Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 190 : Kesepakatan Dengan Ryraen


__ADS_3

Setiap hari Ryraen menyuapiku dan selalu saja menciumku, sebenarnya aku sedikit terganggu dengan ciumannya tapi demi meluluhkan hati Ryraen dan melepaskanku maka aku harus terlihat aku jatuh hati padanya.


Ryraen baru saja pergi meninggalkanku setelah menyuapiku dengan sepiring ayam bakar untukku, aku menatap sekitar dan mencari celah di kamar ini. Aku sama sekali tidak mendapatkan celah untuk kabur dari ruangan ini. Cuaca yang mendung dan petir yang terus menyambar di luar kamar terlihat sangat menakutkan ditambah aku takut akan petir yang tepat di atas atap rumah ini.


Duuuaaarrr...


Suara petir terdengar berkali-kali di telingaku dan disaat ketakutanku yang paling dalam, Ryraen masuk ke dalam kamar dan terduduk di sampingku dengan terus mengusap lembut pipiku, padahal aku tidak pernah mandi tapi Ryraen sama sekali tidak peduli akan hal itu.


"Raelyn, kamu benar-benar sangat cantik."


"Benarkah?"


"Ya, aku sangat terpesona dengan kecantikanmu."


"Ohh mmm Ryraen bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanyaku pelan dan Ryraen mendekatkan wajahnya di depanku.


"Kamu ingin tanya apa cantik?" bisik Ryraen pelan.


"Wilayahmu apa namanya?"


"Wilayahku ya? Kenapa kamu bertanya?" Tanya Ryraen menatapku dingin.


"Aku hanya bertanya apa itu salah?"


"Wilayah bayangan."


"Bayangan ya, kenapa aku tidak pernah tahu masalah itu?"


"Tidak ada yang tahu masalah wilayah bayangan selain Lyraen."


"Kenapa bisa begitu... Uuugghhh..." rintihku pelan saat Raeryn mencekik leherku kuat.


"Karena kami berada di daerah buangan dan mafia kami kebanyakan mafia buangan!" Ucap Ryraen kesal.


"A-apa kamu ketuanya?"


"Benar aku ketuanya, kenapa?"


"T-tidak ada aku hanya bertanya..."


"Untuk apa kau tanya-tanya?" Ucap Ryraen dingin.


"Tidak ada! Iiihh lepasin leherku sakit tahu!" Gerutuku kesal dan Ryraen melepaskan cekikannya.


"Apa alasanmu bertanya-tanya?" Ucap Ryraen menatapku dingin.


"Aku hanya bertanya, kau bilang kalau kakak kandungku diwilayahmu kan. Bagaimana aku bisa balas dendam kalau aku saja tidak tahu wilayah kakak kandungku!" Ucapku serius tapi Ryraen tertawa kencang.


"Hahaha!! Kau? Kau mau melawan dia? Hahaha... Kau masih saja suka bermimpi!" Tawa Ryraen dingin.

__ADS_1


"Kenapa? Apa itu salah?"


"Dia sangat hebat berbeda denganmu jadi urungkan saja niatmu dan..."


"Dan kau mencintai wanita itu kan tapi dia mencintai Lyraen benarkan? Karena dia memintamu agar usaha wanita itu tidak sia-sia kali ini jadi kau menahanku disini selama berbulan-bulan benar kan?" Ucapku dingin dan Raeryn tertawa kencang.


"Hahaha, kau kira aku melakukan ini untuk wanita itu?" tawa Ryraen kencang dan langsung menekan daguku kuat.


"Dengar ya gadis kecil, aku melakukan ini karena aku ingin merebutmu dari Lyraen dan lagi aku sangat benci wanita itu, kalau aku bisa membunuhnya sudah ku bunuh dia dari dulu!" Ucap Ryraen kesal.


"Kenapa kau tidak bisa membunuhnya?" Tanyaku dingin.


"Dia sangat hebat dan juga licik, mungkin jika dibandingkan aku atau Lyraen dia tidak ada apa-apanya."


"Lalu, kau kenapa membencinya?" Tanyaku penasaran.


"Karena perjodohan kami..." gumam Ryraen pelan sedangkan aku hanya terdiam mendengar ceritanya.


"Perjodohan kami dilakukan oleh orang tuamu dan orang tuaku, entahlah apa yang membuat mereka menjodohkanku dengan wanita itu!"


"Benarkah? Kenapa kau tidak menerima dia menjadi istrimu?"


"Dia mencintai Lyraen dan aku mencintaimu! Jadi aku tidak mau!" Protes Ryraen kesal.


"Mencintaiku ya? Apa yang kau inginkan dariku? Aku hanya gadis berpenyakitan dan tidak berguna?"


"Itu kau di kehidupan yang lalu tapi di kehidupan sekarang kau hebat dan kau licik! Siapa yang tidak ingin memilikimu!" Protes Ryraen kesal.


