Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Season 2 : Episode 5 : Bermain Dengan Rayan


__ADS_3

Aku terus menatap cincin pernikahanku sampai Rayan selesai mandi, saat Rayan keluar kamar mandi aku langsung berjalan masuk dan segera merendamkan tubuhku di bathtub, aku menatap wajah kecilku di atas air dan beberapa bekas luka di tubuhku yang terlihat sangat jelas.


"Kenapa inkarnasiku kembali ke masa kecilku? Kenapa tubuhku tetap saja memiliki banyak bekas luka? Kenapa kembaranku dan kakakku tidak mendapatkannya?" Gumamku pelan.


"Haaah selalu saja keberuntungan tidak di pihakku...." desahku memejamkan kedua mataku dan berendam sesekali menceburkan wajahku di dalam air selama beberapa menit.


"Raelyn? Apa kamu belum selesai?" Teriak Rayan kencang tapi aku terdiam terus berendam.


"Jika kau tidak menjawab aku akan mendobrak pintu ini!" Ucap Rayan dingin


"Oh mmm baiklah..." desahku segera memakai pakaian mandiku dan berjalan keluar kamar mandi, di luar kamar aku melihat tubuh indah Rayan dibalik balutan kain yang menutupinya.


"Ada apa?"


"Fadil tadi mencarimu dan memberikanmu ini." Rayan memberikan sebuah gulungan tugas.


"Lalu kemana dia?"


"Oh tadi mengambil sarapan bersama Ray."


"Oh begitu..." desahku membaca gulungan itu dan membelakangi Rayan. Saat aku asik membaca gulungan itu aku merasa tangan yang meraba leherku yang membuatku terdiam


"Ini... Bekas luka?" Bisik Rayan sedikit membuka pakaian mandiku dari belakang.


"Ya."


"Kamu masih mendapatkannya?"


"Ya, padahal ini kehidupan yang baru tapi ya aku masih saja mendapatkannya."


"Tidak apa, namanya juga kembali kemasa lalu. Apa kamu ingin balas dendam?"


"Ya, aku ingin membalas dendam orang-orang yang membuatku hancur agar aku bisa mati dengan tenang."


"Jika kau mati duluan, aku sangat tidak tenang Raelyn!" Ucap Rayan dingin dan menarik bahuku yang membuat wajah kami berdekatan.


"Dengar ya Raelyn, hidup dan matimu ada ditanganku. Aku tidak akan mengijinkanmu mati!"


"Ini kehidupanku yang dulu Rayan! Banyak yang ingin aku mati! kamu saja sering terluka bagaimana kamu menjagaku?" Ucapku dingin.


"Jika aku hebat tidak mungkin aku menjadi tetua agung di usia muda!" Ucap Rayan dingin.


"Lalu kenapa kau bisa terluka?" Tanyaku serius.


"Karena mereka menyerang di titik lemahku."


"Titik lemah?" tanyaku bingung. Rayan menyentuh pipiku yang membuatku bertambah bingung.

__ADS_1


"Katakan!"


"Untuk apa kamu ingin mengetahuinya?" Ucap Rayan dingin.


"Aku istrimu!"


"Lalu kau kira istri itu bukan musuh juga?"


"Kalau kau menganggapku musuh lalu untuk apa kau menikah denganku? Lebih baik enyahlah!" Gerutuku kesal dan berjalan pergi tapi Rayan langsung menarikku ke dalam pelukannya dan memelukku dari belakang.


"Benang merahku terhubung denganmu lagi pula kita sudah menikah, waspada walaupun dengan istri apa itu salah?" Tanya Rayan di telingaku.


"Jika kau tidak percaya padaku maka ceraikanlah!" Teriakku kencang, Rayan membungkam bibirku dan mendekatkan wajahnya di telingaku.


"Dengar ya Raelyn, kau selamanya milikku dan aku tidak akan mengijinkanmu untuk berpaling dariku apa kau tahu! Aku sangat mencintaimu..." Bisik Rayan pelan.


"... Tapi baiklah aku akan memberitahukanmu dimana titik lemahku..." gumam Rayan melepaskan bungkamannya dan meraba tubuhku yang membuatku sangat geli.


"Kau adalah titik lemahku Raelyn..." bisik Rayan pelan yang membuatku terkejut.


"A-aku?"


"Ya, kau adalah titik lemahku. Jika musuh membahas masalah tentangmu atau musuh berkeinginan melukaimu maka aku akan banyak berpikir akhirnya aku tidak fokus untuk melawan musuh karena aku berpikir bagaimana caraku menyelamatkanmu yang tidak berada disampingku."


"Apa hanya itu?"


"Musim dingin?" Tanyaku bingung.


"Ya, karena dinginnya suhu karena musim dingin membuat penyakitku kambuh dan aku sangat tidak berdaya. Jika saat itu kamu tidak memberikanku darahmu mungkin aku sudah mati karena kedinginan."


"Oh begitu ya..." desahku pelan.


