Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 60 : Mencari Informasi


__ADS_3

Setelah bertemu tetua mafia, kami bertiga masuk ke dalam gedung untuk registrasi perjalanan. Aku mendaftarkan Victory, Fadil, dan Chen masuk ke dalam kapal. Setelah registrasi kami diberi topeng wajah dan segera memakainya.


"Apa kalian siap?" tanyaku pelan.


"Ya..."


"Oh baiklah, kita pergi ke aula saja dulu..." gumamku berjalan mendahului ketiga pria di belakangku.


Di dalam aula aku melihat banyak pria atau wanita yang sedang menikmati hidangan di sediakan, di salah satu meja VIP aku melihat dua pria berjas hitam dan putih duduk dengan pasangan wanitanya. Aku mengamati tubuh mereka dan ternyata mereka adalah Sino dan Fiyoni.


"Hei Sani, kau tidak marah suamimu berada disini dengan wanita lain?" sindir Victory menahan ketawanya.


"Aku melakukan tugasku jadi aku tidak akan mngkin marah-marah disini sebelum tugasku selesai."


"Oh kamu hebat ya memilih tugas dari pada suami."


"Mereka punya urusan sendiri dan aku juga, selama tugasku berakhir sempurna aku tidak masalah. Bentar ya, aku mau ke toilet dahulu..." gumamku berjalan sambil mendengarkan beberapa orang di sekitarku mengobrol santai.


"Heei tahu tidak, kta di kapal hanya sehari semalam loh." ucap seorang wanita di belakangku.


"Bukannya tiga hari ya?"


"Eeh mana ada tiga hari, cuma sehari semalam. Besok malam acara puncaknya."


"Oh benarkah? Tapi kata ketuaku nih besok akan ada pertempuran di kapal ini sama seperti biasanya."


"Oh benarkah? Kalau begitu kita harus selalu waspada, barang pelelangan di kapal itu sangat bagus apalagi tempat hiburannya, aku ingin datang walaupun harus bertempur."


"Iya benar aku setuju denganmu hahaha..." tawa beberapa wanita di belakangku dengan senang.


"Ada peperangan ya? Seperti dugaanku..." desahku dalam hati.


Aku kembali melangkahkan kakiku untuk mencari informasi lainnya tapi semua membahas persoalan yang sama, jadi aku memutuskan kembali ke kursiku.


"Teeessstt... teessstt, dimohon seluruh tamu memasuki area kapal!" ucap seseorang dari pengeras suara dan membuat semua orang berjalan masuk ke dalam sebuat lorong.


"Heei ternyata kamu disini, ayo!!" ucap Vctory menggenggam tanganku.


"Aku dapat informasi Victory..." gumamku pelan.


"Informasi apa?"


"Kapal ini hanya sehari semalam, jadi malam besok akan ada pertempuran, entah saat lelang atau sebelum atau setelah lelang.."


"Oh berarti seperti dugaanmu ya Sani."


"Ya benar, jadi kita harus waspada..." gumamku melangkahkan kakiku masuk ke dalam kapal mewah yang sangat besar bahkan memasuki kapal ini aku seperti wanita kampung yang masuk ke dalam kapal ratusan triliun dolar.


Di dalam kapal, ak melihat banyak makanan dan semua orang kembali memakan makanan yang disediakan, makanan disini lebih mewah dan terlihat mahal dari pada makanan di gedung tadi.


Di salah satu kursi VVIP aku melihat Sino dan Fiyoni yang masih bersama dua wanta di sampingnya. Saat aku menatap Sino, tatapannya dengan wanita itu sangat manja seperti saat Sino bersamaku yang membuatku benar-benar cemburu. Setelah memikirkan cara akhirnya aku memiliki satu ide konyol untuk mengerjai Sino. Belum aku melakukannya, aku terkejut banyak orang yang berbisik pelan di sekitarku.


"Eeehh... lihat itu tuan Viu..." gumam seorang wanita pelan.


"Ya, aku dengar dia pria yang kejam dan menakutkan...kenapa dia ada disini?"

__ADS_1


"Ya mana aku tahu, lebih baik dia tidak datang."


"Tapi kan dia salah satu kata yang menguasai beberapa organisasi tertinggi, sama seperti wanita penguasa sebagian besar organisasi mafia."


"Wanta? Siapa?" tanya seorang wanita penasaran.


"Anak tuan Shin, Sani Shin..."


"Oh ya bsnar katamu, kalau dua orang ini berkumpul disini pasti akan tenggelam hahaha!" tawa sekumpulan ibu-ibu di selakangku.


"Ternyata kamu sangat terkenal kejam ya Sani!" sindir Victory menahan tawa.


"Diam dan lakukan tugasmu..." gumamku berjalan mengelilingi ruangan itu. "Viu? Apa dia dalang di balik semua ini?" gumamku penasaran.


Aku kembali melirik Sino yang masih bermanjaan dengan wanitu itu. Saat Sino menatap kearahku, aku membuka salah satu mata topeng sambil tersenyum dingin yang membuatnya terkejut. Disaat ada seseorang yang lewat aku segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Kamu kenapa kak?"


"Tadi aku melihat Sani."


"Sani? Tidak ada, kamu jangan menakutkanku ah!" protes Fiyoni kesal.


"Aku tidak bohong!" ucap Sino mengambil handphonenya dan ternyata dia terus meneleponku.


"Astaga ternyata kalian takut juga ya.." gumamku mematikan handphoneku.


"Bagaimana?"


"Nomornya tadi aktif terus sekarang mati..."


"Dia pasti lagi bersih rumah, tahu sendirikan dia jarang membka handphone sampai handphonenya mati sendiri..." gumam Fiyoni pelan.


