Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 189 : Ingatan Ryraen


__ADS_3

Selama beberapa hari aku berusaha kabur tapi usahaku sangat sia-sia yang membuatku sangat pasrah, aku tidak makan dan minum selama berhari-hari bahkan tubuhku juga sangat lelah tergantung dengan posisi berdiri seperti ini bahkan setelah pertemuanku yang pertama dengan pria itu, aku sama sekali tidak bertemu dengannya lagi yang membuatku bingung kemana perginya pria itu.


"Haaahh..." desahku pelan, dengan keadaanku seperti ini aku yakin pasti calon anak yang ada di rahimku telah gugur apalagi aku tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman sama sekali untuk menunjang kesehatan calon anakku. Mau kesal juga percuma apalagi aku sedang di culik kali ini, walaupun sangat menguntungkanku untuk menjalankan tugasku tapi yang ada di pikiranku apa yang aku dapatkan setelah menyelesaikan tugasku ini?


Siang berganti malam aku tetap tergantung di penjara yang lembab ini, antara hidup dan mati benar-benar aku rasakan saat ini tapi sama sekali tidak ada satupun yang menyelamatkanku bahkan Lyraen dan Fadil dia tidak menyelamatkanku sama sekali, mungkin mereka menganggapku baik-baik saja jadi tidak menyelamatkanku.


Dengan nafas dan tubuh yang sangat lemah, aku mendengar suara pintu terbuka dan suara langkah yang terdengar samar di telingaku, aku membuka kedua mataku dan menatap pria yang menemuiku pertama kali datang dengan lumuran darah di tubuhnya. Ia menekan kuat pipiku dan menatapku dingin.


"Lihat Raelyn! Lihaat aku!!! Lihat bagaimana kecewanya aku saat melihat wanita yang aku cinta mati dan tersiksa di depan mataku, lihat Raelyn! Lihat bagaimana bisa kau wanita cantik yang di bunuh suaminu sendiri dan saat kembali hidup kau malah terikat dengan pria yang membunuhmu! Lihat Raelyn! Lihat betapa bodohnya kau! Lihat Raelyn!!" teriak pria itu kesal sedangkan aku hanya terdiam menatapnya dengan tatapan lesu.


"Kenapa... Kenapa kau memilih pria berpenyakitan itu dari pada aku Raelyn! Kenapa!!!" teriak pria itu kesal san aku hanya tertawa pelan yang membuatnya terkejut.


"Apa yang kau tertawakan?"


"Oh tidak ada, hanya lucu saja... Kau dengan kembaranmu sama-sama suka menyiksa ya..." gumamku pelan.


"Menyiksa? Aku tidak pernah menyiksamu dan..."


"Kau tidak pernah memberiku makan dan minum sedangkan aku terus tergantung di tempat ini dan kau anggap kalau kau tidak menyiksaku? Heeh kau sama saja membunuhku secara perlahan Ryraen!" Ucapku dingin sambil menatapnya kesal.


"Kau tahu namaku?"


"Kau kira aku tidak tahu kau siapa? Ciiih kau salah besar!" Gerutuku kesal dan menundukkan kepalaku tanpa berkata apapun lagi.


"Raelyn kau tidak apa kan? Raelyn!!" ucap pria itu terus menggerakkan tubuuhku tapi aku berpura-pura pingsan yang membuatnya sangat khawatir.


"Raelyn! Astaga, panggil dokter!!" teriak Ryraen melepaskan ikatan di tanganku dan menggendongku pergi ke dalam sebuah ruangan, saat aku mengintipnya ternyata aku berada di sebuah kamar yang mewah. Ryraen kembali mengikatku di tempat tidur dan tiba-tiba seorang pria tua berjubah putih memeriksaku.


"Bagaimana dok?"


"Kondisi nona ini baik-baik saja tuan muda hanya saja dia kekurangan cairan dan makanan yang membuat rahimnya..." gumam dokter itu pelan tapi tanpa mendengarkan kelanjutan upacara dokter Ryraen pergi meninggalkanku dengan dokter itu.


"Jadi bagaimana dengan kandunganku dok?" Tanyaku pelan.

__ADS_1


"Mmmm masih sehat nona, jadi nona jangan khawatir hanya membutuhkan nutrisi saja."


"Oh mmm baik terimakasih dok..." gumam dokter itu pelan dan dokter itu pergi meninggalkanku.


"Huuhhh akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak disini..." desahku pelan dan tidak lama datang Ryraen menawarkan bubur dan beberapa gelas air untukku.


"Raelyn makanlah!" Ucap Ryraen menyuapiku pelan dan aku dengan pelan melahap makanan itu, melihatku lemas Ryraen sangat khawatir padahal dia berusaha untuk menyiksaku tapi dia sendiri tidak sanggup melihatku lemas seperti itu. Walaupun dia memberiku makan tapi tanganku masih diikatnya di tempat tidur dengan kuat dan sesekali mengusap lembut pipiku.


