Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 192 : Bertemu Valentino


__ADS_3

Ryraen dan wanita itu terus saja berdebat dan tidak ada yang berusaha memisahkan mereka sedangkan aku hanya terdiam dan menatap Lyraen yang terus bermanja-manja dengan wanita itu yang membuatku benar-benar sangat muak.


Aku mencoba sabar tapi tetap saja rasa kesal dan marah tidak bisa aku tahan sama sekali, aku memukul meja didepanku sambil menatap Lyraen kesal.


"Kau kira mengorbankan bawahan bisa menyelakatkanmu? Dasar bodoh!" Gerutuku kesal yabg membuat wanita itu kesal.


"Hei kau siapa kau!! Beraninya kau ikut campur!" Protes pria itu kesal sedangkan aku hanya tersenyum dingin dan menarik jubah Ryraen dengan mesra.


"Untuk apa kau ingin tahu tentangku?" Ucapku dingin dan mengusap pipi Ryraen lembut.


"Kau hanya orang asing jadi kau tidak perlu tahu Rycha!" Ucapku menatap wanita itu dingin yang membuat wanita itu terkejut.


"Oh kau tahu namaku juga ya ternyata?" Gumam wanita itu dingin dan terduduk di depan mejanya.


"Menurutmu aku tidak tahu tentangmu? Heeh kau salah besar..." gumamku dingin dan wanita itu membuka topengnya yang membuat wajah cantiknya terlihat nyata di depanku sama seperti wanita yang membunuhku di kehidupan yang lalu mungkin jika di amati wajah kami sangat mirip.


"Jadi tunjukkan siapa kau sebenarnya?" Ucap wanita itu dingin sedangkan aku langsung terduduk di meja depanku dan menatapnya dingin.


"Bagaimana?" Ucap wanita itu serius.


"Aku ya? Mmm untuk apa kau ingin tahu wajahku Rycha..." gumamku santai dan terduduk di meja sambil menatap wanita itu serius.


"Kau sudah tahu wajahku dan..."


"Dan aku tidak memintanya, kau menunjukkan wajahmu tanpa menawariku membuka topengmu juga? Kau kira bisa membodohiku? Kau lebih bodoh dariku Rycha!" Sindirku dingin yang membuat wanita itu kesal


"Kau!!! Beraninya mengejekku bodoh!" Teriak Rycha kesal


"Itu fakta, ciihhh untuk apa ketua sepertimu di pertahankan tidak ada gunannya!" sindirku dingin yang membuat wanita itu benar-benar kesal. "Aku harus bisa memancingnya..." gumamku dalam hati, aku menatap seorang pria yang terduduk di jendela atas, sinar bulan yang menyinari dengan terang yang membuat wajah pria itu tidak terlihat sama sekali. "Siapa dia?" gumamku dalam hati bingung.

__ADS_1


"Ciiihh sombong kali kau!" Protes wanita itu kesal sedangkan aku hanya menatap wanita itu dingin dan sedikit mengangkat kepalaku.


"Sombong ya... Sejak kapan aku tidak sombong... Benar kan tuan bertopeng merah..." ucapku menatap pria yang duduk di jendela itu sambil tersenyum dingin.


"Ooh ternyata kau bisa menyadari keberadaanku ya... Raelyn..." ucap pria itu bertopeng merah itu.


"Tunggu... Raelyn?" Ucap Lyraen terkejut.


"D-dia... Lari!!!" Teriak beberapa ketua mafia berlari dari ruangan tapi di hadang oleh beberapa orang berjubah di luar ruangan.


"Aura ingin membunuhmu sangat kuat loh bagaimana bisa aku tidak merasakannya, targetmu... Aku bukan?" ucapku dingin.


"Tidak, aku tidak ada urusannya denganmu. Lagi pula kau bisa-bisanya menyusup wilayah bayangan dengan mudah ya..." gumam pria itu dingin sedangkan aku menarik jubah Ryraen dan menatapnya dengan manja.


"Menyusup ya? Tidak juga, aku hanya ada urusan dengan kekasihku... Benarkan sayang..." gumamku pelan sambil sedikit menciumnya.


"Oh kau ganti pasangan lagi ya? Bukannya pasanganmu Lyraen?"


"Kau ternyata berani ya menyindirnya setelah kau hebat saat ini dan kau ketua organisasi...."


