Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Episode 216 : Diselamatkan Ray


__ADS_3

Semalaman aku dan bawahanku mengatur strategi yang terbaik, selama melawan musuh kami benar-benar tidak kesulitan tapi disaat kami melihat sebuah barang yang kami cari ada di depan kami, kami terkejut kalau mengambil barang ini tidaklah mudah, para musuh itu memiliki kekuatan dan kehebatan diluar ekspektasi kami.


"Ciihhh..." gerutuku kesal saat aku terluka karena kelicikan mereka, aku menatap mereka dingin dan berpikir kenapa kau sekarang jadi sangat lemah seperti ini.


"Sani, aku akan memanggil Ray!" Ucap Fadil serius dan meminta salah satu bawahan kami pergi memanggil Ray.


"Hahaha ternyata kutu kecil ini ya yang melukai bawahanku!" Tawa pria di depanku dingin, wajah yang asing bagiku membuatku sulit untuk mengalahkannya apalagi dia juga pengguna racun yang langka tapi racun dia sangat langka yang membuatku terkena racun, racun yang mengenaiku membuat aku terkena luka dalam.


"Ciihh jangan sombong dulu kau!" Gerutuku kesal.


"Kau sudah terluka parah loh apalagi... Wajahmu cantik juga ya jadi buat apa kau memakai topeng jelek itu?" Gumam pria itu mengangkat daguku tinggi dan menatapku dengan tatapan penuh nafsu.


"Berisik!" Gerutuku kesal dan meludahinya.


"K-Kau beraninya kau melusahiku!" Teriak pria itu menarik rambut pendekku yang membuatku terseret mengikuti langkah kakinya.


"Aahh lepaskan!" Protesku kesal saat pria itu merobek pakaianku dan berusaha mempermainkanku.


"Wanita cantik sayang kalau tidak dinikmati!" Ucap pria itu berusaha menciumku, saat bibirnya hampir menciumku tiba-tiba ada seseorang yang menedang pria di depanku sampai pria tadi terhempas jauh.


"Berani-beraninya kau akan menodai wanita milikku!" Ucap seorang pria dingin, aku mengangkat wajahku dan melihat Ray berdiri di depanku dengan tatapan dinginnya.


"Ciiih beraninya kau mengganggu kesenanganku!" Gerutu pria itu menyerang Ray dengan kesal tapi dengan cepat Ray membunuh pria itu dengan mudah.


"Kamu tidak apa-apa Raelyn?" Ucap Ray menggendongku dan aku menganggukkan kepalaku pelan.


"Kalian ambil barang itu dan mari kita kembali!" Ucap Ray dingin dan menggendongku peegi dari hutan.


Melihat kemampuan Ray membuatku sangat minder, aku merasa tidak pantas menjadi mafia bahkan aku tidak pantas menjadi anggota organisasi pusat sekarang ini. Di markas Ray memakaikan aku pakaian dan menatapku serius.


"Aku akan mengobatimu Raelyn!" Ucap Ray mengambil botol penawarku dan menuangkan sedikit cairan di botol miliknya, aku meminum racikan Ray yang membuat nafasku terengah-engah.


"Haahh... Haaahh..."


"Bagaimana?"


"Terimakasih..." gumamku sedih.


"Ada apa Raelyn? Kamu sudah selesai melakukan tugasmu jadi kenapa kamu sedih?"


"Aku... Aku hanya merasa tidak pantas melakukan tugasku dan aku merasa sangat lemah Ray... Aku tidak pantas menjadi anggota organisasi pusat... Jadi keluarkan aku dari..."

__ADS_1


"Husstt...aku tidak mengatakan hal itu malah aku merasa kamu sangat hebat, pria itu memang bukan tandinganmu jadi wajar kalau kamu merasa kesulitan."


"Tapi Ray aku akkhh..." desahku pelan saat Ray meraba tubuhku lembut.


"Lalu? Dengar ya Raelyn kau berada digenggamanku tetua agung jadi aku tidak akan melepaskanmu apa kau mengerti!" Ucap Ray dingin.


"Tapi kan aku Uugghhh..."


"Aku akan membantumu, mulai besok kita akan berlatih lagi apa kau mengerti!"


"B-baiklah aku... Akkhh.. Aku mengerti!" Ucapku pelan dan Ray terus mempermainkanku.


"Sudah hampir dua bulan aku tidak melihatmu membuatku sangat rindu kekasihku..."