"Kamu memang cantik Raelyn..." gumam Ryraen pelan dan pergi meninggalkanku yang membuatku bingung.


"Dia... Aneh..." gumamku memejamkanku dan tidur dengan nyenyak.


Disaat aku menikmati tidurku, aku merasa ada seseorang yang terus mengusap lembut pipiku dan terasa hembusan udara yang mengarah kewajahku, tidak lama aku merasa ada seseorang yang menciumku yang membuatku terkejut, aku membuka mataku dan Ryraen menciumku dengan lembut.


Disaat Ryraen menciumku, aku seperti berada di sebuah rumah yang mirip dengan rumah yang aku lihat saat Lyraen menciumku, aku melihat kejadian sebelum Lyraen membunuhku. Ryraen bersembunyi di celah kecil dan menyaksikan seluruh kejadian itu.


Di bawah aku melihat dua wanita yang pernah kulihat dan satu wanita yang sangat cantik terduduk dengan angkuhnya di depan Lyraen sedangkan wanita yang mirip denganku menggendong seorang bayi sedang menidurkan bayinya di kamar dan tidak lama pergi dari kamar. Dua wanita itu masuk ke dalam kamar dan membunuhnya sedangkan Lyraen sesang asik bercumbu mesra dengan wanita cantik itu.


"Jadi... Ini sebelum kejadiannya ya..." gumamku pelan. Aku mengamati wanita yang mirip denganku itu sedang membersihkan lantai bawah sedangkan Lyraen sedang bercumbu mesra di kamar mandi. Entah bisikan apa yang dibisikkan wanita cantik itu Lyraen masuk ke dalam kamar dan terlihat kesal mencari wanuta yang mirip denganku itu satu persatu ruangan sampai akhirnya kejadian yang Lyraen membunuhku terjadi. Setelah Lyraen berhasil membunuhku wanita cantik itu tertawa kencang sedangkan Lyraen menangis menyadari kalau dia membunuhku.


"Kau sudah tahu yang terjadi kan..." gumam pria di sebelahku yang membuatku terkejut, aku menoleh ke samping dan melihat Ryraen berdiri di sebelahku.


"Oohh mmm jadi kamu memberitahukanku?" Tanyaku pelan.


"Ya kejadian itu yang aku lihat semuanya...." gumam Ryraen pelan.


"Jadi siapa wanita itu?" Tanyaku menunjuk wanita cantik itu.


"Dia... kakak kandungmu."


"Kakak kandung?"


"Ya memang dia adalah kakak kandung perempuanmu."

__ADS_1


"Tidak mungkin..." gumamku pelan dan Ryraen memelukku erat.


"Aku mengatakan yang sesungguhnya, dia iri kamu menikah dengan Lyraen."


"Iri? Kenapa dia iri padaku?"


"Entahlah, aku tidak tahu."


"Kok kamu tidak tahu kan kamu ingat kejadian masa lalu!"


"Tidak, di masa lalu kami berbeda wilayah."


"Kalau sekarang, pasti kalian berada di satu wilayah, benarkah?" Tanyaku serius.


"Benar dan Lyraen memiliki tugas mencari tahu tentang kakak kandungmu dan yaah entahlah kejadian di masa lalu akan terjadi lagi atau tidak, jika terjadi lagi pasti kau akan dibunuh Lyraen atau jika kau masih hidup maka kamu akan hidup dengan menderita karena ikatan bodoh yang kalian lakukan itu, kenapa kau lakukan ini?" gumam Ryraen serius dan aku hanya menghela nafas pelan.


"Entahlah aku tidak tahu..." gumamku memejamkan kedua mataku dan kembali membukanya yang membuatku menatap wajah Ryraen dengan dekat.


"Tidak tahu? Apa maksudmu?" Tanya Ryraen serius.


"Aku memang tidak tahu, hidupku rumit lebih baik bunuh aku saja..." gumamku pelan.


"Kalau bisa, sudah aku bunuh kau dari awal Raelyn!" Ucap Ryraen mengendus leherku dan kembali menciumku.


"Kenapa kamu tidak bisa untuk mmmpphh..."


"Karena aku mencintaimu, itu alasannya..."


"Mencintaiku?"


"Ya aku memang sangat mencintaimu Raelyn."


"Kenapa kamu mencintaiku?"

__ADS_1


"Tidak ada alasannya hanya aku mencintaimu Raelyn!" Ucap Ryraen serius dan terus menciumku sedangkan aku hanya terdiam dan membalas ciumannya, aku mencintai Lyraen tapi aku harus memikirkan cara agar aku bisa melukuhkan Ryraen ini dan mencari tahu asal usul wanita yang kata Ryraen adalah kakak kandung perempuanku.


__ADS_2