"Huummpp..." gerutuku memfoto mereka dan kembali mengelilingi kapal itu, di kapal ini ak benar-benar mendapatkan informasi yang sangat bagus bahkan tidak seperti informasi pada umumnya. Intinya jangan pernah mau di ajak ke tempat judi karena kita akan di beri anggur atau wine dengan kadar alkohol tinggi yang membuat kita mabuk dan tanpa sadar mengatakan apa yang seharusnya di rahasiakan.


"Sani..." gumam Victory mengagetkank.


"Astaga...apa?" gerutuku kesal.


"Aku mendapatkan informasi tentang Viu..." bisik Victory di telingaku.


"Apa itu?" tanyaku penasaran.


"Viu...petinggi mafia penentang, dia sangat kejam dan benar-benar psikopat. Aku dengar Viu dan satu orang lagi adalah dalang peperangan yang akan di lakukan nantinya, yang paling mengejutkan adalah dia itu...kakak tirimu, lihat disebelahnya dia Xiao Min kan?" bisik Victory yang membuatku terkejut.


"Tunggu...apa?" tanyaku terkejut.


"Ya, banyak orang yang berkata seperti itu."


"Oh mmm aku mengerti. Aku akan mencoba mengajak berbicara dia."


"Sani apa kau gila? Kau ingin berakhir seperti ayahmu?" protes Victory kesal.


"Tidak juga, lagi pula dia sebenarnya dari tadi terus memperhatikanku apa kau tidak menyadarinya?" gumamku menatap Viu dingin dan Viu juga menatapku dingin.


"Ha...hahaha kau memang gila Sani!"

__ADS_1


"Gila? Memang kenapa kau mengatakan aku gila?" protesku kesal. Tiba-tiba ada pria berjas hitam mendatangi kami berdua dengan membungkukkan badan dia mencoba mengatur nafasnya seperti orang yang ketakutan.


"Eee..mmm apa anda nona Sani?" gumam pria itu pelan.


"Ada apa?" tanyaku pelan.


"Tuan muda ingin bertemu dengan anda."


"Tuan muda siapa?" tanyaku dingin.


"Eee...mmm tuan muda Viu."


"Ada apa ingin bertemu denganku?"


"Saya tidak tahu, saya hanya menyampaikan pesannya."


"Hari ini aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun, kalau mau besok sore dia mengajakku langsung tanpa menyuruh bawahannya, aku tidak suka undangan yang tidak sopan seperti itu.." gumamku pelan.


"Ba...baik nona..." gumam pria itu segera kembali ke arah balkon tepat dimana Viu dan Xiao Mn duduk santai bersama.


"Kau memang senang memancing musuhmu datang Sani..." gumam Victory menggelengkan kepalanya.


"Tidak juga..." gumamku meminum wine di tanganku.


"Tidak juga? Menyurh ketuanya mengundangmu langsung kamu bilang tidak juga? Apa kau kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan barusan? Kau memang hanya berjalan-jalan tapi jika di liat dari atas atas kau membentuk sebuah tulisan kan?" protes Victory kesal.


"Oohh ternyata kamu menyadari itu ya..." desahku santai.


"Aku kenal denganmu Sani, apa yang tidak aku ketahui?" protes Victory kesal.


"Tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan apalagi kalau dia kakak tiriku akan lebih mudah untukku..." gumamku pelan.


"Haish terserah lah yang penting, jangan melakukan hal yang tidak perlu Sani, jangan merepotkanku!" gerutu Victory kesal.


"Aku tahu kok..." desahku pelan. Aku menatap ke balkon lantai dua dan melihat Viu tersenyum dingin saat bawahannya menceritakan kepada Viu.


"Haaiish kenapa aku selalu mendapatkan tugas yang merepotkan..." gerutuku meletakkan gelas wine dan berjalan menuju ke kamarku.


Aku mengambil catatanku dan menulis hasil yang aku dapatkan malam ini, selain itu aku berusaha membuat rencana saat bertemu dengan Viu ataupun saat pertarungan nantinya.


Di dalam kamar aku mendengar suara wanita yang seperti mendesah, aku menutup catatanku dan mencari asal suara itu. Aku keluar balkon dan melihat Fiyoni sedang bermain dengan seorang wnaita sedangkan Sino sedang tidur dengan seorang wanita, aku menghidupkan handphoneku dan memotret mereka berdua.


"Tunggu, aku melihat ada seseorang yang memotret kita..." teriak wanita itu terkejut, mendengarnya aku segera pergi dan kembali ke dalam kamar.


"Mana tidak ada."


"Ada, rambutnya panjang dan dia nampak snagat cantik."


"Cantik? Seorang wanita kah?"


"Mungkin saja."


"Haih kamu ini selalu berhalusinasi, mari kembali ke kamar nanti mengganggu kakak yang tertidur." gumam Fiyoni menutup pintu balkon, mendengar pintu balkon tertutup aku kembali mengintip dan ternyata mereka melakukan lagi.


"Astaga, kalau bukan karena tugas sudah aku bunuh mereka berdua!" gerutuku mengangkat tanganku dan hampir membanting handphoneku.

__ADS_1


"Tahan...tahan...sabar Sani, handphonemu mahal oke, kamu disini harus membeli sebuah barang kalau handphoneku rusak kamu tidak punya handphone lagi..." desahku terduduk di lantai.


"Ya sudahlah, liat aja kalian berdua nanti!" gerutuku merebahkan tubuhku dan mencoba tertidur. Aku tidak tahu kenapa Viu bisa tahu kalau aku ada di dalam kapal ini, kalau begitu aku juga harus merubah rencanaku dan mencoba tidak menunjukkan apa yang sebenarnya ingin aku dapatkan berkunjung ke kapal mewah ini.


__ADS_2