Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 188 : Di Culik Musuh


__ADS_3

Aku dan Lyraen terus bersembunyi dan sesekali Lyraen menggodaku yang membuatku sedikit tidak berkonsentrasi. Walaupun sangat susah berkonsentrasi jika aku diganggu tapi aku tetap menatap sekitarku mencari dalang di balik semua penyanderaan anak kecil ini apalagi untuk masuk ke dalam pulau ini sangat susah.


"Lyraen diamlah!" gerutuku kesal.


"Apa sih istriku? Aku hanya ingin menciummu."


"Tapi kau mengganggu konsentrasiku tahu!" Protesku kesal.


"Ini hanya permainan musuh jadi jangan terlalu dipikirkan."


"Aku takut kalau ada jebakan tahu!"


"Baik-baik aku tidak akan mengganggumu lagi!" gerutu Lyraen kesal dan aku hanya terdiam menatap sekitarku.


"Heeeii dimana ketua kalian!" Teriak dua orang berjubah dengan kesal kearah Fadil dan wakil Lyraen.


"Mana kami tahu dimana dia!" Gerutu Fadil kesal.


"Kau tidak bisa membohongiku!" Gerutu pria itu menghajar Fadil habis-habisan.


"Ciihhh!!" Gerutuku kesal, aku menatap sekelilingku sambil memakai topeng wajahku dan melihat seorang pria berjubah yang sedang bersembunyi. "Kenapa dia bersembunyi?" gumamku dalam hati.


Disaat wakil Lyraen di lukai, Lyraen langsung turun dan melawan pria berjubah itu dengan serius sehingga tidak lama kemudian muncul seorang berjubah hitam dengan lambang mafia bayangan muncul di depan Lyraen yang membuat mereka berdua bertarung dengan serius.


Awalnya aku mengira pria yang aku sebut Ryraen di pertemuan tadi benar-benar Ryraen tapi ternyata bukan. Pria yang bersembunyi di depanku itu adalah pria yang tadi sedangkan pria yang dilawan Lyraen sangat berbeda terlihat dari jubah yang dikenakannya dan jubah anggota mereka yang menyandera bahkan orang yang tadi mengikuti pertemuan juga memakai jubah yang berbeda.


"Apa pria tadi bukan Ryraen ya? Lalu organisasi yang ikut dalam pertemuan itu siapa?" Gumamku pelan.


Pertarungan mereka berdua sangat sengit bahkan bisa dibilang mereka berdua bertarung seperti bertarung dengan musuh lama. Tidak lama aku melihat Lyraen terluka dan pria di depannya tanpa mengucapkan apapun hanya mengararahkan pedangnya di udara, melihat itu aku langsung menepisnya dengan senjataku yang membuat senjatanya terlempar jauh.


"Haish ternyata aku tadi telah di tipu ya..." gumamku dingin yang membuat pria berjubah itu terkejut, aku turun dari atas dan melemparkan tasku kearah Fadil.

__ADS_1


"Kamu tahu apa yang akan terjadi kak Fadil..." gumamku pelan dan melangkah melewati Fadil.


"Oohh aku mengerti Fifiyan..." gumam Fadil pelan tapi aku berjalan kedepan pria berjubah itu dengan tatapan dingin yang membuat pria itu mundur selangkah demi selangkah.


"Aku dengar kau sangat dendam setelah mendengar kematianku di kehidupan yang lalu, apa itu benar?" Gumamku santai tapi pria itu tidak menjawab sama sekali dan malah melawanku. Kecepatan dan kekuatan pria di depanku sangat hebat dan menakutkan bahkan hampir berkali-kali aku terluka tapi untung aku berhasil menghindar.


"Ternyata kau hebat juga ya gadis kecil..." ucap pria itu pelan, suara yang dalam dan dingin terdengar jelas di telingaku.


"Tidak juga, hanya kebetulan..." gumamku dingin dan terus melawan pria di depanku.


Mungkin sudah berjam-jam aku melawan pria di depanku yang membuatnya terlihat sedikit kewalahan dan dia sesekali mengamati sekitar yang membuatku bingung. Tiba-tiba pria itu menarik Raelan yang membuatku terkejut karena pria itu mengarahkan senjatanya kearah Raelan.


"Ayah!!" Teriakku terkejut. Aku berusaha menyelamatkan Raelan tapi usahaku benar-benar sia-sia. "Apa yang harus aku lakukan?" Gumamku dalam hati terus berusaha menyelamatkan Raelan.


