Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 206 : Cerita Raesya


__ADS_3

Aku dan Valentino saling mendiskusikan semua masalah bersama bahkan masalah tentang keputusanku dengan kedua kembaranku aku tanyakan langsung kepada Valetino.


"Bagaimana Valentino?" tanyaku pelan.


"Kedua kembarmu mengajakmu kerjasama?"


"Ya, bagaimana menurutmu?"


"Tidak masalah selama sejalan dengan tujuanmu tapi..." gumam Valentino menggendongku turun dari mobil.


"Fadil bawa Satria, Adelia dan Adelio istirahat lalu datanglah ke ruanganku..." ucap Valentino dingin dan Fadil langsung mengajak ketiga anakku naik ke lantai atas sedangkan Valentino melangkahkan kakinya turun ke lantai bawah.


"Tapi apa?" tanyaku pelan.


"Tapi aku akan mengijinkan kamu bekerja sama dengan mereka asalkan mereka juga mau bekerja sama denganku."


"Mereka akan setuju karena kamu suamiku dan..."


"Mereka tidak tahu aku suamimu..." gumam Valentino serius yang membuatku terkejut.


"Benarkah? Tapi kan pernikahan kita..."


"Memang tapi mereka benar-benar tidak tahu.... Tanyakan sendiri pada mereka..." gumam Valentino menurunkanku dan membuka pintu ruangan khususnya, saat pintu terbuka aku melihat Raesya dan Raetya duduk di kursi dengan tatapan dingin.


"Apa yang ingin kalian tanyakan?" Tanya Raesya dingin.


"Kakak tidak tahu kalau aku sudah menikah?"


"Tidak, kau menikah dengan siapa?" Tanya Raesya dingin.


"Aku menikah dengan ketua mafia bayangan kakak!" Ucapku serius yang membuat Raesya tertawa kencang.


"Hahahaha Kau menikah dengan Valentino... Lagi? Apa kau bercanda?"


"Aku mengatakan yang sebenarnya, aku menikah dengan Valentino."


"Kenapa kamu bisa mencintainya?"


"Hanya karena mencintainya dan tidak lebih dari itu, memangnya kenapa? Apa kakak tidak merestuinya?"


"Kau mau menikah dengan siapapun aku tidak akan melarangnya."


"Benarkah?"


"Ya asalkan kau bahagia."


"Benarkah? Terimakasih kakak."


"Untuk apa kau berterimakasih, kau adikku jadi kalau kau bahagia aku juga ikut bahagia. Oh ya bagaimana dengan keputusanmu?"


"Kata Valentino aku boleh bekerjasama dengan kalian asalkan kalian juga bekerjasama dengan Valentino."


"Aduuhh agak susah kalau masalah itu."


"Yaahh terserah kalian lah lagi pula jika kalian menolak maka aku juga tidak akan mengijinkan istriku bekerjasama dengan kalian."


"Haish tujuan mafia kalian tidak sejalan dengan mafia kami!"


"Lalu kenapa? Mafia istriku ya mafiaku juga, jika kau menolak maka aku juga menolak!"


"Haish baik-baik kau bisa bekerjasama Valentino!" Gerutu Raesya memberikan sebuah kertas kepada Valentino.


"Itu persyaratan jika kamu bekerjasama dengan kami."


"Hanya ini? Tidak masalah bagiku."


"Apa kamu tidak keberatan?" Tanya Raesya bingung, tiba-tiba Fadil masuk ke dalam kamar bersama dengan Cakra.

__ADS_1


"Selama aku bisa mengawasi istriku syarat apapun tidak masalah," gumam Valentino memberikan kertas itu kepada Cakra yang membuat Cakra bingung.


"Siapkan yang mereka inginkan!" Ucap Valentino dingin.


"Baiklah, mari nona..." ucap Cakra pelan dan Raetya mengikuti Cakra dari belakang.


"Jadi kenapa kamu menyuruhku kenapa tuan?" Tanya Fadil serius.


"Kamu mengenal dia kan?" Tanya Valentino menatap Raesya dingin.


"Ya,"


"Kamu pernah bermain dengan dia bukan?" Tanya Valentino serius yang membuatku terkejut.


"Eehh kak Fadil? Benarkah?" Teriakku terkejut.


"Kenapa kau tanyakan itu?" Tanya Raesya dingin.


"Hanya bertanya, apa itu salah?"


"Jika hanya bertanya itu tidak perlu dijawab!" Ucap Fadil serius.


"Kenapa juga? Aku hanya bertanya kenapa kamu tidak berani menjawabnya?" Ucap Valentino mengangkat alisnya.


"Biar aku yang akan menjawabnya... Yaaahh memang aku sering bermain dengan Fadil, apa itu salah?" Ucap Raesya dingin.


"kakak! Kenapa kakak lakukan itu? Kan kakak di jodohkan dengan..."


"Kan aku sudah bilang akan aku pertimbangkan."


"Tapi kan kenapa kakak bermain dengan kak Fadil?" Tanyaku serius.


"Apa aku harus menjawab pertanyaan bodohmu itu?"


"Tapi kan kak..."