"Itu tidak penting!" Ucapku memotong pembicaraan pria itu.


"Itu penting dan..."


"Dalam hal ini kau tidak memiliki urusan dengan urusan kami tapi di luar itu... Kau memiliki urusan denganku tuan!" Ucapku melepaskan Ryraen dan kembali terduduk di meja.


"Urusan kita? Heeeh aku tidak punya urusan denganmu!"


"Tapi kau memiliki urusan dengan wilayah lain kau tahu..."

__ADS_1


"Heeh urusan apa?"


"Perusakan di wilayah utara, pengeboman di wilayah selatan, pemalakan di wilayah barat, kerusuhan di wilayah timur dan peperangan di wilayah utama... Mmmm apa ya hukuman yang pantas untukmu ya..." gumamku santai tapi pria itu tanpa mengatakan apapun turun dari jendela dan berdiri di depanku, tangannya mengangkat daguku dan menatapku dingin.


"Bagaimana kau bisa menuduhku melakukannya?" Ucap pria itu menatapku dingin, aku sedikit membuka topeng itu dan melihat wajah yang tampan di depanku, aku tidak ingat siapa dia tapi aku merasa aku kenal dengannya.


"Kau...Tidak bisa membohongiku, kau melakukan itu demi memancingku benarkan?" Gumamku pelan dan pria itu membuka sedikit topeng wajahku sambil tersenyum dingin.


"Benar... Aku memancingmu keluar dari sarangmu dan tidak aku sangka kalau aku menemukanmu gadis kecil..." bisik pria itu pelan yang membuatku benar-benar merinding mendengarnya.


"Apa yang kau inginkan dariku?" Tanyaku dingin tapi pria itu menggenggam tanganku sambil memberikanku sebuah kertas kecil dan menuntun tanganku masuk ke dalam saku jubahku.


"Kau akan tahu sendiri alasannya..." gumam pria itu menciumku yang membuatku terkejut.


Disaat pria itu menciumku, aku melihat kembali masalah pembunuhanku di kehidupan lalu bahkan aku melihat kejadian sebelum pembunuhan itu terjadi. Pria ini bernama Kim Valentino Permata, dia adalah kekasihku sebelum aku menikah dengan Lyraen. Kami sangat mencintai dahulu tapi ayah dan ibuku menjodohkanku dengan Lyraen yang membuat Valentino ini kehilanganku dan terpuruk, Valentino mencoba mengikhlaskanku tapi ternyata aku dibunuh oleh suamiku sendiri yang membuatnya benar-benar dendam dan menyalahkan siapapun yang membuatku menderita.


"T-ternyata kamu Va... Mmmpphhh..." gumamku terkejut tapi dengan cepat pria itu membungkam bibirku dan memasukkan sesuatu di mulutku yang membuatku tidak sengaja menelannya.


"Kau hamil anaknya Lyraen bukan? Tapi tidak akan aku biarkan kau memiliki anak dengan pria lain... Raelyn..." gumam pria itu dingin sambil tersenyum dingin dan melompat mundur kebelakang.


"K-kau! Beraninya kau!" Protesku kesal tapi pria itu tersenyum dingin dan menghilang dengan cepat.


"Awas saja kau Valentino!!!" teriakku kesal dan berusaha mengeluarkan benda yang aku telan tadi tapi tidak berhasil yang membuatku sangat kesal.


"Kau kenapa?" Tanya Ryraen bingung sedangkan aku hanya terdiam dan terduduk di sebelahnya dengan kesal. "Ciihh aku kehilangan anakku tiga kali! Kenapa selalu terjadi padaku sih!" Gerutuku dalam hati.


"Jadi kau Raelyn ya ternyata!" Ucap wanita di depanku melempar senjatanya kearahku dan dengan cepat aku menepisnya yang membuat semua orang terkejut


"Aku tidak ada mood meladenimu wanita ******!" Gerutuku kesal.

__ADS_1


"A...apa!! Kau memanggilku ******? Awas kau!!" Protes wanita itu menyerangku yang membuat moodku sangat buruk. Aku menyerang wanita itu sambil berpikir benda apa yang aku telan tadi, apa itu obat penggugur kandungan atau obat apa? Benar-benar membuatku depresi.


__ADS_2