
Rhys terus saja memelukku dan mengusap lembut rambutku, Rhys mencoba terus menenangkanku cuma aku masih belum bisa benar-benar tenang. Aku sebenarnya tidak masalah dengan sebutan itu tapi lama kelamaan aku benar-benar muak mendengarnya.
"Apa kamu sudah tenang sayang?"
"Sebelum membunuh Rani, aku sama sekali belum merasakan tenang!" Gerutuku dingin.
"Hmmm aku tahu sayang, tapi kamu harus sabar sayang."
"Aku tahu kok..." desahku melepaskan pelukan Rhys.
"Kamu mau kemana?"
"Aku mau bertemu sesepuh organisasi tertinggi..." gumamku mengambil senjataku dan berjalan pergi meninggalkan Rhys dan Fadil.
Aku membuka satu persatu pintu yang ada di lantai bawah tapi tidak menemumannya sama sekali, di sebuah gazebo kebun bunga di belakang gedung aku melihat sesepuh organisasi tertinggi sedang duduk sendiri menikmati hari yang cerah ini.
"Ada apa Raelyn?" Gumam sesepuh organisasi pelan.
"Mmmn tuan saya..."
"Duduklah..." gumam sesepuh organisasi tertinggi sedikit menggeserkan badannya ke kiri.
"Mmm terimakasih tuan..."
"Kamu nampaknya sudah baikan dengan Rhys ya?"
"Mmm tidak juga tuan."
"Benarkah? Lalu itu..." gumam sesepuh organisasi menunjuk leher kanannya.
"Eehh mmm saya hanya mencoba memaafkannya saja tuan..." gumamku menutupi bekas gigitan Rhys dengan tanganku.
"Baguslah, Setiap hari Rhys selalu saja berbicara sendiri dengan foto kalian saat masih kecil."
"Foto... kami?"
"Benar, setelah kau diangkat menjadi ketua organisasi tersembunyi dan kau menghilang, Rhys terus saja mencarimu. Awalnya aku tidak tahu alasannya tapi saat tersadar dari mati surinya yang kedua kali dia mengatakan kalau ayahnya menyuruh Rhys mencarimu dan melindungimu, banyak yang menginginkanmu mati bahkan kau terus saja berupaya bunuh diri."
"Yaaahh memang banyak yang menginginkan aku mati tuan."
"Wajar saja sih, kamu gadis yang sangat hebat."
"Aku bukan seorang gadis tuan, aku hanya wanita mu..."
"Untuk apa kau masukan hati kata orang-orang yang ingin menghancurkanmu..."
__ADS_1
"Aku tahu tuan tapi..."
"Nak, aku lebih mengetahuimu dari pada siapapun bahkan ayahmu dan Rhys. Banyak beban yang kau pendam sampai-sampai kau ingin sesekali teringin untuk mati, aku tahu akan hal itu."
"Yaahh beban yang sangat banyak tuan, aku berusaha untuk sedikit melepaskan beban itu tapi... ikatan orang-orang yang menginginkanku benar-benar membuatku terasa seperti dipenjara..." gumamku pelan.
"Apa ikatanmu dengan mantan suamimu belun terlepas?"
"Belum tuan, aku... belum siap menjadi seorang ibu atau bahkan istri... kehilangan anakku karena dibunuh ayahnya saat aku masih remaja benar-benar membuatku merasa tidak pantas menjadi ibu. Aku benar-benar mencoba terlepas dari dunia mafia tapi... tetap saja aku terjerat di lingkungan mafia lagi..." desanku pelan.
"Memang sih, siapapun yang sudah terjun ke dunia mafia tidak bisa keluar lagi dan semua orang mengalaminya..."
"Tapi aku ingin hidup tenang dan nyaman tanpa adanya peperangam tuan!"
"Aku tahu, kamu sudah merasakan kan menjadi seorang Sani seutuhnya tanpa menjadi Raelyn? Walaupun kamu Sani tapi jati dirimu tetaplah Raelyn, kalau kau tetap memilih menjadi seorang Sani Shin ketua mafia penguasa kegelapan pastinya... kau tetap berada di jalan yang salah dan terus menjerumuskanmu di dalam jurang yang sangat dalam..." guman sesepuh organisasi tertinggi serius.
"...Kamu mencoba melupakan kalau kau adalah Raelyn, ketua mafia terkejam dan ditakuti oleh semua mafia karena kau menganggap tugasmu sebagai Raelyn sangat berat sedangkan jika kau tetap berada pada jati dirimu seorang Sani Shin, kau tetap di cap sebagai wanita murahan karena kecorobohanmu sendiri sebagai Sani Shin.Tidak masalah kau ingin membalaskan dendammu tapi kepada siapa kau akan membalas dendam sedangkan itu kecerobohanmu sendiri?" Ucap sesepuh organisasi tertinggi terus menatapku serius.
"Aku sangat bingung tetua, aku..."
"Tetaplah menjadi Raelyn, duniamu berada di organisasi tertinggi bukan di organisasi pusat. Sani itu nama aslimu tapi Raelyn itu nama samaran di mafiamu, kau tidak bisa dengan mudah melepaskan nama samaranmu... kau seorang ketua, kau salah satu wanita terhebat di mafia... dan kau salah satu wanita yang termasuk ke dalam ketua mafia tertinggi di seluruh organisasi..."