"Ya. Aku mengatakan semuanya padamu dan tidak ada yang aku tutupi darimu." gumam Rayan terus meraba tubuhku dan sedikit membuka pakaianku.


"Oh begitu ya..." desahku pelan, Rayan memutar tubuh dan mengusap pipiku lembut.


"Kau sudah tahu kan kelemahanku, jika aku melakukan kesalahan padamu maka kau bisa membunuhku dengan cara itu. Tapi jika kau melawanku dengan senjatamu pasti kamu yang akan kalah dan terluka."


"Kenapa begitu?" Tanyaku pelan.


"Aku lebih hebat darimu, tapi jika dibandingkan saat kamu dewasa mungkin kekuatan kita setara."


"Heeeh kau ternyata suka merendahkan lawan ya Rayan!" Ucapku dingin dan mengarahkan senjataku di leher Rayan dan ternyata Rayan juga mengarahkan senjatanya ke leherku yang membuatku terkejut.


"Jadi kau ingin adu kekuatan denganku?" Ucap Rayan dingin tapi aku hanya tersenyum dingin dan membuang senjataku.


"Tidak ada, aku sedang tidak berminat." Aku beranjak pergi tapi Rayan kembali menarikku dalam pelukannya sambil kembali meraba tubuhku.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanyaku menahan geli.


"Raelyn... Selamat ulang tahun untukmu ya..." bisik Rayan pelan yang membuatku terkejut, aku menatap kedua mata Rayan yang terlihat tulus dan aku langsung menciumnya lembut.


"Terimakasih Rayan. Aku kira kamu tidak tahu kapan ulang tahunku..."


"Kau istriku jadi aku tahu kapan ulang tahunmu." Rayan sedikit membuka dua kancingku dan menurunkan sedikit pakaianku ke bahu kananku.


"Benarkah?" Tanyaku pelan.


"Tentu saja, oh ya Raelyn... Katakan kapan kamu siap menjadi ibu?" Ucap Rayan pelan yang membuatku terkejut.


"A-aku masih kecil jadi tidak mungkin aku menjadi seorang ibu diusia kecil..." gumamku pelan, Rayan mengangkat tubuhku dan menekan tubuhku di dinding.


"Baiklah kalau begitu untuk sekarang kamu harus sering berlatih jika ingin balas dendam istriku..." bisik Rayan mencium leherku lembut.


"B-baiklah mohon bantuannya."


"Tidak masalah, kau istriku jadi aku akan membantumu."


"Rayan besok temani aku ya."


"Temani kemana?" Tanya Rayan pelan dan terus mencium dadaku lembut.


"Mmm aku ingin pergi ke kerajaan Kim milik ayah, aku ada tugas ke organiaasi tersembunyi."


"Organisasi tersembunyi itu milik Valentino, apa kau yakin akan kesana?"


"Aku mendapatkan tugas dari tetua agung jadi harus kesana dan..."


"Dan kau ingin bertemu dengan Valentino dan bermain dengan Valentino?" Tanya Rayan dingin.


"Ehh tidak! Aku hanya ingin bertemu dengan ayahku saja!"


"Raelan itu kembaran Valentino dan aku adalah keponakan Raelan. Apa kau kira aku tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya?" Ucap Rayan dingin.


"Kau sudah menikah denganku Rayan! Bagaimana bisa kau tidak percaya padaku? Aku istrimu!!!" Protesku kesal.


"Raelyn ingatkah kau dulu banyak yang mengikatmu dan banyak yang menikah denganmu, bahkan banyak yang merasakan tubuhmu lalu kau kira aku akan mengijinkanmu bermain dengan Valentino atau pria lainnya dan aku hanya mendapatkan bekasmu!" Ucap Rayan dingin, aku menghela nafas dalam dan menatap Rayan dingin.


"Lalu apa yang kau inginkan?" Tanyaku dingin dan Rayan tersenyum manis ke arahku.


"Aku.. ingin kapanpun bermain denganmu dan kau harus terus bersamaku!" Ucap Rayan membuka seluruh kancing pakaianku dan Rayan membuka pakaiannya


"Tapi kan aku sudah bilang kalau aku uuugghhh...." rintihku kesakitan tapi Rayan terus mempermainkanku.


"Tenang saja, aku tidak akan membuatmu hamil untuk saat ini, tapi jika nantinya kau bermain dengan pria lain dibelakangku maka aku akan menghukummu dan akan membuatmu hamil di usia muda!" Ucap Rayan dingin dan terus mempermainkanku sedangkan aku hanya terdiam menahan sakit sambil meremas punggung Rayan kuat.

__ADS_1


Dari perilaku Rayan terlihat dia sangat kesal dan dendam padaku apalagi kehidupan yang lalu aku sangat keterlaluan dan itu semua salahku apalagi Rayan selalu mengawasiku di perbatasan surga dan neraka pastinya dia sangat dendam ketika bertemu denganku di inkarnasi kali ini.


__ADS_2