Kawin Kontrak Mafia

Kawin Kontrak Mafia
Season 2, Episode 6 : Ikatan Rayan


__ADS_3

Tubuh yang lemas dan nafas yang tidak beraturan ditambah Keringat yang bercucuran membasahi tubuh kami berdua, Rayan terus memelukku dan menciumku lembut, wajah yang sangat senang terpancar jelas di wajahnya.


"Raelyn aku sangat mencintaimu..." gumam Rayan pelan.


"Aku juga sangat mencintaimu Rayan," desahku pelan dan Rayan membaringkanku di tempat tidur.


"Raelyn hari masih malam jadi istirahatlah dulu pasti kamu lelah."


"Aku memang lelah tapi aku tidak bisa tidur."


"Kenapa?"


"Bermain denganmu beberapa kali membuatku lelah Rayan!" Gerutuku kesal.


"Tidak aku sangka kamu kuat memuaskan nafsuku Raelyn."


"Yaah begitulah."


"Tapi Raelyn aku masih ingin lagi!" Rayan membuka kakiku kanan dan menatapku dengan tatapan merahnya.


"Eehh aku uugghhh..." rintihku pelan dan kami kembali bermain.


Cekreeekk...


Terdengar suara pintu yang terbuka membuat Rayan menutupi tubuh kami berdua dan terus mempermainkanku.


"Sani, ini makanan untukmu yang masih... Eehh m-maaf..." gumam Fadil meletakkan sebuah piring dan berjalan pergi.


"T-tunggu kak Fadil!" Ucapku kencang yang membuat Fadil terdiam.


"Besok pagi kita pergi ke organisasi mafia tersembunyi."


"Kamu menyetujuinya?"


"Ya. Katakan kepada tetua agung masalah itu."


"Tenang saja aku akan mengatakannya kepada tetua agung, tapi kalau bisa... Jangan hamil terlebih dahulu... tugasmu masih banyak!" Ucap Fadil dingin dan pergi dari kamar kami.


"K-kau dengar kan Rayan."


"Aku mendengarnya kok istriku..." desah Rayan pelan dan terjatuh di atas tubuhku. Dengan nafas yang masih tidak beraturan aku hanya terdiam dan tidak lama Rayan tertidur pulas di atas tubuhku.


"Hmmm dasar, kamu sangat imut ya Rayan." Aku mencium Rayan lembut dan mengusap rambutnya yang setengah basah karena keringat.


Aku menatap langit-langit kamar dan memikirkan rencanaku untuk membalas dendam, dengan adanya Rayan aku yakin Rayan bisa membantuku lagi pula dilihat dari kecepatannya Rayan terlihat sangat kuat dibandingkan denganku.


Melihat Rayan tertidur sangat pulas, aku membaringkannya ke tempat tidur dan segera berendam kembali. Aku memakai pakaianku dan langsung berlatih di atas balkon kamar. Semua teknik yang aku pelajari di kehidupan yang lalu kembali aku terapkan di kehidupan ini.


"Wine siapa ini ya?" gumamku pelan dan aku langsung meminumnya. Aku terus berlatih dan sesekali meminum wine itu hingga habis.


"Uhhuukkk...uuhhuukkk..." Rintihku terduduk dilantai dan terus terbatuk-batuk.


"Tubuhmu masih belum kuat menahan tekanan teknik terlarang istriku!" Ucap Rayan yang membuatku terkejut.


"Ehh mmm Rayan kamu sudah bangun?"


"Ya, aku suruh kamu tidur kenapa masih disini?"


"Eehh mmm aku hanya ingin berlatih saja."


"Berlatih teknik terlarang?"


"Bagaimana kamu tahu?"


"Aku orang pertama yang bisa melakukannya."


"Benarkah?"


"Ya, hanya saja sebelum aku terbunuh saat itu aku mengajarkan kepada Ray."


"Oh mmm dikehidupan lalu Ray dan Valentino mengajarkanku sehingga di kehidupan lalu aku bisa melakukannya, kenapa sekarang..."