"Katakan padaku siapa kau sebenarnya? Dari pada aku bunuh dia!" Ucap pria itu dingin yang membuatku terkejut.


"Ciiihh untuk apa kau ingin tahu tentangku?" Tanyaku dingin.


"Beritahu aku atau aku akan membunuhnya!"


"Tunjukkan identitasmu atau aku akan membunuh pria ini!"Ucap pria itu dingin yang membuatku menghela nafas dan membuka topengku yang membuat semua orang terkejut.


"Sudah tahu kan jadi... Uuugghhh..." rintihku pelan saat seseorang memukul belakang kepalaku yang membuat badanku lemas dan kepalaku terasa sangat pusing, entah apa yang terjadi tapi aku benar-benar pingsan saat ini.


Aku emmang pingsan tapi suara yang snagat ramai terdengar di telingaku bahkan terasa kalau tubuhku di gendong oleh seseorang tapi lama kelamaan aku tidak mendengar dan merasakan sama sekali bahkan aku sudah benar-benar tidak sadar.


Disaat aku tersadar aku merasa kalau tanganku terikat dengan sebuah tali dan ada seseorang yang sesekali mengusap pipiku lembut, entah dimana aku saat ini tapi aroma parfum pria sangat tercium di hidungku. Aku menggerakkan tanganku dan ternyata tanganku tergantung di tali yang ada di atasku, mengetahui aku sudah tersadar membuat pria itu terkejut dan sedikit melangkahkan kakinya ke belakang.


"Haish masa aku di culik... Benar-benar keluar dari rencanaku sebelumnya!" gerutuku dalam hati kesal dan berusaha melepaskan ikatan tanganku tapi ternyata ikatannya sangat kuat.


"Iiihh kenapa sangat kuat sih ikatannya!" gerutuku kesal dan terus menggerakkan tanganku.

__ADS_1


"Ternyata aku bisa bertemu denganmu lagi Raelyn..." bisik pria itu pelan sambil mengusap pipiku lembut.


"S-siapa kamu?" Tanyaku pelan.


"Aku tidak menyangka kalau kamu sangat cantik di kehidupam ini dan aku sangat merindukanmu..."


"Siapa kau sebenarnya?"


"Apa kau ingin tahu?"


"Tentu, kau menutup mataku bagaimana aku bisa mengenalimu!" Protesku kesal dan pria itu membuka penutup mataku dan aku melihat pria yang benar-benar mirip dengan Lyraen bahkan warna kedua matanya dan struktur wajah sangat mirip hanya saja pria di depanku ini memakai anting berbentuk salib di kirinya.


"Apa kamu mengenaliku?" Tanya pria itu serius tapi aku hanya menggelengkan kepalaku


"Apa kamu tidak mengenaliku?" gumam pria itu dingin dan melihat leherku dengan wajah sedikit kecewa.


"Ohh jadi aku terlambat ya..." desah pria di depanku pelan dan aku menatap pria itu bingung.


"Terlambat kenapa?" Tanyaku bingung.


"Tidak ada!" Ucap pria itu dingin dan pergi meninggalkanku sendiri.


"Kenapa sih orang itu? Aneh!" Gerutuku kesal dan berusaha melepaskan tanganku.


"Ciiihh kenapa susah sekali sih!" Gerutuku kesal yang membuatku capek.


"Haisshh menyebalkan!" gerutuku kesal dan menghela nafas pelan, aku menatap sekitarku dan benar-benar tidak ada celah sama sekali bahkan mirip dengan dengan penjara.


"Ini penjaranya ya? Hmmm sangat lembab sekali..." gumamku pelan dan terus menatap sekitarku.


Aku berusaha memikirkan cara untuk keluar dari penjara ini dengan semua rencana yang ada di otakku tapi tetap saja aku tidak bisa meloloskan diriku dari tali ini.

__ADS_1


"Masa aku terus disini? Aku harus memikirkan caranya!" Ucapku serius dan terus memikirkan rencananya.


Aku tidak menyangka kalau aku di culik oleh mereka, aku berpikir apakah pria yang melawan Lyraen itu hanya umpan agar aku keluar dari persembunyianku atau memang target mereka adalah aku? Aku sama sekali tidak mengingatnya, pukulan orang yang memukul belakang kepalaku sangat kuat membuatku tidak ingat apapun.


__ADS_2