"Sudahlah Sani, aku memang melakukannya dengan Raesya."


"Hanya ingin, itu alasannya."


"Hanya ingin? Tapi kan..." Protesku kesal tapi Valentino langsung mengarahkan jarinya ke bibirku.


"Kenapa kamu sangat sensitif sayang?"


"Ya kan kakakku sudah dijodohkan dengan..."


"Mau dijodohkan atau tidak itu masalah pribadi dia bersedia atau tidaknya..." gumam Valentino pelan.


"Kalau begitu kenapa kamu tetap mau denganku yang..."


"Berbeda, kamu tetap istriku sampai kapanpun bahkan sampai di kehidupan selanjutnya."


"Kenapa begitu?" Tanyaku serius.


"Karena kamu ditakdirkan untukku, itu saja..." gumam Valentino menciumku dan memberikan sebuah kertas kepada Fadil.


"Apa ini?" Tanya Fadil bingung.


"Tugas untukmu dan Cakra."


"Tugas... Ohh baiklah..." desah Fadil berjalan pergi.


"Belum selesai aku berbicara kenapa kamu terburu-buru pergi?" Ucap Valentino membuat Fadil menghentikan langkah kakinya.


"Ya, apa ada yang lain?" Tanya Fadil pelan.


"Bawa orang itu dalam keadaan hidup agar istriku tahu."

__ADS_1


"Oh mmm baiklah, apa ada yang lainnya?"


"Tidak hanya itu."


"Baiklah, apa gadis tadi ikut?"


"Tidak perlu, kalian berdua saja..." desah Valentino dan Fadil berjalan pergi.


"Orang itu? Siapa yang kamu maksudkan Valentino?" Tanyaku bingung.


"Yaaah orang yang menjebak Fadil dengan Raesya."


"Tunggu? Dijebak?" Tanyaku bingung.


"Haish kamu ternyata tahu ya Valentino..." desah Raesya meminum segelas wine di depannya.


"Ya tentu saja, lebih baik kamu ceritakan kepada adikmu yang polos ini."


"Hmm baiklah aku akan menceritakannya padamu adikku yang bodoh, tidak semua hanya intinya saja."


"Cerita apa?" Tanyaku bingung.


"Yaahh cerita kenapa kami bisa melakukannya pertama kali."


"Coba ceritakan!" Ucapku serius.


"Dulu dikehidupan kedua, banyak yang mwngincarku dam Raetya."


"Mengincar kakak?"


"Ya mereka kira aku adalah kau Raelyn. Hidup menjado buronan benar-benar melelahkan tahu!"


"Tunggu, apa di kehidupan kedua aku tidak ada?" Tanyaku terkejut.


"Tidak, kamu menghilang entah kemana."


"Tunggu! Bagaimana bisa seperti itu!"


"Itu kenyataannya, tidak ada tanda-tanda kehadiranmu. Jika ada tidak mungkin aku yang menjadi target buronan!" Ucap Raesya dingin.


"Mmm lalu?"


"Yaah suatu hari aku bertemu dengan Fadil, dia bilang kalau dia wakil mafiamu akhirnya aku berteman akrab dengan dia, aku bertanya padanya kemana kamu pergi tapi Fadil berkata kalau dia sedang mencarimu setelah kamu diculik orang itu."


"Siapa orang itu?"


"Siapa lagi kalau bukan Alan! Dia menculikmu!"


"Haaah menculikku? Seingatku aku tidak pernah diculiknya dan..."


"Itu yang terjadi, di sebuah pelelangan kau dilelang seperti hewan peliharaan. Di depan mataku kau sebagai alat pemuas nafsu kau tahu!" Gerutu Rasya menataplu dingin.


"Tunggu dulu! Mana bisa seperti itu! Aku tidak pernah melakukan apapun!" Protesku kesal.


"Itu yang terjadi dikehidupan kedua Raelyn!"


"Haish lalu apa yang terjadi?" Desahku mengalah.


"Yaaah lalu saat aku berusaha mencarimu dan menyelamatkanmu aku terkena minuman yang berisi obat perangsang karena saat pelelangan aku mengambil segelas wisky yang berisi obat perangsang dari Alan.


"Lalu? Apa yang terjadi?"


"Aku saat ingin beristirahat, aku salah masuk ke kamar Han dan yaah begitulah."


"Tapi... Aku tidak melakukan itu kakak serius... Cerita kakak tidak pernah aku ingat!" Protesku kesal.


"Itu yang terjadi! Tanya Valentino kalau tidak percaya!" Protes Raesya dingin, aku menatap Valentino dan dia menganggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Ya yang dikatakan Raesya benar, itu yang terjadi..." gumam Valentino pelan yang membuatku memukul meja dan menatap Valentino dingin.


"Astaga aku tidak pernah melakukannya! Aku akan menunjukkan bukti kalau aku tidak melakukannya!" Protesku kesal dan berjalan pergi, tidak aku sangka jalan cerita kehidupan kedua berbeda dengan jalan cerita yang dialami Raesya, Valentino dan Fadil. Bagaimana bisa seperti itu? Benar-benar aneh.


__ADS_2