulku erat.
"Mmm tidak masalah..." gumamku pelan, tiba-tiba datang Raelan bersama dengan Ravaro dan Fadil di depan pintu kamar.
"Sani! Astaga aku mencarimu dari tadi tahu!" Gerutu Fadil kesal.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanyaku pelan.
"Ini aku ada... eehh mmm t-tuan muda, m-maaf saya..." ucap Fadil menundukkan badannya.
"Tidak apa, aku suaminya. Oh ya kamu wakilnya ya? Namaku Lyraen, pasti namamu Fadil kan?"
"Eehhh mmm b-enar tuan muda, saya Fadil..."
"Oh begitu ya, terimakasih ya sudah menjaga istriku..." gumam Lyraen senang.
"Mmm t-tidak masalah tuan.. dia sudah saya anggap adikku sendiri."
"Yaahh baguslah, padahal dulu dia gadis polos yang takut darah tapi tidak aku sangka dia bisa hebat seperti ini, aku benar-benar bangga..." gumam Lyraen merangkulku senang.
"Mmm ngomong-ngomong, apa yang kau dapatkan?" Tanyaku pelan dan Fadil memberikanku sebuah surat hitam, aku segera membukanya dan membaca surat itu dengan serius.
"Surat rahasia?" Gumamku mencari lilin dan korek api di dalam kamar.
"Apa yang kau cari istriku?" Tanya Lyraen serius.
"Lilin sama korek api, apakah ada?" Tanyaku pelan.
"Ada di laci meja itu..." gumam Lyraen pelan, aku segera mengambil lilin dan korek api lalu mendekatkan surat itu di lilin yang telah menyala. "Meminta tolong agar Ketua mafia kegelapan untuk segera datang menemui seluruh tetua di markas bawah tanah, ada sesuatu hal yang penting... tepat hari ini pukul empat dini hari..." gumamku dalam hati.
"Oh begitu ya..." desahku membakar surat itu dan mengambil jubah milikku.
"Ada urusan mendadak, mari kak Fadil..." gumamku melewati Lyraen tapi Lyraen menggenggam tanganku dan menatapku dingin.
"Katakan, kau mau kemana?" Tanya Lyraen dingin.
"Sudah aku bilang kalau aku ada urusan mendadak dan aku..."
"Katakan atau tidak aku ijinkan kamu pergi!" Ucap Lyraen serius.
"Haish... para tetua mencariku jadi aku harus pergi dan..."
"Oh baiklah... kalau sudah selesai kembali ke pertemuan membosankan itu..."
"Untuk apa?" tanyaku serius.
"Akan ada pertunjukan yang bagus jadi kamu harus datang!"
"Yaah semoga saja aku tidak terlambat datang..." gumamku pelan dan melepaskan genggaman Lyraen dan pergi bersama dengan Fadil.
"Sani, emang surat dari siapa?"
"Dari tetua, katanya ingin mengatakan sesuatu kepadaku."
__ADS_1
"Benarkah? Pasti tugas lagi!"
"Yaaah mungkin, tapi liat saja apa tugasnya..." gumamku keluar dari bangunan berjalan ke dalam hutan yang ada di sekitar bangunan itu dan masuk ke dalam sebuah pintu rahasia menuju terowongan bawah tanah.
"Di markas bawah tanah?"
"Ya, seluruh tetua ingin bertemu denganku dan mungkin masalah lembah kematian."
"Yaah mungkin saja..." gumamku pelan dan masuk ke dalam sebuah ruangan yang berada di ujung terowongan. Di dalam ruangan aku melihat semua tetua organisasi menempati posisinya masing-masing.
"Aaah akhirnya kamu datang juga Raelyn!" Ucap seorang tetua senang.
"Mmm ya tetua, ada apa saya di panggil kemari?"
"Ini loh ada sedikit masalah.." gumam tetua memberikanku kertas.
"Apa ini sebuah tugas?"
"Ya benar, tapi ini tugas yang penting... kamu tahu kan ada banyak kerajaan yang misterius di wilayah utama."
"Misterius? Apa termasuk kerajaan Terkutuk?"
"Yups benar, raja organisasi misterius adalah raja dari kerajaan terkutuk."
"Lalu, apa yang harus saya lakukan tetua?"
"Organisasi misterius sedang terpecah belah sejak munculnya seseorang pria yang bernama Alan, cari bukti dan informasi mengenai semua yang tertulis di kertas itu dengan segera."
"Menyusup di lima wilayah ya tetua? Apa hanya itu?"
"Yaah mungkin kau akan tahu apa yang harus kamu lakukan intinya adalah cari informasi dan buktinya dengan segera."
"Oh mmm baik tetua, saya undur diri..." gumamku berjalan pergi.
"Oh ya satu lagi..." ucap tetua menghentikan langkahku.
"Ya tetua?"
"Cari informasi mengenai raja kerajaan terkutuk dan rencananya dia ketua yang hebat dan kejam jadi tugas ini akan sangat cocok denganmu."
"Mmm baik tetua tapi... apa aku boleh meminta sesuatu tetua?"
"Katakan..."
"Jika aku ingin memasukkan seseorang yang ingin di hukum berarti bisa kan aku memasukkannya ke lembah kematian?" Ucapku serius.
"Ya, lakukanlah... kamu juga pemilik lembah kematian Raelyn."
__ADS_1
"Terimakasih tetua, saya pamit dahulu..." gumamku pelan san berjalan pergi bersama Fadil. Mendapatkan tugas yang gampang seperti ini membuatku sedikit terbantu dengan informasi yang aku kumpulkan selama di kehidupanku yang lalu jadi aku hanya tinggal mencari informasi yang lainnya.