"Tapi tetua... ada tujuan yang ingin aku kejar!"
"Apa aku tidak akan terhukum tambahan jika aku melakukan kesalahan tuan?" Tanyaku terkejut
"Tentu saja tidak, kau memiliki lencana istimewa dan hanya menjadi Raelyn yang bisa menggunakannya dan jika kau menjadi Sani kau akan dihukum Rhys seperti itu."
"Mmm tuan kenapa Rhys menghukumku? Kan aku..."
"Kau adalah istri Rhys, walaupun kau di jodohkan dengan Ryu Lucian tapi kontrakmu dengan Rhys sangat kuat jadi perjodohanmu dengan Ryu Lucian tidak ada apa-apanya, Rhys memberimu tanda di leher karena dia ingin melindungimu, dia tahu banyak yang menginginkanmu mati tapi banyak yang mencintaimu jadi dia melakukan itu, tapi ya walaupun begitu Rhys sangat baik. Seharusnya kau mendapatkan hukuman berat tapi Rhys menggantikan hukumanmu dan mengikatmu karena takut jika kau pergi darinya sedangkan dia melakukan semua hukumanmu..."
"Rhys? Memangnya hukuman apa?"
"Hukuman yang tertulis di kontrak kalian... hukuman siksaan di penjara bawah tanah dan diasingkan selama delapan tahun di hutan terlarang sendirian.
"Tunggu kalau begitu kenapa dia disini?" Tanyaku terkejut.
"Dia baru seminggu keluar dari hutan terlarang."
"Tapi kan total masa hukumannya delapan tahun kenapa..."
"Raelyn, kau melakukan kesalahan di umur lima belas tahun kan? Dan sekarang kau berumur dua puluh empat tahun kan?"
"Iya benar tuan, lalu..."
__ADS_1
"Kau lebih muda delapan tahun dari pada Rhys jadi Rhys berumur 32 tahun saat ini, coba hitung..."
"Eehh mmmm jadi dia melakukan hukumannya saat aku pertama kali melakukan kesalahan?"
"Benar sekali, kepolisian organisasi tertinggi ingin mencarimu dan menangkapmu langsung tapi Rhys menyerahkan dirinya dan menggantikan hukumanmu di sidang peradilan tertinggi...." gumam sesepuh organisasi memberikanku berkas pengadilan Rhys dan surat pembebasan Rhys.
"Tunggu... dia mendapatkan siksaan..."
"Benar... dia lakukan itu demi kau, aku tahu kalian bermusuhan tapi entah kenapa Rhys melakukan itu hanya demi kamu, aku memintanya untuk menyerah karena organisasi kegelapan terjadi masalah tapi dia tidak mau, dia tidak ingin kehilanganmu."
"Oh mmm..." desahku pelan.
"Oh ya aku memiliki beberapa informasi mengenai saudara kembarmu... Rani..."
"Rani? dimana tuan?" Ucapku serius.
"Dia ada di organisasi lain, untuk tepatnya aku tidak tahu. Dia sangat pintar dan licik, dia menghasut semua orang untuk membencimu dan membunuhmu. Yang dia tahu hanya nama aslimu tapi nama samaranmu dia sama sekali tidak tahu."
"Benarkah?"
"Ya Benar. kalau kau ingin tahu maka selidiki semua organisasi pasti itu akan membantumu. Tapi jangan sampai Rhys tahu rencanamu..."
"Kenapa tuan?"
"Dia baru saja sadar dari mati suri karena kelelahan dan kelaparan saat menjalani hukumannya, kau tahu kan dia memiliki penyakit yang sama denganmu tapi dia sama sekali tidak mau meminum darahmu padahal dia harus meminumnya walaupun seteguk saja."
"Tapi semalam dia..."
"Kau kira... Rhys benar-benar meminum darahmu?"
"Tapi kenapa dia tidak melakukannya?"
"Entah, tapi Rhys memang tidak mau meminum darahmu walaupun dia tahu dia sangat membutuhkannya untuk pemulihan, lihatlah wajahnya yang sangat pucat..." gumam sesepuh organisasi tertinggi menatap Rhys yang sedang menatap kami dengan tatapan dingin.
"Aku... sama sekali tidak menyadarinya tuan, tapi... mmm ... nanti saya coba paksa Rhys tuan."
"Percuma, dia hanya akan menggigitmu saja. Dia benar-benar tidak mau, sama sekali tidak mau meminum darahmu."
"Oh mmm saya akan coba merencanakan cara lainnya tuan..." gumamku menundukkan badanku dan berbalik pergi.
"Oh ya ada yang terlupa ku sampaikan Raelyn!"
"Apa tuan?"
"Kau harus menang dalam perang organisasi ini, kami sangat berharap banyak padamu. Kamu akan memperoleh banyak informasi tentangmu yang selama ini tidak kau ingat Raelyn..." gumam sesepuh organisasi tertinggi dengan pelan dan aku tanpa mengatakan apapun hanya menundukkan badanku lalu berjalan pergi.
__ADS_1