__ADS_1


"Tubuhmu memang tidak kuat menahan tekanannya apalagi kali ini kamu tidak terikat ikatan terlarang sama sekali."


"Apa itu berpengaruh?"


"Tentu saja, ikatan terlarang sama saja kamu mendapatkan bantuan jiwa dan jika kamu terikat ikatan terlarang di kehidupan lainnya tubuhmu akan lemah!" Ucap Rayan dingin.


"Ta-Tapi Rayan... Aku... Aku tidak mau lemah... Aku..."


"Kalung di lehermu bisa menjadi bantuanmu untuk memulihkan tubuhmu."


"Benarkah?"


"Ya, jadi untuk saat ini jangan bertarung lebih karena tubuhmu sangat lemah."


"Hmmm baiklah..." desahku pelan, Rayan membantuku berdiri dan menatapku serius.


"Raelyn nampaknya kehidupan ini benar-benar berbeda dengan kehidupanmu dahulu!"


"Benarkah? Kenapa?" Tanyaku bingung.


"Banyak mata-mataku yang memberitahukanku sesuatu..." gumam Rayan memberikanku sebuah gulungan, aku mengambilnya dan membacanya dengan serius.


"Tidak masalah, yang penting aku tahu kelemahan mereka asalkan kamu mau membantuku Rayan..." gumamku pelan dan Rayan menciumku lembut.


"Tidak masalah kamu istriku aku akan membantumu."


"Kamu tidak keberatan?" Tanyaku pelan.


"Tidak, kamu istriku jadi aku juga harus membantumu apalagi aku tahu kamu seperti apa dikehidupan lalu jadi aku tidak mungkin membiarkanmu menderita lagi."


"Terimakasih suamiku!" Ucapku senang dan mencium Rayan senang.


"Raelyn kamu benar-benar sangat cantik..." bisik Rayan pelan dan kembali membuka pakaianku.


"Kamu mau bermain lagi?" tanyaku pelan.


"Ya, aku ingin bermain denganmu lagi dan sekalian ingin bertanya suatu hal kepadamu..." bisik Rayan mengangkat kaki tanganku sambil menatapku dingin.


"Katakan padaku, apa kau mencintaiku?"


"Tentu saja aku mencintaimu!"


"Kenapa kamu terlihat seperti menerima cinta tulusku?"


"Karena aku mencintaimu saja."


"Apa ada yang lain?"


"Tidak, aku hanya ingin bisa menikah sekali seumur hidupku."


"Oh benarkah? Tapi kalau aku sangat mencintaimu sejak tahu kamu takdirku Raelyn."


"Benarkah?" gumamku pelan dan Rayan mencium dadaku lembut.


"Ya benar, kau satu-satunya wanita yang aku cinta..." bisik Rayan menghentakkan tubuhnya yang membuatku merintih pelan.


"Kamu benar-benar nikmat Raelyn, aku sangat puas bermain denganmu."


"Begitukah?" Tanyaku pelan, Rayan mengangkat kedua tanganku di atas kepalaku dan menciumi tubuhku lembut.


"Tentu, aku mengatakan yang sebenarnya. Kau milikku jadi aku tidak akan membiarkan siapapun menikmati tubuhmu di kehidupan kali ini Raelyn!" ucap Rayan terus menciumku dan sesekali menggigit dadaku.


"Ya aku usahakan agar aakkhhhh..." rintihku pelan


"Jangan hanya diusahakan tapi harus dilakukan, kau milikku selamanya Raelyn!" Ucap Rayan terus menerus mempermainkanku.


"Rayan... Aku... Uugghh..."


"Ada apa sayang?" gumam Rayan melingkarkan tanganku kebelakang sambil terus mempermainkanku.


"Apa kau ingin memiliki anak denganku dan uugghhh..."

__ADS_1


"Kata kamu tidak ingin dulu karena masih kecil."


"Tapi... Kau..."


"Mmm yaah memang, apa terasa?"