"Bertaruh masalah apa?"


"Begini... Jika aku berhasil membunuh kakak kandungku maka biarkan aku menikah dengan Lyraen tapi jika aku tidak berhasil maka kau boleh menikahiku? Bagaimana?" Ucapku serius tapi Ryraen tertawa kencang.


"Hahaha, apa kau bercanda? Kau ingin membunuhnya?"


"Hilih bilang saja kau tidak ingin membunuhnya? Benarkan? Kau hanya ingin membuatnya tunduk padamu, benarkan?" Ucapku dingin dan Ryraen tersenyum dingin kearahku.


"Benar, dia wanita yang menarik maka aku ingin membuatnya tunduk padaku..." bisik Ryraen dingin sedangkan aku hanya terdiam.


"Jadi bagaimana kalau begini saja..." bisik Ryraen menggenggam kedua tanganku dan menatapku dekat.


"Aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan jika kau berhasil membuat wanita itu takluk bagaimana? Lagi pula aku tidak ingin wilayah kekuasaanku di rebut olehnya!" Ucap Ryraen dingin dan aku hanya tersenyum dingin menatapnya.


"Baiklah, aku terima tawaranmu!" Ucapku dingin dan Ryraen melepaskan ikatan di tanganku yang membuatku bebas. "Eeehh hanya seperti itu bisa bebas?" ucapku dalam hati terkejut, tiba-tiba Ryraen menekan tubuhku dan menatapku dingin.


"Tapi jika kau tidak berhasil maka... Kau selamanya milikku Raelyn!" Ucap Ryraen pelan.


"Baiklah aku setuju."


"Baiklah sebelum itu..." gumam Ryraen mempermainkanku.

__ADS_1


"T-tunggu apa yang kamu mmmppphhh..."


"Aku hanya ingin menikmatimu..." bisik Ryraen pelan yang membuatku terkejut.


"T-tapi aku masih kecil.. Aku..."


"Kau takut hamil? Tenang saja aku tidak akan membuatmu hamil."


"Tapi kan... Uugghhh... S-sakit..." rintihku pelan.


"Karena perjodohan bodohku itu membuatku tidak bisa memiliki anak dengan wanita lain dan juga walaupun aku ingin menghamilimu pasti tidak akan bisa!" Ucap Ryraen pelan.


"K-kenapa bisa begitu dan uuuggghhh..."


"Karena aku menolak jadi ayah dan ibuku melakukan ritual terlarang yang membuatku jadi seperti ini..." gumam Ryraen pelan.


"Jadi itu alasanmu ingin dia tunduk padamu?" Tanyaku pelan dan Ryraen menganggukkan kepalanya pelan.


"Benar, aku hampir tua jadi aku harus segera memiliki keturunanku untuk menggantikanku memimpin mafiaku, jadi aku mohon padamu Raelyn..." Ucap Ryraen pelan.


"B-baiklah aku akan... Uuuggghhh... Aku tidak ta... Mmmmppphhh..."


"Kamu benar-benar cantik Raelyn, jika aku bisa memilikimu sudah aku rebut kau dari Lyraen..." gumam Ryraen terjatuh di atas tubuhku dan terus menciumku.


"Kamu sangat ahli ya..." bisik Ryraen pelan.


"Mana ada aku hanya... Uuuggghhh..." rintihku saat Ryraen mempermainkanku lagi.


"Apa kau sudah sering melakukan ini dengan Lyraen?" bisik Ryraen pelan dan aku hanya memeluknya erat.


"Jawab aku Raelyn!"


"Ya, aku... Aku sedang hamil anaknya Lyraen dan uugghhh...."


"Oohh begitu pantas perutmu terasa sedikit keras..." gumam Ryraen pelan dan terus mempermainkanku.


"Untung kakak kandungmu tidak bisa hamil jadi aku sedikit lega jika Lyraen mempermainkan wanita itu."


"B-benarkah?"


"Kamu tidak marah?"


"Tidak, aku akan menghukumnya jika urusannya selesai dan uuggghhh..."


"Dan apa sayang?"


"Dan... Uugggghhh tidak ada... Ryraen sudah aku sudah... Uugghhh..."


"Sudah apa sayang..." bisik Ryraen pelan tapi aku hanya terdiam memeluknya erat.

__ADS_1


"Raelyn terimakasih ya..." bisik Ryraen pelan dan menjatuhkan tubuhnya di atasku, Ryraen menciumku lembut dan aku membalas ciumannya.


"Besok ada pertemuan jadi lakukan saat di pertemuan itu, apa kau mengerti?" Ucap Ryraen pelan dan kembali menciumku sedangkan aku hanya mengangguk pelan. Dengan tawaran yang biasa dia setuju bahkan sedikit mempermudahkanku melakukan tugasku tapi aku malah harus bermain dengan pria ini disaat aku hamil lagi, mau kesal tapi bagaimana lagi ya semua sudah terjadi.


__ADS_2