"B-benarkah?"


"Tentu kau tetap milikku sampai kapanpun!" Apa kamu mengerti!" Ucap Ray dingin


"Yaah aku... Aku mengerti Ray."


"Raelyn aku sangat mencintaimu!" Ucap Ray pelan.


"Ray hentikan aku... Hhoooeeekkk..." aku terus mual-mual yang membuat Ray terus mempermainkanku.


"Ray, pe-perutku terasa sangat penuh dan..."


"Aku memang memenuhi perutmu agar anakku segera lahir."


"Uuggghhh t-tapi kan aku dari tadi sudah mual-mual tahu!"


"Memang tapi aku belum memuaskan rasa rinduku Raelyn!"


"Baiklah terserah kamu saja aku uugghhh..."


"Raelyn... Aku akan mengikatmu secara hukum mafia jadi secara mafia kau adalah istriku."


"Mengikatku jangan bilang... Uuugghh..."


"Benar, jadi hanya aku suamimu dan pernikahanmu ataupun kontrakmu di pria lain tidak berlaku lagi Raelyn!"


"Tapi kan aaakkkhhh..." teriakku kencang, aku meremas punggung Ray dan Ray menjatuhkan tubuhnya di atasku.

__ADS_1


"Kau dari organisasi pusat jadi pernikahanmu dengan organisasi tersembunyi atau bahkan kawin kontrakmu sudah tidak berlaku lagi!"


"B-bagaimana itu bisa terjadi dan..."


"ini peraturan baru yang aku buat dan berlaku hari ini, peraturan mafia seluruh dunia akulah yang memutuskannya!" Ucap Ray menatapku dingin.


"Kau mmmpphhh..."


"Keputusanku mutlak Raelyn!"


"Terserahlah hooeekkk...Hooeekkk..." aku terus mual-mual, perutku benar-benar terasa sangat penuh terasa banyak cairan yang memenuhi perut kecilku ini.


"Minumlah..." gumam Ray memberikanku obat dan aku langsung menelannya.


"Ray kau benar-benar keterlaluan! Aku beraninya menyiksaku yang membuat... Perut bawahku benar-benar terasa sangat penuh kau tahu dan... Aakkhhh..." desahku pelan saat Ray kembali mempermainkanku.


"Memang... Aku menyiksamu dengan kenikmatan dan inilah yang aku inginkan sejak aku melihat tubuh indahmu di masa lalu Raelyn."


"Kapan kau..."


"Raelyn tidak ingatkah kalau dulu aku pernah bercinta denganmu saat kamu terluka saat itu? Ini bukan kali pertama kita bercinta kau tahu..."


"Kapan aku melakukannya?"


"Saat kau terluka di perang dunia pertama, kau terluka parah dan aku juga yang mengobatimu dan Fadil tapi saat melihat tubuhmu membuatku tidak tahan dan memperkosamu saat itu."


"Jadi kau yang mengambil perawanku dan..."


"Benar, setelah kejadian itu aku berjanji pada diriku untuk menjagamu karena akulah yang melakukannya."


"K-kau kenapa kau jahat Ray! Kenapa kau mmmppphhhh..."


"Maafkan aku tapi aku menepati janjiku bukan? Aku menjadi milikku dan juga aku menjagamu sama seperti janjiku bahkan sekarang kau akan menjadi ibu dari anak-anakku..." bisik Ray pelan dan kembali menciumku.


"Yaah baiklah terserah kamu kalau kau menerima tubuh kotor ini aku akan menyerahkannya padamu."


"Tubuh yang kotorpun aku akan membersihkannya dan akan aku jadikan tubuhmu menjadi milikku selamanya walaupun kehidupan kita yang lainnya!" Ucap Ray pelan dan kembali mempermainkanku.


Tubuh yang lelah dan tubuh yang penuh oleh cairan air liur Ray membuatku hanya bisa pasrah dan mengikuti semua keinginan dan permainan yang diberikan Ray padaku.


Cerita Ray membuatku teringat saat aku bangun tidur saat itu aku melihat Ray tertidur disampingku dan kasur yang terdapat noda darah dengan cairan bening di sekitarnya, awalnya aku kira itu adalah cairan obat tapi cairan yang lain membuatku terkejut, walaupun terkejut tapi hal itu sudah berlalu dan akupun terikat kawin kontrak dengan Ray saat ini.

__ADS_1


__ADS_2