"Perutku terasa sangat penuh Rayan."


"Benarkah? Terasa seperti itukah?"


"Ya Rayan, perutku benar-benar terasa penuh. Bagaimana kalau aku hamil nantinya?"


"Tenang saja, kamu meminum sebotol wine yang aku campur dengan obat khusus, itu wine milikku agar aku tidak bisa menghamilimu tapi kamu juga malah meminumnya."


"A-aku tidak tahu kalau itu uugghhh..."


"Ya sudah tidak apa, lagi pula aku ingin memuaskan nafsuku sebelum kita ke kerajaan Kim."


"Tapi Rayan... Perutku benar-benar terasa sangat penuh dengan..."


"Tidak apa malah aku inginnya lebih penuh lagi Raelyn."


"Rayan... Apa kau yakin aku tidak akan hamil?"


"Aku tidak yakin."


"Tapi nanti Fadil akan marah jika uugghhh..."


"Apa peduliku? Kau istriku dan..." gumam Rayan terus menghentakkan tubuhku.


"Aakkhhh... Rayan Uugghhh... Kamu sangat nakal aku uugghhh..."


"Nakal kepada istri sendiri tidak masalah kan bagimu..."


"Haahhh ya aku tidak masalah tapi akkhh..."


"Apa kamu lelah?"


"Ya aku lelah apalagi perutku sangat penuh Rayan, rasanya perutku tidak kuat menahan lagi untuk menampungnya."


"tapi aku ingin melakukannya Raelyn..." bisik Rayan mendekapku erat sambil mencium leherku lembut sedangkan aku hanya terdiam dengan nafas yang terus terengah-engah.


"Raelyn terimakasih ya..." bisik Rayan pelan dan aku hanya terdiam lemas, Rayan terus memegang tubuhku dan kembali menciumku lembut.


"Selama di kerajaan Kim kamu tidak boleh jauh dariku Raelyn! Setiap harinya kau harus tidur denganku agar aku ataupun kamu tidak terluka. Hari ini aku telah menghabiskan seluruh tenagaku jadi jika kau selalu disampingku maka aku tidak akan khawatir. Apa kamu mengerti?"


"Yaah aku mengerti..." desahku mencoba berdiri tapi aku tidak bisa berdiri sama sekali.


"Apa kakimu lemas?"


"Ya, terasa sangat lemas apalagi perutku benar-benar penuh Rayan sampai kakiku basah dibuatnya."


"Tidak apa, anggap saja itu hukumanmu terlalu sering menyakiti hatiku Raelyn!" Ucap Rayan dingin dan menggendongku kembali ke tempat tidur. Rayan membaringkanku dan menatapku serius.


"Jika kau benar-benar hamil maka nantinya anak kita aku akan jaga dan aku rawat dengan baik Raelyn jadi jangan khawatir. Lagi pula mau kamu kosongkan perutmu juga tidak bisa bukan?"


"Haish kamu memang ada-ada aja suamiku..." desahku pelan tapi Rayan mengusap perutku lembut.


"Asalkan anak yang kau kandung adalah anak kandungku tidak masalah bagiku lagi pula kau nampak sangat puas istriku."


"Berkali-kali bermain denganmu walaupun lelah aku sangat puas suamiku."


"Sama-sama istriku, kau istriku jadi aku akan selalu memuaskanmu..." bisik Rayan di telingaku dan langsung menggigit leherku kuat.


"Uugghh... A-apa yang kau lakukan?" rintihku kesakitan.


"Aku ingin mengikatmu agar aku tahu apa yang dilakukan istriku jika tidak bersamaku."


"Kamu mengikatku dengan...


"Ya aku mengikatmu dengan ikatan khusus terlarang..." bisik Rayan pelan sambil mempermainkanku yang membuatku tidak bisa membedakan rasa sakit dan rasa enak, walaupun perutku terasa sangat penuh dengan ****** ***** Rayan tapi Rayan benar-benar tidak berhenti mempermainkanku.

__ADS_1


__ADS_2