Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 61 : Mengobrol Dengan Viu dan Xiao Min


__ADS_3

Aku benar-benar tidak bisa tidur tenang semalaman, suara berisik wanita disebelah dan juga pusing memikirkan apa rencanaku membuatku tidak bisa tidur semalam, aku sudah terbiasa untuk tidak tidur jadi tidak tidur semalaman adalah hal biasa bagiku.


Tiiiinnggg...Ttiiinngggg


Terdengar banyak pesan di handphoneku, sambil memakan roti dan susu yang aku bawa. Aku membaca pesan yang ternyata dari Sino


Sayang, semalam aku melihat wanita yang mirip denganmu apa kamu ada disini? -Sino


Sayang, jawablah...-Sino


"Haish berisik banget!" gerutuku meneguk minumanku dan mengaca di depan cermin.


"Kenapa kak Viu melakukan semua ini dan juga... kenapa aku baru tahu aku punya banyak kakak tiri?" gumamku pelan.


Tiiinnggg


Aku menunggumu di atap kapal -Victory.


"Ngapain dia ngajak di atas kapal sih!" gerutuku menggunakan lipstik dan segera berjalan menuju ke lift yang ada di ujung lorong.


Saat aku berada di dalam lift dan akan memakai topengku, aku melihat Sino dan Fiyoni terkejut melihatku.


"Sa...Sani tunggu!" teriak Sino berusaha mengejarku tapi wanita di sebelahnya menggenggam erat Sino. Tanpa berkata apapun aku hanya menatap mereka dingin sambil tersenyum dingin lalu pintu lift pun tertutup.


"Yaaah ketahuan ya kalau aku ada disini? Ya sudah lah biarin aja..." desahku memakai topengku, aku membaca satu pesan dari tetua mafia yang mengatakan kalau aku harus menghabisi seluruh orang yang memakai topeng berwarna merah, biru dan abu-abu selain itu aku juga harus berhati-hati dengan topeng berwarna hitam karena bukan hanya tamu undangan khusus yang memakainya tapi kelompok mafia musuh juga memakainya.


"Haish tambah tugas lagi? Suka kali mereka menyuruhku!" gerutuku mematikan handphoneku dan melangkahkan kakiku keluar lift.


Di pinggir balkon aku melihat Victory dan beberapa beberapa mafia yang bersekutu dengan kami berdiri di ujung balkon, Victory membalikkan badannya sambil menghisap rokok mahal miliknya dan terus menatapku, aku berjalan kearahnya sambil membuka topeng dan berdiri di sampingnya.


"Ada apa Victory?"


"Kamu tahu kan apa tugas tambahan kita?"


"Ya aku tahu, jadi?"


"Bagaimana menurutmu?" tanya Victory serius.


"Kan kamu ketua mafia pusat Victory, sedangkan aku ketua mafia tertinggi jadi..."


"Kamu juga mafia pusat Sani? Kamu juga berhak memutuskan Sani!"


"Haish, bilang saja bingung apa keputusanmu."


"Mmm bisa dibilang begitu sih, jadi bagaimana menurutmu?"


"Kalau kalian ingin.... lakukan saja. Tapi nanti jika pertarungan di dalam kapal dimulai agar tidak memperlihatkan kalau kita juga ikut serta..." gumamku kembali berjalan pergi.


"Hanya itu? Eeeh kamu mau kemana?"


"Aku akan ke aula dansa, kalian carilah informasi tentang pelaku satunya."


"Apa kamu gila? kamu mau berdansa?" tanya Victory terkejut.


"Aku menunggu Viu menemuiku, jadi saat mencari informasi jangan sampai siapapun tahu."


"Baik nona muda!" teriak ketua mafia dibelakangju keras.

__ADS_1


"Haish sudah aku bilang jangan formal jika berbicara denganku..." gerutuku masuk ke dalam lift dan menekan tombol lift itu.


Saat di lantai 5 lift yang aku naiki berhenti dan saat pintu terbuka aku melihat Viu dan Xiao Min berdiri di depan lift yang membuatku terkejut, melihat mereka aku hanya terdiam dan mencoba tenang.


"Tidak kusangka ya malah bertemu disini..." ucap Viu dingin.


"Bertemu siapa?" tanya Xiao Min bingung.


"Adik tiri yang kamu sayang-sayang dari kecil..." gumam Viu melirikku, tanpa berkata apapun aku hanya menundukkan kepalaku dan kembali ke posisi semulaku.


"Benarkah? Masa dia Sani?" gumam Xiao Min berpura-pura tidak mengenalku.


"Bukan, aku hanya wanita yang kebetulan ada disini..." gumamku dingin.


"Kamu masih saja seperti itu ya Sani."


"Ya aku masih sama seperti ini dan tidak berubah."


"Ngomong-ngomong... aku dengar kamu ketua mafia yang dari dulu ditakutin itu ya?" tanya Viu dingin.


"Tidak juga, hanya wanita lemah yang hidup sendiri kesepian tanpa siapapun yang menemani."


"Kamu ternyata suka merendah ya, berbeda denganmu yang dulu selalu sombong."


"Tidak juga, dulu aku masih kecil tapi sekarang aku...aduuh sakitlah kak!!!" protesku kesal saat Xiao Min menarik pipiku.


"Ku rasa dia masih saja adikku yang cengeng..." gumam Xiao Min terus menarik pipiku.


"Kakak sakit tahu? Ku aduin ke kak Soni nanti!" protesku kesal, Xiao Min menghela nafas dan melepaskan pipiku.


"Dia kakak tirimu juga, kamu masih menganggapnya kakak kandungmu?" tanya Xiao Min serius.


"Oh kamu tahu juga ya kalau aku kakak tirimu?"


"Menurutmu aku tidak mengenalmu kak Viu Min?" gumamku menatap Viu dingin.


"Baguslah, kamu ingin aku yang mengundangmu langsung kan? Kalau begitu... ikutlah kami Sani..." gumam Viu memberikanku lencana emas sambil melangkahkan kakinya keluar lift menuju aula dansa.


"Lencana apa ini?"


"Lencana milikmu."


"Lencana milikku?" gumamk menatap lencana itu dan terkejut ini lencana milikku yang hilang bertahun-tahun yang lalu.


"Ke...kenapa bisa...


"Nanti aku akan menjelaskannya padamu..." gumam Viu melangkahkan kakinya masuk ke dalam aula dansa.


Di aula dansa aku melihat banyak tamu yang sedang berdansa ria tanpa menggunakan topeng di tengah lantai dansa aku melihat Sino dan Fiyoni yang sedang berdansa dengan pasangan wanita masing-masing. Di pintu masuk ada dua penjaga yang meminta kami melepaskan topeng kami.


"Kalau aku menolak?" gumam Viu dingin.


"Maaf tuan muda, ini peraturan di ruang VVIP."


"Kamu beraninya..." teriak Viu yang membuat seluruh orang menatap Viu.


"Tinggal lepas, apa sih susahnya?" gumamku melepaskan topengku yang membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


"Sa...Sani?" ucap Sino dan Fiyoni terkejut.


"Beraninya kamu memerintah...ku..." gumam Viu kesal, aku menatap Viu dingin yang membuatnya hanya pasrah.


"Ini pertama kalinya aku mengikuti perintah seorang wanita yang tidak tahu diri!" gerutu Viu membuka topengnya, saat melihat wajah aslinya aku sangat terkejut ternyata Viu lebih tampan dari pada Xiao Min bahkan ketampanannya menyamai Sino, Han, dan Fiyoni.


"Anda yang mengundang jadi anda harus menghormati tamu anda..." gumamku berjalan melewati Sino dan Fiyoni menuju ke sebuah pintu yang bertuliskan VVIP di ujung lantai dansa.


Di dalam ruang VVIP, Viu dan Xiao Min terduduk di meja bundar yang kecil dengan lampu di atas meja, aku terduduk di kursiku dan menatap dua pria dingin di depanku.


"Jadi, apa yang kalian ingin bicarakan kepadaku?" gumamku dingin.


"Hanya ingin bertanya kepadamu? Kenapa kamu tidak mau bergabung denganku?"


"Bergabung? Bergabung untuk apa?"


"Apa kamu berpura-pura tidak tahu?"


"Aku memang tidak tahu, lagi pula siapa yang mengajakku? Tidak ada satupun..." gumamku mencoba menunjukkan keseriusan.


"Haish yang benar saja! Baiklah aku akan memberitahukanmu. Saat ini sedang terjadi pertarungan dan bahkan ini perang berkepanjangan, aku sudah pernah mengutus seseorang untuk mengajakmu bekerjasama denganku."


"Mengutus seseorang? siapa? Tidak ada yang bertemu denganku selain musuh yang ingin membunuhku. Lagi pula kenapa kak Viu ingin mengajakku bekerja sama?" tanyaku dingin.


"Kamu ingat Han dan Hans?" tanya Xiao Min serius.


"Lalu kenapa?"


"Keluarga besar mereka dulu bekerjasama dengan penentang tapi karena ada masalah jadi kami bermusuhan dan perang ini bermula dari lima ketua umum organisasi mafia yang bermusuhan."


"Penentang? Jangan bilang.."


"Ya aku ketua umum mafia penentang, aku ingat kemarin aku menyuruh Lia untuk mengajakmu..."


"Lia? Dia bermesraan dengan Han di depanku bahkan bertarung denganku kak! Seharusnya..." aku menghentikan ucapanku dan meminum wine di depanku.


"Tidak ada...lupakan saja..." gumamku pelan.


"Bagaimana Sani apa kamu mau bekerjasama dengan kami?"


"Apa untungnya aku ikut kerjasama dengan kak Viu?" tanyaku dingin.


"Kan sudah aku katakan saat ini ada lima ketua organisasi mafia yang bermusuhan, aku sudah bekerja sama dengan salah satu ketua mafia dan si Hans itu juga sudah bekerja sama dengan salah satu ketua mafia lainnya jadi bisa dikatakan sekarang ada tiga mafia bermusuhan."


"Lima? Hanya segitu?" tanyaku terkejut.


"Ya organisas mafia itu ada banyak Sani tapi sekutunya ada beribu mafia yang membantunya jadi tidak bisa dikatakan sedikit... "


"Lima itu siapa saja?" tanyaku serius.


"Aku, Hans, Ray, Wili, dan kamu."


"A...aku? Kenapa kak Viu memasukkanku juga?" tanyaku terkejut.


"Kamu ketua umum organisasi mafia tertinggi Sani, banyak mafia yang menjadi kaki tanganmu bahkan para tetua mafia berpihak kepadamu dan juga markas rahasia yang dulu ada digenggamanku kini menjadi kaki tanganmu.Kamu memang sudah di anggap ketua umum organisasi mafia tertinggi."


"Ti...tidak mungkin."

__ADS_1


"Apa kamu baru menyadarinya sekarang Sani? Banyak mafia kuat dan hebat berada di genggamanmu, itulah yang membuat para mafia takut menghadapimu." jelas Viu yang membuatku terkejut.


ketua umum organisasi mafia tertinggi? Aku tisak permah menyadari akan hal itu, aku menatap lencana yang di berikan Viu tadi adalah lencanaku yang dulu hilang dan di lencana itu bertuliskan Ketua Umum Organisasi Mafia Tertinggi.


__ADS_2